<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009</id><updated>2011-09-26T08:26:17.420+07:00</updated><category term='Monetize'/><category term='Marketing'/><category term='Tips dan Trik Bloging'/><category term='Lobster Air Tawar'/><category term='Motivasi'/><category term='Inspirasi'/><category term='Info CPNS'/><title type='text'>SHARE EXPERIENCE</title><subtitle type='html'>Sekedar Share Pengalaman, Mudah-mudahan Bermanfaat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-7161529086724543942</id><published>2010-08-30T11:57:00.002+07:00</published><updated>2010-08-30T12:18:17.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info CPNS'/><title type='text'>Informasi Kemenkumham Terkait Susahnya Mendaftar Secara Online</title><content type='html'>Berikut saya sampaikan informasi pada para sahabat yang sedang berusaha untuk mendaftar CPNS pada kemenkumham secara Online, Informasi ini saya dapatkan dari : http://e-cpns.kemenkumham.go.id/cpns.php#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/08/informasi-kemenkumham-terkait-susahnya.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i823.photobucket.com/albums/zz160/satria_bgs06/Pengumuman_Sistem_2.jpg" border="0" alt="Pengumuman,Kemenkumkam,Daftar Online,Error,Lelet,Informasi,Depkumham"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kiranya isi informasinya..&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-7161529086724543942?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/7161529086724543942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/08/informasi-kemenkumham-terkait-susahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7161529086724543942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7161529086724543942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/08/informasi-kemenkumham-terkait-susahnya.html' title='Informasi Kemenkumham Terkait Susahnya Mendaftar Secara Online'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-323050617744967315</id><published>2010-06-26T08:54:00.000+07:00</published><updated>2010-06-26T08:54:19.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>47. Menemukan Kebaikan Di Mana-Mana</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCVdvV6eEGI/AAAAAAAAAJM/3xU9gHcqHxw/s1600/kebaikan%27.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCVdvV6eEGI/AAAAAAAAAJM/3xU9gHcqHxw/s320/kebaikan%27.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah keluhan yang hampir selalu muncul di setiap pembicaran tentang stres. Tanpa mengenal kondisi dan situasi, ada banyak orang yang mengeluhkan peran orang lain. Dari tuduhan orang lain itu tidak mau mengerti, cenderung menipu, jahat, tidak mau membantu, bikin kesal, sampai dengan tuduhan orang lain sebagai biang stres. Ada bahkan yang menyebutkan bahwa dirinya jarang sekali bertemu orang baik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izinkan saya membagi eksperimen saya dalam kehidupan. Hampir setiap minggu saya terbang. Dan sekretaris saya hafal betul, kalau sebelum melakukan confirm terhadap tiket, ia harus menemukan tempat duduk agak di depan dan di lorong. Dulu, sering sekali setiap check in di bandara, saya menginformasikan bahwa sekretaris saya sudah book tempat duduk di depan dan lorong. Dan sering kali juga tidak kebagian tempat yang saya inginkan. Tidak jarang hati ini dibuat kesal. Sempat mengira kekeliruan ada di sekretaris. Namun, belakangan pendekatan saya dalam melakukan check in dirubah. Tidak lagi menyebutkan bahwa sekretaris sudah book tempat duduk, dengan ekspresi penuh senyuman saya katakan begini : 'saya akan senang sekali kalau dapat tempat duduk di depan dan di lorong'. Sebagai hasilnya, belum pernah sekalipun saya dikecewakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang mau diilustrasikan cerita ini sebenarnya sederhana, kalau kita mau merubah pendekatan kita pada orang lain, banyak orang dengan amat suka rela membagi kebaikan dengan kita. Modalnyapun tidak terlalu mahal : senyum, keyakinan bahwa orang lain baik, dan memperlakukan mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan orang. Dan saya memetik banyak sekali manfaat dari cara ini. Bahkan orang yang tadinya amat tidak bersahabatpun bisa berubah menjadi baik dengan pendekatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada harga yang harus dibayar tentunya. Gengsi dan harga diri hanya sebagian saja dari kekuatan yang mesti dikelola dalam hal ini. Belum lagi emosi, marah dan sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang guru meditasi pernah bertutur sebuah cara yang berhasil menurunkan gengsi saya secara amat drastis. Di tempat Anda duduk sekarang ini, cobalah tutup mata sebentar. Ajaklah sang fikiran melompat ke belakang seratus tahun, enam ratus dan bahkan dua ribu tahun. Kemudian, lompatkan lagi fikiran ke seribu tahu ke depan. Gambarkan secara jelas, kehidupan di tempat ini pada tahun-tahun tadi. Dalam perjalanan waktu tadi, kemudian lihat diri Anda yang sedang duduk. Bukankah diri ini tidak lebih dari sebutir pasir di tengah samudera ? Setetes air di lautan yang amat luas ? Pertanyaannya kemudian, layakkah membesar-besarkan diri dengan gengsi dan harga diri di tengah-tengah kekerdilan macam ini ? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lama sempat saya dibuat merenung oleh latihan kecil ini. Sempat juga tidak percaya. Namun, dalam pemahaman yang lebih dalam, dia banyak menyelamatkan diri ini dari perangkap gengsi dan harga diri. Dulu, ada perasaan kurang enak kalau naik pesawat kelas ekonomi. Sekarang, ia bukan lagi menjadi halangan berarti. Dulu, ada kebutuhan agar dikagumi orang lain setelah menulis. Sekarang, dia tidak lagi menjadi syarat dan motivasi menulis. Dulu, ada perasaan tersinggung kalau ada pertanyaan orang dalam seminar yang memojokkan. Sekarang, dia malah menjadi sahabat kedewasaan dan kesabaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah gengsi dan harga diri, sarana berikutnya agar menemukan sebanyak mungkin kebaikan adalah senyum. Inilah sarana murah namun amat meriah hasilnya. Baik mencakup materi maupun non materi. Pariwisata Bali, Singapore Airline hanyalah sebagian kecil contoh, bagaimana senyum bisa menghasilkan sejumlah kedahsyatan. Di tingkatan individu, senyum tidak saja merubah wajah seseorang menjadi lebih menarik, tetapi juga menciptakan magnet yang bisa menarik kebaikan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya punya seorang rekan yang memiliki mimik muka selalu senyum. Lebih-lebih ditambah dengan lesung pipit kecil di pipinya. Didorong oleh keingintahuan akan dampak senyum, saya bertanya tentang jumlah sahabat yang dia miliki. Ternyata dia memiliki sahabat di mana-mana. Dalam banyak kejadian, dia bahkan dibantu banyak orang secara amat suka rela.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Amerika sana ada seorang tua yang berhasil merubah tidak sedikit anak amat nakal menjadi manusia biasa dan sebagian lagi menjadi anak baik. Tidak sedikit anak-anak pembunuh yang berhasil dirubahnya. Ketika ditanya rahasianya, dia mengatakan tidak punya rahasia. Kalaupun ada rahasia, rahasia tadi ditulis besar-besar di gerbang depan rumahnya yang bertuliskan : there is no such thing as bad kids. Tidak ada anak yang pada dasarnya nakal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah inilah sarana terakhir - setelah menundukkan gengsi dan menebar senyum - dalam usaha menemukan kebaikan di mana-mana : meyakini bahwa orang lain itu baik. Kalau pembunuh saja bisa dirubah dengan cara ini, apa lagi orang biasa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya masih teringat betul komentar rekan-rekan ketika saya dan isteri menikah di umur muda. Tidak sedikit yang meramalkan kami akan cerai tiga bulan kemudian - terutama karena saya memiliki banyak kekurangan. Sekarang, setelah puteri kami yang tertua sebentar lagi berumur tujuh belas tahun, tidak jarang isteri saya menelpon dari tempat yang amat jauh hanya untuk berucap singkat : dad I love you !. Kalau Anda tanya rahasianya, tentu saja semuanya sudah saya ungkapkan dalam tulisan pendek ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-323050617744967315?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/323050617744967315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/47-menemukan-kebaikan-di-mana-mana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/323050617744967315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/323050617744967315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/47-menemukan-kebaikan-di-mana-mana.html' title='47. Menemukan Kebaikan Di Mana-Mana'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCVdvV6eEGI/AAAAAAAAAJM/3xU9gHcqHxw/s72-c/kebaikan%27.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-4273252212805609843</id><published>2010-06-25T09:53:00.000+07:00</published><updated>2010-06-25T09:53:20.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>46. Semakin Dikejar, Semakin Terperangkap</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCQZ-zFjXQI/AAAAAAAAAJE/Ew9bg5MfYNk/s1600/mengejar.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCQZ-zFjXQI/AAAAAAAAAJE/Ew9bg5MfYNk/s320/mengejar.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;'When all is said and done, the journey is the reward'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah karena profesi, entah karena panggilan hidup, sudah menjadi warna dominan hidup saya harus dihadang oleh keluhan-keluhan orang setiap harinya. Terutama melalui e-mail, tiada hari tanpa surat dengan keluhan hidup. Ada yang hati isterinya diambil orang. Ada yang hidupnya berputar dalam mangkok kecil yang sama. Ada yang dibuat pusing oleh pacar yang tidak setia, boss yang hanya berkomentar kalau salah, rezeki yang tidak pernah cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, jadilah hari-hari saya ketika membuka e-mail, seperti hari yang harus menyirami tanaman kering kerontang. Ada semacam keharusan agar saya tidak kekurangan air. Untuk itulah, maka di tengah kesibukan yang amat tinggi sekalipun, selalu saja memaksa diri untuk membaca, mendengarkan cassette, atau malah menonton tv atau vcd sebagai sumber air inspirasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah keharusan untuk tidak boleh kering ini, saya bertemu dengan karya Randy Komisar yang berjudul The Monk And The Riddle : The education of A Silicon Valley Entrepreneur . Penyajian ide mendasar melalui gaya novel ini, awalnya memang kurang menarik. Terkesan dangkal dan datar. Namun, begitu diselami pelan-pelan, dia mengandung ajaran yang mendasar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayangan pertama saya tentang pendidikan kaum wira usaha di lembah Silicon, tentu saja mencakup orang yang berfikir dan bekerja serba cepat. Tidak ada kaidah biar lambat asal selamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata saya keliru besar. Randy Komisar yang di AS disebut sebagai virtual CEO yang telah membantu banyak perusahaan di lembah Silicon untuk bangkit, dan oleh Washington Post disebut sebagai kombinasi antara trouble shooter, professional mentor, minister without portfolio, in your-face mentor dan door opener, ternyata jauh dari ciri-ciri serba cepat. Coba perhatikan bagaimana dia menyimpulkan langkah-langkahnya sampai disebut berhasil. Dalam epilog buku di atas, Komisar menulis : 'When all is said and done, the journey is the reward'. Ketika semuanya sudah dikatakan dan dilakukan, perjalananlah hadiahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip terakhir tidak hanya dia cantumkan di epilog. Dalam prolog yang bertutur tentang teka-teki seorang rahib Buda di Burma, dia juga menggarisbawahi hal yang serupa. Setelah dibuat pusing oleh perjalanan panjang (lebih dari 150 km) menaiki sepeda motor sambil membonceng seorang rahib Buda, dia dihadapkan pada kewajiban harus kembali memulangkan rahib tadi ke tempat semula. Dia memang frustrasi sebentar, dan akhirnya menyimpulkan : 'When I first left Mount Popa, I wanted nothing more than to get to my destination, but now I don't have the slightest desire for this trip to end'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dicermati dan dimengerti secara lebih mendalam, manusia-manusia kering yang saya sebutkan di awal tulisan ini, dan juga pengalaman saya dulu ketika masih sangat muda, amat dan teramat terang ditandai oleh sifat buru-buru untuk segera sampai di tempat tujuan. Saya pernah menyetir mobil dari Jakarta ke Bali bolak-balik seperti orang yang dikejar maling. Padahal, sesampai di tujuan, tidak ada sesuatu yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirip dengan banyak orang yang mengatakan, saya akan menikmati hidup kalau anak-anak sudah bekerja. Saya akan mengurangi belajar dan bekerja keras kalau sudah lulus sekolah. Saya akan hidup tenang kalau sudah punya rumah yang luas tanahnya paling tidak seribu meter, dan sejenisnya. Maka jadilah kehidupan seperti berkejaran dengan bayangan. Dikejar terus, dan diapun lari senantiasa mendahului kita. Persis seperti salah satu judl film 'kejar daku kau kutangkap'. Kita mengejar kehidupan, dan kehidupan kemudian memerangkap kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pilosopi Zen, ada keyakinan yang menyebutkan, berhentilah berjalan, dan Andapun sampai di tempat tujuan. Ketika tulisan ini sedang dibuat, saya masih memiliki banyak hal yang belum dicapai. Anak-anak masih kecil, karir masih dalam perjalanan jauh, orang tua masih memerlukan perhatian banyak, permasalahan di kantor masih menunggu. Akan tetapi, kalau menunggu sampai semuanya selesai, akankah saya sampai di tujuan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang guru meditasi pernah ditanya oleh muridnya tentang pencerahan. Jawabannya ternyata amat sederhana : ketika menarik nafas, sadarilah kalau Anda sedang menarik nafas. Tatkala membuang nafas, nikmatilah aliran udara keluar. Ini berarti, siapa saja yang hidup sepenuhnya dalam kekinian - plus rasa syukur yang mendalam, serta keyakinan bahwa semuanya telah, sedang dan akan berjalan baik - dia sebenarnya sudah tercerahkan !.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdengar mudah dan sederhana. Dan dia menjadi amat sulit dan rumit kalau kita membiarkan diri berlari terus ke tempat tujuan. Lupa bahwa hari ini, di tempat ini, dengan badan yang ini, plus jumlah rezeki hari ini, juga menghadirkan 'tujuan-tujuan' besar yang tidak kalah menariknya. Dan kalau kita menghabiskan semua waktu untuk berlari, tidak hanya lelah dan capek hasilnya, tetapi juga kehilangan sense of direction. Inilah akar dari kehidupan banyak orang yang tandus dan kering. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu bab buku Randy Komisar di atas berjudul amat atraktif : 'the romance, not the finance'. Romantika, bukan harta. Nah, kalau orang seberhasil Randy Komisar - yang bergelimang keberhasilan di daerah paling kapitalis di AS seperti Lembah Silicon - saja berpetuah seperti itu, akankah kita membiarkan diri kita terperangkap ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-4273252212805609843?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/4273252212805609843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/46-semakin-dikejar-semakin-terperangkap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4273252212805609843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4273252212805609843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/46-semakin-dikejar-semakin-terperangkap.html' title='46. Semakin Dikejar, Semakin Terperangkap'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCQZ-zFjXQI/AAAAAAAAAJE/Ew9bg5MfYNk/s72-c/mengejar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1442190819046999476</id><published>2010-06-24T09:53:00.000+07:00</published><updated>2010-06-24T09:53:57.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>45. Memimpin Dengan Hati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCLItLoD9cI/AAAAAAAAAI8/e4M88aC3JEY/s1600/hati.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCLItLoD9cI/AAAAAAAAAI8/e4M88aC3JEY/s320/hati.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;'she thought me that there is good in every person and everyone is worthy of respect, and that it just takes longer to find the good in some people'&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di awal tahun delapan puluhan, tatkala barang-barang Jepang baru saja berjaya di mana-mana, Harley Davidson sempat disebut sebagai lambang kekalahan bangsa Amerika. Bagaimana tidak disebut lambang kekalahan, kalau saat itu Honda dan sepeda motor Jepang lainnya menggilas habis-habisan pasar sepeda motor Amerika. Dengan tuduhan enggan berubah, serta bernostalgia selalu dengan masa lalu, maka jadilah Harley Davidson pecundang pasar. Siapa yang mengira kalau sepuluh tahun kemudian dia bangkit dengan prestasi yang amat mengejutkan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana kita saksikan sekarang-sekarang ini di banyak bagian dunia, Harley Davidson tidak hanya berhasil memuaskan konsumen - sebagaimana digunakan banyak perusahaan sebagai barometer keberhasilan. Dia bahkan digunakan sebagai lambang kebebasan. Dan jauh dari sekadar mau membeli, tidak sedikit konsumen Harley yang mentato badannya dengan tulisan Harley-Davidson. Sebuah prestasi yang tidak pernah terjadi dengan merk-merk yang paling mahal sekalipun. Coba perhatikan merk-merk mahal seperti Jaguar, Mercedes, atau BMW, adakah dari konsumen merk-merk ini yang mentato badan mereka dengan merk mobil yang mereka gunakan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tertarik dengan prestasi membanggakan ini, pelan-pelan saya amati dari jauh apa-apa yang dilakukan produsen motor Amerika ini. Dan belakangan bertemu buku yang ditulis oleh mantan CEO yang mengkomandani proses turn around ini. Dalam karyanya yang berjudul More Than A Motorcycle : The Leadership Journey At Harley-Davidson, mantan CEO Rich Teerlink bersama konsultan pengembangan organisasi Lee Ozley, menulis apa-apa saja yang dilakukan sehingga keluar sebagai pemenang yang membanggakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti paham betul dengan prinsip 'technology makes it possible, people make it happen', raksasa motor ini mengkonsentrasikan hampir semua langkahnya untuk membenahi orang lengkap dengan organisasinya. Dalam tabel yang menggambarkan kronologi kejadian-kejadian dari 1987 sampai dengan 1999, hampir semuanya mencakup pembenahan-pembenaham manusia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba cermati apa yang dilakukan di sektor kepemimpinan. When the crisis goes away, leaders have to stop taking answers to their people instead take questions to their people. Ini berarti, bertanya - sebagai sarana kepemimpinan - memiliki derajat efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan jawaban. Sebab, sebagaimana kita alami bersama, dengan derasnya perubahan, jawaban berganti setiap saat. Akan tetapi, pertanyaan bersifat jauh lebih kekal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebut saja pertanyaan tentang efektivitas dan efisiensi organisasi, dia ditanyakan orang sepanjang zaman. Dan jawabannya, berubah dari satu zaman ke zaman lainnya. Demikian juga dengan pertanyaan peran dasar pemimpin dan kepemimpinan. Dari dulu ditanyakan orang, namun sampai sekarang tidak ada jawaban absolutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, banyak diantara kita yang berhobi mengkoleksi dan menghafalkan jawaban. Dan muncullah obat-obat akrobatik seperti kiat, siasat, solusi, formula dan sejenisnya, dan melupakan pertanyaannya. Kalau kemudian banyak yang terjebak, itu bisa dimaklumi. Sebab, seperti air sungai yang mengalir dan berganti setiap detik, potret (baca : kiat) manapun tidak akan bisa mewakilinya secara utuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari sekadar erat memegang hakekat, pertanyaan juga lebih memanusiakan manusia. Sebab tidak merendahkan derajat manusia serendah mesin foto copi. Yang hanya mengikuti dan mengulang saja kemauan atasan. Lebih-lebih bila ini semua dikaitkan dengan gelombang demokrasi yang melanda hubungan industrial, serta meningkatnya rata-rata pendidikan karyawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana dituturkan secara apik dalam buku di atas, di awal pembenahan banyak sekali energi dihabiskan untuk memperbaiki kembali hubungan dengan serikat pekerja. Rumit dan berat tentu saja, namun bermodalkan sarana kepemimpinan dalam bentuk pertanyaan, semuanya bisa dilalui secara memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai latar belakang kepribadian dari CEO yang mengkomandani turn around ini, Rich Teerlink bercerita tentang sang Ibu yang amat berpengaruh dalam hidupnya. Seperti menyarikan ajaran-ajaran sang Ibu, Rich menulis : 'she thought me that there is good in every person and everyone is worthy of respect, and that it just takes longer to find the good in some people'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luar biasa, seorang yang sempat duduk di kursi karir yang amat mentereng, sebagai orang nomer satu di sebuah perusahaan terkemuka, masih menyimpan keluhuran kepribadian yang demikian mengagumkan. Ini agak berbeda dengan banyak orang yang saya tahu. Di mana kursi kekuasaan sering membuat orang jadi pelit senyuman, kehilangan empati akan kebaikan, dan yang paling menonjol membuat orang berhobi memamerkan kekuasaan di sana-sini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya kira Rich Teerlink benar, kebencian orang mudah sekali untuk dipancing keluar dari kandangnya. Namun, untuk membuat kebaikan orang keluar dari kandang, dan memeluk kita, sungguh diperlukan waktu yang jauh lebih lama dan panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lama saya bermimpi untuk menjadi pemimpin tanpa menggunakan kekuasaan. Banyak tantangan dan halangan tentunya. Sebagian bahkan berujung amat menyakitkan. Akan tetapi, cerita mengagumkan Rich Teerlink di atas membuat saya seperti battery yang baru saja di charge ulang. Kalau pendekatan seperti ini bisa membuat Harley-Davidson lebih dari sekadar pembuat motor, bukankah amat layak kalau kemudian kita bertanya tentang kepemimpinan dari dalam hati ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1442190819046999476?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1442190819046999476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/45-memimpin-dengan-hati.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1442190819046999476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1442190819046999476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/45-memimpin-dengan-hati.html' title='45. Memimpin Dengan Hati'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCLItLoD9cI/AAAAAAAAAI8/e4M88aC3JEY/s72-c/hati.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-3901062812196902401</id><published>2010-06-23T15:46:00.001+07:00</published><updated>2010-06-23T15:46:39.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>44. Berteman Kedamaian Selamanya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCHJrFYfZrI/AAAAAAAAAI0/JYmtgVQf2Z4/s1600/damai.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCHJrFYfZrI/AAAAAAAAAI0/JYmtgVQf2Z4/s320/damai.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"mintalah hati yang penuh dengan rasa syukur"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tempat-tempat umum seperti bandara, mall, bioskop, atau sekolah dan universitas, di mana banyak orang berkumpul, sering saya memperhatikan wajah orang. Bila diamati secara agak mendalam, ada semacam kelangkaan orang yang berwajah penuh kedamaian. Cirinya, sinar muka yang segar, murah senyum, sorot mata yang bersahabat, serta kesediaan yang mudah untuk berkomunikasi. Di Jakarta dan kota besar lainnya, mayoritas mata menunjukkan sinar curiga. Senyum disamping mengundang curiga orang lain, juga menjadi barang yang teramat langka. Wajah-wajah kota besar banyak terdiri dari wajah yang lesu, kusam dan tidak bersemangat. Apa lagi berkomunikasi dengan orang yang tidak kita kenal. Salah-salah kita menjadi korban tidak perlu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka jadilah wajah kota besar sebagai wajah sepi dalam keramaian. Dalam arti kehadiran suara, di mana-mana hadir keramaian. Dari suara mobil, orang jualan, kondektur bus kota, sampai orang berkelahi. Namun dalam arti kedamaian, inilah sebuah wilayah yang amat dan teramat sepi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pembicara publik yang bertemu ribuan orang, saya sering dihadang pertanyaan-pertanyaan yang mengindikasikan keringnya jiwa banyak orang. Sebagai eksekutif puncak perusahaan, tidak jarang harus berhadapan dengan bawahan dan lingkungan kerja yang mirip manusia-manusia di tempat umum tadi. Sebagai konsultan, bukan lagi menjadi pengalaman baru kalau bertemu dinamika manusia di puncak piramida, yang miskin kebahagiaan dan kedamaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan latar belakang seperti ini, banyak orang menduga kalau kedamaian itu tidak berada di kota. Ia berada jauh di tempat sepi sana. Dan larilah banyak orang kota setiap minggu, dan setiap libur ke tempat-tempat sepi tadi. Ada yang ketemu kedamaian di sana - kendatipun hanya sesaat. Ada juga yang memindahkan kekeringan jiwa ala kota ke tempat sepi. Dan kalau benar tempat sepi tadi bersemayam kedamaian dan kebahagiaan hidup, semua orang akan ramai-ramai pindah ke sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi sebagaimana ditunjukkan pengalaman banyak orang kaya dengan banyak vilanya di tempat sepi, teramat sedikit orang yang menemukan kedamaian permanen di sana. Perubahan suasana sementara tentu ada. Namun, perubahan kedamaian ? Tidak ada satupun orang kaya dengan vilanya yang berhasil membuktikannya ke saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan sedikit kejernihan ingin saya bertutur ke Anda, kedamaian sedikit sekali hubungannya dengan tempat. Ia lebih banyak terkait dengan kemampuan kita mengelola fikiran kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkaitan dengan fikiran terakhir, seorang sahabat intelektual asli India, pernah punya cerita menarik. Pada suatu hari ada seorang petani yang berdoa amat husuk, sampai-sampai mengganggu ketenteraman Tuhan. Untuk itu, maka Tuhan memberikan kesempatan kepada petani tadi untuk mengajukan permintaan sebanyak tiga kali. Dan Tuhan berjanji pasti akan memenuhinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teringat dengan ayahnya yang terbaring sakit di rumah dengan umur yang tua renta, langsung saja petani tadi minta agar ayahnya dipanggil. Dan sore itu langsung saja sang ayah wafat. Maka berceritalah semua penduduk desa tentang almarhum. Ada yang menyebutnya dengan ayah penyabar, murah hati, suka membantu, sampai dengan pencinta anak dan isteri. Mendengar semua cerita ini, petani tadi merasa berdosa sudah membunuh orang tua yang demikian baik. Maka kembali ia meminta ke Tuhan agar ayahnya dihidupkan kembali dalam keadaan sembuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyadari bahwa kesempatannya meminta hanya tinggal sekali lagi, maka bertanyalah dia ke semua orang, apa yang sebaiknya dia minta kepada Tuhan. Ada yang menyuruhnya meminta uang, memohon hidup tanpa pernah mati, dikasi isteri baru, sampai dengan rumah serta mobil mewah. Bingung dengan semua ini akhirnya petani tadi diam dan pasrah. Setahun, dua tahun sampai sepuluh tahun berlalu, dia tidak juga meminta sesuatu. Maka kini giliran Tuhan yang bertanya : 'kenapa Anda tidak menagih janji saya yang terakhir ?'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merasa diri bingung, kemudian petani tadi bertanya balik ke Tuhan : 'apa yang sebaiknya saya minta ?'. Dengan ekspresi amat tenang Tuhan menjawab : "mintalah hati yang penuh dengan rasa syukur".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini memang cerita imajiner, namun siapapun yang memiliki hati yang penuh dengan rasa syukur, ia akan bertemankan kedamaian selamanya. Entah di kamar hotel berbintang lima plus atau di kandang kerbau. Entah di sebelahnya bintang film tercantik, atau wanita berwajah terburuk. Entah makan makanan terenak, atau hanya makan nasi putih. Tidak ada tempat, waktu dan suasana yang bisa mendiktekan kedamaian atau penderitaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke cerita semula tentang langkanya wajah-wajah yang penuh kedamaian. Kita manusia tidak sedikit yang hidup seperti ikan yang kehausan di dalam air. Di mana-mana ada air yang melimpah, dan tinggal meminumnya. Namun, toh meminta-minta air karena haus tidak tertahankan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga dengan mereka yang merasa tidak pernah menemukan kedamaian dan kebahagiaan. Kedamaian ada di mana-mana. Dan bisa diambil oleh siapa saja dan kapan saja. Dan syaratnyapun dimiliki oleh semua orang. Persoalannya, maukah kita membuka pintu hati untuk senantiasa bersukur, bersukur dan bersukur ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-3901062812196902401?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/3901062812196902401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/berteman-kedamaian-selamanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3901062812196902401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3901062812196902401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/berteman-kedamaian-selamanya.html' title='44. Berteman Kedamaian Selamanya'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TCHJrFYfZrI/AAAAAAAAAI0/JYmtgVQf2Z4/s72-c/damai.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-8086101536717829477</id><published>2010-06-21T09:05:00.000+07:00</published><updated>2010-06-21T09:05:57.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>43. Kedamaian Memerlukan Kebebasan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TB7I5moE5tI/AAAAAAAAAIs/6-1Tj_eunM4/s1600/kebebasan.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TB7I5moE5tI/AAAAAAAAAIs/6-1Tj_eunM4/s320/kebebasan.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kalau burung gereja saja bernyanyi setiap hari, kenapa kita harus menakuti masa depan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan pribadi maupun pergaulan yang cukup luas, sering saya bertemu dengan kehidupan yang tidak bebas. Dan kondisi terakhir ini, tidak hanya monopoli orang bawah dan miskin materi. Ia juga menghinggapi kalangan atas. Bedanya cuman satu. Orang bawah terpenjara di bawah. Orang atas terpenjara di atas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah mobil-mobil mewah, jangan fikir tidak ada orang yang tidak bebas. Di rumah-rumah mahal dan berlokasi elit, jangan kira tidak ada orang yang tidak pernah menikmati kebebasan. Malah sebaliknya, secara kualitatif, orang atas memiliki ketakutan (baca : ketakutan kehilangan harta, dirampok, kehilangan jabatan, dll) yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang bawah. Maka, kehidupan mewah yang dibayangkan orang penuh kebebasan, ternyata sebuah penjara yang amat menyedihkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu bukan maksud saya untuk mempengaruhi Anda agar menakuti kekayaan materi. Namun, yang ingin saya ceritakan bukan di situ letaknya fondasi kokoh kedamaian. Dia bersembunyi pada kehidupan yang penuh kebebasan. Terutama kebebasan hati dan fikiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang sahabat yang kebetulan sejak lahir sudah kaya secara materi, sering saya temui dengan wajah berkerut. Bahkan, hampir di setiap pertemuan ia memiliki wajah berkerut tadi. Awalnya, saya anggap hanya sebuah kondisi situasional semata. Namun, begitu wajahnya selalu demikian, kerap saya dalami, apa yang ada di balik kerutan wajahnya yang dibungkus kemewahan ? Dan suatu ketika dia mengakui, bahwa dia amat mengkhawatirkan masa depannya. Kekayaan dan kemewahan yang dia miliki sekarang semuanya hasil keringat orang tuanya. 