Senin, 30 Agustus 2010

Informasi Kemenkumham Terkait Susahnya Mendaftar Secara Online

Berikut saya sampaikan informasi pada para sahabat yang sedang berusaha untuk mendaftar CPNS pada kemenkumham secara Online, Informasi ini saya dapatkan dari : http://e-cpns.kemenkumham.go.id/cpns.php#

Pengumuman,Kemenkumkam,Daftar Online,Error,Lelet,Informasi,Depkumham

Demikian kiranya isi informasinya..
Semoga Bermanfaat

Read More......

Sabtu, 26 Juni 2010

47. Menemukan Kebaikan Di Mana-Mana

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Ada sebuah keluhan yang hampir selalu muncul di setiap pembicaran tentang stres. Tanpa mengenal kondisi dan situasi, ada banyak orang yang mengeluhkan peran orang lain. Dari tuduhan orang lain itu tidak mau mengerti, cenderung menipu, jahat, tidak mau membantu, bikin kesal, sampai dengan tuduhan orang lain sebagai biang stres. Ada bahkan yang menyebutkan bahwa dirinya jarang sekali bertemu orang baik.

Izinkan saya membagi eksperimen saya dalam kehidupan. Hampir setiap minggu saya terbang. Dan sekretaris saya hafal betul, kalau sebelum melakukan confirm terhadap tiket, ia harus menemukan tempat duduk agak di depan dan di lorong. Dulu, sering sekali setiap check in di bandara, saya menginformasikan bahwa sekretaris saya sudah book tempat duduk di depan dan lorong. Dan sering kali juga tidak kebagian tempat yang saya inginkan. Tidak jarang hati ini dibuat kesal. Sempat mengira kekeliruan ada di sekretaris. Namun, belakangan pendekatan saya dalam melakukan check in dirubah. Tidak lagi menyebutkan bahwa sekretaris sudah book tempat duduk, dengan ekspresi penuh senyuman saya katakan begini : 'saya akan senang sekali kalau dapat tempat duduk di depan dan di lorong'. Sebagai hasilnya, belum pernah sekalipun saya dikecewakan.

Apa yang mau diilustrasikan cerita ini sebenarnya sederhana, kalau kita mau merubah pendekatan kita pada orang lain, banyak orang dengan amat suka rela membagi kebaikan dengan kita. Modalnyapun tidak terlalu mahal : senyum, keyakinan bahwa orang lain baik, dan memperlakukan mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan orang. Dan saya memetik banyak sekali manfaat dari cara ini. Bahkan orang yang tadinya amat tidak bersahabatpun bisa berubah menjadi baik dengan pendekatan ini.

Ada harga yang harus dibayar tentunya. Gengsi dan harga diri hanya sebagian saja dari kekuatan yang mesti dikelola dalam hal ini. Belum lagi emosi, marah dan sejenisnya.

Read More......

Jumat, 25 Juni 2010

46. Semakin Dikejar, Semakin Terperangkap

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

'When all is said and done, the journey is the reward'

Entah karena profesi, entah karena panggilan hidup, sudah menjadi warna dominan hidup saya harus dihadang oleh keluhan-keluhan orang setiap harinya. Terutama melalui e-mail, tiada hari tanpa surat dengan keluhan hidup. Ada yang hati isterinya diambil orang. Ada yang hidupnya berputar dalam mangkok kecil yang sama. Ada yang dibuat pusing oleh pacar yang tidak setia, boss yang hanya berkomentar kalau salah, rezeki yang tidak pernah cukup.

Maka, jadilah hari-hari saya ketika membuka e-mail, seperti hari yang harus menyirami tanaman kering kerontang. Ada semacam keharusan agar saya tidak kekurangan air. Untuk itulah, maka di tengah kesibukan yang amat tinggi sekalipun, selalu saja memaksa diri untuk membaca, mendengarkan cassette, atau malah menonton tv atau vcd sebagai sumber air inspirasi.

Di tengah keharusan untuk tidak boleh kering ini, saya bertemu dengan karya Randy Komisar yang berjudul The Monk And The Riddle : The education of A Silicon Valley Entrepreneur . Penyajian ide mendasar melalui gaya novel ini, awalnya memang kurang menarik. Terkesan dangkal dan datar. Namun, begitu diselami pelan-pelan, dia mengandung ajaran yang mendasar.

Read More......

Kamis, 24 Juni 2010

45. Memimpin Dengan Hati

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

'she thought me that there is good in every person and everyone is worthy of respect, and that it just takes longer to find the good in some people'

Di awal tahun delapan puluhan, tatkala barang-barang Jepang baru saja berjaya di mana-mana, Harley Davidson sempat disebut sebagai lambang kekalahan bangsa Amerika. Bagaimana tidak disebut lambang kekalahan, kalau saat itu Honda dan sepeda motor Jepang lainnya menggilas habis-habisan pasar sepeda motor Amerika. Dengan tuduhan enggan berubah, serta bernostalgia selalu dengan masa lalu, maka jadilah Harley Davidson pecundang pasar. Siapa yang mengira kalau sepuluh tahun kemudian dia bangkit dengan prestasi yang amat mengejutkan ?

Sebagaimana kita saksikan sekarang-sekarang ini di banyak bagian dunia, Harley Davidson tidak hanya berhasil memuaskan konsumen - sebagaimana digunakan banyak perusahaan sebagai barometer keberhasilan. Dia bahkan digunakan sebagai lambang kebebasan. Dan jauh dari sekadar mau membeli, tidak sedikit konsumen Harley yang mentato badannya dengan tulisan Harley-Davidson. Sebuah prestasi yang tidak pernah terjadi dengan merk-merk yang paling mahal sekalipun. Coba perhatikan merk-merk mahal seperti Jaguar, Mercedes, atau BMW, adakah dari konsumen merk-merk ini yang mentato badan mereka dengan merk mobil yang mereka gunakan ?

Read More......

Rabu, 23 Juni 2010

44. Berteman Kedamaian Selamanya

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

"mintalah hati yang penuh dengan rasa syukur"

Di tempat-tempat umum seperti bandara, mall, bioskop, atau sekolah dan universitas, di mana banyak orang berkumpul, sering saya memperhatikan wajah orang. Bila diamati secara agak mendalam, ada semacam kelangkaan orang yang berwajah penuh kedamaian. Cirinya, sinar muka yang segar, murah senyum, sorot mata yang bersahabat, serta kesediaan yang mudah untuk berkomunikasi. Di Jakarta dan kota besar lainnya, mayoritas mata menunjukkan sinar curiga. Senyum disamping mengundang curiga orang lain, juga menjadi barang yang teramat langka. Wajah-wajah kota besar banyak terdiri dari wajah yang lesu, kusam dan tidak bersemangat. Apa lagi berkomunikasi dengan orang yang tidak kita kenal. Salah-salah kita menjadi korban tidak perlu.

Maka jadilah wajah kota besar sebagai wajah sepi dalam keramaian. Dalam arti kehadiran suara, di mana-mana hadir keramaian. Dari suara mobil, orang jualan, kondektur bus kota, sampai orang berkelahi. Namun dalam arti kedamaian, inilah sebuah wilayah yang amat dan teramat sepi.

Read More......

Senin, 21 Juni 2010

43. Kedamaian Memerlukan Kebebasan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Kalau burung gereja saja bernyanyi setiap hari, kenapa kita harus menakuti masa depan?

Dalam kehidupan pribadi maupun pergaulan yang cukup luas, sering saya bertemu dengan kehidupan yang tidak bebas. Dan kondisi terakhir ini, tidak hanya monopoli orang bawah dan miskin materi. Ia juga menghinggapi kalangan atas. Bedanya cuman satu. Orang bawah terpenjara di bawah. Orang atas terpenjara di atas.

Di tengah mobil-mobil mewah, jangan fikir tidak ada orang yang tidak bebas. Di rumah-rumah mahal dan berlokasi elit, jangan kira tidak ada orang yang tidak pernah menikmati kebebasan. Malah sebaliknya, secara kualitatif, orang atas memiliki ketakutan (baca : ketakutan kehilangan harta, dirampok, kehilangan jabatan, dll) yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang bawah. Maka, kehidupan mewah yang dibayangkan orang penuh kebebasan, ternyata sebuah penjara yang amat menyedihkan.

Tentu bukan maksud saya untuk mempengaruhi Anda agar menakuti kekayaan materi. Namun, yang ingin saya ceritakan bukan di situ letaknya fondasi kokoh kedamaian. Dia bersembunyi pada kehidupan yang penuh kebebasan. Terutama kebebasan hati dan fikiran.

Read More......

Jumat, 18 Juni 2010

42. Keluar Dari Ketidakpuasan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Kebahagiaan maupun kesedihan amat dan teramat dominan diwarnai oleh dengan apa dan siapa kita membandingkan hidup dan diri kita

Sebagai atasan dari dua ribu orang, tempat bertanya dari banyak sekali orang, atau konsultan manajemen sejumlah perusahaan, ada sebuah persoalan yang amat kerap muncul, yakni ketidakpuasan. Entah itu tidak puas pada atasan, bawahan, pekerjaan, pasangan hidup sampai dengan anak-anak di rumah. Sinyal dan fenomenanyapun amat beragam. Demikian juga informasi pendukungnya. Kalau boleh saya generalisasikan, hampir tidak ada orang yang tidak pernah tidak puas.