'Kalau saja suatu waktu orang tua saya meninggal, mampukah saya mempertahankan semua ini ?', demikian suatu hari dia bertanya ke saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah inilah salah satu penjara kebebasan. Penjara jenis ini bernama penjara kekhawatiran akan masa depan. Di salah satu kesempatan duduk di rumah yang sering kali didatangi burung gereja, kerap saya berfikir. Burung gereja tidak menanam sesuatu. Tidak bersekolah sejak kecil hingga besar. Kalau burung gereja saja bernyanyi setiap hari, kenapa kita harus menakuti masa depan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu baru penjara kekhawatiran akan masa depan. Ada lagi penjara yang bernama penjara gengsi dan harga diri. Banyak orang di zaman ini yang diikat keras-keras oleh penjara terakhir. Ada yang mengisi rumahnya dengan mobil dan barang-barang super mewah, bahkan berani dengan cara berhutang. Ada yang membawa palm top serta perangkat canggih lainnya yang belum diperlukan. Atau, di bawah sana ada orang yang sedikit-sedikit merasa harga dirinya diinjak orang. Dilihat mukanya sebentar saja sudah membentak : 'apa lihat-lihat !?'. Tidak sedikit buruh dan pekerja yang membakar pabrik, atau melakukan demonstrasi karena hal-hal yang berbau harga diri. Supir bus kota di Jakarta yang sebagian sangar, juga banyak berkelahi - bahkan ada yang kehilangan nyawa - karena faktor harga diri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka diikatlah kita keras-keras tanpa bisa bergerak oleh penjara harga diri. Orang atas membayarnya dengan uang dalam jumlah besar. Bahkan bisa menciptakan utang tidak terhitung. Orang bawah membayarnya dengan kehilangan pekerjaan dan nyawa sekalian. Ini semua membuat saya bertanya, sebegitu mahalkah harga diri harus dibayar ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah kesempatan, seorang sahabat yang amat saya kagumi dituduh melakukan kesalahan. Akibat kesalahan terakhir, dia tidak hanya malu, tetapi kehilangan sebagian reputasinya di depan pemilik perusahaan. Demikian sulitnya membuktikan kesalahan ini, dia biarkan saja dirinya dihina dan dicaci orang. Bahkan, ada orang yang menghujatnya di depan umum. Dengan penuh keheranan, plus solidaritas teman yang mau membela saya bertanya kepadanya : 'kenapa Anda tidak membela ?'. Dengan enteng dia menjawab : 'biarkan saja !'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setahun setelah persoalan ini berlalu, auditor independen dari luar melakukan kegiatannya untuk kepentingan rapat umum pemegang saham tahun berikutnya. Dan terbukalah semuanya. Singkat cerita, sahabat tadi tidak bersalah. Maka ramai-ramailah orang meminta maaf . Dan kali ini ketika saya tanya kenapa ekspresi mukanya biasa-biasa saja, sekali lagi dia menjawab : 'biarkan saja !'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya, saya heran betul dengan sahabat ini. Namun, setelah menyelami hakekat penjara harga diri dan belenggunya, saya kagum. Inilah contoh sahabat yang tidak mengijinkan dirinya dipenjara harga diri. Bukankah harga diri dan gengsinya hanya sebuah pengertian yang amat relatif ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping kekhawatiran akan masa depan maupun harga diri, sebenarnya masih ada lagi penjara lain yang membelenggu kebebasan. Hutang kita pada orang yang sudah meninggal, kesalahan fatal yang pernah terjadi dulu, hanyalah sebagian dari penjara-penjara fikiran yang amat potensial memperkosa kebebasan. Untuk kemudian, membuat kita bermusuhan selamanya dengan kedamaian. Apapun bentuknya, kita memerlukan usaha sengaja agar segera keluar dari sana. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana burung gereja yang bernyanyi setiap hari, kendati tidak pernah menanam pohon untuk masa depan. Atau sebagaimana sahabat tadi yang enteng dan ringan saja menerima hinaan dan hujatan orang lain. Di tengah luas dan kayanya fikiran, akankah Anda membiarkan diri Anda terpenjara oleh harga diri, kekhawatiran akan masa depan dan penjara-penjara lainnya ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-8086101536717829477?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/8086101536717829477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/43-kedamaian-memerlukan-kebebasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8086101536717829477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8086101536717829477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/43-kedamaian-memerlukan-kebebasan.html' title='43. Kedamaian Memerlukan Kebebasan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TB7I5moE5tI/AAAAAAAAAIs/6-1Tj_eunM4/s72-c/kebebasan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-3261313801800187293</id><published>2010-06-18T09:28:00.000+07:00</published><updated>2010-06-18T09:28:56.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>42. Keluar Dari Ketidakpuasan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBrZttCW0KI/AAAAAAAAAIk/L7HGOn6yL5w/s1600/out.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBrZttCW0KI/AAAAAAAAAIk/L7HGOn6yL5w/s320/out.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kebahagiaan maupun kesedihan amat dan teramat dominan diwarnai oleh dengan apa dan siapa kita membandingkan hidup dan diri kita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai atasan dari dua ribu orang, tempat bertanya dari banyak sekali orang, atau konsultan manajemen sejumlah perusahaan, ada sebuah persoalan yang amat kerap muncul, yakni ketidakpuasan. Entah itu tidak puas pada atasan, bawahan, pekerjaan, pasangan hidup sampai dengan anak-anak di rumah. Sinyal dan fenomenanyapun amat beragam. Demikian juga informasi pendukungnya. Kalau boleh saya generalisasikan, hampir tidak ada orang yang tidak pernah tidak puas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan mungkin Anda juga sudah tahu, apa saja hasil ikutan dari sikap tidak puas tadi. Stres dan depresi mungkin hanya sebagian saja. Banyak penyakit biologispun bersumber dari sini. Dan karena tuntutan profesi, saya termasuk orang yang hampir setiap hari menerima limpahan sampah seperti ini. Sebagian berhasil saya olah jadi pupuk, sebagian lagi tetap menjadi sampah yang berbau busuk. Sebagian mengendap di saya, dan sebagian lagi tetap dibawa pemiliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izinkan saya membagi ketidakpuasan ke dalam tiga tingkatan sebab. Tingkatan pertama, orang yang memiliki masalah besar dengan dirinya sendiri. Tidak sedikit bahkan yang menyakiti dirinya seumur hidup. Tingkatan kedua adalah orang yang senantiasa membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih tinggi. Tingkatan ketiga adalah kehidupan tanpa pembanding.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tingkatan sebab yang pertama, banyak orang yang menyesali hampir semua unsur hidupnya. Dari bentuk fisik, rezeki, pekerjaan, suami/istri, atasan, bawahan, dan semuanya. Tuhan, orang tua dan lingkungan adalah sebagian terdakwa dalam hal ini. Tuhan bahkan tidak pernah duduk di tempat yang benar, bagi orang-orang semacam ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka sedang menyakiti diri dan hidupnya, karena ibarat binatang yang menggigit tubuhnya terus menerus. Semakin lama, tubuhnya (baca : sang jiwa) akan habis termakan. Persis seperti singa yang memakan ekor dan tubuhnya sendiri. Seorang sahabat psikolog bahkan pernah menunjukkan gejala-gejalanya. Kendatipun belum teruji, orang-orang yang suka menggigit-gigit kuku, menekuk-nekuk jari, menarik-narik rambut dan sejenisnya, bisa jadi masuk ke dalam hal ini. Jika ditarik ke belakang, sebabnya memang multi kompleks. Yang jelas, tidak pernah terlambat untuk segera menoleh ke kehidupan yang lain. Meminjam logikanya Carl Rogers, saya kerap menggiring orang seperti ini dengan pertanyaan-pertanyaan reflektif. Terutama agar ia keluar dari tempurung ketidakpuasannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tingkatan ketidakpuasan yang kedua, adalah orang yang suka membandingkan dirinya dengan orang yang lebih tinggi. Populasi stres dan depresi - menurut pengalaman saya - lebih banyak dihuni oleh manusia-manusia jenis ini. Melihat tetangga, menganggap bahwa mereka rezekinya lebih bagus dibandingkan dirinya. Melihat atasan, ia merasa lebih jelek dibandingkan atasan terdahulu, atau dibandingkan atasan orang lain. Mencermati isteri, ia kurang lembut dan keibuan dibandingkan isteri tetangga. Mengamati pemilik perusahaan, ia merasa pemilik sekarang lebih pelit dibandingkan pemilik terdahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka jadilah sebuah kehidupan yang senantiasa terasa di tempat yang rendah. Padahal, di bagian yang lebih rendah lagi, masih ada orang yang hidup namun lebih bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkaitan dengan ini, seorang sahabat saya punya sebuah cerita menarik. Seorang petani yang memiliki rumah sempit merasa tersiksa tinggal di rumahnya. Sebab, di sana hidup juga seorang isteri, tiga orang anak, serta empat keponakan. Dan mengeluhlah dia ke seorang pemuka agama akan sumpeknya tinggal di rumah. Menurut pengakuan orang ini, rumahnya seperti neraka. Sambil mencium kaki, orang ini minta agar diberi jalan keluar, plus berjanji menuruti apa saja nasehat sang pemuka tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan ekspresi yang sabar, pemuka agama ini bertanya : punyakah kamu binatang peliharaan ? 'Punya', jawabnya mantap, sambil menambahkan ada dua ekor sapi, tiga ekor kerbau serta enam ekor itik. Menyadari keadaan, kemudian sang pemuka memerintahkan agar petani tadi memasukkan semua binatang peliharaan ke dalam rumah selama dua minggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merasa sudah berjanji untuk menuruti apa saja yang dinasehatkan, maka kembalilah dia ke rumah ditemani rasa heran dan jengkel. Dan dua minggu berikutnya tentu saja ia melapor lagi sambil mengeluh kesedihan : 'rumah saya lebih buruk dari neraka terburuk yang pernah saya bayangkan'. Akhirnya, pemuka agama menyarankan agar semua binatang dikeluarkan dari rumah, dan setelah itu melapor bagaimana perasaannya. Beberapa jam kemudian sang petani lari kegirangan sambil berteriak : 'rumah saya sudah jadi surga !'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Moral cerita ini, menurut saya, kebahagiaan maupun kesedihan amat dan teramat dominan diwarnai oleh dengan apa dan siapa kita membandingkan hidup dan diri kita. Kejadiannya sering kali sama (dalam kasus petani tadi adalah rumah yang sama), namun begitu pembandingnya berbeda, maka berbedalah kesimpulan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tingkatan yang lebih tinggi, ada orang yang bisa sampai dalam kehidupan tanpa pembanding. Pada tingkatan ini, saya adalah saya, Anda adalah Anda. Rezeki saya adalah rezeki saya, rezeki Anda adalah rezeki Anda. Tempat kerja saya adalah tempat kerja saya. Tempat kerja Anda adalah tempat kerja Anda. Isteri saya adalah isteri saya, dan isteri Anda adalah isteri Anda. Semuanya tidak layak dibandingkan. Orang-orang ini sudah amat jarang dikunjungi oleh ketidakpuasan. Bahkan lebih sering bersahabatkan kedamaian. Tidak mudah tentunya untuk sampai di sana. Sudahkah Anda sampai di sana ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-3261313801800187293?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/3261313801800187293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/42-keluar-dari-ketidakpuasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3261313801800187293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3261313801800187293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/42-keluar-dari-ketidakpuasan.html' title='42. Keluar Dari Ketidakpuasan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBrZttCW0KI/AAAAAAAAAIk/L7HGOn6yL5w/s72-c/out.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1785884783326191131</id><published>2010-06-17T08:41:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T08:41:49.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>41. Kendaraan Menuju Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBl9Sjh0vdI/AAAAAAAAAIc/71DHjaH6KF0/s1600/kendaraan.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBl9Sjh0vdI/AAAAAAAAAIc/71DHjaH6KF0/s320/kendaraan.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Dunia pencerahan baru kita temukan kalau kita mulai menemukan orang Kristen di Masjid, saudara-saudara Muslim di Vihara, sahabat-sahabat beragama Budha di Pura, atau penganut Hindu di Gereja.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu dari sangat sedikit buku yang saya baca pelan-pelan sampai habis adalah buku Dalai Lama bersama Howard C. Cutter yang berjudul The Art of Happiness. Awalnya, buku ini saya baca secara cepat. Akan tetapi, semakin diselami, ia seperti menghadirkan kedamaian tersendiri. Seperti berhadapan dengan manusia dengan tantangan yang amat besar - bayangkan negerinya dianeksasi Cina dalam waktu yang lama - namun masih bisa menyebut diri berbahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lama sempat saya dibuat tercenung oleh tokoh perdamaian terakhir. Dan merasakan sendiri, betapa kecilnya saya di hadapan 'raksasa' kehidupan sehebat Dalai Lama. Di manapun kita bertemu tokoh ini, di televisi, di media cetak atau di hampir semua kesempatan, kita senantiasa bertemu dengan mimik muka yang serba tersenyum. Padahal, kehidupannya - sebagaimana dituturkan Cutter - tidak sedikit yang ditandai oleh banjir kesedihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang rahib Tibet yang disiksa dalam tahanan Cina selama lebih dari dua puluh tahun. Orang tua yang menangis karena anaknya dididik di sekolah yang menginjak-injak ajaran dan keyakinan orang Tibet. Bayangkan, bangsa Tibet yang dalam waktu amat lama meyakini tidak boleh membunuh segala sesuatu yang bernyawa, tiba-tiba generasi mudanya disuruh membunuh binatang setiap kali pergi ke sekolah. Dan semakin besar hasil bunuhannya, maka semakin besar juga nilainya di sekolah. Belum lagi penghancuran tempat-tempat suci bangsa Tibet. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dirangkum menjadi satu, kehidupan seorang Dalai Lama ditandai oleh banjir bandang kesedihan yang demikian dahsyat. Kalau orang biasa seperti saya mengalaminya, mungkin ceritanya menjadi amat lain. Sehingga menimbulkan pertanyaan besar bagi saya, apa kendaraan dahsyat yang bisa membawa Dalai Lama sampai dalam tataran kebahagiaan yang sekarang ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai sekarangpun saya masih meraba-raba. Yang jelas, sebagai manusia yang hidup di zaman ini, tidak sedikit orang menggunakan materi dan hal-hal eksternal lain sebagai kendaraan menuju kebahagiaan. Perlombaan materi terjadi di mana-mana. Lomba model terakhir, tidak hanya monopoli orang kota. Di desapun perlombaan terjadi. Dari perlombaan materi sampai dengan perlombaan 'spiritual'. Terutama, melalui perlombaan mau disebut paling mengetahui, paling peka dengan sinyal-sinyal Tuhan dan sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan di pojokan tertentu kehidupan beragama juga terjadi perlombaan. Kasus pembunuhan antarumat di Maluku, demikian juga di Yugoslavia hanyalah sebagian kecil dari demikian banyak kasus lomba mau disebut lebih benar. Maka jadilah kita sekumpulan manusia yang menempatkan 'perlombaan' sebagai kendaraan menuju kebahagiaan. Kalau ukurannya adalah pembunuhan yang tidak pernah berhenti, kesengsaraan yang meningkat terus, atau kebencian meningkat serta kasih sayang yang menyusut, maka boleh dikatakan bahwa 'perlombaan' sebagai kendaraan menuju kebahagiaan telah gagal membawa kita ke sana. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai orang yang hadir di banyak kesempatan, sering kali saya bertemu manusia yang kesepian di keramaian. Atau kelaparan di tengah kekayaan materi yang melimpah. Atau malah dihimpit kebencian di tempat ibadah yang suci dan mulia. Dan secara jujur harus saya katakan ke Anda, sayapun kadang-kadang ditulari penyakit serupa. Serta membuat saya bertanya, dalam struktur sosial seperti apakah kita ini sedang hidup ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang sahabat sekaligus guru yang sering memberi inspirasi ke saya pernah bertutur, dunia pencerahan baru kita temukan kalau kita mulai menemukan orang Kristen di Masjid, saudara-saudara Muslim di Vihara, sahabat-sahabat beragama Budha di Pura, atau penganut Hindu di Gereja. Tentu saja maksudnya bukan kehadiran fisik. Namun kehadiran secara persahabatan. Terutama, persahabatan dalam kedamaian dan kebahagiaan. Kalau masih kita merasakan permusuhan dan perlombaan kebenaran di tempat ibadah, saya mau bertanya : masihkan kita layak untuk berdoa dari tempat suci ini ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke soal awal tentang kendaraan menuju kebahagiaan, bercermin dari ini semua, banyak orang menyimpulkan bahwa perlombaan materi, maupun perlombaan kebenaran, bukanlah kendaraan yang tepat dalam hal ini. Bahkan, telah terbukti menjerumuskan kemanusiaan ke dalam lembah dalam dan mengerikan. Lantas punyakah kita kendaraan alternatif ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercermin dari kehidupan mulia Dalai Lama, rupanya beliau telah lama tidak menggunakan kendaraan sebagaimana disebutkan di atas. Dengan perjalanannya keliling dunia, bertutur serta berceramah tentang perdamaian ke siapa saja yang mau mendengarkan, bersahabat dengan musuh yang menganeksasi negerinya, ia sedang menunjukkan ke kita tentang kendaraan beliau yang amat lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sebuah kesempatan ia pernah bertanya ke seorang rahib Budha yang baru saja keluar dari penjara Cina selama puluhan tahun. Ketika ditanya, bahaya terbesar yang dihadapi ketika rahib tadi berada di penjara, ia menjawab sederhana : kehilangan rasa perdamaian dengan bangsa Cina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda bebas menyimpulkan semua pengalaman ini, namun bagi saya ia memberi inspirasi tentang kendaraan sebagai sarana menuju kebahagiaan. Rupanya, kualitas rangkulan kita bersama kehidupan dan orang lain, bisa menjadi kendaraan menuju kebahagiaan, yang jauh lebih memadai dibandingkan kendaraan manapun. Anda punya kendaraan lain ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1785884783326191131?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1785884783326191131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/41-kendaraan-menuju-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1785884783326191131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1785884783326191131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/41-kendaraan-menuju-kebahagiaan.html' title='41. Kendaraan Menuju Kebahagiaan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBl9Sjh0vdI/AAAAAAAAAIc/71DHjaH6KF0/s72-c/kendaraan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-7593875017681877676</id><published>2010-06-16T09:07:00.000+07:00</published><updated>2010-06-16T09:07:45.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>40. Pohon Pahit Berbuah Amat Manis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBgxxdHF9SI/AAAAAAAAAIU/wc8XYKd9m0I/s1600/pohon1.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBgxxdHF9SI/AAAAAAAAAIU/wc8XYKd9m0I/s320/pohon1.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Upaya mengenali wajah utuh pohon, tidak akan bisa diperoleh hanya dengan melihat rantingnya saja. Kumpulan ranting saja bukanlah pohon.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu pojokan dalam web site saya yang kerap dikunjungi orang adalah konsultasi. Di sini banyak orang yang mau mengolah sampah-sampah hidup ke dalam pupuk-pupuk kehidupan yang berguna. Persoalan yang dicoba dipecahkanpun amat beragam - sebagian bahkan sama sekali saya tidak tahu jawabannya. Dari soal neptu (ini salah satu soal yang namanya saja baru saya dengar), percaya diri, tidak bisa memfokuskan fikiran, istri nyeleweng, urusan-urusan surgawi, sampai dengan mengolah kesedihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tatkala fikiran lagi tidak jernih, apa lagi dibebani banyak target dan gangguan hidup, saya menghindar untuk memberikan jawaban ke pertanyaan yang masuk. Akan tetapi, setelah mencermati demikian banyak pertanyaan yang masuk, mengendapkan kembali sekian banyak sampah kehidupan yang dimintakan ke saya untuk diolah, ada semacam pohon yang bisa menaungi semua ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stres, percaya diri, fikiran tidak terfokus, problem hubungan dengan atasan atau pasangan hidup, semua itu hanya ranting-ranting kering . Bukan pohon itu sendiri. Sebagaimana pohon aslinya, upaya mengenali wajah utuh pohon, tidak akan bisa diperoleh hanya dengan melihat rantingnya saja. Kumpulan ranting saja bukanlah pohon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, baik dari segi pertanyaan yang diajukan maupun tingkat kepuasan terhadap jawaban yang diberikan, banyak sekali orang yang mau memahami pohon hanya dengan melihat ranting. Sebut saja hubungan dengan orang lain yang terganggu. Pertanyaan-pertanyaan seperti 'kenapa dia tidak mengerti saya', atau 'seharusnya ini tidak terjadi', adalah rangkaian ranting-ranting yang tidak menunjukkan wujud utuh sang pohon. Ada juga orang yang 'menyakiti' dirinya sendiri. Terutama dengan sebutan-sebutan tidak beruntung, kenapa saya harus dilahirkan begini, dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Digabung menjadi satu, tampillah wajah pohon yang terdiri dari rangkaian ranting-ranting kering. Ia tidak hanya tidak utuh, tetapi juga tidak tumbuh, tidak berbuah dan tidak berbunga. Asal muasal dari timbulnya banyak penyakit sosial, demikian juga dengan penyakit kejiwaan, bersumber dari sini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari semua ini, saya ingin mengajak Anda ke dalam rangkaian pohon kejiwaan yang kerap menjadi penyatu dari ranting, daun, batang sampai akar. Di satu kesempatan sedang ditindih persoalan berat dan besar, seorang sahabat dekat pernah bertutur tentang pohon pahit yang berbuah amat manis. Pohon tersebut bernama kesabaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika pertama kali cerita ini melintas di telinga, tidak ada kedengaran sesuatu yang istimewa. Namun, begitu mencermati dan mencoba merangkai persoalan banyak sekali orang, terutama ke dalam rangkaian pohon yang utuh, terasa sekali kedalaman makna pohon pahit terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesabaran memang pahit, bahkan amat pahit. Tetapi soal manis buahnya, tidak ada seorangpun yang meragukan. Ada banyak sekali orang, dengan gunungan pengalaman yang bisa menjadi bukti dari argumen terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah kesempatan menyelesaikan persoalan di Malang, saya sempat diancam dan dimaki orang. Bila ini diceritakan ke pemilik perusahaan, atau orang-orang berpengaruh lainnya, bisa jadi persoalan akan meledak. Tetapi, karena besarnya resiko yang mungkin muncul, saya biarkan diri saya menjadi pohon pahit tadi. Di banyak persoalan keluarga juga demikian. Ada banyak sekali kesempatan yang bisa membuat saya disebut dan terlihat hebat. Hanya saja, karena ia bisa mengganggu harmoni keluarga, saya biarkan orang menganggap saya biasa, dan bahkan sering dikira bodoh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu Anda bertanya dari sini, bagaimana kesabaran itu bisa dilatih dan diperbaiki ? Izinkan saya membagi sejumlah pengalaman gagal saya ke Anda. Dalam waktu yang lama, saya mengikuti jalan fikiran Freud tentang emosi. Terutama dengan pengandaian sistim hidraulik. Dalam sistim terakhir, setiap tekanan emosi meningkat, ia membutuhkan penyaluran. Dan, saya telah 'keliru' menempatkan rumah sebagai tempat penyaluran emosi semua anggota keluarga. Termasuk diri saya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendati didukung pengertian yang kuat dan mendalam dari anggota keluarga, penyaluran model Freud ini lebih mirip dengan menyiramkan bensin ke api. Semakin banyak disalurkan, emosi dan kesabaran bukannya menurun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belakangan saya berkenalan dengan pengelolaan emosi model Dalai Lama. Kesabaran - demikian pemenang nobel perdamaian ini sering bertutur - adalah sesuatu yang memerlukan latihan terus menerus. Dalai Lama bahkan mencontohkan dirinya telah melatih kesabaran lebih dari empat puluh tahun. Lebih-lebih kalau latihan ini dilakukan dengan penuh ketulusan dan keihklasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah bagaimana Anda akan mempraktekkan ketulusan terakhir. Namun, kecintaan saya yang amat mendalam terhadap almarhum Ayah, mengajari saya untuk menempatkan latihan kesabaran ini sebagai rangkaian doa buat Ayah. Bila berlalu sebuah hari, di mana saya lulus ujian kesabaran, saya meyakini kalau doa saya buat Ayah hari itu sampai. Demikian juga sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah dari mana datangnya kekuatan, komitmen untuk mendoakan ayah, di satu sisi menghadirkan godaan kesabaran yang tidak kecil. Sebagian bahkan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;amat besar sehingga bisa membuat tidak bisa tidur beberapa malam. Di lain sisi menumbuhkan daya tahan yang demikian luar biasa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum sempurna tentunya. Namun sudah cukup bagi saya untuk menikmati buah amat manis dari pohon pahit yang bernama kesabaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-7593875017681877676?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/7593875017681877676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/40-pohon-pahit-berbuah-amat-manis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7593875017681877676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7593875017681877676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/40-pohon-pahit-berbuah-amat-manis.html' title='40. Pohon Pahit Berbuah Amat Manis'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBgxxdHF9SI/AAAAAAAAAIU/wc8XYKd9m0I/s72-c/pohon1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1362201277437729023</id><published>2010-06-15T09:45:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T09:45:01.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>39. Sukses Seperti Candu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBboxoEdQRI/AAAAAAAAAIM/ZYQxXjg_CmU/s1600/sukses.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBboxoEdQRI/AAAAAAAAAIM/ZYQxXjg_CmU/s320/sukses.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Seperti orang yang duduk di tempat rendah, tidak ada ketakutan untuk jatuh. Tidak ada juga keserakahan untuk cepat-cepat naik ke atas.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika masih kecil, hidup di desa yang tidak steril, dan mendengar suara mobil dan pesawat hanya beberapa hari sekali, rasanya enak dan mewah sekali bila saya bisa hidup kelak di kota lengkap dengan kehebatannya. Sehingga, ketika kesempatan untuk berwisata datang, hampir setiap anak SD di desa di pinggiran bukit ini menyambutnya penuh gembira. Kendatipun murid dan guru sama-sama naik truk - yang sekarang hanya layak untuk barang dan binatang - tetap tidak mengurangi kegembiraan dan keheranan kami akan kehidupan kota saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa hal yang membuat kami orang desa terheran-heran ketika itu. Ada pohon yang batangnya lurus-lurus, dan ditanam di garis yang amat lurus. Belakangan, kami tahu ia bernama tiang listrik. Ada tanah luas yang terbentang datar, lebar dan tanpa pohon kelihatannya dari jauh. Hari itu baru kita tahu namanya laut. Ada gedung-gedung bertingkat yang membuat kami bingung dan teramat bingung : dari manakah orang-orang naik ke kamar yang tinggi di atas sana ? Begitu boleh memasuki bandar udara untuk bisa memegang pesawat - karena di desa hanya bisa dilihat lebih kecil dari kupu-kupu - maka saya dan teman-teman berebut menjilati ban burung besi ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda boleh tertawa tentang betapa kampungnya saya di masa kecil. Atau malah merasa dibohongi karena membaca catatan seseorang yang sebenarnya 'hanya' lahir dan besar di kampung. Akan tetapi, dengan segala kekampungan ini, kami semua baru mengenal teramat sedikit candu kehidupan seperti kemewahan, kesuksesan, dan keberhasilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya fikir tadinya, keberhasilan begitu diraih akan membuat kita bahagia selamanya. Puluhan tahun setelah keluguan dan kebodohan kampung ini berlalu. Dan duduk di tangga hidup orang kota yang relatif tinggi, bergaul serta tinggal juga di tempat yang relatif tinggi, saya teramat rindu dengan 'kemewahan' orang kampung yang dulu saya miliki. Seperti orang yang duduk di tempat rendah, tidak ada ketakutan untuk jatuh. Tidak ada juga keserakahan untuk cepat-cepat naik ke atas. Yang ada hanya kenikmatan untuk menjalani hari ini. Tidak lebih dan tidak kurang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, begitu duduk di tempat yang relatif tinggi di kota, hidup ini seperti orang yang menghisap candu dan obat terlarang lainnya. Bila candu hanya menghadirkan ketergantungan dengan hal-hal yang sifatnya dari luar seperti obat, kesuksesan malah lebih dahsyat lagi. Ia menghadirkan ketergantungan dari luar sekaligus dari dalam. Dari luar, kita tergantung pada banyak hal-hal material seperti mobil, jabatan dan rumah. Demikian juga dengan sebutan orang lain. Sekali kita disebut sukses, kaya dan sebutan sejenis, ada semacam ketidakrelaan sistimatis dari orang lain (terutama orang dekat) terhadap hilangnya sebutan-sebutan ini. Ketergantungan dari dalam malah lebih dahsyat lagi. Kesuksesan menghadirkan ketakutan kehilangan yang amat besar. Tidak sedikit orang yang telah dibuat depresi, sakit atau malah gila sekalian oleh ketakutan kehilangan ini. Banyaknya orang meninggal begitu memasuki masa pensiun, hanya sebagian kecil dari bukti-bukti yang mendukung kecanduan ala sukses ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bahasa yang lebih sederhana, mirip dengan candu yang menghadirkan ketergantungan, dan kemudian membuka pintu kesengsaraan, sukses juga sama. Dan kembali ke riwayat masa kecil saya yang kampungan, dulu saya belum dan tidak mengenal candu sukses ini. Sekarang, ia ada di depan mata. Jujur saja, sayapun dihinggapi ketakutan untuk kehilangan. Isteri, anak-anak, keluargapun dihinggapi ketidakrelaan sistimatis kalau sukses hilang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untung saja, saya dan keluarga membekali diri dengan banyak mesin belajar. Dan salah satu yang sempat saya pelajari dari seorang sahabat adalah tentang kebahagiaan yang lebih langgeng. Menurut rekan yang keturunan India ini, kebahagiaan yang langgeng adalah yang tidak bersebab. Begitu ia bersebabkan pada sesuatu - baik dari materi maupun non materi - maka iapun akan tunduk pada siklus hilang dan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirip dengan cerita tentang sekumpulan anak kecil yang bermain di pantai. Suatu kali, ada seorang wanita cantik lewat. Dan anak-anak tadi bertanya tentang pekerjaan wanita tadi. Dengan jujur wanita tadi menyebutkan profesi pelacur. Karena semuanya tidak tahu apa arti pelacur, maka salah satu anak tadi lari ke segerombolan orang dewasa untuk bertanya. Salah seorang orang dewasa menjawab sopan : 'pelacur adalah sebuah profesi di mana dia akan melakukan apa saja asal dikasi uang'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar penjelasan seperti ini, maka rame-ramelah anak-anak tadi mengumpulkan uang, dan tentu saja memanggil pelacur tadi. Pertama disuruh menari. Kedua menari sambil melepas pakaian luar. Ketiga menari sambil telanjang. Dan baru saja kegiatan ketiga berlangsung beberapa detik, datang seorang orang dewasa melarang sambil bersuara keras : 'hentikan permainan gila ini !'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sampai dengan sebelum orang dewasa terakhir datang dan membentak, anak-anak tadi masih bersih fikirannya. Kehadiran orang dewasa terakhir membuat semuanya jadi kotor dan cabul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesuksesan juga demikian. Sebelum kita sampai di sana, tidak ada candu. Kalaupun ada, ia tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, begitu sampai di sana, maka tergantunglah kita dibuatnya. Sekaligus, dibukalah pintu kesengsaraan lebar-lebar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1362201277437729023?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1362201277437729023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/39-sukses-seperti-candu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1362201277437729023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1362201277437729023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/39-sukses-seperti-candu.html' title='39. Sukses Seperti Candu'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBboxoEdQRI/AAAAAAAAAIM/ZYQxXjg_CmU/s72-c/sukses.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-6104106548590321432</id><published>2010-06-14T09:19:00.000+07:00</published><updated>2010-06-14T09:19:40.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>38. Mengusir Kegelapan Dengan Sapu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBWRn4z2U_I/AAAAAAAAAIE/KvWLdBSAtO4/s1600/sapu.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBWRn4z2U_I/AAAAAAAAAIE/KvWLdBSAtO4/s320/sapu.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"Pada saat kita berhenti melakukan perjalanan, kita sudah sampai di tujuan"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergaulan di kalangan menengah atas, plus pengalaman hidup yang merangkak dari tangga yang amat bawah, ternyata memberi saya banyak pelajaran dan kearifan yang berguna. Akan tetapi, setelah cukup lelah menjalani tidak sedikit lika liku kesulitan dan juga kesenangan, saya kehilangan satu hal : ketulusan orang. Dulu, ketika masih pindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan yang lain, pergi ke kantor menggunakan bus kota, atau saat bersusah-susah menyelesaikan sekolah menengah di sebuah kota kecil di Bali Utara sana, saya dikelilingi tidak sedikit orang yang berbaju dan berhati ketulusan. Dari saling bantu sampai saling pinjam, semuanya dilakukan dengan bungkus maupun isi ketulusan. Sehingga tidak terlalu sulit membedakan, mana ketulusan dan mana kepalsuan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sekarang, begitu duduk di kursi karir yang agak tinggi, tidak sedikit ketulusan yang hilang. Maka jadilah saya sebuah hidup dan kehidupan yang secara lingkungan materi meningkat, namun secara lingkungan ketulusan menurun amat pesat. Ada orang yang tidak merasakan kehilangan ini. Tetapi, saya bersama keluarga merasakan sekali kehilangan ini. Puteri saya masih amat terkenang dengan temannya di masa kecil sambil memanjat pohon di perkampungan Ciganjur sana. Putera kedua saya sampai sekarang masih sering mengunjungi rekannya di zaman susah dulu. Isteri saya juga demikian, teringat dengan mantan tuan rumah di Lenteng Agung yang meminjamkan gelasnya ketika kami kedatangan tamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan menoleh pada ini semua, saya ingin mengajak Anda untuk memasuki sebuah perjalanan refleksi yang saya harapkan berguna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, dalam setiap perjalanan kehidupan, tidak ada satupun orang yang bisa memperoleh semuanya pada saat yang sama. Perolehan di satu sektor, akan selalu disertai oleh kehilangan di sektor lain. Keserakahan untuk memperoleh semuanya, hanya akan membuat kita semakin menderita. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa Anda bayangkan kalau saya minta ke Tuhan tetangga yang dulu namun tinggal di lingkungan rumah sekarang, rekan-rekan sekolah yang lugu dulu tetapi menerima saya yang sekarang, atau kedamaian yang dulu dengan tingkat materi yang sekarang. Ini tidak hanya tidak mungkin, tetapi juga membuat Tuhan tidak pernah benar. Bukankah setiap ketidakmungkinan yang dipaksa untuk diraih hanya menghasilkan keputusasaan ? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, manusia sering dibuat sengsara karena keinginan untuk memiliki sesuatu yang kita tidak punya saat ini. Persis seperti turis asing yang heran sambil memotret orang yang menaiki kerbau sambil membajak sawah, turis kita yang berani membayar mahal melihat dan memfoto bangunan-bangunan tua di Eropa. Intinya hanya satu, manusia senantiasa menginginkan sesuatu yang belum atau tidak dia miliki. Untuk kemudian, berkejaran terus dengan keinginan. Bukankah isi kehidupan banyak orang hanya berusaha memiliki sesuatu yang belum atau tidak dia miliki ? Padahal, orang Jepang punya sebuah ungkapan yang indah : "pada saat kita berhenti melakukan perjalanan, kita sudah sampai di tujuan". Kalau demikian, dibandingkan lari tiada henti, bukankah akan nikmat sekali kalau kita kadang-kadang berani berhenti, dan kemudian menyebut inilah tujuan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, tidak banyak orang yang hidup di hari ini yang riil. Sebagian hidup di masa lalu - seperti cerita kehilangan saya di atas. Sebagian lagi menciptakan jebakan masa depan. Terutama melalui mimpi dan ilusi. Orang-orang seperti ini - oleh Anthony de Mello - disebut sebagai orang yang belum bangun. Tertidur pulas bersama seluruh mimpi, ilusi, dan jebakan lainnya. Selamanya mereka sedang membuat dirinya menderita. Dengan sedikit kejernihan saya ingin bertutur ke Anda, kebebasan tidak terletak dalam waktu, tidak juga dalam ruang, apa lagi materi. Ia terletak di dalam sini, di dalam diri kita. Orang bebas, dimanapun tetap orang bebas. Bahkan, di penjara sekalipun. Karena hati dan fikiranlah yang membuat penjara, maupun membebaskan kita dari penjara tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke soal awal tentang jabatan yang menciptakan kepalsuan, setelah melalui proses refleksi di atas, rupanya yang namanya kepalsuan bukan sesuatu yang hadir 'obyektif' di luar sana. Namun, merupakan hasil pengolahan 'subyektif' di sini (baca : hati dan fikiran).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meminjam argumen cantik Anthony de Mello dalam karya indahnya yang berjudul Awareness, kita tidak bisa menghalau kegelapan dalam ruangan dengan sapu. Kegelapan - demikian de Mello - hanya bisa diusir dengan menyalakan lampu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serupa dengan argumen terakhir, saya tidak bisa mengusir kepalsuan dengan bernostalgia dengan masa lalu, atau malah menyalahkan orang lain maupun lingkungan, ia hanya bisa diminimalkan dampaknya kalau kita berani menyalakan lampu hati dan fikiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah di sinilah persoalannya. Ada tidak sedikit orang - bahkan yang sudah melewati masa pensiun sekalipun - yang tidak pernah menyalakan lampu hati dan fikirannya. Mirip dengan keluhan saya di awal tentang jabatan yang menciptkan kepalsuan, kita suka sekali mengusir kegelapan dengan sapu. Entah itu sapu nostalgia masa lalu, sapu orang lain itu palsu, sapu orang lain tidak mengerti, dan ribuan sapu lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana kegelapan yang sebenarnya, kegelapan diripun tentu saja tidak akan pernah lari bila diusir dengan sapu. Ia hanya lari kalau kita menyalakan lampu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-6104106548590321432?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/6104106548590321432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/38-mengusir-kegelapan-dengan-sapu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6104106548590321432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6104106548590321432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/38-mengusir-kegelapan-dengan-sapu.html' title='38. Mengusir Kegelapan Dengan Sapu'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBWRn4z2U_I/AAAAAAAAAIE/KvWLdBSAtO4/s72-c/sapu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-7036334194735653691</id><published>2010-06-12T07:55:00.001+07:00</published><updated>2010-06-14T09:20:17.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>37. Merenungkan Kembali Hakekat Uang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBLav2x3duI/AAAAAAAAAH8/d-reDiUcCOI/s1600/uang.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBLav2x3duI/AAAAAAAAAH8/d-reDiUcCOI/s320/uang.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Demikian sedikit yang kita butuhkan, namun demikian banyak yang kita cari. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditengah keadaan ekonomi yang sulit seperti sekarang ini, tidak ada mahluk yang lebih susah dicari dibandingkan uang. Demikian sulitnya ia dicari, sampai-sampai ada banyak orang yang mengorbankan segalanya agar mendapatkannya. Sejumlah karyawati yang di-PHK di Bogor - menurut laporan investigatif sebuah media - berani melacurkan diri untuk mendapatkan uang. Jutaan orang berdesak-desakan di tengah kemacetan Jakarta setiap pagi menyambut sang uang. Sejumlah pemilik uang - yang membawa berkopor-kopor uang keluar negeri untuk diperdagangkan - berani mengambil resiko dirampok dan dipenjara, hanya untuk membuat sang uang berkembang dan berbunga. Belakangan kita tahu, tidak sedikit pengusaha yang nama dan kekayaannya demikian berkibar, ternyata hanya budak utang. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, ekonomi Asia umumnya dan Indonesia khususnya, dibuat sekarat oleh sekumpulan manusia yang memperdagangkan uang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dirangkum menjadi satu, betapa dahsyatnya pengaruh uang dalam kehidupan kita kini. Jangankan sekumpulan wanita yang tidak berdaya terhadap PHK, pemerintah yang telah bercokol puluhan tahun dan didukung oleh senjata dan tentara sekalipun, lunglai oleh perilaku uang yang tidak sepenuhnya bisa ditakut-takuti dengan senjata. Sejumlah tentara yang lengkap dengan ancaman 'melibas'-nya, tetap saja gigit jari menyaksikan perilaku uang. Pengusaha yang tadinya demikian berkuasa dengan jaringan lobinya hingga ke negara adi dayapun, hanya bisa terbengong-bengong oleh nilai tukar uang. Ekonom dengan segala kecanggihan ekonometrinya cuman bisa berdalih bahwa ini di luar bidangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin berlebihan untuk menyebut uang sebagai satu-satunya ideologi manusia di zaman edan ini. Namun, sulit sekali mengingkari kenyataan bahwa siapa yang memegang uang maka dialah yang menuntun kemana peradaban bergerak. Lihat saja, kalau dulu penemuan teknologi mutahir terjadi di Universitas, sekarang lebih banyak terjadi di perusahaan dengan dana litbang yang berlimpah. Sudah menjadi rahasia umum sekarang ini, bahwa perekonomian dunia tidak sepenuhnya ditentukan oleh pemimpin-pemimpin negara seperti Bill Clinton atau Tony Blair. Namun juga ikut dipengaruhi secara sangat kental oleh pemilik-pemilik uang seperti George Soros dan Bill Gates.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang timbul kemudian, masyarakat seperti apa yang akan muncul nanti bila uang sudah demikian berkuasa ?. Kalau senjata saja tidak berdaya, bagaimana dengan hak-hak azasi manusia ? Masihkah tersedia ruang untuk mendiskusikan nilai-nilai luhur SDM di tengah keadaan ini ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja tidak mudah menjawab semua pertanyaan ini. Namun, bagaimanapun suramnya masa depan, saya masih punya keyakinan bahwa every problem creates its own solution. Pasti ada solusi terhadap semua persoalan yang muncul ke permukaan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan spirit ini, saya tidak berambisi untuk bisa memecahkan persoalan money driven society ini secara tuntas. Akan tetapi, tidak ada salahnya kalau kita merenungkan kembali hakekat uang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulanya, uang hanyalah sebuah alat perantara. Namun bersamaan dengan tumbuh suburnya kapitalisme dan individualisme di mana-mana, ia berkembang menjadi lebih dari sekadar sarana. Ekonom menyebutnya sebagai komoditi yang diperdagangkan. Politisi menggunakannya sebagai sarana kekuasaan. Usahawan menjadikannya sebagai 'darah'-nya perusahaan. Sejumlah orang kaya menggunakannya sebagai simbol. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila dirinci, ada lebih dari seribu satu pengertian yang berkembang tentang uang. Meminjam argumennya Shakespeare, 'tidak ada baik atau buruk, fikiranlah yang membuatnya seperti itu'. Mengacu pada pendapat terakhir, yang membuat uang demikian berkuasa, tidak lain dan tidak bukan adalah pengertian yang kita berikan kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila kita menempatkannya sebagai dewa, maka duduklah ia secara pongah mempermainkan kita. Jika ia ditempatkan sebagai sarana pertukaran, ia tidak bisa berbuat banyak selain membantu kita. Lebih-lebih kalau kita menempatkannya sebagai ganjalan kursi. Ia hanyalah sekumpulan barang yang tidak terlalu berguna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan mengenakan logika sederhana, cobalah kita jawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Berapa banyak makanan yang kita bisa makan sehari ? Berapa mobil yang bisa kita kendarai? Berapa rumah yang bisa kita tempati ? Berapa kali bisa main golf setiap hari ? Berapa pujian tulus yang bisa dikumpulkan melalui uang ? Bila mau meninggalkan warisan ke anak cucu, adakah jaminan bahwa uang pasti membuat mereka hidup lebih baik ? Jika mau menyekolahkan anak, benarkah kita memerlukan uang berlimpah ? Benarkan kita bisa mengarahkan nasib keturunan lewat uang ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan di atas saya lemparkan ke permukaan tentu saja bukan untuk dijawab. Namun, lebih banyak untuk direnungkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang eksekutif puncak bertutur ke saya beberapa waktu lalu tentang hikmah keadaan sulit. Ia sangat bersukur dengan krisis ini. Bukan karena kebanjiran untung akibat menuai dolar. Melainkan karena disadarkan, betapa ia dan keluarganya selama ini hidup demikian melimpah, tetapi mati rasa. Belasan juta rupiah setiap bulannya lenyap selama ini tanpa memberi makna berarti. Dalam keadaan sulit, tiba-tiba ia dipaksa untuk mengerem pengeluaran. Dan, yang paling mengejutkan, di tengah-tengah harga yang melangit dan menurun drastisnya penerimaan, tabungan justru semakin banyak yang tersisa. Lebih dari itu, setiap hari rekan tadi bisa bercengkerama dengan anak isteri. Sebuah kemewahan yang tidak pernah ia nikmati selama menjadi eksekutif puncak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang supir angkot punya cerita lain lagi. Dulu, ketika uang mudah diperoleh, ia sering pulang dalam keadaan mabuk dan marah-marah karena kalah judi. Sekarang, sejalan dengan keadaan sulitnya menuai uang, ia telah dibuat tobat oleh krisis moneter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelajaran yang bisa ditarik dari sini, siapapun kita. Dari pemulung hingga presiden, sama-sama makan antara sepiring dua piring. Sama-sama tidak bisa menentukan sepenuhnya kemana nasib anak cucu bergerak. Akan tetapi, banyakkah diantara kita yang menyadari bahwa demikian sedikit yang kita butuhkan, namun demikian banyak yang kita cari ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-7036334194735653691?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/7036334194735653691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/37-merenungkan-kembali-hakekat-uang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7036334194735653691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7036334194735653691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/37-merenungkan-kembali-hakekat-uang.html' title='37. Merenungkan Kembali Hakekat Uang'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBLav2x3duI/AAAAAAAAAH8/d-reDiUcCOI/s72-c/uang.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-5557508337591352906</id><published>2010-06-11T08:16:00.000+07:00</published><updated>2010-06-11T08:16:39.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>36. Pemimpin &amp; Kekasihnya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBGOVQxk-YI/AAAAAAAAAH0/1JzKzJdE3So/s1600/kekasih.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBGOVQxk-YI/AAAAAAAAAH0/1JzKzJdE3So/s320/kekasih.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Di saat tertentu, ia berarti cakrawala yang menampung sinar matahari serta nyanyian bintang-bintang.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi setiap manusia normal, memiliki kekasih adalah salah satu bentuk pengalaman yang sulit terlupakan. Tidak sedikit orang beranggapan, memiliki kekasih jauh lebih indah dari memiliki suami atau isteri. Dalam berhubungan dengan kekasih, dunia seperti penuh imajinasi dan fantasi .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayapun pernah mengalami keindahan seperti ini. Bersama seorang wanita yang sekarang sudah menjadi anak mertua, kenangan berjalan menelusuri pinggiran danau yang sepi dan damai, atau duduk berjam-jam di pantai yang hanya dihuni suara ombak, sungguh sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keindahan serupa juga saya temukan ketika membaca karya Kahlil Gibran yang berjudul Lazarus and His Beloved and The Blind.. Karya apik ini bertutur tentang kisah Lazarus bersama 'kekasihnya'. Kekasih terakhir saya beri tanda kutip, sebab arti yang dimaksud memang tidak sama dengan pengertian biasanya. Lebih dari sekadar kekasih sebagai calon suami atau isteri, Gibran bertutur tentang kekasih yang lebih abadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana karya sastra lainnya, pengertian tentang kekasihnya Lazarus ini memang tidak semudah mengerti matematika dan statistika yang serba eksak. Di saat tertentu, ia berarti cakrawala yang menampung sinar matahari serta nyanyian bintang-bintang. Di saat lainnya, ia menghadirkan makna berupa arus sungai yang mencari laut. Di kesempatan lainnya, kekasih tadi sama dengan cinta yang tinggal di keheningan hati yang putih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pokoknya, serba indah dan bergerak. Sebagai orang manajemen yang terbiasa menelusuri jalan pengetahuan melalui definisi yang kering dan kaku, bercengkerama dengan 'kekasih' ala Kahlil Gibran ini sungguh sebuah pengalaman yang merangsang imajinasi dan keindahan. Tidak hanya jiwa yang dibuat kaya, kreativitas dan inovasipun dirangsang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, ketika saya masih memahami manajemen sebagai rangkaian definisi, sungguh teramat bingung mendengar saran di Inggris agar sekolah manajemen mengajarkan sastra dan puisi. Tatkala mengawali pencaharian di dunia manajemen, melalui sekolah serta tumpukan buku teori yang menggunung, sulit bisa memahami ide kalau karya manajemen mesti disampaikan melalui bahasa-bahasa sastra. Pada saat pengalaman saya masih teramat miskin, karir masih berada di tataran tangga yang amat bawah, namun kepala penuh dengan teori-teori perilaku, adalah sebuah keniscayaan bagi saya untuk mengerti jiwa manusia melalui kata-kata indah seniman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu memasuki dunia hubungan antarmanusia yang rumit, pengambilan keputusan yang sulit dicari polanya, duduk kesepian di piramida organisasi, amat terasa manfaat pengkayaan yang diakibatkan oleh bahasa-bahasa tanpa definisi ala Kahlil Gibran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam membaca cerita Lazarus misalnya, tidak hanya dunia penjelasan (explanation) yang berubah, tetapi juga dunia pengertian (understanding). Tidak saja otak yang terbuka, namun termasuk juga jiwa. Tak hanya menjadi lebih pintar, melainkan juga lebih peka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengalami seluruh proses ini, terkadang saya bermimpi kalau ada perusahaan yang mengundang saya tidak untuk berbicara manajemen sebagaimana biasanya, tetapi meminta saya bertutur tentang cerita pendek seperti kekasih Lazarus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini penting, sebab dari ribuan manajer yang pernah saya temui, rata-rata sudah terlalu fasih berfikir dan berbicara tentang fakta dan logika. Namun, teramat sedikit yang memiliki jiwa yang kaya, kepribadian yang peka, dan bisa mengerti tanpa melalui proses penjelasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Anda yang biasa berfikir dalam angka dan sistimatika, tentu saja sulit untuk masuk ke dalam dunia seperti ini. Tetapi, bagaimanapun sulitnya, keindahan yang tidak bisa didefinisikan melalui kata-kata manapun sedang menanti Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keindahan terakhir, lebih indah dari sinar matahari pagi. Lebih sejuk dari hawa pegunungan. Lebih harum dari bunga manapun. Lebih lembut dari sutera. Lebih halus dari salju. Lebih molek dari wanita yang paling cantik. Dan yang paling penting, seperti berhubungan dengan seorang kekasih, ia penuh imajinasi dan fantasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-5557508337591352906?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/5557508337591352906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/36-pemimpin-kekasihnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5557508337591352906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5557508337591352906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/36-pemimpin-kekasihnya.html' title='36. Pemimpin &amp; Kekasihnya'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBGOVQxk-YI/AAAAAAAAAH0/1JzKzJdE3So/s72-c/kekasih.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-3808111572178769824</id><published>2010-06-10T11:18:00.000+07:00</published><updated>2010-06-10T11:18:01.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>35. Menikah Dengan Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBBnUtUHCoI/AAAAAAAAAHs/7mZKVO4bm4c/s1600/cincin+kawin.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBBnUtUHCoI/AAAAAAAAAHs/7mZKVO4bm4c/s320/cincin+kawin.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Manusia-manusia yang hidupnya kena stres, depresi, masuk rumah sakit jiwa atau bunuh diri sekalian, adalah sebentuk orang yang pernikahannya dengan sang diri gagal.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku harian saya sebagai konsultan manajemen, tidak selamanya berisi catatan yang hanya terkait dengan prestasi perusahaan. Demikian luasnya bidang yang dicakup oleh manajemen, kerap ia merambah ke daerah yang tidak terbayangkan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang, saya malah harus menjadi konsultan perkawinan bagi klien. Terutama, kalau mahligai pernikahan klien terganggu, dan bisa mengancam prestasi perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini juga saya alami beberapa waktu lalu, ketika seorang klien menyeleweng, kemudian mengundang protes berat isterinya. Kejadian ini merambah wilayah konsultasi saya, karena sebagian pemegang saham yakin, kalau hanya saya yang bisa meyakinkan play boy kelas kakap terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirip dengan bentuk hubungan manusia lainnya - baik kerja dalam team, menata organisasi, dll - perkawinan akan senantiasa diwarnai oleh friksi dan perbedaan. Sebagian orang bahkan meyakini, di situlah letak seninya berhubungan dengan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi saya, jangankan menikah dan bekerjasama dengan orang lain, kalau ada kesempatan untuk menikah dan bekerjasama dengan diri sendiri, saya tidak yakin kalau semuanya akan berjalan amat mulus. Penolakan, perbedaan, ketidakcocokan akan senantiasa ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan bentuk hubungan bersama orang lain - di mana kalau tidak cocok kita bisa mencari penggantinya - dengan diri sendiri, kita tidak punya pengganti. Tubuh dan jiwa yang kita miliki hanyalah yang kita punya sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kesadaran terakhir, kita tidak punya pilihan menolak, cerai atau berpisah dengan diri sendiri, satu-satunya pilihan : menikah dengan sang diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia-manusia yang hidupnya kena stres, depresi, masuk rumah sakit jiwa atau bunuh diri sekalian, adalah sebentuk orang yang pernikahannya dengan sang diri gagal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, pengalaman saya bertutur, kebanyakan orang yang berhasil hidupnya, sering ditandai oleh kemesraan yang mengagumkan dengan sang diri. Kelemahan, kekurangan, bahkan cacat tubuhnya sekalipun, tidak menjadi penghambat, malah menjadi sarana kemajuan yang mencengangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diana Golden - kalau saya tidak salah dalam mengeja namanya - adalah seorang pembicara publik yang amat mengagumkan bagi saya. Betapa tidak mengagumkan, dengan kedua kaki lumpuh yang dibantu tongkat, ia melakukan presentasinya di depan panggung secara demikian bergairah. Bergerak bebas dari satu panggung ke panggung lain. Kadang malah duduk penuh percaya diri di atas meja. Menguasai panggung tanpa sedikitpun keraguan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demos Thenes, seorang pembicara publik terkemuka dalam sejarah Yunani, awalnya adalah penderita gagap dalam kadar yang sangat akut. Bertahun-tahun ia mendidik dirinya dengan meletakkan batu ke dalam mulutnya sambil berbicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abraham Lincoln, mengalami cobaan hidup secara berulang-ulang. Termasuk pernah kena depresi berat sampai nyaris masuk rumah sakit jiwa. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meminjam argumennya Iris Barrow dalam Make Peace With Yourself, 'many people suffer all their lives because they do not accept and come to terms with the feelings of anger, frustration, resentment, fear, despair…which they experience'. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari sini, tidak hanya kelebihan dan kehebatan yang harus kita peluk dan terima apa adanya. Kekurangan seperti marah, frustrasi, takut dan sejenispun sebaiknya kita peluk dan terima. Ini penting, sebab banyak penyakit kejiwaan bersumber pada penolakan terhadap kekurangan-kekurangan terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayangkan, saya akan frustrasi berat bila melihat diri saya yang lagi marah dibandingkan kesabaran mengagumkan ala Mahatma Gandhi. Saya akan menjadi minder melihat rekaman presentasi saya, jika dibandingkan kehebatan seorang Anthony Robbins.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu, saya belajar tidak hanya menjadi pemaaf buat orang lain, tetapi menjadi pemaaf buat diri saya sendiri. Sebagaimana pernah ditulis Catherine Ponder dalam The Dynamic Law of Healing : 'Forgiveness can unblock whatever has stood between you and your good'. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kata lain, sikap pemaaf bisa membuka banyak pagar yang memisahkan diri kita dengan sejumlah kesempurnaan yang telah ada di dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pergaulan sehari-hari, melalui raut muka, sinar mata, senyum orang, percaya diri, saya bisa membedakan antara orang-orang yang pemaaf dengan dirinya sendiri, dengan orang-orang yang membenci dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bekerja, bergaul maupun dalam presentasi, penguasa-penguasa keberhasilan umumnya adalah manusia yang tidak hanya pemaaf dengan dirinya sendiri, melainkan juga menikah akur dengan sang diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhatikan presentasi Diana Golden yang mengagumkan, lihat ekspresi mata Larry King di CNN, amati kepemimpinan Cory Aquino yang relatif tidak terbebani oleh pengalamannya yang hanya mantan ibu rumah tangga, semuanya menunjukkan pernikahan mengagumkan dengan sang diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah sesi meditasi, seorang guru pernah bertutur ke saya : 'your mind is a wonderful gift. Use it to work for you, not against you'. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, yang dimaksud mind di sini mencakup baik kelebihan maupun kekurangan kita. Ia akan menjadi kekuatan yang membantu, bila kita berhasil berpelukan mesra dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak bisa dibayangkan, kemana larinya keberhasilan, jika setiap hari kita mau 'bercerai' dengan rasa marah, takut, frustrasi yang datang dari dalam diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan isteri, setelah cerai kita bisa atur untuk tidak bertemu lagi. Dengan marah dan rasa takut, ia akan datang dan datang lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda boleh mengambil sikap apapun, namun saya sedang mendidik diri untuk menikah dengan diri saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-3808111572178769824?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/3808111572178769824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/35-menikah-dengan-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3808111572178769824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3808111572178769824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/35-menikah-dengan-diri-sendiri.html' title='35. Menikah Dengan Diri Sendiri'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TBBnUtUHCoI/AAAAAAAAAHs/7mZKVO4bm4c/s72-c/cincin+kawin.