Dan mungkin Anda juga sudah tahu, apa saja hasil ikutan dari sikap tidak puas tadi. Stres dan depresi mungkin hanya sebagian saja. Banyak penyakit biologispun bersumber dari sini. Dan karena tuntutan profesi, saya termasuk orang yang hampir setiap hari menerima limpahan sampah seperti ini. Sebagian berhasil saya olah jadi pupuk, sebagian lagi tetap menjadi sampah yang berbau busuk. Sebagian mengendap di saya, dan sebagian lagi tetap dibawa pemiliknya.

Izinkan saya membagi ketidakpuasan ke dalam tiga tingkatan sebab. Tingkatan pertama, orang yang memiliki masalah besar dengan dirinya sendiri. Tidak sedikit bahkan yang menyakiti dirinya seumur hidup. Tingkatan kedua adalah orang yang senantiasa membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih tinggi. Tingkatan ketiga adalah kehidupan tanpa pembanding.

Read More......

Kamis, 17 Juni 2010

41. Kendaraan Menuju Kebahagiaan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Dunia pencerahan baru kita temukan kalau kita mulai menemukan orang Kristen di Masjid, saudara-saudara Muslim di Vihara, sahabat-sahabat beragama Budha di Pura, atau penganut Hindu di Gereja.

Salah satu dari sangat sedikit buku yang saya baca pelan-pelan sampai habis adalah buku Dalai Lama bersama Howard C. Cutter yang berjudul The Art of Happiness. Awalnya, buku ini saya baca secara cepat. Akan tetapi, semakin diselami, ia seperti menghadirkan kedamaian tersendiri. Seperti berhadapan dengan manusia dengan tantangan yang amat besar - bayangkan negerinya dianeksasi Cina dalam waktu yang lama - namun masih bisa menyebut diri berbahagia.

Lama sempat saya dibuat tercenung oleh tokoh perdamaian terakhir. Dan merasakan sendiri, betapa kecilnya saya di hadapan 'raksasa' kehidupan sehebat Dalai Lama. Di manapun kita bertemu tokoh ini, di televisi, di media cetak atau di hampir semua kesempatan, kita senantiasa bertemu dengan mimik muka yang serba tersenyum. Padahal, kehidupannya - sebagaimana dituturkan Cutter - tidak sedikit yang ditandai oleh banjir kesedihan.

Read More......

Rabu, 16 Juni 2010

40. Pohon Pahit Berbuah Amat Manis

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Upaya mengenali wajah utuh pohon, tidak akan bisa diperoleh hanya dengan melihat rantingnya saja. Kumpulan ranting saja bukanlah pohon.

Salah satu pojokan dalam web site saya yang kerap dikunjungi orang adalah konsultasi. Di sini banyak orang yang mau mengolah sampah-sampah hidup ke dalam pupuk-pupuk kehidupan yang berguna. Persoalan yang dicoba dipecahkanpun amat beragam - sebagian bahkan sama sekali saya tidak tahu jawabannya. Dari soal neptu (ini salah satu soal yang namanya saja baru saya dengar), percaya diri, tidak bisa memfokuskan fikiran, istri nyeleweng, urusan-urusan surgawi, sampai dengan mengolah kesedihan.

Tatkala fikiran lagi tidak jernih, apa lagi dibebani banyak target dan gangguan hidup, saya menghindar untuk memberikan jawaban ke pertanyaan yang masuk. Akan tetapi, setelah mencermati demikian banyak pertanyaan yang masuk, mengendapkan kembali sekian banyak sampah kehidupan yang dimintakan ke saya untuk diolah, ada semacam pohon yang bisa menaungi semua ini.

Read More......

Selasa, 15 Juni 2010

39. Sukses Seperti Candu

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Seperti orang yang duduk di tempat rendah, tidak ada ketakutan untuk jatuh. Tidak ada juga keserakahan untuk cepat-cepat naik ke atas.

Ketika masih kecil, hidup di desa yang tidak steril, dan mendengar suara mobil dan pesawat hanya beberapa hari sekali, rasanya enak dan mewah sekali bila saya bisa hidup kelak di kota lengkap dengan kehebatannya. Sehingga, ketika kesempatan untuk berwisata datang, hampir setiap anak SD di desa di pinggiran bukit ini menyambutnya penuh gembira. Kendatipun murid dan guru sama-sama naik truk - yang sekarang hanya layak untuk barang dan binatang - tetap tidak mengurangi kegembiraan dan keheranan kami akan kehidupan kota saat itu.

Ada beberapa hal yang membuat kami orang desa terheran-heran ketika itu. Ada pohon yang batangnya lurus-lurus, dan ditanam di garis yang amat lurus. Belakangan, kami tahu ia bernama tiang listrik. Ada tanah luas yang terbentang datar, lebar dan tanpa pohon kelihatannya dari jauh. Hari itu baru kita tahu namanya laut. Ada gedung-gedung bertingkat yang membuat kami bingung dan teramat bingung : dari manakah orang-orang naik ke kamar yang tinggi di atas sana ? Begitu boleh memasuki bandar udara untuk bisa memegang pesawat - karena di desa hanya bisa dilihat lebih kecil dari kupu-kupu - maka saya dan teman-teman berebut menjilati ban burung besi ini.

Read More......

Senin, 14 Juni 2010

38. Mengusir Kegelapan Dengan Sapu

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

"Pada saat kita berhenti melakukan perjalanan, kita sudah sampai di tujuan"

Pergaulan di kalangan menengah atas, plus pengalaman hidup yang merangkak dari tangga yang amat bawah, ternyata memberi saya banyak pelajaran dan kearifan yang berguna. Akan tetapi, setelah cukup lelah menjalani tidak sedikit lika liku kesulitan dan juga kesenangan, saya kehilangan satu hal : ketulusan orang. Dulu, ketika masih pindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan yang lain, pergi ke kantor menggunakan bus kota, atau saat bersusah-susah menyelesaikan sekolah menengah di sebuah kota kecil di Bali Utara sana, saya dikelilingi tidak sedikit orang yang berbaju dan berhati ketulusan. Dari saling bantu sampai saling pinjam, semuanya dilakukan dengan bungkus maupun isi ketulusan. Sehingga tidak terlalu sulit membedakan, mana ketulusan dan mana kepalsuan.

Namun sekarang, begitu duduk di kursi karir yang agak tinggi, tidak sedikit ketulusan yang hilang. Maka jadilah saya sebuah hidup dan kehidupan yang secara lingkungan materi meningkat, namun secara lingkungan ketulusan menurun amat pesat. Ada orang yang tidak merasakan kehilangan ini. Tetapi, saya bersama keluarga merasakan sekali kehilangan ini. Puteri saya masih amat terkenang dengan temannya di masa kecil sambil memanjat pohon di perkampungan Ciganjur sana. Putera kedua saya sampai sekarang masih sering mengunjungi rekannya di zaman susah dulu. Isteri saya juga demikian, teringat dengan mantan tuan rumah di Lenteng Agung yang meminjamkan gelasnya ketika kami kedatangan tamu.

Read More......

Sabtu, 12 Juni 2010

37. Merenungkan Kembali Hakekat Uang

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Demikian sedikit yang kita butuhkan, namun demikian banyak yang kita cari.

Ditengah keadaan ekonomi yang sulit seperti sekarang ini, tidak ada mahluk yang lebih susah dicari dibandingkan uang. Demikian sulitnya ia dicari, sampai-sampai ada banyak orang yang mengorbankan segalanya agar mendapatkannya. Sejumlah karyawati yang di-PHK di Bogor - menurut laporan investigatif sebuah media - berani melacurkan diri untuk mendapatkan uang. Jutaan orang berdesak-desakan di tengah kemacetan Jakarta setiap pagi menyambut sang uang. Sejumlah pemilik uang - yang membawa berkopor-kopor uang keluar negeri untuk diperdagangkan - berani mengambil resiko dirampok dan dipenjara, hanya untuk membuat sang uang berkembang dan berbunga. Belakangan kita tahu, tidak sedikit pengusaha yang nama dan kekayaannya demikian berkibar, ternyata hanya budak utang. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, ekonomi Asia umumnya dan Indonesia khususnya, dibuat sekarat oleh sekumpulan manusia yang memperdagangkan uang.

Dirangkum menjadi satu, betapa dahsyatnya pengaruh uang dalam kehidupan kita kini. Jangankan sekumpulan wanita yang tidak berdaya terhadap PHK, pemerintah yang telah bercokol puluhan tahun dan didukung oleh senjata dan tentara sekalipun, lunglai oleh perilaku uang yang tidak sepenuhnya bisa ditakut-takuti dengan senjata. Sejumlah tentara yang lengkap dengan ancaman 'melibas'-nya, tetap saja gigit jari menyaksikan perilaku uang. Pengusaha yang tadinya demikian berkuasa dengan jaringan lobinya hingga ke negara adi dayapun, hanya bisa terbengong-bengong oleh nilai tukar uang. Ekonom dengan segala kecanggihan ekonometrinya cuman bisa berdalih bahwa ini di luar bidangnya.

Read More......

Jumat, 11 Juni 2010

36. Pemimpin & Kekasihnya

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Di saat tertentu, ia berarti cakrawala yang menampung sinar matahari serta nyanyian bintang-bintang.

Bagi setiap manusia normal, memiliki kekasih adalah salah satu bentuk pengalaman yang sulit terlupakan. Tidak sedikit orang beranggapan, memiliki kekasih jauh lebih indah dari memiliki suami atau isteri. Dalam berhubungan dengan kekasih, dunia seperti penuh imajinasi dan fantasi .

Sayapun pernah mengalami keindahan seperti ini. Bersama seorang wanita yang sekarang sudah menjadi anak mertua, kenangan berjalan menelusuri pinggiran danau yang sepi dan damai, atau duduk berjam-jam di pantai yang hanya dihuni suara ombak, sungguh sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.

Keindahan serupa juga saya temukan ketika membaca karya Kahlil Gibran yang berjudul Lazarus and His Beloved and The Blind.. Karya apik ini bertutur tentang kisah Lazarus bersama 'kekasihnya'. Kekasih terakhir saya beri tanda kutip, sebab arti yang dimaksud memang tidak sama dengan pengertian biasanya. Lebih dari sekadar kekasih sebagai calon suami atau isteri, Gibran bertutur tentang kekasih yang lebih abadi.

Read More......

Kamis, 10 Juni 2010

35. Menikah Dengan Diri Sendiri

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Manusia-manusia yang hidupnya kena stres, depresi, masuk rumah sakit jiwa atau bunuh diri sekalian, adalah sebentuk orang yang pernikahannya dengan sang diri gagal.

Buku harian saya sebagai konsultan manajemen, tidak selamanya berisi catatan yang hanya terkait dengan prestasi perusahaan. Demikian luasnya bidang yang dicakup oleh manajemen, kerap ia merambah ke daerah yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Kadang, saya malah harus menjadi konsultan perkawinan bagi klien. Terutama, kalau mahligai pernikahan klien terganggu, dan bisa mengancam prestasi perusahaan.

Ini juga saya alami beberapa waktu lalu, ketika seorang klien menyeleweng, kemudian mengundang protes berat isterinya. Kejadian ini merambah wilayah konsultasi saya, karena sebagian pemegang saham yakin, kalau hanya saya yang bisa meyakinkan play boy kelas kakap terakhir.

Mirip dengan bentuk hubungan manusia lainnya - baik kerja dalam team, menata organisasi, dll - perkawinan akan senantiasa diwarnai oleh friksi dan perbedaan. Sebagian orang bahkan meyakini, di situlah letak seninya berhubungan dengan manusia.

Read More......

Rabu, 09 Juni 2010

34. Perampok Dalam Diri Kita

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Begitu kejernihan fikiran berada jauh di atas hawa nafsu, sukses mudah dan senang sekali datang berkunjung.

Satu hal yang tidak bisa dihindari oleh sejumlah konsultan, lebih-lebih yang berinteraksi intensif dengan pemilik dan pimpinan puncak, adalah menjadi saksi hidup dari ketidakdewasaan sejumlah orang kaya pemilik perusahaan.

Ada yang baru tidak punya jabatan kemudian bikin kacau di mana-mana. Ada yang memanas-manasin pemegang saham dengan surat kaleng. Ada yang mabok pujian kemudian buta dengan informasi yang sebenarnya. Ada yang tidak sependapat dengan orang tuanya, kemudian menganulir keputusan, dan menimbulkan ketakutan di setiap pojokan organisasi. Ada yang tidak memiliki alat memimpin yang lain kecuali mengancam. Dan masih banyak lagi variasi lainnya.

Yang jelas, catatan kerja yang ditandai oleh seringnya bertemu dengan manusia-manusia seperti di atas, membuat saya amat bersukur. Sebab, perjalanan hidup yang bermula dari tangga yang amat bawah, plus seluruh penderitaannya, membuat saya tahu apa-apa yang tidak diketahui rekan-rekan yang baru lahir sudah menjadi orang kaya.

Sebagian klien yang dekat dengan saya, dan berhasil saya buat menjadi lebih dewasa, berfikir kalau saya memperoleh semua ini dari sekolah saya di INSEAD Prancis, atau di Universitas Lancaster Inggris. Kalau boleh jujur, kearifan dan kematangan hidup lebih banyak saya temukan secara otodidak di Universitas Kesulitan. Sebuah sekolah yang amat saya banggakan. Dan memiliki kontribusi jauh lebih tinggi dari Universitas manapun di dunia.

Read More......

Selasa, 08 Juni 2010

33. Berhentilah Menyalahkan Orang

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

'Define the problem as a person and you are in trouble. Define the problem as difficult behavior, you can do something about it'

Oleh ribuan anak muda yang baru memasuki gerbang kerja, juga manajer muda yang frustrasi di dunia kerja, kerap saya ditanya : aspek apa dari dunia kerja yang paling sulit dihadapi ? Terus terang, bekerja apapun dan dimanapun, serta bermodalkan pendidikan manapun sebenarnya mudah, asal tekun belajar dan bertanya. Yang sering bikin semuanya jadi rumit, adalah interaksi antarmanusia. Jangankan manusia yang baru memasuki gerbang kerja, mereka yang sudah berumur senja di tempat kerja sekalipun sering dibuat pusing oleh interaksi terakhir.

Meminjam pengandaian seorang penulis, ada perbedaan antara menendang bola dan menendang kucing. Sebelum menendang bola, kita bisa ramalkan kemana bola akan bergerak setelah ditendang. Akan tetapi, sebelum menendang kucing, kita tidak tahu apakah kucingnya akan menangis, lari, melompat, mati atau alternatif lainnya. Nah, meramalkan respons orang lain sebelum kita bertindak, jauh lebih rumit dibandingkan dengan meramalkan respons kucing. Sebab, kucing tidak mengenal politik, pura-pura, balas dendam dan serangkaian hal rumit lainnya. Namun, ini juga yang menyebabkan disiplin mengelola manusia menjadi penuh sentuhan seni dan kepekaan. Sebagian kecil memang bisa diungkapkan melaui kata-kata. Cuman, sebagian besar ia bersifat tidak terungkapkan dan hanya bisa dirasakan.

Read More......

Senin, 07 Juni 2010

32. Makanan Bergizi Untuk Jiwa

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Seperti bau semerbak bunga yang harum, tindakan mencintai cepat atau lambat akan menyebar ke mana-mana.

Dalam suatu kesempatan, Socrates pernah mencoba mendefinisikan apa yang dia sebut sebagai pilosof. Dengan penuh keyakinan, pemikir terkemuka ini menyebut pilosof sebagai men with no taste for falsehood, while cherishing the truth. Atau, sejenis manusia yang hanya tertarik untuk hidup dan bermain-main dengan kebenaran, dan mencoba menyebar bibit-bibit kebenaran di mana-mana.

Kalau boleh saya berterus terang, pengertian terakhir ini memang cantik. Jauh lebih cantik dari pengertian lain yang pernah saya tahu. Dan sebagai orang yang tahu perbedaan antara knowing dengan knowing in action, kesederhanaan pengertian ini tidak otomatis disertai dengan kesederhanaan penerapan. Bahkan sering terjadi, pengertian yang terlalu sederhana malah menjadi awal amat rumitnya penerapan.

Coba saja dalami, sederhanakah pengertian tentang 'kebenaran' ? Bukankah ia berubah dalam situasi dan waktu yang berbeda ? Belum lagi ditambah dengan frame of mind yang berbeda. Kebenaran, sebenarnya lebih mendekati tanah liat dibandingkan dengan besi tua yang kaku. Tetapi, nanti dulu. Relativisme tentang kebenaran semacam ini, sering kali dicurigai sebagai asal dari banyak penyimpangan hidup yang mengkhawatirkan. Sama bahayanya dengan menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang absolut.

Read More......

Kamis, 03 Juni 2010

31. Kematian, Gurunya Kehidupan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

'When we're ready to die, what will we want to have done ? Did I learn to live wisely ? Did I love well ?

Ada banyak pemikir yang telah mencoba menjelaskan apa itu kehidupan. Dari ide yang mengatakan bahwa hidup itu sebuah misi, hidup itu sebuah perjalanan spiritual, hidup itu penuh dengan misteri, sampai dengan pendekatan yang menyebutkan bahwa hidup harus dinikmati. Bagi mereka yang mengagumi pendekatan rasionalistik, tentu saja semuanya mau dijelaskan dengan rasio manusia. Karl Marx - yang pernah menulis bahwa agama adalah sebuah bentuk pelarian manusia dari dirinya sendiri - tentu saja berbeda dengan penulis Celestine Prophecy yang menyebutkan, bahwa setiap kejadian dalam hidup menghadirkan makna. Pendekatan manapun yang Anda setujui, sebagian warna kehidupan memang tidak sepenuhnya di bawah kontrol kita. Lahir, mati, jodoh, rezeki hanyalah sebagian dari warna kehidupan yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan rasio.

Penulis novel Celestine Prophecy benar, bahwa semua kejadian mengandung makna. Hanya saja, untuk sampai pada penemuan makna tadi, kita memerlukan usaha sengaja untuk belajar. Ada atau tidak ada guru (dalam pengertian biasa), sebenarnya momentum belajar hadir setiap hari dalam kehidupan. Di rumah, di kantor, di jalan, dan di tempat mana saja sebenarnya hadir learning moments. Pertanyaannya, maukah kita berefleksi dari semua yang hadir di depan mata kita ?