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1869872456409605244</id><published>2010-06-09T08:58:00.000+07:00</published><updated>2010-06-09T08:58:08.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>34. Perampok Dalam Diri Kita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TA71BpclPEI/AAAAAAAAAHk/QoeeOjARYGw/s1600/perampok.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TA71BpclPEI/AAAAAAAAAHk/QoeeOjARYGw/s320/perampok.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Begitu kejernihan fikiran berada jauh di atas hawa nafsu, sukses mudah dan senang sekali datang berkunjung.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal yang tidak bisa dihindari oleh sejumlah konsultan, lebih-lebih yang berinteraksi intensif dengan pemilik dan pimpinan puncak, adalah menjadi saksi hidup dari ketidakdewasaan sejumlah orang kaya pemilik perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang baru tidak punya jabatan kemudian bikin kacau di mana-mana. Ada yang memanas-manasin pemegang saham dengan surat kaleng. Ada yang mabok pujian kemudian buta dengan informasi yang sebenarnya. Ada yang tidak sependapat dengan orang tuanya, kemudian menganulir keputusan, dan menimbulkan ketakutan di setiap pojokan organisasi. Ada yang tidak memiliki alat memimpin yang lain kecuali mengancam. Dan masih banyak lagi variasi lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang jelas, catatan kerja yang ditandai oleh seringnya bertemu dengan manusia-manusia seperti di atas, membuat saya amat bersukur. Sebab, perjalanan hidup yang bermula dari tangga yang amat bawah, plus seluruh penderitaannya, membuat saya tahu apa-apa yang tidak diketahui rekan-rekan yang baru lahir sudah menjadi orang kaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian klien yang dekat dengan saya, dan berhasil saya buat menjadi lebih dewasa, berfikir kalau saya memperoleh semua ini dari sekolah saya di INSEAD Prancis, atau di Universitas Lancaster Inggris. Kalau boleh jujur, kearifan dan kematangan hidup lebih banyak saya temukan secara otodidak di Universitas Kesulitan. Sebuah sekolah yang amat saya banggakan. Dan memiliki kontribusi jauh lebih tinggi dari Universitas manapun di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, ingin sekali saya mengulas semua ini dalam sebuah buku khusus. Atau dalam sebuah tulisan panjang yang spesial membahas soal kedewasaan. Sayangnya, saya punya dua pembatas. Pertama, waktu sudah habis untuk jadi eksekutif puncak perusahaan, pembicara publik dan penulis. Kedua, sedang mengurangi diri membuat ide, konsep dan paradigma yang serba jelas namun memerangkap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, dengan seluruh keterbatasan ini, izinkan saya bertutur secara ringkas mengenai sebagian kecil saja dari seluruh aspek kedewasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bahasa sederhana, tubuh kita sebenarnya kemana-mana sedang membawa dua jenis 'perampok'. Perampok pertama, ia berasal dari luar namun dibawa masuk ke dalam tubuh oleh panca indera, khususnya mata dan telinga. Perampok ke dua bersumber dari dalam, pembawanya adalah emosi, perasaan dan opini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita mulai dengan perampok jenis pertama. Hati-hati dengan mata dan telinga. Melalui mata kita memasukkan banyak sekali hal ke dalam tubuh. Yang jelas, ada beberapa hal yang amat terpengaruh oleh pandangan mata. Keinginan, cinta, nafsu, dengki, iri, kagum, suka, benci hanyalah sebagian hal yang dipengaruhi oleh pandangan mata. Demikian juga dengan telinga. Ia membawa masuk dan mempengaruhi sama banyaknya unsur dalam tubuh kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang dengan kedewasaan kurang, membiarkan dirinya didikte oleh mata dan telinga. Apa saja yang dibawa masuk oleh mata dan telinga, dikonsumsi mentah-mentah. Ini yang bisa menjelaskan, kenapa ada pengusaha yang mudah sekali marah dan meledak di depan umum. Ini juga yang bisa menerangkan, kenapa begitu ada berita buruk, orang langsung bereaksi secara serabutan. Proses masuknya informasi dan stimuli dari luar, tidak melalui proses pengolahan yang matang, namun langsung menjadi sikap dan keputusan. Saya amat dan teramat sering menjadi penasehat dan konsultan dari manusia-manusia jenis ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis perampok kedua lain lagi. Emosi, perasaan dan opini sudah ada di dalam diri kita sebagai modal untuk berespons. Apapun stimuli dan informasi yang datang dari luar, akan diperkosa untuk masuk ke dalam kerangka emosi, perasaan dan opini yang ada, untuk kemudian diproduksi menjadi sikap dan keputusan. Sikap dan keputusan menjadi banyak gelapnya, jika kerangka terakhir juga gelap. Manusia-manusia yang sejak kecil sudah dibentuk jadi orang penuh curiga, mudah meledak, tersinggung, senang dipuji, dan sejenisnya mudah sekali dirampok oleh emosi, perasaan dan opini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia-manusia yang self management-nya kurang tertata, membiarkan saja kedua perampok di atas hidup semena-mena di dalam tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang dibuat menjadi manusia frustrasi. Ada yang dibohongi seumur hidup. Ada yang dibiarkan menjadi manusia kanak-kanak selamanya. Ada yang baru sadar setelah ada dalam kebangkrutan atau masuk penjara. Ada yang terkejut dengan perubahan lingkungan, begitu keadaan berubah. Dan masih banyak lagi spesies lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tentu bertanya, siapa yang bisa menghalangi kesewenang-wenangan dua perampok di atas ? Pengalaman saya bertutur, yang bisa menghalangi dan mengelolanya hanya kejernihan fikiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibarat melihat bayangan bulan di air. Kita tentu saja tidak bisa menemukan bulan dengan mengaduk-aduk airnya. Ketenangan dan kejernihan adalah syarat utama bagi utuhnya bayangan bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bedanya, jika ketenangan air hanya butuh kesabaran untuk menunggu saja, ketenangan tubuh memerlukan latihan yang lama dan panjang. Saya 'dilatih' oleh banyak sekali kesulitan hidup. Ditabrak, diinjak, dibuat hampir mati oleh banyak ketidak tahuan. Berperang amat lama dengan sejumlah hawa nafsu. Dan proses peperangan terakhir akan terjadi sepanjang manusia masih bernafas. Belum sempurna memang. Namun, begitu kejernihan fikiran berada jauh di atas hawa nafsu, sukses mudah dan senang sekali datang berkunjung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, bila ada orang yang mampu meletakkan kejernihan fikirannya, di atas semua unsur tubuh, perampok manapun akan berubah menjadi sahabat. Dari sinilah kedewasaan akan tumbuh dan berkembang secara meyakinkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1869872456409605244?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1869872456409605244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/34-perampok-dalam-diri-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1869872456409605244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1869872456409605244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/34-perampok-dalam-diri-kita.html' title='34. Perampok Dalam Diri Kita'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TA71BpclPEI/AAAAAAAAAHk/QoeeOjARYGw/s72-c/perampok.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-5239300736297134036</id><published>2010-06-08T09:52:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T09:52:53.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>33. Berhentilah Menyalahkan Orang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TA2wYMfB0-I/AAAAAAAAAHc/ACc15XpO5fc/s1600/stop.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TA2wYMfB0-I/AAAAAAAAAHc/ACc15XpO5fc/s320/stop.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;'Define the problem as a person and you are in trouble. Define the problem as difficult behavior, you can do something about it'&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh ribuan anak muda yang baru memasuki gerbang kerja, juga manajer muda yang frustrasi di dunia kerja, kerap saya ditanya : aspek apa dari dunia kerja yang paling sulit dihadapi ? Terus terang, bekerja apapun dan dimanapun, serta bermodalkan pendidikan manapun sebenarnya mudah, asal tekun belajar dan bertanya. Yang sering bikin semuanya jadi rumit, adalah interaksi antarmanusia. Jangankan manusia yang baru memasuki gerbang kerja, mereka yang sudah berumur senja di tempat kerja sekalipun sering dibuat pusing oleh interaksi terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meminjam pengandaian seorang penulis, ada perbedaan antara menendang bola dan menendang kucing. Sebelum menendang bola, kita bisa ramalkan kemana bola akan bergerak setelah ditendang. Akan tetapi, sebelum menendang kucing, kita tidak tahu apakah kucingnya akan menangis, lari, melompat, mati atau alternatif lainnya. Nah, meramalkan respons orang lain sebelum kita bertindak, jauh lebih rumit dibandingkan dengan meramalkan respons kucing. Sebab, kucing tidak mengenal politik, pura-pura, balas dendam dan serangkaian hal rumit lainnya. Namun, ini juga yang menyebabkan disiplin mengelola manusia menjadi penuh sentuhan seni dan kepekaan. Sebagian kecil memang bisa diungkapkan melaui kata-kata. Cuman, sebagian besar ia bersifat tidak terungkapkan dan hanya bisa dirasakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak antisekolah atau antipelatihan, namun hal-hal yang bersifat tidak terungkapkan terakhir, lebih banyak bisa dimengerti kalau kita mengalaminya sendiri di lapangan. Diisukan negatif oleh orang lain, tidak cocok, mau didongkel dari kursi, dipermalukan di depan umum, diomongkan negatif di belakang kita, hanyalah serangkaian hal yang mesti di alami sendiri di lapangan. Untuk kemudian, mendapatkan pengertian yang dalam tentang dinamika interaksi antarmanusia di dunia kerja. Saya meragukan, kalau ada orang yang memperoleh pengertian terakhir, tanpa pernah dihempas gelombang-gelombang godaan tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah belajar dari tumpukan ribuan kebodohan dan kegagalan masa lalu, saya menemukan sebuah kearifan berguna. Dalam setiap persoalan manusia, saya belajar untuk mengurangi mencari siapa yang salah. Dan memusatkan perhatian untuk memecahkan persoalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amat mirip dengan cara terakhir, Ken Cloke dan Joan Goldsmith dalam Resolving Conflict At Work, pernah menulis : 'Define the problem as a person and you are in trouble. Define the problem as difficult behavior, you can do something about it'. Dengan kata lain, jika Anda menempatkan masalahnya pada orang, dan kemudian mengambil tindakan (apa lagi ilegal) maka masalah akan diganti dengan masalah yang lebih besar. Namun, bila pemecahan dikonsentrasikan pada perilaku yang sulit, kemudian kita bisa mencarikan jalan keluar yang lebih produktif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, bila saja banyak orang mau belajar berhenti untuk menyalahkan orang lain, dan memusatkan perhatian pada pemecahan persoalan, dunia kerja bukanlah sesuatu yang menakutkan. Ia adalah tempat 'meditasi' yang kerap menghadirkan kedamaian. Persoalannya, untuk bisa berhenti dari kebiasaan buruk tadi, disamping kadang kurang didukung lingkungan, juga sering dihadapkan oleh dorongan-dorongan dari dalam diri yang juga tidak mudah. Emosi, ego, harga diri, gengsi, ketidaksabaran hanyalah sebagian kecil dari dorongan-dorongan tadi. Siapapun orangnya - dari penjahat sampai dengan pendeta - memiliki dorongan terakhir dengan kadar yang berbeda-beda. Namun, siapapun juga orangnya, ia membutuhkan deep meditation untuk mengelola dorongan-dorongan tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang saya sebut dengan deep meditation sebenarnya amatlah mudah. Ketika lapar, makanlah secukupnya. Tatkala haus, minumlah semampunya. Manakala mata mengantuk, tidurlah secukupnya. Dengan kata lain, hidup kita dengan seluruh kesehariannya sebenarnya sebuah meditasi panjang. Bila kita melakukan meditasi panjang ini dengan penuh ketekunan, kita yang menjadi pengelola tubuh dan jiwa ini. Bukan sebaliknya, kita dikelola oleh tubuh ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih-lebih bagi mereka yang kebanyakan pekerjaannya adalah merubah orang lain. Atau memiliki tugas mulia memasyarakatkan nilai-nilai luhur. Sulit membayangkan, tugas-tugas terakhir bisa diselesaikan secara berhasil tanpa melalui deep mediation. Ini juga sebabnya, kenapa bertemu orang-orang tertentu kita mudah segan, hormat, respek, dan perasaan sejenis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di suatu waktu, seorang rekan yang sudah puluhan tahun berpengalaman mengelola ribuan manusia bertutur penuh keprihatinan. Mengurus manusia-manusia sulit - demikian menurut rekan tadi - adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai. Tahun ini ada sekian manusia sulit diselesaikan secara baik-baik, tahun berikutnya pasti - sekali lagi pasti - ada manusia lain yang menjelma menjadi manusia sulit. Mirip dengan pekerjaan rumah (PR) di sekolah, ia akan selalu datang secara bergantian dan bergiliran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benang merah yang bisa ditarik dari kisah ini, memecahkan masalah manusia dengan memindahkan, memecat dan sejenis memang boleh-boleh saja dilakukan kadang-kadang. Akan tetapi, organisasi manapun yang dipimpin oleh manusia dengan hobi menyalahkan orang lain, disamping tidak bisa memecahkan persoalan jangka panjang, juga gagal membangun hubungan industrial yang kuat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, satu spirit dengan pendekatan deep meditation, pekerjaan interaksi antarmanusia akan menjadi lebih mudah, bila kita mulai berhenti menyalahkan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-5239300736297134036?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/5239300736297134036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/33-berhentilah-menyalahkan-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5239300736297134036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5239300736297134036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/33-berhentilah-menyalahkan-orang.html' title='33. Berhentilah Menyalahkan Orang'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TA2wYMfB0-I/AAAAAAAAAHc/ACc15XpO5fc/s72-c/stop.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-7569643108831242521</id><published>2010-06-07T11:36:00.001+07:00</published><updated>2010-06-08T09:53:35.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>32. Makanan Bergizi Untuk Jiwa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAx3Ps9unBI/AAAAAAAAAHU/RhQE9oKJyBA/s1600/makanan+bergizi.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAx3Ps9unBI/AAAAAAAAAHU/RhQE9oKJyBA/s320/makanan+bergizi.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Seperti bau semerbak bunga yang harum, tindakan mencintai cepat atau  lambat akan menyebar ke mana-mana.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam suatu kesempatan, Socrates pernah mencoba mendefinisikan apa yang dia sebut sebagai pilosof. Dengan penuh keyakinan, pemikir terkemuka ini menyebut pilosof sebagai men with no taste for falsehood, while cherishing the truth. Atau, sejenis manusia yang hanya tertarik untuk hidup dan bermain-main dengan kebenaran, dan mencoba menyebar bibit-bibit kebenaran di mana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau boleh saya berterus terang, pengertian terakhir ini memang cantik. Jauh lebih cantik dari pengertian lain yang pernah saya tahu. Dan sebagai orang yang tahu perbedaan antara knowing dengan knowing in action, kesederhanaan pengertian ini tidak otomatis disertai dengan kesederhanaan penerapan. Bahkan sering terjadi, pengertian yang terlalu sederhana malah menjadi awal amat rumitnya penerapan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba saja dalami, sederhanakah pengertian tentang 'kebenaran' ? Bukankah ia berubah dalam situasi dan waktu yang berbeda ? Belum lagi ditambah dengan frame of mind yang berbeda. Kebenaran, sebenarnya lebih mendekati tanah liat dibandingkan dengan besi tua yang kaku. Tetapi, nanti dulu. Relativisme tentang kebenaran semacam ini, sering kali dicurigai sebagai asal dari banyak penyimpangan hidup yang mengkhawatirkan. Sama bahayanya dengan menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang absolut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dialektika seperti ini, banyak orang yang merasa kehilangan pegangan dalam bertindak. Dan sayapun pernah mengalami hal yang sama. Namun, agak berbeda dengan Socrates yang memulai tindakan dengan pengertian, saya meyakini ada banyak tindakan yang bisa dilakukan tanpa diawali pengertian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebut saja tindakan mencintai dengan cara memberi. Dengan definisi apapun, cinta memang bisa diterangkan. Namun, impaknya yang dalam hanya akan timbul melalui tindakan. Bukan melalui pengertian. Dalam bahasa lain, John M. Hunstunman di jurnal Personal Excellence (edisi maret 2000) bahkan menulis : 'your personal character is shaped in large part by what you do to assist others'. Ini berarti, karakter kita ditentukan secara amat menentukan oleh apa yang kita lakukan untuk membantu orang lain. Apapun pengertian dan definisinya, namun setiap tindakan membantu orang lain, berkontribusi besar dalam memperkuat karakter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila Anda satu garis pencaharian dengan saya, maka lebih berguna mengkonsentrasikan energi pada tindakan dibandingkan dengan membangun pengertian. Ini berarti, kalau Socrates menyebut kebenaran sebagai makanan jiwa, saya mencoba untuk membawa Anda ke dalam wilayah pengertian, di mana tindakan-tindakan untuk membantu oranglah yang menjadi makanan bergizinya jiwa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai konsultan maupun pembicara publik, saya telah bertemu dengan banyak sekali orang. Namun, ada perbedaan mendasar antara orang yang suka dan rajin membantu dengan mereka yang amat jarang membantu. Di sektor percaya diri, cahaya muka, kesehatan jiwa, dan sinar karisma, orang-orang yang suka membantu tampil secara berbeda. Apa lagi kalau mereka memiliki tugas untuk merubah orang lain. Daya rubahnya amatlah berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari sini, saya sering merasa berdosa jika ada orang yang meminta bantuan, kemudian tidak bisa dibantu. Lebih-lebih kalau saya ingat dengan pendekatan 'orang akan meninggal besok pagi'. Jika saja orang yang gagal saya bantu tadi meninggal besok pagi, betapa menyesalnya saya ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah bagaimana keyakinan Anda, yang jelas seperti bau semerbak bunga yang harum, tindakan mencintai cepat atau lambat akan menyebar ke mana-mana. Bukan tercium tidaknya bau harum itu yang penting. Namun, kehadirannya yang dibutuhkan semua orang. Untuk kemudian, menyejukkan hati dan jiwa setiap insan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda boleh buktikan sendiri, sejumlah anak yang dibesarkan oleh belaian cinta yang penuh oleh Ibunya, tentu saja memiliki pancaran kejiwaan yang amat berbeda dengan orang yang tidak pernah merasakan belaian hangat tadi. Demikian juga dengan lingkungan kerja. Siapa saja yang pernah dibesarkan oleh atasan yang penuh cinta, secara kualitas kepemimpinan akan sangat berbeda dengan orang yang memulai karir di tempat yang penuh intrik dan permusuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya berutang banyak pada Konosuke Matsushita (usahawan Jepang terkemuka yang menulis buku Man Does Not Live With Bread Alone), karena di anak perusahaan beliaulah telur karir saya pertama kali menetas. Demikian juga dengan utang saya pada Kahlil Gibran dan Morihei Ueshiba, yang menetaskan 'telur-telur' cinta saya melalui karyanya. Saya menemui banyak sekali orang dan rekan yang kenyang cinta, atau juga yang amat lapar akan cinta. Yang jelas, banyak sekali yang berbeda di antara mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini semua berarti, melengkapi pengertian Socrates tentang vitamin-vitamin kejiwaan, tindakan mencintai memberi gizi kejiwaan yang amat menentukan. Berbeda dengan uang dan materi yang habis kalau diberikan ke orang lain. Cinta yang diberikan melalui tindakan-tindakan konkrit, memberi vitamin kejiwaan baik pada pemberi maupun yang diberi. Lebih dari itu - sebagaimana ulasan di atas - ia menebarkan bau harum ke mana-mana. Bahkan, melewati batasan waktu dan tempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih-lebih tindakan-tindakan cinta pada titipan masa depan (baca : anak), ia berlanjut dalam dimensi waktu yang tidak terbatas. Dan bukankah Anda akan dipeluk hangat oleh sang hidup dan kehidupan, jika Anda menumpuk gunungan cinta untuk masa depan ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-7569643108831242521?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/7569643108831242521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/31-makanan-bergizi-untuk-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7569643108831242521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7569643108831242521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/31-makanan-bergizi-untuk-jiwa.html' title='32. Makanan Bergizi Untuk Jiwa'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAx3Ps9unBI/AAAAAAAAAHU/RhQE9oKJyBA/s72-c/makanan+bergizi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-7642788358484502030</id><published>2010-06-03T09:28:00.000+07:00</published><updated>2010-06-03T09:28:54.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>31. Kematian, Gurunya Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAcTPrrJoeI/AAAAAAAAAHM/wlK3FuOXOig/s1600/Kematian.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAcTPrrJoeI/AAAAAAAAAHM/wlK3FuOXOig/s320/Kematian.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;'When we're ready to die, what will we want to have done ? Did I learn to live wisely ? Did I love well ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak pemikir yang telah mencoba menjelaskan apa itu kehidupan. Dari ide yang mengatakan bahwa hidup itu sebuah misi, hidup itu sebuah perjalanan spiritual, hidup itu penuh dengan misteri, sampai dengan pendekatan yang menyebutkan bahwa hidup harus dinikmati. Bagi mereka yang mengagumi pendekatan rasionalistik, tentu saja semuanya mau dijelaskan dengan rasio manusia. Karl Marx - yang pernah menulis bahwa agama adalah sebuah bentuk pelarian manusia dari dirinya sendiri - tentu saja berbeda dengan penulis Celestine Prophecy yang menyebutkan, bahwa setiap kejadian dalam hidup menghadirkan makna. Pendekatan manapun yang Anda setujui, sebagian warna kehidupan memang tidak sepenuhnya di bawah kontrol kita. Lahir, mati, jodoh, rezeki hanyalah sebagian dari warna kehidupan yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan rasio.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis novel Celestine Prophecy benar, bahwa semua kejadian mengandung makna. Hanya saja, untuk sampai pada penemuan makna tadi, kita memerlukan usaha sengaja untuk belajar. Ada atau tidak ada guru (dalam pengertian biasa), sebenarnya momentum belajar hadir setiap hari dalam kehidupan. Di rumah, di kantor, di jalan, dan di tempat mana saja sebenarnya hadir learning moments. Pertanyaannya, maukah kita berefleksi dari semua yang hadir di depan mata kita ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya menghargai cara hidup Anda, tetapi bagi saya amat dan teramat penting untuk bertanya di setiap kejadian, apa makna di balik semua kejadian ini ?. Berpasangan kerja dengan orang yang super keras kepala, bagi saya adalah kursus kedewasaan yang amat efektif, tinggal di daerah yang macet menghadirkan nilai belajar berupa latihan kesabaran setiap hari, 'terdampar' dalam profesi sebagai pemberi inspirasi bagi orang lain, mendidik diri ini untuk selalu lebih bisa melaksanakan apa yang saya omongkan dibandingkan orang lain. Dalam totalitas, hidup plus kejadian-kejadiannya sebenarnya rangkaian cermin dan refleksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bingkai refleksi seperti ini, ketika saya kehilangan salah seorang sahabat saya 19 Desember 1999 lalu, di tengah perasaan duka yang mendalam ini saya dibombardir pertanyaan : makna apa yang dihadirkan oleh kematian sahabat saya di umurnya yang masih muda ini ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stephen Covey memang pernah mengajarkan untuk menggunakan kematian sebagai titik untuk menarik garis ke depan, untuk kemudian membayangkan secara terus menerus : kita mau dikenang seperti apa di saat badan kita tidak bernyawa lagi ? Terus terang, saya berutang banyak ke Covey dalam hal ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu spirit dengan Covey, setelah pergi ke beberapa negara untuk belajar, mendalami ilmu pengetahuan, berinteraksi dengan banyak sekali orang, dibanting dan diangkat oleh hempasan gelombang kehidupan, saya sampai pada kesimpulan, tidak ada guru kehidupan yang lebih efektif dibandingkan dengan kematian. Lebih-lebih kematian orang-orang yang amat dekat dengan kehidupan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada manusia yang berdoa agar kehilangan orang-orang dekat yang amat dicintainya. Tidak ada orang yang bisa menghindari kematian. Siapapun manusianya, di depan kematian ia hanya sebuah mahluk yang amat tidak berdaya. Dalam ketidakberdayaan terakhir, hanya manusia bebal yang tidak mau berguru pada kematian. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali melayat, apa lagi kehilangan orang dekat, ada gunungan pertanyaan reflektif yang menghadang saya. Kenapa harus dia yang meninggal ? Kenapa di umurnya yang masih muda ? Kenapa harus sekarang ? Kenapa, kenapa dan kenapa ? Dan, semuanya hanya rangkaian pertanyaan yang tidak dan tidak akan pernah ada jawabannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, berbeda dengan pertanyaan dalam ilmu pengetahuan yang lebih berguna kalau ada jawabannya, justru karena tidak ada jawaban absolutnya inilah, maka kematian akan terus menjadi guru amat reflektif dalam kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah sebabnya saya mau tinggal di perumahan yang setiap kali pulang pergi mesti melewati kuburan, senang datang dan berlama-lama di tempat orang yang meninggal atau sedang masuk unit gawat darurat. Kendati saya sempat stres berat dengan kehilangan sahabat, tetapi saya harus berterimakasih ke Tuhan karena mengingatkan banyak hal fundamental dalam kehidupan melalui kematian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Joseph Golstein dan Jack Kornfield dalam The Path of Insight Meditation, pernah menulis apik : 'When we're ready to die, what will we want to have done ? Did I learn to live wisely ? Did I love well ? Tabungan perbuatan baik, kebijakan dan love adalah tiga hal yang digaris bawahi penulis ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti mau menarik benang merah dari Goldstein dan Kornfield, Moriehei Ueshiba dalam The Art of Peace, pernah menulis bahwa hanya ada satu puncak kehidupan - entah mau ditelusuri dari mana saja - ia bernama : love.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah perasaan duka saya yang amat dalam di depan mayat sahabat, saya bertanya, adakah kematian sahabat ini adalah peringatan bahwa tabungan love saya mesti perlu ditambah, ditambah dan ditambah ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entahlah, tidak ada manusia yang tahu saldo love-nya. Entah sudah positif, negatif. Apa lagi memperhitungkan bunga yang bisa dinikmati. Semuanya serba diakhiri dengan tanda tanya besar. Seolah-olah mau menggaris bawahi bahwa tugas manusia dalam hidup hanya satu : menabung love.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan hal terakhir memang bisa dilakukan oleh siapapun dan di manapun. Murah dan meriah. Kendati demikian, toh banyak orang yang lupa dan alpa melakukannya. Mungkin untuk mengingatkan kelupaan dan kealpaan terakhir, kematian itu ada.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-7642788358484502030?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/7642788358484502030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/31-kematian-gurunya-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7642788358484502030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7642788358484502030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/31-kematian-gurunya-kehidupan.html' title='31. Kematian, Gurunya Kehidupan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAcTPrrJoeI/AAAAAAAAAHM/wlK3FuOXOig/s72-c/Kematian.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-6143823710071238189</id><published>2010-06-02T09:26:00.000+07:00</published><updated>2010-06-02T09:26:59.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>30. Gunung Tinggi, Jurang Dalam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAXBRKe_2gI/AAAAAAAAAHE/AQ_ikoNet8Q/s1600/gunung.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAXBRKe_2gI/AAAAAAAAAHE/AQ_ikoNet8Q/s320/gunung.