Read More......

Rabu, 02 Juni 2010

30. Gunung Tinggi, Jurang Dalam

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Puncak gunung yang teramat indah sebenarnya dimulai dari dasar jurang yang menakutkan. Ini juga berlaku pada dunia pemimpin dan kepemimpinan.

Sebuah pepatah Zen yang inspiratif berpetuah apik, 'bila gunung tinggi maka jurangnya dalam'. Ini sudah menjadi hukum alam sejak dulu. Tidak ada satupun gunung tinggi yang tidak disertai oleh jurang yang dalam. Kita semua menerima hukum alam ini secara ikhlas tanpa penolakan yang teramat berarti. Akan tetapi, begitu berhadapan dengan diri sendiri maupun pemimpin, ada semacam ketidakrelaan massal dalam hal ini.

Sebut saja diri ini yang tidak semuanya terjelaskan. Ketika sampai di salah satu puncak gunung yang tinggi (baca : jabatan dan penghargaan yang tinggi), jarang sekali ada orang yang tidak rela menerimanya. Namun, begitu jurang ada di depan mata ( pensiun, turun jabatan dan sejenisnya) tidak sedikit orang yang amat tidak rela. Bahkan, banyak orang yang membiarkan dirinya tersiksa atau jatuh sakit oleh jurang-jurang sejenis.

Penyakit post power syndrome, depresi yang dialami tidak sedikit orang ketika jabatan atau rezeki hilang, orang stres karena sempat dipuja kemudian dihina, adalah sebagian saja bukti dari ketidakrelaan orang akan hukum alam 'gunung tinggi-jurang dalam'.

Read More......

Selasa, 01 Juni 2010

29. Pohon, Pencerahan Dan Pemimpin

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Siapapun manusianya, kalau masih dibelenggu keserakahan untuk memilih, maka ia akan senantiasa dipermainkan oleh kehidupan.

Sudah menjadi persoalan kebanyakan orang, kalau tubuh dan jiwa ini tidak sepenuhnya bisa dimengerti. Tanpa aba-aba yang jelas, tiba-tiba mood menurun demikian drastis. Ketika siklus naik, tawa temannya. Tatkala siklus menurun, tangislah sahabatnya. Maka tidak sedikit orang yang hidupnya lelah melalui siklus naik turun ini. Bahkan saya punya dugaan, usia manusia yang jauh lebih pendek dibandingkan dengan usia alam, sebagian karena teramat lelah dipermainkan oleh siklus yang belum mengenal akhir ini.

Pernah ada rekan yang berandai-andai. Andaikan kita bisa mengeluarkan semua manusia dari bumi ini. Hasilnya bisa ditebak, masalah akan menurun dalam jumlah yang teramat banyak, bahkan ada yang menduga bahwa masalah tidak akan ada. Ini semua berarti, sebagian besar masalah yang ada bersumber pada manusia itu sendiri. Terutama karena keserakahan kita untuk senantiasa memilih dan memilih. Hanya mau sukses, tidak mau gagal. Hanya menerima cantik, monolak kejelekan. Hanya menerima kebaikan orang, antipati pada kejelekan orang. Dan masih banyak lagi keserakahan sejenis.

Read More......

Senin, 31 Mei 2010

28. Bab Pertama Buku Kebijaksanaan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

"kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan"

Dalam bidang kepemimpinan maupun personal power, ada banyak orang yang menyimpan keingintahuan, dari mana wibawa, karisma, daya tarik, daya pengaruh pada orang lain, dan hal-hal sejenis berasal. Anda boleh saja memiliki teori dan keyakinan sendiri, entah pendekatan terlahir ataupun pendekatan bisa dipelajari. Namun, bagi saya apa yang kita miliki sekarang ini - dari tingkatan wibawa, karisma, dll - adalah hasil tabungan perbuatan kita dalam kurun waktu yang amat panjang.

Memang, manusia diberi bekal yang relatif berbeda ketika baru lahir. Akan tetapi, perbuatan bisa memperkuat maupun menghancurkan bekal lahiriah tadi. Terus terang, jika bekal lahiriah diandaikan dengan sebuah kain - dengan tetap bersukur pada Tuhan saya ingin ceritakan, saya dibekali kain yang tidak terlalu membanggakan. Anda bisa bayangkan, saya ini adalah bungsu dari tiga belas bersaudara. Pernah lama minder baik akibat kecerdasan yang kurang, maupun diejek orang karena memiliki banyak kelemahan. Dan bukan pada tempatnya kalau saya menceritakan semua sisi gelap masa lalu saya di sini. Yang jelas, di titik start saya berlari, modal saya amat terbatas.

Read More......

Kamis, 27 Mei 2010

27. Membuang Beban Tak Perlu

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Menjadi kaya dan bahagia sebenarnya murah dan mudah. Ia menjadi susah, rumit dan bahkan tidak mungkin karena banyak manusia yang bernafsu menggendong beban teramat banyak. Dan sebagian dari beban tersebut sebenarnya tidak perlu.


Profesi sebagai konsultan manajemen SDM, memaksa saya mendalami banyak sekali perkara yang berkaitan dengan councelling. Tidak hanya karena terapi-terapi SDM banyak yang bersifat behaviouristic, namun juga sering melebar ke luar bidang, termasuk manajemen keluarga pemilik perusahaan. Pekerjaan mendisain sistim, menerangkan bagaimana sistim tadi sebaiknya dilaksanakan, sering kali macet jika tidak disertai minyak pelumas yang bernama councelling. Dalam hal terakhir, saya adalah penganut aliran not knowing approach of councelling.

Dalam pendekatan ini, saya mengurangi menggunakan cara berfikir hipotetis. Bila begini maka biasanya begitu. Subyeknya, adalah klien bukan terapis. Pekerjaan seorang terapis dalam hal ini ada dua : merumuskan pertanyaan yang tepat, dan memfasilitasi klien untuk menemukan sendiri obat yang tepat bagi dirinya.

Read More......

Rabu, 26 Mei 2010

26. Berpelukan Mesra Dengan Kesedihan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Untuk berpelukan mesra dengan kesedihan, diperlukan kearifan dan kedewasaan yang mengagumkan

Kalau boleh memilih, ada banyak sekali manusia yang hanya mau kebahagiaan, dan membuang kesedihan. Itu juga terjadi dalam kehidupan saya dalam waktu yang lama. Saya pernah kehilangan seorang ayah yang sudah sampai di tingkat unconditional love. Seorang sahabat - sekaligus pemilik perusahaan - meninggal ketika kami sudah bisa berkomunikasi dari hati ke hati. Ibu mertua yang tidak pernah memarahi saya, bahkan selalu membela saya ketika ada konflik dengan isteri - padahal waktu pacaran dengan puteri beliau, saya tergolong anak nakal - meninggal ketika kami sekeluarga belum sempat membahagiakannya secara cukup. Dan ada banyak lagi kejadian hidup yang pernah membawa saya pada sungai kesedihan yang panjang dan dalam. Mungkin akan ada lagi kejadian-kejadian serupa di masa yang akan datang.

Sayangnya, sebagaimana alam yang mengenal siklus, kehidupan manusiapun mengenal siklus. Kesedihan dan kebahagiaan adalah salah satu saja dari banyak siklus yang harus kita lalui. Seorang sahabat saya ditimpa kesedihan yang lama dan panjang, ditinggal suaminya beristrikan orang lain. Seorang pembaca kolom ini mengirim e-mail ke saya, kalau dia dibuat tersiksa oleh kekasihnya. Beberapa pengunjung yang rajin mengunjungi web site saya, tidak sedikit mengirim berita kesedihan, dan meminta jalan keluar segera.

Digabung menjadi satu, tidak ada kehidupan yang tidak diwarnai oleh kesedihan. Diundang maupun tidak, ia akan senantiasa datang. Dalam banyak kejadian bahkan terbukti, semakin ia dibenci dan ditakuti, semakin ia senang dan rajin berkunjung ke diri kita. Maka, sengsaralah hidup mereka yang membenci kesedihan.

Read More......

Selasa, 25 Mei 2010

LAT ku Sudah Bertelur

Setelah lebih dari 1 bulan saya tidak menulis tentang LAT, maka hari ini akan saya ceritakan lagi pengalaman saya tentang memelihara LAT ini. Selama ini saya tidak menulis karena LAT yang saya pelihara tidak kunjung bertelur, dan saya merasa hampir putus asa untuk meneruskannya.

Sampai tadi, (kira-kira 30 menit yang lalu sebelum saya menulis hal ini) semangat saya untuk menulis tentang LAT yang saya pelihara kembali tumbuh. Apa sebab? Sebabnya adalah karena sekarang saya baru saja mengetahui bahwa ternyata LAT saya sudah ada yang gendong telur.

Ceritanya begini, setelah pulang dari kerja (istirahat) saya mendapati anak saya yang manis sedang tertidur pulas. Biasanya setelah pulang kerja saya akan bermain-main dengan anak tercinta. Nah, karena anak saya tidur, saya menjadi tidak ada kegiatan, mau ikut tidur tapi ga ngantuk. Iseng-iseng saya menghampiri tempat penampungan LAT yang ada di dapur, disitu saya terduduk lumayan lama karena memikirkan LAT yang tak kunjung bertelur. Memperhatikan tempat penampungan yang saya buat dengan ala kadarnya dan sekarang sudah tidak mampu lagi menampung air lebih dari 10 cm, karena terdapat kebocoran yang hingga saat ini saya tidak tau di mana bocornya. Jadi, begitulah LAT saya hidup hanya dengan air setinggi 10 cm, ditambah lagi dengan endapan sisa makanan yang begitu tebal seperti lumpur. Hal ini hanya saya biarkan saja selama 1 bulan lebih.

Read More......

25. Percaya Cinta, Percaya Keajaiban

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

"Bila cinta mengharapkan bayaran, itu bukan cinta, melainkan sebuah transaksi"

Seorang anggota keluarga dekat sempat bertanya keheranan, kenapa orang yang setegar saya bisa menangis ketika ayah meninggal. Yang membuatnya tambah heran, karena saya adalah satu-satunya orang yang menangis menjelang penguburan. Dan Andapun boleh heran dengan saya.

Ini memang bukan cerita sinetron yang mau mengundang rasa kasihan Anda. Melainkan, pengungkapan perasaan duka kehilangan seseorang yang lama menjadi sumber cinta saya. Berbeda dengan saya yang mengenyam pendidikan relatif tinggi, ayah hanya tamatan kelas tiga SD zaman Belanda. Untuk itu, bisa dimaklumi kalau ia tidak menggunakan bahasa verbal sebagai sarana pengungkapan cinta. Saya hampir setiap hari bernyanyi lagu every day I love you bersama anak-anak. Sedangkan ayah, ia tidak pernah mengucapkan satupun kata cinta. Tidak juga pernah bernyanyi cinta khusus buat saya. Bahasa verbalnya lebih banyak diam. Apa lagi sekarang, ia diam selamanya !

Read More......

Senin, 24 Mei 2010

24. Manusia Terkaya Di Dunia

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Sebagaimana echo di alam terbuka, kalau kita meneriakkan kata 'bangsat' maka echonya juga bangsat. Kalau kita meneriakkan kata 'kaya' maka echonya juga kaya.

Dalam hal cara bekerja, sudah lama saya meniru cara kerja Tom Peters. Sebagaimana sering ditulis di banyak bukunya. Kendati Tom merupakan pendiri dan pemilik kelompok usaha Tom Peters yang namanya menjulang di seluruh dunia, ia bersama keluarganya tinggal di daerah pertanian yang jauh dari perkotaan. Berkat kemajuan teknologi informasi, ia mengendalikan dan melaksanakan pekerjaannya sambil melaksanakan hobinya sebagai petani.

Cara kerja seperti ini, sudah tentu belum terlalu biasa di masyarakat kita yang mengenal berangkat pagi dan pulang sore hari. Segelintir tetangga saya di River Park Bintaro Jaya sana, bahkan ada yang mencurigai saya sebagai putera salah seorang pengusaha kaya di negeri ini. Padahal, saya lahir dari seorang ayah petani kecil, drop out SD Belanda, Ibu buta huruf, dan keduanya masih tinggal di sebuah desa di lereng bukit.

Setelah diusut asal muasal 'kecurigaan' tetangga, rupanya ada yang heran dengan cara kerja ala Tom Peters ini. Pagi saat orang ramai-ramai berangkat ke kantor, mereka melihat saya memegang beberapa koran sambil duduk di pinggir kali yang airnya mengalir asri. Sore hari ketika orang kelelahan baru habis disiksa oleh macetnya Jakarta, mereka melihat saya memegang gunting, selang air dan pupuk buat tanaman penghias rumah.

Read More......

Sabtu, 22 Mei 2010

23. Naik Bukanlah Satu-Satunya Jalan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Keberhasilan bisa diraih dengan menjaga keseimbangan antara berfikir dan bertindak. Sebab, berfikir tanpa bertindak hanyalah kata-kata kosong. Bertindak tanpa berfikir sering berakhir dengan ketolololan.

Di masa krisis sebagaimana kita alami sekarang ini, stres, frustrasi, marah, benci, dan bahkan gila adalah sebuah pemandangan yang tidak terlalu aneh. Laporan investigatif sejumlah media bahkan menunjukkan bahwa wanita penghibur jumlahnya membengkak, angka perceraian meninggi, jumlah pasien yang terkena stres meningkat tajam, kecenderungan bunuh diri juga menaik, dan sejumlah rumah sakit gila sudah mulai kehabisan kapasitas.

Interaksi pribadi saya dengan sejumlah pengusaha, manajer, supervisor dan juga sahabat juga menunjukkan kecenderungan yang sama.

Banyak pengusaha yang dibelit hutang. Tidak sedikit diantara mereka yang maju kena mundur kena : omzet tidak naik, biaya sulit dikurangi. Manajer dan supervisor juga setali tiga uang. Ancaman PHK ada di mana-mana, sementara alternatif yang tersedia di luar semakin menyempit.

Read More......

Jumat, 21 Mei 2010

22. Nikmatnya Menjadi Orang Biasa

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Kalau dianalogikan dengan mobil, ego adalah gas. Kebijakan adalah remnya. Gas tanpa rem mudah sekali membuat kita masuk jurang. Rem tanpa gas hanya membuat kita jalan di tempat.

Menjadi orang terkenal, entah jadi menteri, bintang film, presiden direktur, dan lain-lain adalah dambaan banyak manusia. Dalam bingkai berfikir ini, mereka yang berharap-harap ditelepon presiden untuk dijadikan menteri, dan ternyata tidak berhasil, bisa dimaklumi kalau menyimpan banyak kekecewaan. Demikian juga perasaan jutaan insan manusia yang berharap-harap bisa menjadi terkenal, dan ternyata belum kesampaian.

Dilihat dari satu sisi, tidak ada yang salah dalam dorongan untuk menjadi terkenal. Sejauh ia dilakukan dengan cara yang wajar, dan memperuntukkan keterkenalannya untuk kepentingan kemanusiaan.

Saya bahkan berfikir, banyak kemajuan dalam peradaban manusia yang ikut didorong oleh nafsu ingin terkenal. Ibu Theresa begitu terkenal dengan banyak pengabdiannya. Mahatma Gandhi dikenal luas sebagai pejuang kemanusiaan. Bill Gates disebut sebagai manusia terkaya karena inovasi-inovasinya. Konosuke Matsushita disebut dewa manajemen Jepang melalui karya-karyanya.

Read More......

Kamis, 20 Mei 2010

21. Ketika Kepintaran Tidak Berguna

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Di titik-titik tertentu, kita tidak memerlukan kepintaran. Dalam keadaan lain, kepintaran malah menghadirkan petaka.

Profesi sebagai pembicara publik dan konsultan, kadang mirip psikolog dan dokter. Begitu orang tahu profesi kita, langsung saja orang menghadang dengan sejumlah pertanyaan. Kalau kebetulan pertanyaannya berkisar di sekitar bidang keahlian kita, tidak apa-apa, semuanya aman dan lancar. Namun, banyak orang yang tidak bisa membedakan, mana pertanyaan yang tepat buat konsultan manajemen, ekonom, pakar ilmu sosial dan politik, atau yang lain.

Saya pernah ditanya proyeksi nilai dolar terhadap rupiah, kapan ekonomi recovery, kapan kerusuhan berakhir, siapa yang akan jadi presiden mendatang, apa yang terjadi bila Mega Wati kalah, sampai dengan skandal bank Bali yang menyeret sejumlah elit politik.

Tentu saja seluruh kepintaran yang saya miliki tidak bisa menghasilkan jawaban yang memuaskan. Terutama karena berada di luar bidang keahlian yang saya tekuni. Namun, yang namanya klien, peserta seminar, atau peserta kursus, banyak yang tidak mau tahu. Merasa diri membayar, maka saya harus menjawabnya dengan memuaskan.

Read More......

Rabu, 19 Mei 2010

20. Bersahabat Karib Dengan Kebingungan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Kesenangan saya untuk bersahabat dengan kebingungan, bukanlah monopoli saya seorang diri. Ia juga dilakukan manusia-manusia mengagumkan seperti Thomas Edison dan Tom Watson.

Seorang penulis produktif dan juga pengamat di bidang personal power, pernah menempatkan saya sebagai orang pertama dan paling utama untuk dicermati di bidang personal power di negeri ini. Dengan menyebut serangkaian perjalanan saya keliling Indonesia untuk memotivasi orang, serta sejumlah buku yang saya terbitkan sebagai bukti, penulis ini sampai pada kesimpulan, sayalah manusia papan atas di bidang personal power di republik ini (Majalah Manajemen edisi Juli 1999).

Dengan sepenuhnya mengerti kaidah keseimbangan dalam menulis, penulis di atas kemudian memberi saya masukan, bahwa buku-buku yang saya terbitkan masih berupa kumpulan tulisan di koran. Sehingga membawa kesan membingungkan. Salah satu masterpiece saya dengan judul 'Kepemimpinan Berdasarkan Air' bahkan disebut berada di tataran yang masih embrional.

Read More......