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Puncak gunung yang teramat indah sebenarnya dimulai dari dasar jurang yang menakutkan. Ini juga berlaku pada dunia pemimpin dan kepemimpinan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah pepatah Zen yang inspiratif berpetuah apik, 'bila gunung tinggi maka jurangnya dalam'. Ini sudah menjadi hukum alam sejak dulu. Tidak ada satupun gunung tinggi yang tidak disertai oleh jurang yang dalam. Kita semua menerima hukum alam ini secara ikhlas tanpa penolakan yang teramat berarti. Akan tetapi, begitu berhadapan dengan diri sendiri maupun pemimpin, ada semacam ketidakrelaan massal dalam hal ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebut saja diri ini yang tidak semuanya terjelaskan. Ketika sampai di salah satu puncak gunung yang tinggi (baca : jabatan dan penghargaan yang tinggi), jarang sekali ada orang yang tidak rela menerimanya. Namun, begitu jurang ada di depan mata ( pensiun, turun jabatan dan sejenisnya) tidak sedikit orang yang amat tidak rela. Bahkan, banyak orang yang membiarkan dirinya tersiksa atau jatuh sakit oleh jurang-jurang sejenis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit post power syndrome, depresi yang dialami tidak sedikit orang ketika jabatan atau rezeki hilang, orang stres karena sempat dipuja kemudian dihina, adalah sebagian saja bukti dari ketidakrelaan orang akan hukum alam 'gunung tinggi-jurang dalam'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, dengan ataupun tanpa kejernihan, tidak ada satupun manusia yang bisa melawan maupun merubah hukum alam terakhir. Anda maupun saya sama saja dalam hal ini. Menyadari prinsip terakhir, saya sedang dan terus menerus belajar untuk semaksimal mungkin tampil sama di puncak gunung, maupun di dasar jurang. Dan modalnya hanya satu : sikap. Sebab, makna dari setiap kejadian, tidak terletak pada kejadian itu sendiri. Melainkan, dalam sikap kita menyiasati kejadian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di puncak gunung, kita memang bisa melihat lebih banyak hal ketimbang di dasar jurang. Kita juga bisa menghirup lebih banyak udara segar di sana. Kita juga bisa dilihat banyak orang di tempat yang tinggi ini. Tetapi jangan lupa, kebahagiaan ala puncak gunung jauh lebih nikmat, kalau kita pernah sengsara di dasar jurang. Rasa syukur akan indahnya puncak gunung, amat berbeda antara mereka yang pernah dan belum pernah disiksa oleh dasar jurang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam logika orang kebanyakan, puncak gunung memang indah, dan dasar jurang menakutkan. Namun, meminjam argumen seorang rekan, bahwa kemalangan memperkenalkan seseorang pada dirinya, maka dasar jurang bisa juga menghadirkan sesuatu selain kesedihan. Bahkan, ia bisa memperkenalkan kita pada lorong gelap yang teramat berarti : sang aku. Saya mulai mengenal batas daya dukung fisik ini ketika masuk rumah sakit karena kebanyakan belajar. Belajar presentasi tidak henti-henti setelah dibuat insomnia oleh sejumlah penghina. Bangkit dari hidup setelah menikah di umur masih remaja, dan diramalkan banyak orang akan cerai sekian bulan kemudian. Memaksa diri untuk sekolah, bahkan ketika anak berjumlah dua orang, setelah dibuat minder oleh sepasukan orang sombong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dirangkum menjadi satu, puncak gunung yang teramat indah sebenarnya dimulai dari dasar jurang yang menakutkan. Ini juga berlaku pada dunia pemimpin dan kepemimpinan. Tidak ada satupun pemimpin hebat tanpa cacat. Mahatma Gandhi yang beragama Hindu ditembak oleh seorang panganut Hindu. John Lennon dengan lirik-lirik lagunya yang menyejukkan juga bernasib serupa. John F. Kennedy yang amat legendaris juga mati tertembak. Ini semua menegaskan kembali ketidakkuasaan manusia hebat manapun akan hukum alam 'gunung tinggi-jurang dalam'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, sama dengan ketidakmampuan kita dalam melihat sang aku secara lebih utuh, kita juga dihinggapi kekurangan untuk hanya menerima kehebatan pemimpin, dan menolak jurang dalam yang inheren dalam pemimpin manapun. Saya masih menemukan sejumlah purnawirawan TNI yang kecewa berat pada pak Harto. Sebab, di tahun-tahun awal beliau berkuasa semuanya diselesaikan secara amat arif dan bijaksana. Sekarang, tidak sedikit orang yang dulu memilih dan menempatkan Gus Dur sebagai pahlawan, menempatkannya dalam posisi terhujat. Mirip dengan mereka yang kecewa pada pak Harto, kumpulan barisan sakit gigi ini juga hanya mau menerima puncak gunung, dan menolak jurang dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan yang sama juga terjadi di perusahaan. Demonstrasi, mogok dan ancaman sabotase sejenis juga berawal pada usaha penolakan hukum alam terakhir. Sebagai pimpinan perusahaan, saya pernah dimaki oleh orang paling bawah, dibandingkan dengan pimpinan terdahulu, dicurigai memiliki niat-niat buruk. Namun, begitu diselami dan dipelajari, hampir semuanya berakar pada kekecewaan pada jurang dalam, dan hanya mau menerima keindahan puncak gunung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah sampai kapan kita akan terus mengisi hidup dengan kekecewaan akan dalamnya jurang. Dan dibuai mimpi akan keindahan puncak gunung. Padahal, jangankan manusia biasa seperti Anda dan saya, Gandhi dan Kennedy saja tidak berhasil mempertahankan hidupnya terus menerus di puncak gunung. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari sini, mungkin ada manfaatnya untuk belajar dari Charles A. Beard yang pernah menulis : "Bila malam cukup gelap, Anda baru bisa melihat indah dan terangnya bintang-bintang". Satu spirit dengan pepatah Zen di awal, di manapun dan sampai kapanpun, kita akan senantiasa dihadapkan pada jurang dalam dan puncak gunung yang tinggi. Sudah menjadi hakekat alamiah, kalau keduanya saling mengisi dan melengkapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita menerima puncak gunung dan jurang dengan ikhlas, bisakah kita menerima diri kita dan juga pemimpin kita dengan keikhlasan yang sama ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-6143823710071238189?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/6143823710071238189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/30-gunung-tinggi-jurang-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6143823710071238189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6143823710071238189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/30-gunung-tinggi-jurang-dalam.html' title='30. Gunung Tinggi, Jurang Dalam'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TAXBRKe_2gI/AAAAAAAAAHE/AQ_ikoNet8Q/s72-c/gunung.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-3528493243313311576</id><published>2010-06-01T09:04:00.000+07:00</published><updated>2010-06-01T09:04:36.235+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>29. Pohon, Pencerahan Dan Pemimpin</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TARqngp4djI/AAAAAAAAAG8/pEDtBFLGvzU/s1600/pohon.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TARqngp4djI/AAAAAAAAAG8/pEDtBFLGvzU/s320/pohon.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Siapapun manusianya, kalau masih dibelenggu keserakahan untuk memilih, maka ia akan senantiasa dipermainkan oleh kehidupan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi persoalan kebanyakan orang, kalau tubuh dan jiwa ini tidak sepenuhnya bisa dimengerti. Tanpa aba-aba yang jelas, tiba-tiba mood menurun demikian drastis. Ketika siklus naik, tawa temannya. Tatkala siklus menurun, tangislah sahabatnya. Maka tidak sedikit orang yang hidupnya lelah melalui siklus naik turun ini. Bahkan saya punya dugaan, usia manusia yang jauh lebih pendek dibandingkan dengan usia alam, sebagian karena teramat lelah dipermainkan oleh siklus yang belum mengenal akhir ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah ada rekan yang berandai-andai. Andaikan kita bisa mengeluarkan semua manusia dari bumi ini. Hasilnya bisa ditebak, masalah akan menurun dalam jumlah yang teramat banyak, bahkan ada yang menduga bahwa masalah tidak akan ada. Ini semua berarti, sebagian besar masalah yang ada bersumber pada manusia itu sendiri. Terutama karena keserakahan kita untuk senantiasa memilih dan memilih. Hanya mau sukses, tidak mau gagal. Hanya menerima cantik, monolak kejelekan. Hanya menerima kebaikan orang, antipati pada kejelekan orang. Dan masih banyak lagi keserakahan sejenis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan manusia yang cenderung 'serakah' memilih, alam tidak memiliki keserakahan model terakhir. Pohon sebagai contoh, ia tidak hanya menaungi para kiai, pastur dan pendeta. Penjahat yang paling jahatpun akan dinaungi pohon. Demikian juga dengan laut. Setiap barang dan air yang datang hanya diterima dan diterima. Tidak perduli, apakah ia bersih atau kotor, ia berbau harum atau berbau busuk.. Semuanya diterima tanpa kemewahan dan keserakahan memlilih sebagaimana manusia. Mata hari apa lagi. Dari tahi kambing sampai wanita cantikpun disinari dengan kadar yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah orang bertanya ke saya, adakah kehidupan di luar sukses-gagal, sedih-bahagia, cantik-jelek dan dikotomi lainnya ? Ada juga yang bertanya, bukankah tanpa sukses-gagal, cantik-jelek kehidupan akan menjadi demikian tawar dan hambar ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maafkan saya pada rekan-rekan yang pernah bertanya tentang soal ini. Yang jelas, pertanyaan-pertanyaan di atas mengindikasikan secara kuat bahwa kita masih demikian terkondisikan oleh keserakahan dan kemewahan memilih di atas. Sampai-sampai ragu tentang ada tidaknya kehidupan di luar pilihan-pilihan tadi, atau memberi stempel hambar dan tawar akan kehidupan di luar dikotomi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan saya benar, kondisi jiwa yang tercerahkan hanya akan dimiliki oleh siapa saja yang berhasil membuang keserakahan dan kemewahannya untuk memilih tadi. Awalnya, terasa hambar memang. Namun, begitu kita berhasil bersahabat dengan sukses-gagal, sedih-bahagia, cantik-jelek, maka keheningan akan datang berkunjung dalam waktu yang lama. Lebih dari itu, kita tidak lagi 'dipermainkan' oleh kehidupan. Sebaliknya, kita sendiri yang mengelola dan mempermainkan kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia pemimpin dan kepemimpinan juga serupa. Siapa saja pemimpin yang 'manja' hanya mengelilingi dirinya dengan kroni, orang sepaham, sealiran dan bisa ditaklukkan. Bisa diramalkan, kepemimpinannya akan rapuh. Mirip dengan jiwa yang rapuh dipermainkan kehidupan, pemimpin jenis terakhir juga pasti dipermainkan orang dan kecenderungan. Sebab, pemimpin di tingkat manapun, akan senantiasa dihadang oleh orang dan kecenderungan yang amat beragam. Penyeragaman ala kronisme, atau cara pandang yang dipaksakan harus sama dengan sang pemimpin, hanya akan memperkosa perbedaan-perbedaan yang sebenarnya menjadi akar keindahan. Esensinya, tidak hanya jiwa yang membutuhkan pencerahan saja yang perlu membuang kemewahan memilih ala manusia, pemimpinpun sebaiknya memaksa diri untuk tidak manja dengan kemewahan memilih ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Digabung menjadi satu, siapapun manusianya, kalau masih dibelenggu keserakahan untuk memilih, maka ia akan senantiasa dipermainkan oleh kehidupan. Di titik inilah, kita perlu banyak belajar dari pohon, laut dan matahari yang hidup nyaman karena tidak memilih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya pengkondisian - oleh pengalaman, pendidikan, agama, aliran budaya, dll - yang sudah demikian kuat dan mengakar, membuat seluruh upaya untuk menjadi manusia yang tidak memilih, menjadi tidak mudah. Fanatisme di setiap agama terjadi. Pandangan sempit yang merendahkan orang lain, hadir di setiap cabang pengetahuan. Kecenderung untuk merasa lebih benar dibandingkan orang lain, ada di setiap kaki langit. Bahkan, ada yang berani mengorbankan hidup orang lain (contoh : perang, cerai, menyengsarakan rakyat dan karyawan bawah) sebagai tindak lanjut dari keyakinan 'benar' tadi. Ini semua menunjukkan, betapa amat kuatnya manusia terkondisikan oleh pengalaman, pendidikan, agama, aliran, budaya dan sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehingga terciptalah kehidupan, di mana menjadi manusia yang tidak dimanjakan oleh pilihan, menjadi sesuatu yang sulit dan mewah. Bahkan banyak orang bertutur ke saya, bahwa itu semua tidak mungkin, tidak enak, hambar tanpa rasa, dan sebutan sejenis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah bagaimana Anda mengisi dan memperbaiki hidup Anda. Yang jelas, dalam banyak keadaan, saya menemukan tidak sedikit kedamaian dengan membuang kemewahan dan keserakahan manusia untuk senantiasa memilih. Berat memang, terutama karena faktor pengkondisian di atas. Hambar juga pada awalnya, sebab lama dibuat nikmat oleh kemewahan tadi. Akan tetapi, begitu ia menjadi kebiasaan, maka apa yang disebut pencerahan dan kedamaian, bukanlah sebuah barang yang langka. Dan memimpinpun bukanlah perkara yang terlalu sulit.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-3528493243313311576?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/3528493243313311576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/29-pohon-pencerahan-dan-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3528493243313311576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3528493243313311576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/06/29-pohon-pencerahan-dan-pemimpin.html' title='29. Pohon, Pencerahan Dan Pemimpin'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TARqngp4djI/AAAAAAAAAG8/pEDtBFLGvzU/s72-c/pohon.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-704885655842489383</id><published>2010-05-31T12:27:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T12:27:43.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>28. Bab Pertama Buku Kebijaksanaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TANIo8YH_KI/AAAAAAAAAG0/fpJHoGERxXs/s1600/bijaksana.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TANIo8YH_KI/AAAAAAAAAG0/fpJHoGERxXs/s320/bijaksana.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bidang kepemimpinan maupun personal power, ada banyak orang yang menyimpan keingintahuan, dari mana wibawa, karisma, daya tarik, daya pengaruh pada orang lain, dan hal-hal sejenis berasal. Anda boleh saja memiliki teori dan keyakinan sendiri, entah pendekatan terlahir ataupun pendekatan bisa dipelajari. Namun, bagi saya apa yang kita miliki sekarang ini - dari tingkatan wibawa, karisma, dll - adalah hasil tabungan perbuatan kita dalam kurun waktu yang amat panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang, manusia diberi bekal yang relatif berbeda ketika baru lahir. Akan tetapi, perbuatan bisa memperkuat maupun menghancurkan bekal lahiriah tadi. Terus terang, jika bekal lahiriah diandaikan dengan sebuah kain - dengan tetap bersukur pada Tuhan saya ingin ceritakan, saya dibekali kain yang tidak terlalu membanggakan. Anda bisa bayangkan, saya ini adalah bungsu dari tiga belas bersaudara. Pernah lama minder baik akibat kecerdasan yang kurang, maupun diejek orang karena memiliki banyak kelemahan. Dan bukan pada tempatnya kalau saya menceritakan semua sisi gelap masa lalu saya di sini. Yang jelas, di titik start saya berlari, modal saya amat terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya heran kalau ada orang yang menyebut saya memiliki kelebihan sekarang. Sebab, disamping modal awalnya terbatas, semuanya dicapai dengan cara yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Ramuannya amatlah sederhana : berbuat baik, berbuat baik dan berbuat baik. Bahkan, hampir tidak ada dari perbuatan tadi yang bernilai 'besar'. Hampir semuanya berskala amat sederhana. Menempatkan nasi di pinggir kali belakang rumah untuk dimakan burung gereja setiap pagi, membantu orang tidak mampu semampunya, hanyalah sebagian dari hal-hal mudah dan sederhana yang secara terus menerus saya lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih-lebih ketika bekerja. Seorang rekan yang mengetahui pilosopi kerja saya pernah menyebut saya seorang sufi. Terutama, setelah mengetahui kalau saya tidak terlalu 'berhitung'. Waktu presentasi yang seharusnya tiga jam melebar menjadi empat jam, dan saya tidak pernah meminta biaya tambahan. Semenjak dipercaya memimpin perusahaan, belum pernah saya mempertanyakan besarnya gaji yang diberikan. Lebih-lebih berhitung bekerja lembur di hari Sabtu atau Minggu, ia tidak pernah terjadi dalam catatan hidup saya. Setiap kelebihan kerja, saya anggap sebagai persembahan buat Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada memang orang yang merasa tersiksa dengan hidup 'mengalir' seperti ini. Bahkan, mencontohkannya dengan sepatu yang diinjak-injak orang lain dan kecenderungan. Dan di sinilah letak indahnya kehidupan. Orang yang merasa tersiksa tadi, hidupnya menaik. Sayapun amat mensyukuri hidup saya yang juga menaik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu, saya sering menempatkan rangkaian hari dalam kehidupan seperti kegiatan menabung tindakan-tindakan kecil yang tidak dikenal. Semakin tidak dikenal dan tidak diketahui orang manapun, semakin besar nilai tabungannya bagi saya. Dan inipun tidak bersembunyi pada hal-hal 'besar'. Mematikan kran air di tempat umum, memberi tanda pada jalan yang berlubang, mengembalikan bola pada anak orang yang sedang berenang sambil bermain bola, adalah bentuk-bentuk tabungan-tabungan kecil yang tidak dikenal. Sebagian besar bahkan tidak diakhiri oleh ucapan terimakasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir setiap malam saya membuka e-mail, dan menemukan banyak surat yang meminta nasehat. Sahabat saya menyarankan agar mereka dikenakan biaya saja. Sampai sekarang, saran terakhir tidak saya turuti. Ada kesenangan dan kebahagiaan tersendiri. Kendati, karena demikian banyaknya e-mail, saya harus memprioritaskan orang-orang yang belum pernah mendapat jawaban. Ada memang yang kecewa, sebab suratnya yang ketiga maupun keempat tidak sempat dibalas. Namun, itulah hal maksimal yang bisa dilakukan di tengah mobilitas kerja yang amat tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam ritme kerja yang jarang di rumah (seminggu kadang ada di empat kota), saya sering merasa berhutang sama anak-anak dan anak mertua. Kendati saya tahu memanjakan mereka tidaklah terlalu mendidik, tetapi selalu disempatkan untuk menelpon setiap hari. Kerap saya bernyanyi di telepon untuk anak bungsu saya yang baru berumur tiga tahun setengah. Sampai-sampai anak yang masih berbicara cadel ini, hafal lagu Every Day I Love You yang sering saya nyanyikan di telepon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sebagaimana manusia biasa lainnya, sayapun kerap melakukan perbuatan buruk - baik disengaja maupun tidak disengaja. Di tingkat karir yang agak tinggi ini, godaan memang bisa datang dari mana-mana : atasan, bawahan, rekan kerja, wanita sampai dengan harta. Tidak semua godaan saya bisa lulus. Kadang terjatuh dan menyakitkan. Berkata-kata kasar, kadang memang tidak terasa. Melirik wanita cantik lebih tidak terasa lagi. Kesal dengan orang yang menyinggung perasaan itu malah sering terjadi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah bagaimana kehidupan Anda, kehidupan saya membawa sensitifitas yang amat tinggi akan segala perbuatan buruk. Lupa membawa sandal milik hotel pernah membuat saya hampir celaka. Keceplosan menghina orang lain, membuat saya sempat menderita. Terbawa perasaan pada wanita lain, hampir membuat seluruh hidup saya hancur lebur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Boleh saja psikolog menyebutnya self fulfilling prophecy. Namun, sejak umur yang amat kecil tubuh ini memang ditandai sensitifitas yang demikian tinggi akan perbuatan buruk. Makanya saya tidak terlalu heran membaca tulisan Thomas Jefferson yang menulis : 'kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan'.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-704885655842489383?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/704885655842489383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/28-bab-pertama-buku-kebijaksanaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/704885655842489383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/704885655842489383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/28-bab-pertama-buku-kebijaksanaan.html' title='28. Bab Pertama Buku Kebijaksanaan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/TANIo8YH_KI/AAAAAAAAAG0/fpJHoGERxXs/s72-c/bijaksana.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-9027997474381585410</id><published>2010-05-27T10:34:00.000+07:00</published><updated>2010-05-27T10:34:51.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>27. Membuang Beban Tak Perlu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_3oHRE40rI/AAAAAAAAAGs/CrtHmRZJBnc/s1600/beban.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_3oHRE40rI/AAAAAAAAAGs/CrtHmRZJBnc/s320/beban.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Menjadi kaya dan bahagia sebenarnya murah dan mudah. Ia menjadi susah, rumit dan bahkan tidak mungkin karena banyak manusia yang bernafsu menggendong beban teramat banyak. Dan sebagian dari beban tersebut sebenarnya tidak perlu.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Profesi sebagai konsultan manajemen SDM, memaksa saya mendalami banyak sekali perkara yang berkaitan dengan councelling. Tidak hanya karena terapi-terapi SDM banyak yang bersifat behaviouristic, namun juga sering melebar ke luar bidang, termasuk manajemen keluarga pemilik perusahaan. Pekerjaan mendisain sistim, menerangkan bagaimana sistim tadi sebaiknya dilaksanakan, sering kali macet jika tidak disertai minyak pelumas yang bernama councelling. Dalam hal terakhir, saya adalah penganut aliran not knowing approach of councelling.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pendekatan ini, saya mengurangi menggunakan cara berfikir hipotetis. Bila begini maka biasanya begitu. Subyeknya, adalah klien bukan terapis. Pekerjaan seorang terapis dalam hal ini ada dua : merumuskan pertanyaan yang tepat, dan memfasilitasi klien untuk menemukan sendiri obat yang tepat bagi dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk kepentingan terapi semacam inilah, maka saya sering berinteraksi dengan keluarga pemilik perusahaan secara cukup intens. Di akhir Agustus lalu, kebetulan seluruh keluarga pemilik perusahaan yang menjadi klien saya jebol desa ke Bali. Maka terbanglah saya kesana, melaksanakan tugas sebagai terapis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal paling menarik yang saya cermati, begitu menginjakkan kaki di pulau seribu pura ini adalah langitnya yang sangat biru, dan pada malam hari memamerkan jutaan bintang yang bersinar terang benderang. Keadaannya berbeda sekali dengan langit Jakarta yang birunya sudah pudar, dan bintangnya hanya berkedip-kedip buram di malam hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang mau saya ceritakan dengan membedakan langit dan bintang Bali dibandingkan dengan Jakarta, adalah beban yang ditanggung dua wilayah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bali, kendati pulaunya teramat kecil jika dibandingkan dengan Jawa, menanggung beban yang jauh lebih ringan dibandingkan Jakarta sebagai Ibu kota. Tidak hanya dalam jumlah penduduk tentunya, melainkan juga dalam keserakahan untuk maju melalui banyak sektor. Di Jakarta, kita berhadapan dengan banyak sekali industri yang sama serakahnya. Di Bali, hampir semua sektor secara terintegrasi mendukung pariwisata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Logika berfikir yang sama juga berlaku bagi manusia. Menjadi kaya dan bahagia sebenarnya murah dan mudah. Ia menjadi susah, rumit dan bahkan tidak mungkin karena banyak manusia yang bernafsu menggendong beban teramat banyak. Dan sebagian dari beban tersebut sebenarnya tidak perlu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal beban terakhir, ia menimpa baik orang miskin maupun orang kaya, tua maupun muda, desa maupun kota. Sebut saja soal uang dan harta. Ada orang yang kelebihan uang kemudian hidupnya jadi sangat sengsara - klien saya termasuk dalam hal ini. Ada juga orang yang kekurangan uang hidupnya juga sengsara. Ini bisa terjadi, karena dengan kehadiran uang hidup bukannya menjadi tambah sederhana, malah sebaliknya menjadi rumit dan pusing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengenal seorang pengusaha kaya yang berumur 70-an. Di umur yang tidak lagi bisa menggendong terlalu banyak beban (fisik maupun psikologis) ini, ia masih saja mau ikut memikirkan terlalu banyak hal. Tidak ada satupun orang - termasuk anaknya - yang ia percaya. Konsekwensinya, beban kehidupannyapun menjadi demikian berat. Penyakit sering berkunjung datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tukang kebun yang memelihara taman saya di rumah, sebagai contoh lain, sering mengeluh tentang sulitnya hidup di zaman ini. Dari sembako yang harganya melangit sampai dengan biaya sekolah anak yang tidak tertanggung dikeluhkannya. Tidak pernah ada cerita gembira dari orang ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua contoh ini memang amat berbeda dalam hal uang dan harta yang dimiliki. Namun, memiliki kesamaan dalam bentuk terlalu banyaknya beban yang digendong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nafsu untuk menggendong sebanyak mungkin hal, inilah yang sebaiknya digugat manusia di zaman yang menuntut kesederhanaan hidup dan berfikir ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba cermati berapa kalori makanan yang dibutuhkan tubuh ini untuk hidup sehat perharinya ?. Berapa ongkos riil pergi ke kantor ?. Berapa harga pakaian yang bisa membuat tubuh kita nyaman dan bebas dari penyakit ?. Berapa besarnya rumah yang sesuai standar kesehatan ?. Tanpa dibumbui oleh gengsi, status, keinginan untuk tampil lebih dibandingkan orang lain, dan nafsu-nafsu sejenis, semua tuntutan kehidupan di atas sebenarnya relatif mudah untuk dipenuhi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, oleh beban-beban tidak perlu seperti gengsi, semuanya dibuat rumit dan sulit. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, di zaman yang jumlah PHK-nya tidak lagi bisa dihitung, frekwensi kerusuhan terjadi teramat sering, harga sembako menembus batas psikologis semua orang, ada baiknya untuk melihat kembali, mana beban-beban yang perlu, dan mana beban yang tidak perlu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau langit dan bintang Bali bisa lebih biru, lebih terang dan lebih indah dibandingkan dengan langit dan bintang Jakarta, karena beban yang lebih ringan, bukankah hidup juga akan lebih mudah dan murah dengan logika yang sama ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-9027997474381585410?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/9027997474381585410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/27-membuang-beban-tak-perlu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/9027997474381585410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/9027997474381585410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/27-membuang-beban-tak-perlu.html' title='27. Membuang Beban Tak Perlu'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_3oHRE40rI/AAAAAAAAAGs/CrtHmRZJBnc/s72-c/beban.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-8859864717494012802</id><published>2010-05-26T08:16:00.000+07:00</published><updated>2010-05-26T08:16:42.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>26. Berpelukan Mesra Dengan Kesedihan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_x2QfjvF3I/AAAAAAAAAGk/wJF0EAOTRb0/s1600/Berpelukan.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_x2QfjvF3I/AAAAAAAAAGk/wJF0EAOTRb0/s320/Berpelukan.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Untuk berpelukan mesra dengan kesedihan, diperlukan kearifan dan kedewasaan yang mengagumkan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau boleh memilih, ada banyak sekali manusia yang hanya mau kebahagiaan, dan membuang kesedihan. Itu juga terjadi dalam kehidupan saya dalam waktu yang lama. Saya pernah kehilangan seorang ayah yang sudah sampai di tingkat unconditional love. Seorang sahabat - sekaligus pemilik perusahaan - meninggal ketika kami sudah bisa berkomunikasi dari hati ke hati. Ibu mertua yang tidak pernah memarahi saya, bahkan selalu membela saya ketika ada konflik dengan isteri - padahal waktu pacaran dengan puteri beliau, saya tergolong anak nakal - meninggal ketika kami sekeluarga belum sempat membahagiakannya secara cukup. Dan ada banyak lagi kejadian hidup yang pernah membawa saya pada sungai kesedihan yang panjang dan dalam. Mungkin akan ada lagi kejadian-kejadian serupa di masa yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, sebagaimana alam yang mengenal siklus, kehidupan manusiapun mengenal siklus. Kesedihan dan kebahagiaan adalah salah satu saja dari banyak siklus yang harus kita lalui. Seorang sahabat saya ditimpa kesedihan yang lama dan panjang, ditinggal suaminya beristrikan orang lain. Seorang pembaca kolom ini mengirim e-mail ke saya, kalau dia dibuat tersiksa oleh kekasihnya. Beberapa pengunjung yang rajin mengunjungi web site saya, tidak sedikit mengirim berita kesedihan, dan meminta jalan keluar segera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Digabung menjadi satu, tidak ada kehidupan yang tidak diwarnai oleh kesedihan. Diundang maupun tidak, ia akan senantiasa datang. Dalam banyak kejadian bahkan terbukti, semakin ia dibenci dan ditakuti, semakin ia senang dan rajin berkunjung ke diri kita. Maka, sengsaralah hidup mereka yang membenci kesedihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kahlil Gibran pernah menulis cantik tentang hakikat kesenangan dan kesedihan. Menurut penulis sufi ini, kesenangan adalah kesedihan yang terbuka kedoknya. Dan, tawa serta air mata datang dari sumber air yang sama. Lebih dari itu, semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa, maka semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercermin dari goresan indah Kahlil Gibran ini, rupanya kesedihan dan kebahagiaan adalah dua saudara kembar yang melakukan kegiatannya secara bergantian. Keserakahan, atau sebaliknya kekhusukan doa manusia manapun, tidak akan bisa membuat dua saudara kembar ini berpisah. Ia seperti dua sayap dari seekor burung. Dibuangnya salah satu sayap, adalah awal dari celakanya 'burung' kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengandaian yang lain. Coba perhatikan lambang-lambang tawa dan bahagia. Piala kemenangan sebagai contoh. Bukankah ia melalui proses pembakaran dan pembentukan yang amat menyakitkan ?. Seruling penghibur telinga sebagai contoh lain. Bukankah ia dibuat dari bambu yang rela dirinya dipotong-potong ? Anak yang berhasil menjadi kebanggaan orang tua. Bukankah ia telah mengkonsumsi energi kesabaran yang demikian lama dan melelahkan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari semua contoh ini, tawa ternyata semuanya dibangun di atas pundi-pundi air mata. Demikian juga sebaliknya. Kahlil Gibran bahkan sampai dalam pemahaman yang lebih dalam. Tanpa kesedihan, jiwa yang manapun tidak akan memiliki daya tampung yang besar terhadap kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengandaian yang lain, manusia memang sedang diikat kakinya di tengah-tengah sebuah timbangan. Di sebelah kanan ada kebahagiaan, dan di sebelah kiri ada kesedihan. Semakin keras kaki sebelah kanan disentakkan, semakin besar tarikan timbangan di sebelah kiri. Ini yang terjadi dalam kehidupan banyak orang yang 'serakah' dengan kebahagiaan. Semua orang - termasuk saya kalau mau jujur - memang ingin berat di sebelah kanan. Sayangnya, ia bertentangan dengan hakekat dasar kesenangan dan kesedihan. Dalam bahasa Kahlil Gibran, ketika kita bercengkerama dengan kebahagiaan di ruang tamu, kesedihan sedang menunggu di pembaringan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalannya kemudian, punyakah kita cukup keberanian dan kesabaran untuk berpelukan mesra dengan kesedihan ? Nah, inilah sebuah kualitas pribadi yang dimiliki oleh teramat sedikit orang. Untuk menerima kebahagiaan, kita tidak memerlukan terlalu banyak kedewasaan. Akan tetapi, untuk berpelukan mesra dengan kesedihan, diperlukan kearifan dan kedewasaan yang mengagumkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah bertemu dengan segelintir manusia yang sudah sampai pada kualitas kearifan dan kedewasaan terakhir. Dari seorang guru meditasi, seorang pendeta Buda, beberapa kiai sampai dengan seorang pastur. Entah benar entah tidak kesimpulan saya ini, yang membawa mereka pada kualitas yang mengagumkan ini justru kesedihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari orang-orang terakhir saya belajar, kesedihan telah menjadi tangga kedewasaan, kearifan dan kedamaian yang amat mengagumkan. Sama mengagumkannya dengan akar pohon. Ia diinjak, tertanam di dalam tanah, tidak kelihatan, mencari makan buat pihak lain, namun nasib buah, bunga, daun dan batang bergantung pada ketekunan sang akar. Bukankah kesedihan juga demikian ? Membawa manusia ke tangga yang amat tinggi, namun pada saat yang sama dibenci dan ditakuti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada memang orang yang menyebut bahwa kesenangan lebih berharga dari kebahagiaan. Ada juga yang mengatakan bahwa kesedihan lebih mulya dari kebahagiaan. Dan Kahlil Gibran menyimpulkan bahwa keduanya tidak terpisahkan. Semua kesimpulan ini sah-sah saja. Dan saya sedang belajar mendidik diri untuk memeluk kesedihan sama mesranya dengan memeluk kebahagiaan. Doakan saja agar saya berhasil melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-8859864717494012802?