Selasa, 18 Mei 2010

19. Senyum, Kekayaan Yg Hilang

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

senyum - lebih-lebih yang mengakar dalam sampai tingkatan jiwa - bisa memberikan radiasi yang amat luas dalam penyembuhan perusahaan dan masyarakat. Sebab, ia tidak saja berpengaruh pada hubungan antarperseorangan, namun juga pada spirit lingkungan sosial secara keseluruhan

Senyum, sebenarnya adalah salah satu harta yang diberikan Tuhan ke manusia. Dikatakan demikian, sebab senyum bisa merubah banyak sekali hal. Sedih jadi gembira, benci jadi rindu, orang biasa jadi simpatik, suasana beku menjadi cair, hanyalah sebagian saja dari sekian banyak dampak senyum. Di banyak masyarakat yang memiliki tradisi senyum yang memadai, angka perceraian, pencopetan, perkelahian, pembunuhan dan sejenis jauh lebih rendah dibandingkan masyarakat yang miskin senyum. Ini sekaligus membuktikan, kontribusi senyum terhadap pertumbuhan masyarakat dan sehatnya masyarakat tidaklah kecil.

Read More......

Senin, 17 Mei 2010

18. Membuka Gembok-Gembok Kemajuan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Persepsi tidak hanya menjadi pencipta dan pemusnah masalah, ia juga bisa menghadirkan gembok-gembok kokoh yang susah dibuka.

Mengakhiri tahun ini, saya akan berjalan lagi ke lima kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Medan, Batam dan Yogya), berbagi pengalaman bagaimana memaksimalkan prestasi pribadi. Topik ini saya pilih, karena di masa krisis ini, tidak sedikit manusia yang layu sebelum berkembang. Belum apa-apa, sudah menyerah pasrah. Bahkan, tidak sedikit manusia yang sebenarnya tidak punya masalah berarti, namun ikut membungkus diri dengan kesulitan, terutama akibat lingkungan yang penuh dengan kesulitan.

Coba perhatikan orang yang baru bercerai dengan isteri. Ada yang bunuh diri kemudian. Ada juga yang mencari isteri baru yang lebih cantik. Amati kemacetan Jakarta yang tidak mengenal ampun. Sebagian orang ngedumel dan memaki-maki. Sebagian lagi menjalaninya sambil bernyanyi-nyanyi kecil.

Apa yang bisa ditarik dari dua contoh ini, yang membuat kejadian menjadi masalah bukannya kejadian itu sendiri, tetapi bagaimana kita mempersepsikan kejadian. Jadi, kuncinya terletak pada jendela persepsi.

Read More......

Sabtu, 15 Mei 2010

17. Merajut Sutera Keberhasilan

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Dan apakah kerja dengan rasa cinta itu ?
laksana menenun kain dari benang
yang ditarik dari jantungmu
seolah-olah kekasihmulah
yang akan mengenakan kain itu…

Untuk pertama kali dalam kehidupan saya sebagai pembicara publik, saya bertatapan dengan ratusan pasang mata yang lapar motivasi. Anak-anak muda korban likuidasi perbankan ini, membawa refleksi mendalam dalam kehidupan saya. Baru saja memulai karir dalam beberapa tahun, tiba-tiba saja langit karir mereka bergoyang. Itupun ditutup dengan cerita kurang sedap tentang pesangon yang belum menentu.

Sebagaimana pernah saya alami, umur-umur muda baru selesai sekolah, adalah umur pembentukan yang masih ditandai sejumlah kelabilan psikologis. Bangunan karir masih jauh sekali dari selesai. Bahkan, fondasinyapun sebagian saja belum terbentuk.

Read More......

Jumat, 14 Mei 2010

16. Hari Ini, Hari Terbaik

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Kita tidak pernah melewati sungai yang sama dua kali'. Ini benar, sebab tiap detik air sungai berganti. Demikian juga dengan waktu, tiap detik yang lewat tidak akan pernah bisa terulang kembali.

Di sejumlah daerah, ada orang yang mencari hari terbaik untuk melakukan berbagai kegiatan. Ada hari baik untuk menikah. Hari baik untuk bercocok tanam, membangun rumah dan masih banyak lagi yang lain. Sayangnya, saya tidak pernah bertemu - kendati sudah tanya sana sini - ada hari terbaik untuk menjalani hidup dan kehidupan.

Saya punya seorang rekan yang teramat jarang memiliki rasa senang. Ketika di Jakarta, dia fikir di Bali lebih enak. Setiap kali bangun di pagi hari, ia selalu berharap ada mukjizat di hari itu. Hampir setiap hari yang ia jalani, diisi penuh dengan harapan : besok baru datang kebahagiaan.

Sebagai hasilnya, tubuhnya banyak sekali dimakan oleh fikirannya. Penyakit sering datang berkunjung. Stress apa lagi, ia datang tanpa pernah mengenal tahu diri.

Setahun lebih setelah krisis melanda republik ini, saya menemukan semakin banyak manusia yang mirip dengan rekan di atas. Tatapan mata kosong. Penuh harap akan masa depan. Dan, tidak melihat satu titik cahaya terangpun di hari ini.

Read More......

Rabu, 12 Mei 2010

15. Kecil Itu Berkah

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Kekayaan dan hal-hal besar ini, tidak menghadirkan berkah kebebasan hidup, malah sebaliknya, mengikat diri dengan tali-tali semu yang amat mengganggu.

Setiap kali saya terbang melalui bandar-bandar udara kecil seperti Solo dan Pekanbaru, terasa sekali sentuhan kota kecil yang memikat.

Demikian juga ketika saya dan keluarga tinggal lama di kota kecil Lancaster Inggris, atau ketika di kota kecil Fontainebleau Prancis.

Di Bandara Adi Sumarno Solo, sebagian orang memanggil nama saya dengan ekspresi muka yang ramah dan akrab. Baik ketika check-in maupun sesaat setelah landing, selalu saja saya bertemu setidaknya dua muka ramah dan akrab sambil menyapa penuh persahabatan.

Di Pekanbaru juga sama. Seorang petugas check in untuk pesawat Caltex, yang
mengaku pernah menjadi peserta lokakarya saya di Bandung, selalu saja memberikan tempat duduk VIP di depan.

Read More......

Selasa, 11 Mei 2010

14. Berlian Dan Bau Busuk

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Di manapun berlian tetap berlian. Akan tetapi, agar berlian Anda ditemukan orang, diperlukan banyak usaha dan pengorbanan.

Ketika Jack Welch menjadi nara sumber seminar di Jakarta, seorang peserta bertanya, bagaimana ia bisa mengelola gurita usaha yang demikian besar dan berhasil. Entah ia rendah hati, entah benar-benar seperti itu keadaannya, salah satu CEO terkemuka dunia ini berujar, tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan sebesar itu seorang sendiri. Bahkan, diapun tidak sanggup melakukannya. Ia melakukan semua pekerjaan besar ini, bersama-sama orang-orang terbaik yang dimiliki General Electric. Oleh karena alasan terakhirlah, maka setiap kali Welch berjalan-jalan keliling dunia, ia selalu mencari orang-orang terbaik.

Bila benar demikian, rupanya salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola gurita usaha yang demikian meraksasa, adalah mencari dan memilih orang yang tepat. Sebagaimana pernah saya tulis, begitu orang-orang berada di tempatnya yang tepat, mesin organisasi akan hidup dan lari cepat dengan sendirinya.

Read More......

Senin, 10 Mei 2010

13. Manusia Paling Beruntung


Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

berhasil mengatasi baik dan buruk, kalah dan menang, adalah keberuntungan sejati

Di sebuah seminar yang diadakan Asosiasi Manajer Indonesia cabang Bandung akhir Januari 1999, seorang peserta bertanya ke saya tentang feng Shui. 'Adakah keyakinan ini benar, atau hanya sugesti belaka ?', demikianlah kira-kira bunyi pertanyaannya.

Terus terang, ini memang bukan bidang kajian saya. Namun, setelah mendengar dan membaca sejumlah cerita tentang feng shui, saya menemukan dua jenis penjelasan. Pertama, sebagian teori feng Shui memiliki akar rasionalitas. Contohnya, rumah tidak boleh tusuk sate tentu saja bisa dimaklumi. Sebab, kalau ada mobil yang remnya blong, maka celakalah akibatnya. Kedua, kendati sebagian teori feng Shui kelihatannya tidak masuk akal, namun karena dipercayai dan diyakini banyak orang maka ia menjadi collective beliefs. Apapun yang diyakini - apalagi secara berlebihan - bisa menjadi magnet yang bisa membuat wajah kehidupan persis seperti yang diyakini.

Digabung menjadi satu, berguna tidaknya feng shui bagi seseorang, amat tergantung pada kemampuan melihat rasionalitas yang ada di baliknya, serta sudah tentu keyakinan yang menyertainya.

Read More......

Sabtu, 08 Mei 2010

12. Jatuh Cinta Setiap Hari

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Katherine He Burb, 'love has nothing to do with what you are expecting to get - only with what you are expecting to give - which is everything'. (Cinta berkaitan dengan apa yang kita berikan, dan di sinilah letak kebesaran cinta)

Setiap orang dewasa yang normal pernah mengalami jatuh cinta. Dalam keadaan terakhir, dunia rasanya hanya milik kita sepasang. Semua hal kelihatan indah dan penuh kenikmatan. Jangankan kelebihan, kekuranganpun amat mudah diterima sebagai sebuah sisi yang mengandung unsur menyenangkan. Setiap tarikan nafas, seperti menghirup bau harum nan segar di pegunungan. Kalau bisa, mesin waktupun mau dibuat berhenti. Sehingga kondisi hidup yang serba menyenangkan bisa bertahan selamanya.

Sekarang bayangkan sebuah lingkungan kerja yang dihuni hanya oleh manusia-manusia yang pekerjaannya hanya satu : jatuh cinta. Hari ini jatuh cinta pada pekerjaan. Besoknya jatuh cinta pada diri sendiri. Lusa jatuh cinta pada istri. Tiga hari kemudian jatuh cinta pada anak-anak di rumah. Empat hari berikutnya jatuh cinta pada orang tua. Lima hari terakhir jatuh cinta pada mertua. Singkat kata, lima hari kerjanya diisi penuh oleh jadwal jatuh cinta. Siklus kerja mingguan penuh dengan warna dan spirit hidup jatuh cinta.

Read More......

Jumat, 07 Mei 2010

11. Bergelimang Cinta Setiap Hari

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

bunga cinta yang indah dan harum, tidak tumbuh di atas bunga yang harum juga, melainkan tumbuh di atas tai sapi yang kerap berbau amat tidak sedap.

Karena kecintaan pada keluarga, ada sebagian kegiatan mereka yang harus saya ikuti secara agak intensif. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah ikut menikmati musik-musik mereka. Belakangan, ternyata saya menemukan kesenangan tersendiri. Sebagian lirik-lirik lagu kesenangan ABG ini, ternyata menggugah hati dan kalbu. Salah satunya adalah lagu Boyzone dengan judul Every Day I Love You.

Saya kira, kegiatan mencintai setiap hari tidak hanya menjadi monopoli anak muda semata. Ia adalah fundamen paling dasar kehidupan setiap orang. Bedanya hanya terletak pada siapa dan apa yang dicintai saja. Anak muda mencintai pacar mereka. Kita yang sudah dewasa memiliki banyak sekali orang maupun hal yang layak untuk dicintai. Lebih-lebih bagi mereka yang hidup dengan the path of heart. Apa saja yang lewat di depan mata layak dan perlu untuk dicintai. Pohon yang rubuh layak untuk ditegakkan. Puntung rokok yang dibuang sembarangan perlu dipindahkan ke tempatnya. Keran air yang lupa dimatikan orang lain di tempat umum, tidak salah kalau dimatikan. Orang tua yang naik bus umum amat sopan kalau diberi kesempatan duduk. Memasuki sebuah pintu di tempat umum, akan lebih terhormat kalau memegangi pintu sambil mempersilahkan orang lain untuk lewat.

Read More......

Kamis, 06 Mei 2010

Complete Online Store

Amazon Associates Provides a variety of your needs from the smallest to the largest, cheapest to most expensive. Provided that you have money you can buy anything you want here. Turned much money you got? prove in the Amazon Associates.
Here are some of the list that might
want to apply to your:

Read More......

10. Berlimpah Rezeki Setiap Hari

Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Entah itu sungai, gunung, hutan, danau atau pantai. Kita memerlukan dekapannya. Lebih-lebih kalau kita melakukan proses refleksi di atas - melalui diam dan tidak menghakimi - dalam dekapan hangat alam.

Ada sebuah pertanyaan yang sering menghadang saya sebagai pembicara publik. Yakni, bagaimana mengenali potensi diri kita yang sejati. Sebenarnya, pertanyaan ini lebih layak kalau ditanyakan ke psikolog, bukan ke orang 'liar' yang tidak mengenal batas-batas disiplin seperti saya. Namun, dasar pembicara publik yang harus menjawab semua pertanyaan yang datang, maka terpaksa keluarlah jawaban-jawaban enteng khas orang 'liar'.

Dalam logika yang amat sederhana, potensi sesuatu sebenarnya terkait erat dengan dari apa sesuatu tadi dibuat. Obat yang dibuat dari komposisi A,B,C dan D tentu saja khasiatnya sangat ditentukan oleh bahan dan interaksi antarbahan tadi. Demikian juga dengan kita sebagai manusia. Dengan sedikit kejernihan, badan serta jiwa kita sebenarnya dibentuk semuanya oleh komponen-komponen yang berasal dari alam semesta. Udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, minuman yang kita minum semuanya berasal dari alam, dan memberikan warna yang amat dominan terhadap tubuh ini. Makanya, salah satu penulis buku kesehatan pernah menulis : 'we are what we eat'. Kita ini menjadi seperti apa-apa yang kita makan.

Read More......

Rabu, 05 Mei 2010

Tentang Amazon Associates

Awalnya format blog ini adalah bahasa Indonesia, kemudian saya rubah dengan yang berbahasa inggris. Nah, ketika saya rubah ke bahasa Inggris itulah muncul Tab Monetize. Pertamanya sih saya ga tau apa itu monetize ya.. saya acuhka aja. Beberapa hari kemudian, pas lagi bingung mo ngapain lagi di blog ini, ya.. saya coba-coba aja tuk buka tab Monetize tadi, dan ternyata isinya adalah Amazon Associates. Tambah ga mudeng lagi nih.. ya, saya acuhkan lagi.. Beberapa hari kemudian lagi, pas dah mentok ga ada sama sekali yang mau dikerjain saya buka lagi tuh Amazon Associates, saya ikut aja petunjuknya, ngisi form-form yang disodorin ampe abis.

Nah, pas sudah sampe finish saya disuruh masukin kode html yang diberikan oleh Amazon Associates tersebut kedalam template, ya saya masukin aja. Trus, ada juga disuruhnya untuk menulis posting tentang Amazon Associates dan memasukan link Amazon Associates, ya saya tulis aja. Dan inilah jadinya, saya menulis tentang Amazon Associates dan ini linknya Amazon Associates

Read More......

9. Kesederhanaan Pangkal Kebahagiaan


Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

memiliki kekayaan yang terlalu banyak sering mengurangi rasa syukur. Sebab, penghargaan terhadap rezeki sering menurun sejalan dengan semakin banyaknya uang yang dimiliki.

Setiap bentuk kejadian dalam hidup, saya yakini, selalu menghadirkan makna. Perjalanan hidup sebagai konsultan, kerap membuat saya harus bergaul intensif dengan sejumlah orang kaya dan berada. Berbagai macam pengalaman telah saya lalui bersama mereka. Ada yang menyenangkan seperti bermain golf, jet ski, menginap di hotel berbintang sampai dibelikan barang-barang mewah. Ada juga yang menyengsarakan, seperti dimarahi istri klien tanpa tahu sebab musababnya, digoda ikut masuk ke dalam kehidupan-kehidupan menyimpang, dan masih ada lagi yang lain.

Syukurnya, sampai sekarang saya masih bisa menjaga jarak secara seimbang terhadap semua ini. Namun, ada satu hal yang menggoda saya untuk diulas di sini. Orang yang kaya materi, tidak sedikit yang menyesali hidupnya. Jarang berkata syukur ke Tuhan. Sejumlah kekayaan yang diwariskan orang tua mereka, kerap malah membuat kehidupan penuh perkelahian, kebencian dan perselisihan.

Tidak sedikit keluarga pewaris saham perusahaan besar, yang selama hidupnya berkelahi tiada hentinya. Ditandai oleh banyaknya segi tiga kebencian. Kecurigaan terhadap setiap anggota keluarga. Digabung menjadi satu, kekayaan yang dikumpulkan secara susah payah oleh generasi pendahulu, tidak membuat hidup lebih mudah, malah sebaliknya membuat semuanya jadi sengsara.

Memang, ada banyak sebab yang bersembunyi di balik fenomena ini. Namun, satu hal pasti, ketidakmampuan untuk hidup dan berfikir sederhana, telah membawa mereka pada lautan kehidupan yang penuh dengan tekanan.

Saya mensyukuri sekali kehidupan yang bergerak perlahan dari tataran yang sangat bawah. Ketika masih mengontrak dari satu rumah kecil ke rumah kecil yang lain, rasanya bahagia sekali kalau bisa memiliki rumah BTN. Ketika masih bergelantungan di bus kota, rasanya nikmat sekali jika bisa punya mobil. Tatkala hidup dengan makan sangat pas-pasan, selalu terbayang enaknya makan dengan daging yang memadai. Saat anak masih sekolah di sekolah negeri sederhana di pinggiran Jakarta, ada cita-cita agar mereka bisa masuk di sekolah terkemuka.

Sekarang, ketika semua itu sudah berlalu, tidak hanya rasa syukur yang teramat sering saya ucapkan ke Tuhan, tetapi kepala otomatis merunduk ketika menemui orang-orang dengan tingkatan kehidupan di bawah. Ada godaan untuk selalu menolong, bila ada kemampuan untuk melakukannya. Dan yang paling penting, pengalaman meniti tangga kehidupan dari bawah, membuat saya sering ingat akan pentingnya kesederhanaan hidup.

Seperti pernah ditulis Deana Rick dan rekan di Personal Excellence edisi Mei 1999, 'having too much can actually be a hindrance to an attitude of gratitude because, in reality, you can not appreciate what you have, if you have too much'.

Dengan kata lain, memiliki kekayaan yang terlalu banyak sering mengurangi rasa syukur. Sebab, penghargaan terhadap rezeki sering menurun sejalan dengan semakin banyaknya uang yang dimiliki.

Nah, kesederhanaan berfikir dan kesederhanaan hidup itu penting dalam konteks ini, karena ia yang bisa menjadi jembatan yang memadai antara rezeki dan keinginan. Rezeki, sebagaimana kita tahu mengenal batas-batas. Sedangkan keinginan di pihak lain seperti langit, tidak ada batasnya.