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/8859864717494012802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/26-berpelukan-mesra-dengan-kesedihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8859864717494012802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8859864717494012802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/26-berpelukan-mesra-dengan-kesedihan.html' title='26. Berpelukan Mesra Dengan Kesedihan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_x2QfjvF3I/AAAAAAAAAGk/wJF0EAOTRb0/s72-c/Berpelukan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-2307344336011843848</id><published>2010-05-25T16:07:00.000+07:00</published><updated>2010-05-25T16:07:45.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lobster Air Tawar'/><title type='text'>LAT ku Sudah Bertelur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_uTJi3YiqI/AAAAAAAAAGc/iSagF255Ez8/s1600/LAT+Nelur.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_uTJi3YiqI/AAAAAAAAAGc/iSagF255Ez8/s320/LAT+Nelur.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah lebih dari 1 bulan saya tidak menulis tentang LAT, maka hari ini akan saya ceritakan lagi pengalaman saya tentang memelihara LAT ini. Selama ini saya tidak menulis karena LAT yang saya pelihara tidak kunjung bertelur, dan saya merasa hampir putus asa untuk meneruskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tadi, (kira-kira 30 menit yang lalu sebelum saya menulis hal ini) semangat saya untuk menulis tentang LAT yang saya pelihara kembali tumbuh. Apa sebab? Sebabnya adalah karena sekarang saya baru saja mengetahui bahwa ternyata LAT saya sudah ada yang gendong telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini, setelah pulang dari kerja (istirahat) saya mendapati anak saya yang manis sedang tertidur pulas. Biasanya setelah pulang kerja saya akan bermain-main dengan anak tercinta. Nah, karena anak saya tidur, saya menjadi tidak ada kegiatan, mau ikut tidur tapi ga ngantuk. Iseng-iseng saya menghampiri tempat penampungan LAT yang ada di dapur, disitu saya terduduk lumayan lama karena memikirkan LAT yang tak kunjung bertelur. Memperhatikan tempat penampungan yang saya buat dengan ala kadarnya dan sekarang sudah tidak mampu lagi menampung air lebih dari 10 cm, karena terdapat kebocoran yang hingga saat ini saya tidak tau di mana bocornya. Jadi, begitulah LAT saya hidup hanya dengan air setinggi 10 cm, ditambah lagi dengan endapan sisa makanan yang begitu tebal seperti lumpur. Hal ini hanya saya biarkan saja selama 1 bulan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Karena harapan saya sudah sirna. Dari 1 Set LAT yang saya beli 4 jantan dan 6 Betina (di kasih cadangan sama penjualnya 1 jantan 1 betina), yang ada kini hanya tinggal 4 Jantan dan 2 betina. Yang lain sudah kabur dari penampungan. Nah, sejak saat itu saya tidak lagi memperhatikan perkembangan LAT itu. Yang saya lakukan hanya memberi makan hanya setiap sore saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi yang demikian, saya menjadi kasihan juga sama mereka (LAT). Nah, berdasarkan itulah tadi saya terduduk dan berfikir untuk memperbaiki tempat penampungannya. Untuk memperbaiki tempat penampungan itu, maka otomatis saya harus memindahkan mereka ke tempat penampungan sementara. Masalahnya saya tidak punya tempat itu. Setelah lama berfikir akhirnya saya putuskan untuk memeriksa 2 LAT betina yang masih tersisa. Terus terang sampai saat ini saya masih belum berani untuk menagkap mereka langsung dengan tangan. Jadi saya mengangkatnya menggunakan gayung/ciduk. Setelah terangkat ternyata salah satu dari mereka ada yang sudah gendong telur, dan telurnya sudah berwarna coklat yang artinya burayak  akan segera muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal ini, saya bergegas untuk memindahkan LAT yang bertelur ke sterofoam. Masalah kembali muncul, saya tidak punya air yang diendapkan minimal 8 jam. Karena perasaan sudah terlanjur senang, maka saya tetap akan memindah LAT itu ke sterofoam dengan air yang tidak terendapkan selama minimal 8 jam dan kemudian saya berikan Aerator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kekhawatiran kembali terjadi, saya khawatir karena air yang belum diendapkan itu LAT yang gendong telur akan mati. Mudah-mudahan saja tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-2307344336011843848?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/2307344336011843848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/lat-ku-sudah-bertelur.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/2307344336011843848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/2307344336011843848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/lat-ku-sudah-bertelur.html' title='LAT ku Sudah Bertelur'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_uTJi3YiqI/AAAAAAAAAGc/iSagF255Ez8/s72-c/LAT+Nelur.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-5219542885044136948</id><published>2010-05-25T09:34:00.000+07:00</published><updated>2010-05-25T09:34:50.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>25. Percaya Cinta, Percaya Keajaiban</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_s29HeBgmI/AAAAAAAAAGU/pI3cuYC0Lq8/s1600/percaya+cinta.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_s29HeBgmI/AAAAAAAAAGU/pI3cuYC0Lq8/s320/percaya+cinta.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"Bila cinta mengharapkan bayaran, itu bukan cinta, melainkan sebuah transaksi"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang anggota keluarga dekat sempat bertanya keheranan, kenapa orang yang setegar saya bisa menangis ketika ayah meninggal. Yang membuatnya tambah heran, karena saya adalah satu-satunya orang yang menangis menjelang penguburan. Dan Andapun boleh heran dengan saya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini memang bukan cerita sinetron yang mau mengundang rasa kasihan Anda. Melainkan, pengungkapan perasaan duka kehilangan seseorang yang lama menjadi sumber cinta saya. Berbeda dengan saya yang mengenyam pendidikan relatif tinggi, ayah hanya tamatan kelas tiga SD zaman Belanda. Untuk itu, bisa dimaklumi kalau ia tidak menggunakan bahasa verbal sebagai sarana pengungkapan cinta. Saya hampir setiap hari bernyanyi lagu every day I love you bersama anak-anak. Sedangkan ayah, ia tidak pernah mengucapkan satupun kata cinta. Tidak juga pernah bernyanyi cinta khusus buat saya. Bahasa verbalnya lebih banyak diam. Apa lagi sekarang, ia diam selamanya !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang membuat saya menangis bukan bahasa verbalnya, melainkan bahasa hidupnya. Sebelum meninggal, ia mengumpulkan uang untuk seluruh biaya upacaranya. Seolah-olah tidak mengizinkan celah sedikitpun pada anaknya untuk 'membayar' hutang-hutang kami. Atau seperti menghayati betul apa yang pernah ditulis Emma Goldman yang menulis : "Bila cinta mengharapkan bayaran, itu bukan cinta, melainkan sebuah transaksi". Ketika saya masih teramat kecil, di halaman rumah ia sering mengajak berjalan-jalan sambil menambahkan gelar 'sarjana hukum' di belakang nama saya. Sepertinya sedang mencita-citakan anaknya untuk sekolah setinggi-tingginya. Dan menunjukkan pemahaman yang dalam, hanya dengan pendidikan kehidupan bisa ditransformasikan. Digabung menjadi satu, he has been the best father to me. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari semua ini, cinta ayah juga sering menghadirkan keajaiban-keajaiban. Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan, dari zaman teramat miskin dulu sampai dengan sekarang, kami sekeluarga tidak pernah kelaparan, atau kekurangan uang yang membuat kami dililit hutang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika merantau di Inggris dulu, dengan bea siswa untuk seorang, dan dimakan untuk empat orang. Ada saja keajaiban yang membuat hidup jadi panjang. Demikian juga ketika 'nekat' jadi pimpinan puncak perusahaan tanpa pengalaman memimpin yang memadai. Sudah lama banyak anak buah meramalkan, kalau di RUPS nasib saya akan tamat. Akan tetapi, dengan alasan-alasan yang tidak sepenuhnya bisa dimengerti, sampai sekarangpun saya masih duduk di kursi karir yang cukup tinggi. Demikian juga dengan pekerjaan sebagai pembicara publik. Hinaan, cercaan, ejekan memang pernah datang. Tetapi, entah dari mana datangnya keajaiban, semua itu tidak pernah bisa mengerem kecepatan karir saya sebagai pembicara publik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan seluruh cerita ini, percaya ataupun tidak, saya meyakini sekali kalau cinta bisa menghadirkan keajaiban-keajaiban. Berikut adalah sebagian kecil contoh keajaiban-keajaiban yang bisa dihadirkan cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejaiban pertama, cinta membuat orang jadi awet muda dan berumur panjang. Sebagaimana pernah dikutip majalah Reader Digest, salah satu ciri orang yang awet muda dan berumur panjang adalah memiliki setidak-tidaknya seseorang untuk dicintai. Sebenarnya penemuan ini amat logis. Sebab, dengan memiliki orang yang kita cintai, meniti karir dan nafas kehidupan lainnya bisa dilakukan tanpa rasa capek yang mengganggu. Capek saya sering kali hilang, kalau membayangkan anak-anak lulus dari sekolah ternama di luar negeri. Atau membayangkan isteri menikmati sekali hidup bersama saya. Atau mengetahui bahwa Ibu mensyukuri sekali pernah melahirkan anak seperti saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keajaiban cinta yang kedua, bila Anda selalu mencari sesuatu yang baik dalam diri orang lain, Anda akan menemukan sisi terbaik dari diri Anda sendiri. Ini saya alami sendiri. Sebagai manusia biasa, saya juga pernah memenuhi hidup dengan pandangan-pendangan negatif tentang orang lain. Atau sedikit-sedikit menghakimi orang lain. Energi negatif tadi, mungkin tidak memakan orang yang saya benci. Tetapi saya rasakan sendiri, ia memakan badan saya sendiri. Namun, semua ini berubah secara radikal, sejalan dengan kemajuan untuk belajar melihat sisi positif orang lain. Entah dari mana datangnya keajaiban, kekaguman orang lain, rasa hormat orang lain, rasa percaya orang akan apa yang saya tulis dan bicarakan di depan umum, datang mengalir secara amat mudah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keajaiban yang ketiga, cinta sering membuat yang tidak mungkin jadi mungkin. Sebagaimana pernah dituturkan seorang Ibu dalam buku Chicken soup for the couple's soul, tubuh Ibu yang lemah tadi bisa menyelamatkan suaminya dari serangan beruang besar dan ganas. Tadinya ia takut melawan beruang tadi. Akan tetapi, karena suaminya adalah satu-satunya kekayaan yang paling berguna, maka dia lawan dengan penuh kemampuan. Entah dari mana datangnya keajaiban, beruang besar tadi lari ketakutan melihat perlawanan wanita lemah tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda bebas memilih, antara percaya atau tidak percaya. Yang jelas, pengalaman saya bersama Ayah tercinta menunjukkan, cinta menaburkan keajaiban di mana-mana. Teriring cinta buat Ayah tercinta, Kahlil Gibran pernah menulis : "Kenangan adalah anugerah Tuhan yang tidak dapat dihancurkan oleh maut".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-5219542885044136948?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/5219542885044136948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/25-percaya-cinta-percaya-keajaiban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5219542885044136948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5219542885044136948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/25-percaya-cinta-percaya-keajaiban.html' title='25. Percaya Cinta, Percaya Keajaiban'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_s29HeBgmI/AAAAAAAAAGU/pI3cuYC0Lq8/s72-c/percaya+cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-4300559499391191395</id><published>2010-05-24T11:10:00.000+07:00</published><updated>2010-05-24T11:10:22.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>24. Manusia Terkaya Di Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_n8CJnFIII/AAAAAAAAAGM/eehOt7afbS4/s1600/kaya+raya.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_n8CJnFIII/AAAAAAAAAGM/eehOt7afbS4/s320/kaya+raya.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sebagaimana echo di alam terbuka, kalau kita meneriakkan kata 'bangsat' maka echonya juga bangsat. Kalau kita meneriakkan kata 'kaya' maka echonya juga kaya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal cara bekerja, sudah lama saya meniru cara kerja Tom Peters. Sebagaimana sering ditulis di banyak bukunya. Kendati Tom merupakan pendiri dan pemilik kelompok usaha Tom Peters yang namanya menjulang di seluruh dunia, ia bersama keluarganya tinggal di daerah pertanian yang jauh dari perkotaan. Berkat kemajuan teknologi informasi, ia mengendalikan dan melaksanakan pekerjaannya sambil melaksanakan hobinya sebagai petani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara kerja seperti ini, sudah tentu belum terlalu biasa di masyarakat kita yang mengenal berangkat pagi dan pulang sore hari. Segelintir tetangga saya di River Park Bintaro Jaya sana, bahkan ada yang mencurigai saya sebagai putera salah seorang pengusaha kaya di negeri ini. Padahal, saya lahir dari seorang ayah petani kecil, drop out SD Belanda, Ibu buta huruf, dan keduanya masih tinggal di sebuah desa di lereng bukit. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah diusut asal muasal 'kecurigaan' tetangga, rupanya ada yang heran dengan cara kerja ala Tom Peters ini. Pagi saat orang ramai-ramai berangkat ke kantor, mereka melihat saya memegang beberapa koran sambil duduk di pinggir kali yang airnya mengalir asri. Sore hari ketika orang kelelahan baru habis disiksa oleh macetnya Jakarta, mereka melihat saya memegang gunting, selang air dan pupuk buat tanaman penghias rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan gaya dan niat saya untuk menunjukkan sebuah kelebihan ke orang lain. Namun, sudah lama sekali saya mempraktekkan hidup seperti sungai. Mengalir, mengalir dan mengalir. Kemanapun ia mengalir, saya nikmati saja dengan penuh puji sukur kehadiran Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak tetangga yang mobilnya lebih bagus. Perusahaannya lebih besar. Depositonya lebih banyak. Punya latar belakang lebih baik. Lebih dikenal publik dibandingkan saya. Dan saya yakin, mereka bahagia dengan cara hidup mereka. Namun, saya yakin sekali kalau saya mengucapkan terimakasih ke Tuhan dengan frekuensi yang jauh lebih banyak dibandingkan mereka. Sebab, setiap kali ada kenikmatan sekecil apapun yang hadir dalam kehidupan, bibir saya terlalu mudah untuk berucap : 'terimakasih Tuhan'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu nyanyian yang diimport kedua anak saya setelah menemani orang tuanya sekolah di Inggris sana, adalah nyanyian yang setiap hari mereka nyanyikan saat mengawali dan mengakhir kelas. Demikian menyentuhnya nyanyian ini, sampai saya hafal di luar kepala. "Thank you for the world so sweet. Thank you for the food we eat. Thank you for the bird can sing. Thank you God for everything. Amin". Demikianlah bunyi nyanyian pendek yang memompa semangat dan motivasi saya setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali membaca urutan majalah Forbes tentang orang-orang kaya dunia, bertemu dengan pengusaha yang uangnya banyak, demikian juga membaca berita tentang bunuh dirinya sebuah keluarga di Kalimantan Barat sana karena tidak kuat menanggung beban hidup ini, nyanyian pendek namun cantik ini terdengar lagi di telinga saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setetes pertanyaan yang tersisa buat mereka : seberapa seringkah mereka mengucapkan terimakasih ke Tuhan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan kata terimakasih itu yang penting, apa lagi balasan yang kita harapkan dari Tuhan, namun echo balik yang ditimbulkan oleh badan kita dan alam semesta. Sebagaimana echo di alam terbuka, kalau kita meneriakkan kata 'bangsat' maka echonya juga bangsat. Kalau kita meneriakkan kata 'kaya' maka echonya juga kaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah penerbangan dari Pekan Baru ke Jakarta, sehabis mengajar di sebuah perusahaan minyak, saya pernah bertemu dengan seorang anak muda yang gaya hidupnya sangat modern untuk ukuran saya. Bekerja di depan komputer saat menunggu pesawat yang kena delay. Membawa kamera yang disambungkan ke telepon genggam, dan pada saat yang sama bercanda lewat video conference dengan putera-puterinya yang sedang menunggu di Jakarta. Kebetulan, orang ini duduk persis di sebelah saya. Ketika diajak diskusi, rupanya orang ini menaiki tangga karirnya secara amat unik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak zaman SMA dulu, ia adalah seorang pembalap. Demikian tekunnya ia dengan dunia balap ini, kendati sudah menyandang ijazah sarjana komputer dari salah satu universitas Amerikapun, ia tetap konsisten menekuni hobinya sebagai pembalap. Kendati pernah masuk rumah sakit tanpa ditengok orang tua dan istri - karena benci profesi balap - ia tetap saja menekuni hobi yang satu ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Turning point terjadi ketika ia bersama salah seorang pembalap terkenal mendirikan sekolah safety driving. Bisnis terakhir ini, kendati sempat ditandai oleh banyak dinamika, menjadi pendukung utama hidupnya. Terakhir, ia adalah salah seorang manajer yang berwilayah Asia Pasifik dari sebuah perusahaan raksasa yang bergerak di bidang safety and quality. Pekerjaannya, tidak lain dan tidak bukan, mengajar dan mengembangkan teknik mengemudi yang aman. Hampir semua perusahaan minyak yang beroperasi di Asia Pasifik menjadi kliennya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke cerita tentang echo kehidupan, anak muda terakhir ini sepanjang hidupnya dihabiskan untuk 'berteriak' tentang sukses melalui balap. Echo-nya, sebagaimana cerita di atas, ia menaiki karir prestisius dan pada saat yang sama melaksanakan hobi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau Anda tanya, apa yang saya 'teriakkan' dalam kehidupan, ya itu tadi kata 'terimakasih'. Kata terakhir ini kemudian dibungkus dengan spirit yang ditulis Morihei Ueshiba : 'Those who are possessed by nothing possess everything'. (Mereka yang tidak terikat pada apapun, memiliki segalanya). Ini definisi saya tentang manusia terkaya di dunia. Sekaligus 'biang kerok' yang menyebabkan tetangga mencurigai anak kampung seperti saya ini sebagai anak orang kaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-4300559499391191395?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/4300559499391191395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/24-manusia-terkaya-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4300559499391191395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4300559499391191395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/24-manusia-terkaya-di-dunia.html' title='24. Manusia Terkaya Di Dunia'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_n8CJnFIII/AAAAAAAAAGM/eehOt7afbS4/s72-c/kaya+raya.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-9169304727305458759</id><published>2010-05-22T08:15:00.000+07:00</published><updated>2010-05-22T08:15:53.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>23. Naik Bukanlah Satu-Satunya Jalan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_cwLLp6y_I/AAAAAAAAAGE/vmZuTxs7caA/s1600/tangga.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_cwLLp6y_I/AAAAAAAAAGE/vmZuTxs7caA/s320/tangga.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Keberhasilan bisa diraih dengan menjaga keseimbangan antara berfikir dan bertindak. Sebab, berfikir tanpa bertindak hanyalah kata-kata kosong. Bertindak tanpa berfikir sering berakhir dengan ketolololan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di masa krisis sebagaimana kita alami sekarang ini, stres, frustrasi, marah, benci, dan bahkan gila adalah sebuah pemandangan yang tidak terlalu aneh. Laporan investigatif sejumlah media bahkan menunjukkan bahwa wanita penghibur jumlahnya membengkak, angka perceraian meninggi, jumlah pasien yang terkena stres meningkat tajam, kecenderungan bunuh diri juga menaik, dan sejumlah rumah sakit gila sudah mulai kehabisan kapasitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Interaksi pribadi saya dengan sejumlah pengusaha, manajer, supervisor dan juga sahabat juga menunjukkan kecenderungan yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak pengusaha yang dibelit hutang. Tidak sedikit diantara mereka yang maju kena mundur kena : omzet tidak naik, biaya sulit dikurangi. Manajer dan supervisor juga setali tiga uang. Ancaman PHK ada di mana-mana, sementara alternatif yang tersedia di luar semakin menyempit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Digabung menjadi satu, grafik kehidupan kita di masa krisis ini, memang ditandai oleh jurang yang tajam dan dalam. Orang yang tadinya sangat kaya menjadi manusia termiskin di dunia akibat utang dolar. Orang yang tadinya sangat berkuasa sekarang menjadi obyek cacian di mana-mana. Orang yang tadinya menjadi pengunjung lapangan golf dalam frekwensi yang tidak terkalahkan, sekarang mesti melego jam tangan untuk beli sembako.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari sekadar perasaan maklum, pertanyaan yang muncul dari sini, kenapa bisa terjadi stres dan frustrasi massal seperti ini ? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada esensinya, asal dari banyak sekali frustrasi adalah cara berfikir membandingkan. Kita membandingkan kehidupan hari ini yang penuh krisis dengan kehidupan kemaren yang penuh gemerlap. Mereka yang susah memperoleh sembako membandingkan dirinya dengan orang lain yang makan enak di restoran. Mereka yang terpaksa menjual mobil untuk melunasi hutang, membandingkan dirinya dengan orang lain yang naik mercedes.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses pembandingan - dalam era yang mengagungkan prestasi ini - lebih banyak ke atas dibandingkan dengan ke bawah. Konsekwensinya, yang disebut jalan karir hanyalah gerakan naik ke tangga karir yang lebih tinggi. Begitu ada gerakan turun, ia disebut kecelakaan, tragedi atau malah akhir dari dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, sebagaimana jalan yang sebenarnya, tidak pernah ada jalan yang hanya ditandai oleh tanjakan. Sebuah pepatah Zen bahkan bertutur : 'bila ada gunung tinggi, pasti ada lembah yang dalam'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunung dan lembah, dalam pengertian terakhir, adalah dua jalan yang saling mengisi dan saling melengkapi. Tidak pernah terjadi ada gunung tanpa lembah. Atau, lembah tanpa dataran tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan semangat yang sama, karir saya kira juga demikian. Seorang anak petani dari sebuah desa kecil di Jawa Tengah, karirnya merangkak sampai di puncak hirarki kekuasaan di republik ini. Pada akhirnya, setelah di puncak, hukum alam mengharuskannya untuk turun dari situ. Seorang William Soeryajaya pernah demikian berkibar bisnisnya. Kemudian tersandung oleh badai dahsyat. Bahkan, sempat dibawakan peti mati segala. Sekarang, bangkit lagi menjadi 'pahlawan' agri bisnis. Seorang Lady Diana, pernah mengalami banyak naik turun. Menikah melalui pesta pernikahan yang paling dikagumi. Diberitakan berselingkuh dengan orang lain. Menjadi pahlawan para korban perang. Dan terakhir betapa tinggipun ia dipuja, tetap tidak kuasa menghadapi hukum alam yang bernama kematian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang bisa dipelajari dari semua ini, kehidupan anak manusia yang manapun, senantiasa ditandai oleh dinamika naik turun. Siapapun tidak bisa menolaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, logika perbandingan - yang oleh banyak sekolah disebut sebagai bagian dari proses analisis - cenderung menerima gerakan naik, dan menolak gerakan turun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, dengan dibekali sedikit kedewasaan, gerakan karir yang menurun sama nikmatnya dengan gerakan karir yang menaik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rekan saya bersukur dengan datangnya krisis, karena makan dagingnya berkurang dan minyakpun bisa dihindari. Akibatnya, kesehatannya jauh membaik. Seorang anak mantan pejabat tinggi, bisa menilai secara jernih siapa kawan beneran, mana penjilat tak berbudi, setelah sang ayah terjungkal dari kursi kekuasaan. Sahabat saya yang mantan presdir sebuah bank swasta baru sekarang bisa merasakan nikmatnya disayangi istri dan anak-anak. Sebab, selama menjabat tidak pernah ada kesempatan untuk melakukannya. Seorang manajer korban PHK terpaksa pindah rumah ke rumah kontrakan di sebuah kampung yang amat sederhana. Belakangan, ia baru menyadari ketulusan orang kampung yang tadinya dikira hanya bisa menjadi biang kerok. Teman saya yang pengusaha belakangan fasih sekali berbicara agama dan filsapat. Rupanya, waktu luangnya yang demikian berlimpah digunakan banyak membaca. Hasilnya, banyak proses refleksi yang terjadi dalam dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda boleh tidak sepakat dengan saya. Bagi saya, keberhasilan bisa diraih dengan menjaga keseimbangan antara berfikir dan bertindak. Sebab, berfikir tanpa bertindak hanyalah kata-kata kosong. Bertindak tanpa berfikir sering berakhir dengan ketolololan. Nah, waktu luang yang berlimpah sebagaimana dihadirkan oleh keadaan krisis, adalah momentum yang amat tepat untuk mengkaji kembali keseimbangan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka yang terlalu banyak berfikir, datanglah ke lapangan dan saksikan secara langsung bagaimana kompleksitas lapangan bekerja. Mereka yang terlalu banyak bertindak, inilah saat yang tepat untuk belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Morihei Ueshiba dalam The Art of Peace pernah bertutur : 'progress comes to those who train and train.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perspektif ini, grafik kehidupan yang menurun sebenarnya juga sebuah jalan. Sebagaimana jalan yang sebenarnya, saat ia menurun, disamping beban kaki lebih ringan dan perjalanan lebih nikmat, bukankah ini saat yang tepat untuk mengumpulkan energi agar perjalanan lebih cepat di tanjakan berikutnya ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-9169304727305458759?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/9169304727305458759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/23-naik-bukanlah-satu-satunya-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/9169304727305458759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/9169304727305458759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/23-naik-bukanlah-satu-satunya-jalan.html' title='23. Naik Bukanlah Satu-Satunya Jalan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_cwLLp6y_I/AAAAAAAAAGE/vmZuTxs7caA/s72-c/tangga.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-2894353562542918474</id><published>2010-05-21T07:42:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T07:42:06.247+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>22. Nikmatnya Menjadi Orang Biasa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_XWAivmtOI/AAAAAAAAAF8/V2ODu5IfKsY/s1600/orang+biasa.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_XWAivmtOI/AAAAAAAAAF8/V2ODu5IfKsY/s320/orang+biasa.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kalau dianalogikan dengan mobil, ego adalah gas. Kebijakan adalah remnya. Gas tanpa rem mudah sekali membuat kita masuk jurang. Rem tanpa gas hanya membuat kita jalan di tempat.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi orang terkenal, entah jadi menteri, bintang film, presiden direktur, dan lain-lain adalah dambaan banyak manusia. Dalam bingkai berfikir ini, mereka yang berharap-harap ditelepon presiden untuk dijadikan menteri, dan ternyata tidak berhasil, bisa dimaklumi kalau menyimpan banyak kekecewaan. Demikian juga perasaan jutaan insan manusia yang berharap-harap bisa menjadi terkenal, dan ternyata belum kesampaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilihat dari satu sisi, tidak ada yang salah dalam dorongan untuk menjadi terkenal. Sejauh ia dilakukan dengan cara yang wajar, dan memperuntukkan keterkenalannya untuk kepentingan kemanusiaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bahkan berfikir, banyak kemajuan dalam peradaban manusia yang ikut didorong oleh nafsu ingin terkenal. Ibu Theresa begitu terkenal dengan banyak pengabdiannya. Mahatma Gandhi dikenal luas sebagai pejuang kemanusiaan. Bill Gates disebut sebagai manusia terkaya karena inovasi-inovasinya. Konosuke Matsushita disebut dewa manajemen Jepang melalui karya-karyanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana sering saya tuturkan di banyak seminar, dalam tubuh kita ada dua 'burung' yang terus berkomunikasi yakni burung ego dan burung kebijakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Burung ego - yang intinya mau memuaskan lobang-lobang dalam tubuh kita (mata, telinga, hidung, mulut, dll), disamping menjadi sumber banyak persoalan, ia tidak senantiasa buruk. Banyak prestasi dan kemajuan, yang didorong oleh ego.