Kesederhanaan bisa menjadi jembatan dalam hal ini, karena bisa menjadi 'manajer' bagi sang diri. Ia yang memilih mana yang betul-betul perlu, dan mana yang hanya pelengkap saja. Ia yang memisahkan keinginan yang diwarnai egoisme, dengan keinginan yang perlu dipenuhi.

Kembali ke cerita awal tentang orang kaya materi yang hidupnya penuh percekcokan, mereka memang punya uang, tetapi pengalaman hidup yang langsung di atas, membuat kesederhanaan bisa menjadi barang mewah buat mereka.

Dibandingkan dengan saya yang pernah memakan sayap ayam berbulan-bulan, dan sekarang mudah sekali merasakan enaknya makan, makan Mc. Donald, Kentucky, atau malah restaurant mewah sekalipun bagi orang kaya tadi tidak pernah menimbulkan selera.

Bagi saya yang pernah mengontrak sejumlah rumah kecil kumuh dan sederhana, tinggal di rumah dengan tanah ratusan meter sudah sangat memuaskan. Tetapi bagi mereka, ini hanyalah sesuatu yang tidak perlu dihargai dan disyukuri.

Untuk ukuran manusia yang bertahun-tahun bergelantungan di bus kota, naik sedan menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Tetapi bagi anak orang kaya di atas, ia hanyalah keseharian yang biasa dan hambar.

Dengan latar belakang pendidikan SD di desa, dan anak pernah sekolah di SD negeri pinggiran Jakarta, bisa menyekolahkan anak di sekolah khusus adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Namun, bagi orang kaya di atas, ini hanyalah sebuah rutinitas tanpa rasa.

Seluruh cerita dan ilustrasi ini memperkuat argumen Deana Rick, bahwa greed and materialism block thankfullness. Keserekahan dan materi menghalangi ketulusan untuk bersyukur pada Tuhan.

Sebaliknya dengan kesederhanaan, rasa syukur, terimakasih, penerimaan bagi sang hidup, mudah sekali muncul. Saya tidak tahu, bagaimana pengalaman Anda. Namun, saya amat bersyukur pada Tuhan yang pernah membawa saya pada kelokan-kelokan kehidupan yang membuat saya sampai pada kesimpulan : 'kesederhanaanlah awal dari kebahagiaan'.

Saya mengisi prinsip ini dengan berjalan-jalan mengelilingi rumah setiap sore sambil mengucapkan terimakasih. Menggendong dan menciumi anak-anak bila ada kesempatan. Merayu istri persis seperti saat kami masih pacaran. Anda, saya kira, bisa melakukannya dengan cara Anda sendiri.

Read More......

Selasa, 04 Mei 2010

8. Menyalakan Lilin Dalam Diri


Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Berjanjilah hanya tentang hal yang bisa dilakukan. Dan lakukan segala hal yang Anda telah janjikan

Menjadi presenter di depan sejumlah pemimpin perusahaan minyak, menurut saya sering menantang dan memberi inspirasi. Menantang, karena berhadapan dengan sekumpulan orang brilian yang bisa menjadi sparring partner yang meyakinkan. Memberi inspirasi, sebab dengan tantangan-tantangan yang maha berat, kemudian kepala saya bisa mengeluarkan sesuatu yang tidak terfikirkan sebelumnya.

Di Hyatt Regency Bandung pada awal Desember 1998 lalu, untuk sekian kalinya saya menemukan pengalaman menantang dan penuh inspirasi ini. Sejumlah insinyur menghujani saya dengan pertanyaan tentang kualifikasi seseorang yang layak menjadi pemimpin.

Sebagaimana pernah saya tulis di lain kesempatan, dalam hubungan antarmanusia, orang lain sebenarnya cermin kita. Bila melihat muka jerawat di cermin, tentu saja yang diobati muka kita, bukan cerminnya. Hal yang sama juga berlaku bagi setiap gangguan dalam hubungan kepemimpinan. Mencari kesalahan di orang lain - kendati kadang berhasil membuahkan perubahan yang temporer - sama saja dengan mengobati jerawat di cermin.

Berdiri di atas keyakinan terakhir, setiap bentuk kualitas hubungan kepemimpinan, sangat diwarnai oleh seberapa terang 'lilin' yang ada di dalam diri sang pemimpin. Begitu lilin tadi menyala, sebagian besar permasalahan hubungan antarmanusia sudah terpecahkan.

Lady Diana, Mahatma Gandhi, Abraham Lincoln adalah sederetan pemimpin yang lilinnya menyala secara terang benderang. Dan lilin mereka demikian menerangi, karena tabungan perbuatan baiknya sudah menggunung.

Saya memang masih jauh dari kualitas yang dimiliki tiga pemimpin di atas. Bahkan, masih menyimpan banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, perjalanan saya sebagai konsultan bertutur bahwa ada sejumlah langkah yang layak untuk dicermati.

Pertama, saya tidak antiego. Bahkan, banyak kemajuan didorong oleh mesin ego. Tulisan inipun ada karena sebagian didorong oleh ego. Namun, ego yang berlebihan sangat potensial mematikan lilin dalam diri kita.

Penyeimbang paling efektif dari ego adalah kebijakan. Yang terakhir ini bisa berasal dari kedewasaan, belajar dari filsafat, agama atau sumber kebijakan lainnya. Saya belajar kearifan justru dari orang-orang bawah. Tukang taman yang mengurus taman saya di rumah, satpam penjaga komplek, caddy yang mengantar saya di lapangan golf, atau supir jemputan putera-puteri saya adalah sebagian dari guru-guru kebijakan yang saya banggakan.

Betapa tidak membanggakan, mereka memberi saya kearifan, dengan uang demikian sedikit masih bisa bersukur ke Tuhan. Dengan penampilan yang sederhana, masih memiliki percaya diri berkomunikasi dengan orang lain. Dengan kerut muka hitam dan kotor, masih bisa tersenyum ke orang lain.

Lebih dari itu, karena kehidupan kerap bergerak naik turun seperti roda, saya sering diingatkan secara tidak langsung oleh mereka, bahwa sayapun bisa seperti mereka.

Kesombongan, sifat takabur, sok dan egoisme lainnya sering diobati secara sangat mujarab oleh 'guru-guru' di atas.

Kedua, dalam komunikasi, sering dikemukkan seseorang disebut berhasil bila sampai pada tataran communication with heart. Heart, kalau mau diperinci sebenarnya berasal dari kata hear dan kata art. Alias, seni mendengar. Terus terang, ada banyak sekali yang bisa diperoleh dengan menguasai seni mendengar.

Coba bayangkan sepasang suami isteri yang mempersiapkan rumah untuk arisan keluarga. Dari mengecat tembok, membersihkan rumah, membeli peralatan dan makanan sampai dengan membeli sejumlah hal yang membanggakan. Tidak sedikit dana dan tenaga yang dikeluarkan untuk itu. Ini hanya sebuah ilustrasi, bahwa banyak manusia yang mau membayar mahal, hanya agar dihargai oleh orang lain. Dengan sedikit ketrampilan mendengar, Anda bisa memperoleh banyak sekali hal dari jutaan manusia yang haus penghargaan.

Ketiga, setiap orang memiliki sesuatu yang kecil bagi orang lain, namun besar artinya bagi si pemilik. Nama, putera-puteri, ulang tahun, baju, dasi, jam tangan dan masih banyak lagi yang lain, adalah sebagian dari hal kecil yang bisa memperbaiki kualitas hubungan antarmanusia.

Bayangkan bila Anda lupa dengan ulang tahun Anda hari itu, dan tiba-tiba ada kartu datang yang bertuliskan : happy birthday. Atau, bertemu dengan teman lama, dan ia ingat nama putera-puteri Anda. Atau, di tempat yang jarang dikunjungi, tiba-tiba ada orang yang memanggil nama panggilan Anda dengan nada penuh persahabatan.

Keempat, lilin dalam diri kita akan tampak terang bagi orang lain, bila kita memberikan our total body language. Bila berbicara dalam posisi berdiri, jangan lupa mengarahkan ujung kaki, dada dan muka ke lawan berbicara. Jika orang sudah bercerita hal-hal pribadi, tunjukkan empati Anda. Ajukan pertanyaan, yang bisa membuat orang semakin bangga akan dirinya.

Dan terakhir, ini mungkin sudah klise bagi Anda. Berjanjilah hanya tentang hal yang bisa dilakukan. Dan lakukan segala hal yang Anda telah janjikan.

Joseph Goldstein dan Jack Kornfield dalam The Path of Deep Meditation menulis : 'wisdom is not one particular experience, nor a series of ideas or knowledges to be collected. It is an on going process of discovery.'

Nah, dibandingkan menghafalkan keempat langkah saya di atas, jauh lebih berguna bila Anda mulai menyalakan lilin dalam diri Anda sekarang juga.

Read More......

Senin, 03 Mei 2010

7. Orang Brengsek Guru Sejati


Kutipan dari : Gede Prama Ideas
Semoga ada manfaatnya...

Disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka - seperti keras kepala, menang sendiri, dll - dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?

Read More......
SHARE EXPERIENCE © 2008 Por *Templates para Você*