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Burung kebijakan senantiasa menjadi penyeimbang, rem, menjaga jarak dan menjernihkan penglihatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau dianalogikan dengan mobil, ego adalah gas. Kebijakan adalah remnya. Gas tanpa rem mudah sekali membuat kita masuk jurang. Rem tanpa gas hanya membuat kita jalan di tempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan spirit ini, dorongan untuk menjadi manusia terkenal, tentu saja bukan sesuatu yang hina. Ia adalah salah satu bentuk kicauan burung ego. Yang tentunya memerlukan pencerahan dari burung kebijakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari perspektif burung kebijakan, semua tempat, semua jabatan, semua situasi membawa kegembiraan. Sayangnya, kegembiraan terakhir acap diselumiti oleh banyak keinginan. Seorang supir merasa menjadi manajer itu enak. Manajer fikir menjadi direktur itu mengasikkan. Direktur merasa bahagia kalau sudah jadi presiden direktur. Presiden direktur menginginkan agar menjadi pemilik perusahaan. Pemilik perusahaan - kendati kekayaannya sudah triliunan - menilai prestasinya belum apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Digabung menjadi satu, tidak sedikit manusia yang buta dan tuli kegembiraan, semata-mata karena diselumuti oleh keinginan yang tebal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya punya seorang rekan yang sudah naik mercedes new eyes, sering nraktir saya main golf, dompet penuh dengan kartu kredit gold, bisa berlibur kemana saja, punya sepasang puteri yang cantik-cantik. Tetapi, setiap kali ada di lapangan golf tidak pernah bisa tertawa lepas dan lebar. Banyak pasangan mainnya yang hanya bermodal cekak, bisa tertawa dan bergembira. Usut sana usut sini, ternyata ia memiliki banyak keinginan yang belum kesampaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi saya, surga itu ada di mana-mana. Ia ada di terminal yang penuh sesak dengan bau keringat, di warung tegal yang penuh dengan seribu satu laler, di hotel berbintang, di gedung perkantoran yang mewah, atau di mana saja. Persoalannya, ada orang yang menemukannya ada yang tidak. Beda antara keduanya sangatlah sederhana : selimut keinginan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengenal beberapa orang yang terkenal. Sebutlah Dedi Gumelar (Miing) dan Wimar Witoelar. Di layar TV kedua sahabat ini sering membuat saya terkagum-kagum. Dedi membuat saya heran karena kecerdasan lawakannya. Wimar membuat saya respek karena kejernihan pertanyaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, begitu ia ada di samping saya, ia hanyalah orang biasa. Demikian juga orang yang duduk di kursi menteri, gubernur, presiden direktur, dll. Di luar panggung publik, semua orang adalah manusia biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak tahu bagaimana perasaan Dedi dan Wimar. Namun, saya tahu ada banyak sekali orang terkenal yang sebenarnya menderita oleh banyak ketakutan. Takut kalau-kalau suatu saat tidak menjabat lagi. Takut jika popularitasnya hilang. Takut bila kekayaannya lenyap. Takut ditodong dan dirampok. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di lihat dalam perspektif ini, menjadi orang biasa sebenarnya nikmat. Di manapun lapar, tinggal masuk ke tempat yang sesuai dengan isi kocek. Siapapun berkuasa, tidak perlu takut masuk penjara. Naik apapun pergi - naik mercy maupun ojek - sama-sama sampai di tempat tujuan. Berjalan di manapun, tidak perlu takut karena tidak membawa barang berharga. Nikmat bukan ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba perhatikan permukaan bumi ini. Dibandingkan dengan puncak gunung yang tinggi, ada jauh lebih luas dan lebih banyak daratan yang berlokasi di bawah puncak. Lihatlah lautan yang luas. Gelombang tinggi hanya sepersekian saja dari luasnya samudra. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah perlambang bahwa alam - demikian juga kehidupan - menghadirkan jauh lebih banyak hal-hal rendah dan biasa, dibandingkan dengan hal tinggi yang luar biasa. Lebih dari itu, sesuatu yang menjulang kerap tidak tahan lama. Jabatan, kekayaan, terkenal adalah sebagian dari hal-hal yang tidak tahan lama. Akan tetapi, sesuatu yang biasa dan sederhana akan senantiasa hadir sepanjang jam masih berputar. Siapa yang bisa memecat saya dari jabatan sebagai orang biasa ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah pepatah zen menyebutkan : 'tidak terkenal dan tidak berkedudukan adalah kebahagiaan yang paling luhur'. Mungkin benar, karena kita menggendong sangat sedikit ketakutan tanpa kedudukan dan keterkenalan. Disamping itu, kebersihan hati kita relatif kurang terganggu tanpa kehadiran kedudukan dan keterkenalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan makanan yang mengenal rasa kenyang, kedudukan dan keterkenalan sulit sekali untuk disimpulkan cukup dan stop. Ia senantiasa menuntut, menuntut dan menuntut lebih. Untuk itu, bagi mereka yang belum pernah punya kedudukan tinggi dan terkenal, minimnya tuntutan lebih ini, sebenarnya sebuah kekayaan yang mesti disukuri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia bisa membantu membuka selimut keinginan kita, untuk kemudian menyadarkan bahwa semua tempat, jabatan, dan keadaan sebenarnya mungandung kegembiraan. Sebuah modal teramat berguna untuk menjadi manusia produktif.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-2894353562542918474?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/2894353562542918474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/22-nikmatnya-menjadi-orang-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/2894353562542918474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/2894353562542918474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/22-nikmatnya-menjadi-orang-biasa.html' title='22. Nikmatnya Menjadi Orang Biasa'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_XWAivmtOI/AAAAAAAAAF8/V2ODu5IfKsY/s72-c/orang+biasa.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-4910902351895863845</id><published>2010-05-20T09:09:00.000+07:00</published><updated>2010-05-20T09:09:32.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>21. Ketika Kepintaran Tidak Berguna</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_SZz9z0R8I/AAAAAAAAAF0/4YzZ7OaMiWM/s1600/kepintaran.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_SZz9z0R8I/AAAAAAAAAF0/4YzZ7OaMiWM/s320/kepintaran.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Di titik-titik tertentu, kita tidak memerlukan kepintaran. Dalam keadaan lain, kepintaran malah menghadirkan petaka.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Profesi sebagai pembicara publik dan konsultan, kadang mirip psikolog dan dokter. Begitu orang tahu profesi kita, langsung saja orang menghadang dengan sejumlah pertanyaan. Kalau kebetulan pertanyaannya berkisar di sekitar bidang keahlian kita, tidak apa-apa, semuanya aman dan lancar. Namun, banyak orang yang tidak bisa membedakan, mana pertanyaan yang tepat buat konsultan manajemen, ekonom, pakar ilmu sosial dan politik, atau yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah ditanya proyeksi nilai dolar terhadap rupiah, kapan ekonomi recovery, kapan kerusuhan berakhir, siapa yang akan jadi presiden mendatang, apa yang terjadi bila Mega Wati kalah, sampai dengan skandal bank Bali yang menyeret sejumlah elit politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja seluruh kepintaran yang saya miliki tidak bisa menghasilkan jawaban yang memuaskan. Terutama karena berada di luar bidang keahlian yang saya tekuni. Namun, yang namanya klien, peserta seminar, atau peserta kursus, banyak yang tidak mau tahu. Merasa diri membayar, maka saya harus menjawabnya dengan memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sinilah orang memerlukan lebih dari sekadar kepintaran. Di titik-titik tertentu, kita tidak memerlukan kepintaran. Dalam keadaan lain, kepintaran malah menghadirkan petaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi mereka yang mengagungkan sekolah lengkap dengan kepintarannya, mungkin argumen saya amat berlebihan. Namun, setelah lama malang melintang di dunia praktek, kepintaran bukanlah segala-galanya. Agar seimbang, serta sampai pada sasarannya, kepintaran malah memerlukan pengelola. Secara lebih khusus, agar tidak liar tak karuan. Atau, menjadi musuh karir bagi siapa saja yang tidak bisa mengelolanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah anak muda pintar yang baru tamat sekolah, orang tua yang amat close minded dengan kepintaran dan pengalamannya, atau pemimpin yang tidak punya hal lain selain bersikap sok pintar, adalah contoh-contoh spesies manusia yang dikelola oleh kepintarannya. Untuk kemudian, menjadikan kepintarannya sebagai senjata yang ditodongkan ke tubuhnya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kasus terakhir, kepintaran menjadi sumber petaka. Tidak berlaku pepatah yang berucap knowledge is power. Yang benar, knowledge is enemy. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena demikian seringnya berinteraksi dengan banyak orang, setahun bisa mangajar di depan lebih dari seratus ribu orang, saya merasakan sekali batas daya bantu dari kepintaran. Kalau saya hanya memiliki kepintaran untuk dipamerkan, barangkali hanya mampu jadi manusia sombong yang dimusuhi banyak orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman saya bertutur, tubuh kita mengalami gelombang pasang surut mirip dengan cuaca. Meminjam analogi cantik dan menarik sebagaimana pernah dibuat Huanchu Daoren dalam Back To The Beginning, fikiran yang gembira mirip dengan bintang yang terang. Fikiran yang marah seperti angin ribut. Fikiran yang jernih ibarat angin sepoi atau embun pagi yang sejuk. Fikiran yang penuh stres sama dengan matahari panas, atau kabut musim gugur yang kejam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, apapun cuacanya, langit tetap jernih berwarna biru. Betapa indah, jernih dan konrtibutifnya fikiran yang seperti langit. Dalam keadaan digoyang dan diguncang pertanyaan apapun, ketenangan dan kejernihan senantiasa hadir sebagai sahabat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke cerita awal tentang kepintaran, ia tidak selalu bisa mempertahankan birunya langit fikiran. Terkadang, malah menjadi musuh dan penghalang terciptanya 'langit biru' fikiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak tahu, sampai tataran mana langit biru yang saya miliki. Karena tingkatan saya dinilai oleh orang lain. Namun, jutaan godaan emosi yang telah saya lewati. Tingginya gunung hinaan yang pernah ditujukan ke saya. Luasnya hamparan hujatan yang pernah saya lalui. Banyaknya kesulitan hidup yang pernah saya alami. Semua ini, dengan penuh rasa syukur telah berpengaruh amat besar terhadap kejernihan langit biru saya dalam bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang MBA muda dari AS yang mengagumi cara saya menjawab pertanyaan. Ada orang tua yang terkejut ketika mengetahui umur saya sama dengan anak bungsunya. Ada pemilik perusahaan yang menyerahkan anak-anaknya untuk saya bimbing. Namun, tentu saja orang yang tidak senang, menghujat dan memusuhi saya juga masih ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lepas dari semua ini, telah lama saya mendidik diri untuk tampil sama di depan orang yang memuji dan membenci. Mempertahankan kedekatan yang sama antara yang setuju dengan tidak setuju. Tersenyum, baik ketika mengalami suka maupun duka. Berusaha tenang, baik ketika sunyi maupun ramai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih jauh dari sempurna tentunya. Namun, proses belajar terakhir memiliki kontribusi yang amat besar terhadap penciptaan langit biru fikiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengucapkan terimakasih ke Tuhan, ketika habis dimaki orang. Saya bergembira sekali, tatkala berhasil menaklukkan dorongan untuk lari dari masalah. Saya amat menikmati kesalahan yang timbul dari kebodohan dan ketidaktahuan. Sehabis dilecehkan orang, kerap saya mengucapkan terimakasih atas makiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua ini saya lakukan dengan amat serius, karena ia tidak hanya memberi nilai tambah pada seluruh kepintaran yang saya miliki, tetapi juga amat berfaedah ketika kepintaran mulai tidak ada gunanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau saya bukan manusia sekolahan Anda boleh curiga. Tetapi, sebagai orang yang pernah menjelajahi ilmu pengetahuan sampai tataran pilosopis, saya faham betul akan batas-batas pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu sampai pada batas-batas terakhir, di sinilah birunya langit fikiran, menjadi sesuatu yang amat berharga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-4910902351895863845?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/4910902351895863845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/21-ketika-kepintaran-tidak-berguna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4910902351895863845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4910902351895863845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/21-ketika-kepintaran-tidak-berguna.html' title='21. Ketika Kepintaran Tidak Berguna'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_SZz9z0R8I/AAAAAAAAAF0/4YzZ7OaMiWM/s72-c/kepintaran.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-5145466996192481556</id><published>2010-05-19T08:33:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T08:33:44.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>20. Bersahabat Karib Dengan Kebingungan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_M_s55CYPI/AAAAAAAAAFs/nuOBqOPSh0k/s1600/sahabat+karib.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_M_s55CYPI/AAAAAAAAAFs/nuOBqOPSh0k/s320/sahabat+karib.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kesenangan saya untuk bersahabat dengan kebingungan, bukanlah monopoli saya seorang diri. Ia juga dilakukan manusia-manusia mengagumkan seperti Thomas Edison dan Tom Watson.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang penulis produktif dan juga pengamat di bidang personal power, pernah menempatkan saya sebagai orang pertama dan paling utama untuk dicermati di bidang personal power di negeri ini. Dengan menyebut serangkaian perjalanan saya keliling Indonesia untuk memotivasi orang, serta sejumlah buku yang saya terbitkan sebagai bukti, penulis ini sampai pada kesimpulan, sayalah manusia papan atas di bidang personal power di republik ini (Majalah Manajemen edisi Juli 1999). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan sepenuhnya mengerti kaidah keseimbangan dalam menulis, penulis di atas kemudian memberi saya masukan, bahwa buku-buku yang saya terbitkan masih berupa kumpulan tulisan di koran. Sehingga membawa kesan membingungkan. Salah satu masterpiece saya dengan judul 'Kepemimpinan Berdasarkan Air' bahkan disebut berada di tataran yang masih embrional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu spirit dengan tulisan-tulisan terdahulu, saya memang bukan jenis manusia yang mudah silau pada pujian, dan trauma pada makian orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan tetap mengucapkan terimakasih yang dalam kepada penulis di atas, karena memperhatikan karya-karya saya, ada semacam kewajiban bagi saya untuk mendudukkan kembali bangunan berfikir saya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan kebanyakan pemikir maupun konsultan lainnya, yang amat takut dengan kebingungan, saya malah amat mencintai kebingungan. Jangan terkejut dulu !. Ada basis epistimologis yang cukup kuat di balik keyakinan saya yang terakhir ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebingungan, adalah sahabat karibnya kegiatan belajar. Sebab, dengan kebingungan kita dipacu untuk mencari, belajar, mencari dan belajar. Bentuk paling luar dari hidupnya kegiatan belajar, adalah seringnya kita mengucapkan huruf 'O'. Huruf terakhir mengindikasikan, bahwa baru saja kita sampai pada tangga pemahaman yang berbeda dengan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan tetap menghormati rekan-rekan yang melakukan pencaharian di sektor kejelasan, saya meragukan setiap - sekali lagi setiap - bentuk ide yang jelas, terang dan tidak bisa digugat. Dalam sejarah dunia ide, tidak ada satupun ide yang bisa bertahan selamanya, atau menjadi acuan semua orang di semua zaman. Nah, menggantungkan kepala hanya pada satu ide yang jelas, membuat perjalanan intelektual berhenti. Sementara, dunia ide mengalir bersamaan dengan sang waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibandingkan berjalan di tempat, terutama dengan mempercayai sebuah ide yang jelas saja, saya memilih untuk bersahabat dengan kebingungan. Bersama sahabat terakhir, saya yakin sedang mengayuh perahu ide di tengah cepatnya perjalanan sang waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Thomas A. Edison pernah menulis : "Tunjukkan saya orang yang puas sekali, dan saya akan tunjukkan Anda kegagalan". Ini berarti setiap bentuk manusia puas karena kejelasannya, sebenarnya sedang berada di pinggir kuburan dunia belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;John Maxwell pernah melaporkan bagaimana pendiri IBM Tom Watson bersahabat dengan kesalahan dan kebingungan. Suatu hari Tom Watson ditanya, akankah ia memecat karyawan yang melakukan kesalahan sehingga merugikan IBM $ 600,000 ?. Dengan sangat mengejutkan Tom menjawab : "Tidak, saya hanya mengalokasikan dana $ 600,000 untuk melatih dia. Kenapa ? Karena saya mempekerjakan seseorang untuk menyewa pengalamannya".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari Thomas Edison dan Tom Watson, kesenangan saya untuk bersahabat dengan kebingungan, bukanlah monopoli saya seorang diri. Ia juga dilakukan manusia-manusia mengagumkan seperti Thomas Edison dan Tom Watson.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari sekadar sahabat, kebingungan juga sebentuk maha guru imajinasi yang amat mengagumkan. Bayangkan, berapa banyak inovasi yang lahir dari manusia-manusia yang hidup dalam tangga kebingungan. Dengan tidak pernah berhenti, inovator-inovator besar seperti Thomas Edison, berjalan terus melangkahi ribuan bahkan mungkin jutaan tangga kebingungan. Kendati sudah sampai pada tangga penemuan yang mengagumkan sekalipun, mereka tetap berjalan dengan pencahariannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu, ibarat seorang petinju yang dibuat besar oleh sparring partner yang kuat, kebingungan juga bisa menjadi sparring partner yang amat kuat dari petinju intelektual. Setiap pemikir besar yang saya tahu, dari Alvin Toffler, Peter Drucker sampai dengan Jack Derrida, adalah petinju-petinju intelektual yang membiarkan dirinya dipukul dan dihajar oleh kebingungan. Setiap bentuk ide dan teori yang mereka keluarkan, selalu ditempatkan di tatataran tangga yang terbuka untuk dikoreksi. Tidak pernah ada tangga terakhir yang super jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyaksikan kehidupan intelektual di tanah air dengan bingkai berfikir di atas, saya kerap ragu. Saya terlalu maju dibandingkan orang lain, atau saya yang teramat mundur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entahlah, yang jelas saya mengurangi menghabiskan energi terlalu banyak untuk mengukur kemajuan diri dibandingkan orang lain. Disamping karena itu relatif, tetapi juga bisa membuat saya terperangkap dengan pujian dan makian orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tentu saja bertanya, kalau bukan pujian dan makian, apa yang menjadi mesin pendorong saya dalam berkarya ? Bagi saya, siapapun tidak usah takut dengan kehidupan sejauh ia terus menerus belajar. Rezeki, kebahagiaan, dan rahmat Tuhan sejenis akan senantiasa lari ke mereka yang senantiasa belajar. Mirip dengan Rick Warren yang menulis : "Ketika Anda berhenti belajar, Anda berhenti memimpin".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan proses belajar terakhir ini, lebih mungkin dilakukan oleh manusia yang berani bersahabat karib dengan kebingungan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-5145466996192481556?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/5145466996192481556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/20-bersahabat-karib-dengan-kebingungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5145466996192481556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5145466996192481556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/20-bersahabat-karib-dengan-kebingungan.html' title='20. Bersahabat Karib Dengan Kebingungan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_M_s55CYPI/AAAAAAAAAFs/nuOBqOPSh0k/s72-c/sahabat+karib.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-2303869985392886463</id><published>2010-05-18T09:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T09:00:01.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>19. Senyum, Kekayaan Yg Hilang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_H0TBfLRcI/AAAAAAAAAFk/i_eVM6eEEeY/s1600/senyum.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_H0TBfLRcI/AAAAAAAAAFk/i_eVM6eEEeY/s320/senyum.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;senyum - lebih-lebih yang mengakar dalam sampai tingkatan jiwa - bisa memberikan radiasi yang amat luas dalam penyembuhan perusahaan dan masyarakat. Sebab, ia tidak saja berpengaruh pada hubungan antarperseorangan, namun juga pada spirit lingkungan sosial secara keseluruhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senyum, sebenarnya adalah salah satu harta yang diberikan Tuhan ke manusia. Dikatakan demikian, sebab senyum bisa merubah banyak sekali hal. Sedih jadi gembira, benci jadi rindu, orang biasa jadi simpatik, suasana beku menjadi cair, hanyalah sebagian saja dari sekian banyak dampak senyum. Di banyak masyarakat yang memiliki tradisi senyum yang memadai, angka perceraian, pencopetan, perkelahian, pembunuhan dan sejenis jauh lebih rendah dibandingkan masyarakat yang miskin senyum. Ini sekaligus membuktikan, kontribusi senyum terhadap pertumbuhan masyarakat dan sehatnya masyarakat tidaklah kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, kendati kontribusinya besar, secara cepat dan meyakinkan sudah terjadi penyusutan senyum di mana-mana. Entah di kota maupun di desa, di negara maju maupun negara berkembang, di kota metropolitan maupun kota kecil, di perusahaan maupun di masyarakat, semua terkena gejala penyusutan senyum. Mirip dengan gejala narkotika dan obat-obat terlarang, ia merambah dan menular ke mana-mana. Kalau narkoba jelas sekali bagian masyarakat yang mau dihancurkan dan diruntuhkan. Kalau senyum, memang tidak memberi dampak cepat dan langsung, namun terasa sekali degradasi yang ditimbulkan di mana-mana. Kebencian, perceraian, peperangan, permusuhan, team yang tidak bisa bekerja, hanyalah sebagian saja dari bukti degradasi yang diakibatkan oleh menyusutnya kuantitas dan kualitas senyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tempat kerja, kita menyaksikan hubungan antarmanusia yang demikian kaku dan kering. Di dunia politik dan manajemen publik, kita menemukan konflik, hujat menghujat, saling menyalahkan di hampir setiap pojokan. Di dalam dunia hubungan inter dan antar agama, tidak sedikit yang menempatkan agama sebagai sekat-sekat pemisah yang membahayakan. Di dunia keluarga, perceraian bertambah dengan angka-angka yang amat meyakinkan. Sebagaimana ditemukan oleh sebuah hasil penelitian di AS, semakin tinggi earning power wanita maka semakin tinggi angka perceraian. Ini bukan menunjukkan sisi negatif dari wanita bekerja. Namun, betapa lembaga keluarga sebagai benteng terakhir masyarakat, secara cepat dan meyakinkan sedang dan akan runtuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua kecenderungan ini memang disebabkan oleh banyak sekali faktor. Yang jelas, entah sebagai akibat maupun sebab, senyum mempunyai pengaruh yang tidak kecil dalam hal ini. Sosiolog, antropolog dan psikolog boleh saja memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Boleh saja orang memulai dengan terapi-terapi makro seperti reformasi, namun tanpa perubahan di sektor mikro seperti senyum, susah diharapkan ada penyelesaian yang total dan substansial. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut pendapat saya, senyum - lebih-lebih yang mengakar dalam sampai tingkatan jiwa - bisa memberikan radiasi yang amat luas dalam penyembuhan perusahaan dan masyarakat. Sebab, ia tidak saja berpengaruh pada hubungan antarperseorangan, namun juga pada spirit lingkungan sosial secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercermin pada lingkungan sosial kota besar, spirit penuh senyum inilah yang merosot di mana-mana, sekaligus memberikan spirit negatif di mana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayangkan sebuah komunitas yang amat mudah berbagi senyum. Bertemu setiap orang, dimulai dengan senyum. Ada maupun tidak ada pemberian, senyum tetap hadir. Semua kegiatan dimulai dan diakhiri dengan senyum. Alangkah teduh dan sejuknya lingkungan sosial seperti ini ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan tetap bersyukur ke Tuhan, setiap kali naik ke tangga karir yang lebih tinggi, apa lagi menjadi pimpinan puncak perusahaan, saya merasakan sekali kehilangan besar saya terhadap senyum. Di tangga karir yang rendah dulu, terasa sekali mulut akan tersenyum langsung setiap kali bertemu orang, setiap kali bersalaman dan melakukan kegiatan lainnya. Apa lagi bila habis diberi sesuatu oleh orang lain. Seperti ada saklar otomatis yang mengatur senyum setiap kali bertemu orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun di tangga karir sekarang, saya telah dan sedang diproduksi oleh lingkungan kepemimpinan yang memaksa saya pelit dengan senyum. Wibawa, efektivitas kepemimpinan, otoritas, adalah sebagian hal yang membuat pemimpin jadi miskin senyum. Lebih-lebih bagi mereka yang pernah diinjak orang gara-gara dekat dengan bawahan dan banyak senyuman. Hampir pasti, saklar otomatis senyum akan macet dan ogah bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang muncul dari sini, adakah jabatan yang lebih tinggi membuat orang mengurangi senyum ? Saya tidak tahu pengalaman Anda, namun dalam rangkaian pengalaman saya, jabatan memang berkorelasi negatif dengan kuantitas senyum. Semakin tinggi jabatan, maka senyum cenderung semakin sedikit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alangkah ideal dan mengagumkannya kalau ada orang yang bisa sampai di tingkatan jabatan yang tinggi, namun memiliki kuantitas dan kualitas senyum yang malah meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wibawa, karisma dan efektivitas kepemimpinan tidak menurun sedikitpun dengan banyaknya senyuman. Saya memang belum sampai di tataran ideal dan mengagumkan ini. Dan juga sedang mencari pemimpin yang memiliki skor tinggi baik di sektor senyum maupun wibawa dan karisma.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang jelas, kehadiran pemimpin yang tinggi di dua sektor di atas, akan memperingan tugas kemsyarakatan yang ditandai oleh langkanya senyum. Lebih-lebih kalau kita secara bersama-sama juga rajin membagi senyum setiap hari. Mungkin akan amat bermanfaat bila bertanya ke setiap orang setiap hari : sudahkah Anda tersenyum hari ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-2303869985392886463?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/2303869985392886463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/19-senyum-kekayaan-yg-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/2303869985392886463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/2303869985392886463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/19-senyum-kekayaan-yg-hilang.html' title='19. Senyum, Kekayaan Yg Hilang'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_H0TBfLRcI/AAAAAAAAAFk/i_eVM6eEEeY/s72-c/senyum.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-5073440086003632155</id><published>2010-05-17T08:28:00.000+07:00</published><updated>2010-05-17T08:28:55.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>18. Membuka Gembok-Gembok Kemajuan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_CbnRAAWnI/AAAAAAAAAFc/FRgMy4St5kA/s1600/gembok.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_CbnRAAWnI/AAAAAAAAAFc/FRgMy4St5kA/s320/gembok.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Persepsi tidak hanya menjadi pencipta dan pemusnah masalah, ia juga bisa menghadirkan gembok-gembok kokoh yang susah dibuka.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengakhiri tahun ini, saya akan berjalan lagi ke lima kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Medan, Batam dan Yogya), berbagi pengalaman bagaimana memaksimalkan prestasi pribadi. Topik ini saya pilih, karena di masa krisis ini, tidak sedikit manusia yang layu sebelum berkembang. Belum apa-apa, sudah menyerah pasrah. Bahkan, tidak sedikit manusia yang sebenarnya tidak punya masalah berarti, namun ikut membungkus diri dengan kesulitan, terutama akibat lingkungan yang penuh dengan kesulitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba perhatikan orang yang baru bercerai dengan isteri. Ada yang bunuh diri kemudian. Ada juga yang mencari isteri baru yang lebih cantik. Amati kemacetan Jakarta yang tidak mengenal ampun. Sebagian orang ngedumel dan memaki-maki. Sebagian lagi menjalaninya sambil bernyanyi-nyanyi kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang bisa ditarik dari dua contoh ini, yang membuat kejadian menjadi masalah bukannya kejadian itu sendiri, tetapi bagaimana kita mempersepsikan kejadian. Jadi, kuncinya terletak pada jendela persepsi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masuk ke pembahasan lebih dalam tentang jendela terakhir, persepsi tidak hanya menjadi pencipta dan pemusnah masalah, ia juga bisa menghadirkan gembok-gembok kokoh yang susah dibuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak bisa, tidak mungkin, tidak berpengalaman, tidak berpendidikan, tidak cukup umur, terlalu tua, tidak pernah mencoba, tidak cocok, tidak punya bakat hanyalah sebagian kecil dari deretan gembok yang diproduksi persepsi. Kokoh tidaknya gembok-gembok terakhir, memang sangat relatif. Dan bisa tidaknya kita keluar dari sini, lebih banyak ditentukan oleh ketekunan dan keyakinan yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai prestasi manusia, sampai sekarang memang masih terjadi perdebatan, apakah kala lahir kita membawa modal bawaan atau tidak. Ada yang bertutur, bila yang kita bawa gelas kecil, maka di lautpun yang bisa diambil hanya segelas air. Jika yang dibawa kontainer, maka di kali kecilpun maka air yang diperoleh jadi banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi saya pribadi, gelas maupun kontainer bukanlah barang bawaan dari kandungan sang Ibu, ia adalah hasil produksi sang persepsi. Makanya, ada manusia lahir dari keluarga kaya dan terdidik, namun kemudian terperosok dalam kemiskinan. Ada juga yang lahir dari keluarga sederhana, namun beasiswa membawanya pada tataran kehidupan yang melompat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asal muasal banyak kemajuan, demikian bacaan dan pengalaman saya bertutur, berawal dari keberanian untuk membuka serangkaian gembok psikologis di atas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bill Gates hanyalah seorang manusia yang sekolahnya tidak selesai, namun prestasinya melewati banyak sekali manusia sekolahan. Cory Aquino hanyalah seorang perempuan biasa yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, tetapi merubah sejarah Pilipina secara meyakinkan. Singapura hanyalah sebuah pulau kecil dengan penduduk yang super kecil juga. Tetapi, negara 'raksasa' dengan ribuan pulau dan ratusan juta manusia, harus membayar ikhlas untuk banyak sekali biaya pelayanan. Anthony Robbins adalah seorang anak muda yang berpenyakit sejak lahir, namun menjadi kaya raya karena bangkit, dan kemudian membagi 'ilmu' kebangkitannya ke orang lain. Chin Ning Chu hanyalah perempuan muda yang merantau dari Cina ke Amerika, dengan modal yang amat terbatas, melamar ke sana ke mari tidak diterima. Namun, sekarang menjadi salah seorang pembicara yang mendunia. Kenji Eno adalah anak muda belum berumur 30 yang putus sekolah saat SMU. Sekarang, oleh Business Week disebut sebagai bintang Asia. Sejumlah pengamat industri bahkan menyebutnya sebagai 'dewa' industri game.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bisa menambah contoh ini dengan sederetan contoh lainnya. Namun, baik Bill Gates, Cory Aquino, Anthony Robbins sama-sama berhasil membuka sejumlah gembok psikologis. Bayangkan, Bill Gates bisa menjadi 'raja' industri teknologi informasi dunia, setelah keluar dari belenggu ketidak mampuan akibat putus sekolah. Cory Aquino, bahkan lebih hebat lagi. Tidak sedikit yang menyebutnya dengan perempuan biasa yang tidak tahu diri. Banyak yang melihatnya sebelah mata di awalnya. Tetapi, ia keluar dari segala belenggu tidak mungkin tadi. Anthony Robbins, bila Anda rajin membaca karya-karyanya, pernah menjadi tukang sapu dan tukang pel lantai. Hanya sebuah keberanian luar biasa, yang bisa merubah diri dari tukang pel menjadi pembicara publik tingkat dunia yang sangat mahal. Chin Ning Chu juga sama, dalam sebuah seminarnya di Jakarta, ia bahkan mengemukakan, satu-satunya modal berguna yang dibawa dari Cina ke Amerika, hanyalah sebuah buku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara membuka sejumlah gembok psikologis di atas, memang akan saya kemukakan secara komplit, di seminar di lima kota di atas. Namun, karena keterbatasan halaman izinkan saya menceritakan sebagian saja dalam kesempatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, to dream the impossible dream. Milikilah keberanian untuk bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik. Ingat, mimpi, cita-cita dan sejenis adalah pompa yang membuat kehidupan berdenyut penuh semangat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, the power of consistency. Lihatlah air yang menetesi batu yang sama terus menerus. Penyok juga bukan ? Demikian pula dengan keberhasilan dan kemajuan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, bermain-mainlah dengan ide. Tidak ada yang tidak mungkin bagi manusia yang berani bermain-main dengan ide. Lebih-lebih bila ditambah dengan keberanian untuk melaksanakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat, banjiri diri anda dengan dunia yang penuh kemungkinan-kemungkinan. Ia bisa dilakukan dengan membaca, melihat, mencoba dan positive self talk.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-5073440086003632155?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/5073440086003632155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/18-membuka-gembok-gembok-kemajuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5073440086003632155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5073440086003632155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/18-membuka-gembok-gembok-kemajuan.html' title='18. Membuka Gembok-Gembok Kemajuan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S_CbnRAAWnI/AAAAAAAAAFc/FRgMy4St5kA/s72-c/gembok.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-5172081155076708733</id><published>2010-05-15T10:55:00.001+07:00</published><updated>2010-05-17T08:40:55.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>17. Merajut Sutera Keberhasilan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-4a7U7RzfI/AAAAAAAAAFU/2ifyj9dj6Os/s1600/merajut.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-4a7U7RzfI/AAAAAAAAAFU/2ifyj9dj6Os/s200/merajut.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Dan apakah kerja dengan rasa cinta itu ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;laksana menenun kain dari benang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;yang ditarik dari jantungmu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;seolah-olah kekasihmulah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;yang akan mengenakan kain itu…&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk pertama kali dalam kehidupan saya sebagai pembicara publik, saya bertatapan dengan ratusan pasang mata yang lapar motivasi. Anak-anak muda korban likuidasi perbankan ini, membawa refleksi mendalam dalam kehidupan saya. Baru saja memulai karir dalam beberapa tahun, tiba-tiba saja langit karir mereka bergoyang. Itupun ditutup dengan cerita kurang sedap tentang pesangon yang belum menentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana pernah saya alami, umur-umur muda baru selesai sekolah, adalah umur pembentukan yang masih ditandai sejumlah kelabilan psikologis. Bangunan karir masih jauh sekali dari selesai. Bahkan, fondasinyapun sebagian saja belum terbentuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila di tahap prematur seperti ini ada goncangan PHK, tentu ini bukanlah sebuah godaan yang ringan. Namun, apapun yang dilakukan orang di tahapan manapun, kita tidak pernah berhenti merajut sutera kehidupan (baca : keberhasilan) selama masih bernafas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana pernah ditulis Swami Vivekananda, 'Fikiran, kata-kata dan tindakan kita, semuanya adalah benang-benang rajutan yang kita tenun pada diri kita'. Sayangnya, banyak manusia - terutama yang sedang dilanda sejumlah godaan seperti PHK - bukannya merajut keberhasilan, melainkan menghancurkannya. Baik melalui fikiran, kata-kata maupun tindakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita mulai dengan dunia fikiran. Setiap orang dewasa memiliki kerangka dalam fikirannya. Begitu bertemu dengan kerangka orang yang mirip dengan keinginan kita, maka mudah sekali timbul keakraban. Demikian juga sebaliknya. Ini yang bisa menjelaskan, kenapa seseorang dengan 'kerangka' maling cepat akrab di komunitas maling. Atau seseorang dengan 'kerangka' kiai cepat merasa kesepian di tengah pembohong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses bagaimana kerangka tadi terbentuk, tidaklah cepat dan mudah. Ia mirip dengan proses air yang menetes kemudian melobangi batu : lama, panjang namun konsisten. Sebagian proses ini bersifat sengaja, sebagian lagi berjalan di luar kesengajaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang yang hidupnya penuh frustrasi, tanpa disadari sebenarnya sedang membangun 'kerangka' tertentu dalam dirinya. Pada awalnya, diri kita menolak dibawa ke wilayah baru ini. Namun, begitu ajakan-ajakan frustrasi tadi dilakukan dalam waktu yang lama dan panjang, diri kita mulai merasa nyaman dengan kerangka baru ini. Makanya, orang yang tadinya pemalu (sebagai contoh penyanyi Madonna) bisa menjalani kehidupan yang jauh dari rasa malu kemudian. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek kedua dari rajutan sutera keberhasilan adalah kata-kata. Yang terakhir ini sebenarnya tidak hanya rangkaian huruf yang membentuk makna. Kata-kata juga membentuk kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba perhatikan manusia-manusia yang suka berkata-kata kasar, jorok, dan dengki. Bila itu dilakukan dalam kurun waktu yang lama dan panjang - tanpa perbaikan berarti - jangan terkejut kalau mereka memasuki gerbang kehidupan yang kasar, jorok dan dibenci orang. Saya pernah menemukan orang demikian dalam jumlah yang tidak sedikit. Sebaliknya, coba buka catatan sejarah tentang pemimpin-pemimpin besar. Rangkaian kata-katanya banyak yang menggugah, menyentuh dan memberi inspirasi. Kalau setelah mereka meninggal, banyak orang berkomentar seindah kata-kata yang pernah diucapkan pemimpin, ini bukanlah sebuah kebetulan belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini bisa terjadi, karena kata-kata yang kita keluarkan sebenarnya terpantul ke diri kita. Diri kita sebagian adalah hasil echo dari kata-kata yang kita ucapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek ketiga sekaligus yang paling riil dari sutera keberhasilan adalah tindakan. Diri kita, sebenarnya hasil dari keputusan dan tindakan yang diambil di masa lalu. Saya menjadi pembicara publik dan konsultan karena pernah dan konsisten memutuskan untuk tetap di jalur ini. Orang bisa menjadi penjudi karena pernah memutuskan untuk menjadi penjudi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapapun tanpa terkecuali, bisa memberikan warna terhadap kehidupannya melalui keputusan dan tindakannya. Namun, impak yang ditimbulkannya menjadi kecil jika seseorang sering melakukan zig-zag dalam kehidupan. Hari ini mau jadi agen asuransi, besok mau jadi pegawai bank. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu, kita juga sedang membentuk diri sendiri melalui percobaan-percobaan kehidupan yang dilakukan setiap hari. Seorang sahabat saya di masa muda tidak bisa keluar dari profesi judi karena pernah mencoba dan menang besar. Ada teman yang sangat menikmati kehidupan menjadi pendeta, karena pernah mencoba dan ternyata cocok dengan apa yang dicari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Digabung menjadi satu, fikiran, kata-kata dan tindakan adalah bahan-bahan sutera keberhasilan yang amat menetukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syukurnya, ketiga-tiganya diizinkan untuk berada dalam kontrol kita. Sayangnya, karena ketidaktahuan, kekhilafan atau ketidakmampuan belajar, kita sering membiarkan wajah kehidupan kita 'dibentuk' oleh fikiran, kata-kata dan tindakan yang kita buat sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke cerita awal saya tentang ratusan anak muda korban PHK, yang saya temui dalam seminar yang diadakan BPPN (Badan Penyeehatan Perbankan Nasional), umur muda sebenarnya sebuah peluang emas. Sutera Anda belum terlalu terbentuk. Sebagian besar fikiran Anda masih bersih. Tabungan kata-kata kotor Anda masih sedikit. Demikian juga dengan tindakan, masih terlalu banyak yang bisa dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kahlil Gibran dalam Sang Nabi pernah menulis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…Dan apakah kerja dengan rasa cinta itu ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;laksana menenun kain dari benang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang ditarik dari jantungmu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seolah-olah kekasihmulah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang akan mengenakan kain itu…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-5172081155076708733?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/5172081155076708733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/17-merajut-sutera-keberhasilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5172081155076708733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/5172081155076708733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/17-merajut-sutera-keberhasilan.html' title='17. Merajut Sutera Keberhasilan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-4a7U7RzfI/AAAAAAAAAFU/2ifyj9dj6Os/s72-c/merajut.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-6477239509380518069</id><published>2010-05-14T09:11:00.002+07:00</published><updated>2010-05-14T09:15:50.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>16. Hari Ini, Hari Terbaik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-yxQjZup_I/AAAAAAAAAFM/hHKo4ZDNhWU/s1600/sungai.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-yxQjZup_I/AAAAAAAAAFM/hHKo4ZDNhWU/s320/sungai.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kita tidak pernah melewati sungai yang sama dua kali'. Ini benar, sebab tiap detik air sungai berganti. Demikian juga dengan waktu, tiap detik yang lewat tidak akan pernah bisa terulang kembali.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sejumlah daerah, ada orang yang mencari hari terbaik untuk melakukan berbagai kegiatan. Ada hari baik untuk menikah. Hari baik untuk bercocok tanam, membangun rumah dan masih banyak lagi yang lain. Sayangnya, saya tidak pernah bertemu - kendati sudah tanya sana sini - ada hari terbaik untuk menjalani hidup dan kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya punya seorang rekan yang teramat jarang memiliki rasa senang. Ketika di Jakarta, dia fikir di Bali lebih enak. Setiap kali bangun di pagi hari, ia selalu berharap ada mukjizat di hari itu. Hampir setiap hari yang ia jalani, diisi penuh dengan harapan : besok baru datang kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai hasilnya, tubuhnya banyak sekali dimakan oleh fikirannya. Penyakit sering datang berkunjung. Stress apa lagi, ia datang tanpa pernah mengenal tahu diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setahun lebih setelah krisis melanda republik ini, saya menemukan semakin banyak manusia yang mirip dengan rekan di atas. Tatapan mata kosong. Penuh harap akan masa depan. Dan, tidak melihat satu titik cahaya terangpun di hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana saya tulis di buku saya berjudul Sukses Berdasarkan Prinsip Sungai, dalam bahasa Inggris masa lalu di sebut past - telah lewat. Masa depan diberi nama future - belum jelas. Dan masa sekarang diberi judul present, alias hadiah. Bila diandaikan dengan uang, masa lalu adalah cek yang sudah kadaluwarsa. Masa depan, mirip dengan cek dengan tanggal yang akan datang. Satu-satunya uang tunai yang tersedia adalah hari ini. Ia adalah hadiah yang diberikan Tuhan ke kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayangkan jika Anda memberi hadiah ke orang lain. Kemudian,ia mencacampakkan hadiah tersebut di hadapan Anda. Nah, orang-orang yang tidak menghargai hari ini, setali tiga uang dengan manusia yang mencampakkan hadiah di depan mata pemberi hadiah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah pepatah pernah menyatakan : 'kita tidak pernah melewati sungai yang sama dua kali'. Ini benar, sebab tiap detik air sungai berganti. Demikian juga dengan waktu, tiap detik yang lewat tidak akan pernah bisa terulang kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena tidak bisa diulang lagi, satu-satunya pilihan yang tersedia buat kita hanya satu : menikmatinya !. Ketika artikel ini sedang dibuat, saya sedang mendengar bunyi hujan yang jatuh menimpa atap rumah. Burung gereja duduk bertengger di kabel telepon saling mengasihi dengan yang lain. Air sungai di belakang rumah mendekati penuh. Bunga teratai di halaman rumah sedang mengembang. Saya mencoba membuat rangkaian yang bisa menjadikan detik itu nikmat. Kombinasi antara suara hujan, cicit burung gereja serta gemercik air di sungai, merajut sebuah kesejukan hidup yang memaksa saya berucap lirih : terimakasih Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara materi, memang ada banyak manusia yang lebih kaya dibandingkan dengan saya. Mobil tetangga lebih bagus. Sebagian rumah mereka lebih mewah. Namun, rajutan kehidupan yang menempatkan suara hujan, cicit burung dan gemercik air sungai sebagai sebuah kesejukan, boleh jadi, hanya milik saya seorang diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kejenuhan datang berkunjung, saya menyiasatinya dengan mengobrol kecil bersama satpam, tukang kebun, atau malah pergi ke rumah sakit serta melewati kuburan. Salah satu alasan kenapa saya tinggal di Bintaro Jaya, karena setiap datang dan pergi harus melewati kuburan Tanah Kusir. Dan, tidak ada cahaya pantulan refleksi kehidupan yang lebih besar dibandingkan kuburan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah rekan yang mau berkunjung ke rumah mengeluh dengan kemacetan sebelum memasuki Bintaro. Bagi mereka, kemacetan adalah salah satu bentuk neraka. Kendati kadang dibuat stres olehnya, saya belajar untuk menempatkan kemacetan sebagai kursus kesabaran yang paling efektif. Dan, ternyata memang demikianlah adanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke cerita awal tentang hari terbaik dalam kehidupan, Anda memang boleh punya pilihan hari yang lain. Namun, bagi saya karena hari ini adalah satu-satunya hari yang paling riil dalam kehidupan, maka inilah hari terbaik saya dalam kehidupan. Baik untuk dinikmati, untuk digunakan sebagai turning point perbaikan, tempat menabung bagi masa depan, menyayangi anak isteri, atau mulai mengumpulkan teman baik sebanyak-banyaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirip dengan berada di tengah terowongan yang gelap gulita. Dibandingkan meratapi keputusan kenapa saya bisa sampai di sini. Atau berharap besok akan ada mukjizat bahwa terowongan penuh dengan sinar, lebih baik berhenti sejenak, melihat kiri kanan barangkali ada yang bisa dinikmati, kemudian baru berfikir bagaimana keluar dari sini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, ada banyak sekali rekan yang pusing, stres bahkan ada yang sakit dibuat oleh 'gelapnya terowongan' kehidupan di masa krisis. Coba perhatikan alam sekitar Anda. Dari orang yang berjalan, suara yang Anda dengar, sampai bau yang masuk lewat hidung. Dengan sedikit ketrampilan merajut, hari ini bisa menjadi hari terbaik dalam kehidupan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda yang terkena PHK, menunggu mendapatkan pekerjaan, baru memulai usaha secara mandiri, atau dicampakkan oleh kenaikan harga bahan pokok yang sudah sangat tidak sopan lagi, dengan sedikit kreativitas, coba rajut lagi kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isteri rekan saya berhasil memasak banyak sekali menu baru yang enak tetapi hemat. Rekan saya yang dulu gemuk, sekarang langsing dan segar karena memakan banyak sayur. Sahabat saya yang kurang pergaulan, sekarang merasakan nikmatnya punya banyak teman setelah punya banyak waktu luang. Inilah rangkaian kegiatan yang saya sebut dengan merajut kembali hari ini sebagai hari terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-6477239509380518069?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/6477239509380518069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/16-hari-ini-hari-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6477239509380518069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6477239509380518069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/16-hari-ini-hari-terbaik.html' title='16. Hari Ini, Hari Terbaik'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-yxQjZup_I/AAAAAAAAAFM/hHKo4ZDNhWU/s72-c/sungai.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-3275482554075190619</id><published>2010-05-12T09:16:00.001+07:00</published><updated>2010-05-12T09:16:42.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>15. Kecil Itu Berkah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-oPOffxuoI/AAAAAAAAAFE/EntTAK-W81I/s1600/Berkah.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-oPOffxuoI/AAAAAAAAAFE/EntTAK-W81I/s320/Berkah.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kekayaan dan hal-hal besar ini, tidak menghadirkan berkah kebebasan hidup, malah sebaliknya, mengikat diri dengan tali-tali semu yang amat mengganggu.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali saya terbang melalui bandar-bandar udara kecil seperti Solo dan Pekanbaru, terasa sekali sentuhan kota kecil yang memikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga ketika saya dan keluarga tinggal lama di kota kecil Lancaster Inggris, atau ketika di kota kecil Fontainebleau Prancis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Bandara Adi Sumarno Solo, sebagian orang memanggil nama saya dengan ekspresi muka yang ramah dan akrab. Baik ketika check-in maupun sesaat setelah landing, selalu saja saya bertemu setidaknya dua muka ramah dan akrab sambil menyapa penuh persahabatan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Pekanbaru juga sama. Seorang petugas check in untuk pesawat Caltex, yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengaku pernah menjadi peserta lokakarya saya di Bandung, selalu saja memberikan tempat duduk VIP di depan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Lancaster saya juga bertemu suasana yang relatif sama. Suatu hari istri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya membawa bawaan dari pasar yang tak terlalu berat untuk ukuran orang Indonesia. Tapi, tiba-tiba saja ada petugas polisi yang menghampirinya, sambil membawakan barangnya sampai di halte bus. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga dengan tukang daging, yang menghadiahkan jeroannya secara gratis ke kami sekeluarga, setelah curiga kami sekeluarga hidup amat pas-pasan. Di kota kecil Fontainebleau Prancis juga sama. Lebih dari tiga kali restoran Cina kota itu memberi saya nasi goreng gratis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa tiba-tiba saja saya ingat dengan kehidupan yang serba kecil ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu lalu, ketika putri saya dijemput mamanya di sekolah, ia bertutur, bahwa kehidupannya yang paling indah adalah ketika masih tinggal di kompleks amat sederhana di daerah Ciganjur, Jakarta Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendati rumah kami amat jelek, kantong saya masih cekak, anak sekolah di SD negeri pinggiran kota, namun putri saya bertemankan anak-anak tetangga yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;amat jujur, ceria, mudah membantu, dan yang paling penting semuanya dilihat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari kacamata menyenangkan. Menaiki pohon jambu, mendorong sepeda orang, atau membentuk tanah yang kotor menjadi patung-patungan, adalah rangkaian kegiatan yang amat berkesan dalam kehidupan putri saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, ketika ia belajar di sekolah yang semua muridnya dijemput dengan mobil pribadi, tinggal di perumahan yang hampir semua tetangga memiliki Mercedes dan BMW, putri saya kehilangan semua keindahan yang pernah ia nikmati ketika kehidupan masih 'kecil'. Teman-teman sekolahnya yang tumbuh dari kecil sebagai anak orang berada, hanya mengenal satu kamus kehidupan : berkompetisi. Anak tetangga hampir semuanya sibuk dengan kehidupan individunya di rumah megah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang mau saya ceritakan dengan semua ini, rupanya kehidupan yang 'kecil'itu amat patut untuk disyukuri. Baik karena menjadi pembanding kehidupan, atau juga karena menghadirkan banyak sekali nikmat - persis seperit yang dialami putri saya. Sayangnya, dengan derasnya arus budaya yang menganggap bahwa hanya dengan hal-hal 'besar'-lah manusia bisa hidup layak, maka banyak orang yang mengecilkan, atau menyepelekan kehidupan-kehidupan kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persis seperti tatapan mata orang-orang kota besar seperti London, Paris, dan Jakarta. Dimana hanya hal-hal besarlah yang mengundang rasa hormat dan kagum. Rumah besar, mobil mewah, jabatan megah, pakaian berlimpah. Semuanya serba besar dan wah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tak tahu bagaimana kehidupan Anda. Yang jelas, saya memiliki banyak sekali teman yang lahir dari orang kaya, kemudian hidupnya bukannya banyak berkah, malah diikuti oleh keterikatan-keterikatan membelengu. Hanya bisa tidur kalau minum obat, hanya percaya diri kalau memakai pakaian dan mobil mewah, hanya bisa makan di restoran kelas atas, hanya merasa pantas bermasyarakat setelah main golf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercermin dari sini, kekayaan dan hal-hal besar ini, tidak menghadirkan berkah kebebasan hidup, malah sebaliknya, mengikat diri dengan tali-tali semu yang amat mengganggu. Idealnya, tentu saja hidup megah dengan penuh berkah tentunya. Akan tetapi, sudah menjadi rahasia semua orang, segala hal yang besar mudah sekali membuat orang menjadi serakah. Untuk kemudian keluar dari hidup yang penuh rasa syukur dan berkah. Oleh karena alasan inilah, maka setiap hari saya mendidik diri untuk memperkuat rem keserakahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kantor, di jalan, di rumah, di tempat kondangan, atau dihotel, selalu saja mata dan pancaindra ini mesti di rem secara ketat. Dan sejalan dengan cerita di atas, rem paling pakem adalah pengalaman pernah hidup dengan kehidupan yang serba kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai konsultan yang pernah keluar masuk berbagai perusahaan, di berbagai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kota, terasa sekali sentuhan kehidupan yang serba kecil. Dikota kecil Wonogiri, Jawa Tengah, setiap kali saya memasuki pabrik yang penuh dengan tenaga kerja wanita, terasa sekali bungkusan-bungkusan kehidupan yang serba kecil. Baju sederhana, sepeda sederhana, sepatu sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, dilingkungan inilah terasa berkah Tuhan melimpah. Tidak ada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;karyawati yang tidak murah dengan ucapan terima kasih. Setiap pemberian,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;selalu ditempatkan di atas kepala. Serangkaian hal yang amat jarang saya temui di lingkungan kerja yang dipenuhi mobil Mercedes, dasi Vercase, dan sepatu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bally.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari sini, kalau EF Schumacer menulis bahwa 'kecil itu indah', saya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;cenderung berargumen : 'kecil itu berkah'. Dan kecil terakhir, tidak berhubungan dengan jumlah materi, namun berhubungan amat dekat dengan seberapa bersyukur Anda dengan berkah-berkah Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-3275482554075190619?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/3275482554075190619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/15-kecil-itu-berkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3275482554075190619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3275482554075190619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/15-kecil-itu-berkah.html' title='15. Kecil Itu Berkah'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-oPOffxuoI/AAAAAAAAAFE/EntTAK-W81I/s72-c/Berkah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-3916925137686774241</id><published>2010-05-11T08:05:00.001+07:00</published><updated>2010-05-11T08:07:37.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>14. Berlian Dan Bau Busuk</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-is30xMkRI/AAAAAAAAAE8/QinSWK6vw3o/s1600/Berlian.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-is30xMkRI/AAAAAAAAAE8/QinSWK6vw3o/s320/Berlian.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Di manapun berlian tetap berlian. Akan tetapi, agar berlian Anda ditemukan orang, diperlukan banyak usaha dan pengorbanan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Jack Welch menjadi nara sumber seminar di Jakarta, seorang peserta bertanya, bagaimana ia bisa mengelola gurita usaha yang demikian besar dan berhasil. Entah ia rendah hati, entah benar-benar seperti itu keadaannya, salah satu CEO terkemuka dunia ini berujar, tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan sebesar itu seorang sendiri. Bahkan, diapun tidak sanggup melakukannya. Ia melakukan semua pekerjaan besar ini, bersama-sama orang-orang terbaik yang dimiliki General Electric. Oleh karena alasan terakhirlah, maka setiap kali Welch berjalan-jalan keliling dunia, ia selalu mencari orang-orang terbaik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila benar demikian, rupanya salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola gurita usaha yang demikian meraksasa, adalah mencari dan memilih orang yang tepat. Sebagaimana pernah saya tulis, begitu orang-orang berada di tempatnya yang tepat, mesin organisasi akan hidup dan lari cepat dengan sendirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalannya sekarang, bagaimana kita bisa menemukan orang-orang tepat ini dalam keseharian ? Sebagai orang yang telah lama malang melintang membantu klien di sektor SDM, serta bergaul luas dengan banyak sekali rekan psikolog yang berjam terbang tinggi dalam memilih orang, saya sampai pada kesimpulan : memilih orang bukanlah perkara yang mudah. Lebih-lebih memilih orang potensial, sekaligus tepat di posisinya serta berkinerja tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali terjadi, mencari orang seperti menanam pohon. Ketika bertemu bibit yang tepat, lahannya kurang mendukung. Kadang terjadi, karena tidak ada pilihan, terpaksa memilih bibit yang kurang memadai. Akan tetapi, karena lahannya subur, maka berkembanglah sang bibit secara meyakinkan. Idealnya memang, bibitnya baik dan lahannya subur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayang kehidupan nyata jarang dalam kondisi ideal. Satu ketika, saya pernah menemukan seorang manajer dengan potensi yang tinggi, sekaligus memiliki kemampuan interaksi yang mengagumkan. Namun, bertemu dengan lingkungan pemilik dengan gaya ‘memiliki’ karyawan. Di mana pekerjaan pribadi dicampur dengan pekerjaan kantor, tidak mengenal hari libur, ketika harus berkumpul dengan keluarga mendadak dipanggil. Maka larilah calon potensial tadi entah kemana. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari sini, mampu menggaji orang tidak otomatis bisa membuat orang dan organisasi berkinerja tinggi. Ada faktor kedua setelah mampu menggaji, yakni kemampuan untuk menggunakan sang calon. Tanpa kemampuan terakhir, keadaan hanya akan menyerupai bibit unggul yang ditanam di atas batu kering.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sinilah letak kelalaian banyak orang berduit. Punya uang tetapi tidak bisa menggunakan orang secara tepat dan pas. Ujung-ujungnya, kadang konsultan yang disalahkan, kerap alat test yang dianggap keliru, psikolog dikatakan kurang kompeten.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih-lebih kalau ‘lahan kering’ tadi bertemu dengan kebiasaan tidak sabar untuk sedikit-sedikit memecat orang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, mencari orang berbakat sekaligus cocok dengan kita lebih mirip dengan mencari berlian, dibandingkan dengan mencari sumber bau busuk. Mencari berlian memerlukan waktu, ketekunan, kesabaran dan tidak jarang malah membutuhkan pengorbanan. Namun mencari sumber bau busuk, ia relatif lebih mudah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini tidak hanya berlaku bagi perusahaan dan pengusaha. Ia juga berlaku pada pribadi-pribadi yang merasa memiliki berlian di dalam dirinya. Untuk menunjukkan bahwa diri Anda berlian memerlukan waktu yang amat panjang, pengorbanan dan kesabaran. Lain halnya kalau mau menunjukkan kebusukan-kebusukan. Dalam waktu yang amat pendek, semua orang tahu akan kebusukan-kebusukan tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah memiliki seorang mantan atasan yang amat tekun. Sejak tamat SMU telah mulai bekerja, sambil bekerja ia kuliah. Tidak jarang ia melaksanakan pekerjaan setingkat kuli. Untuk sampai pada posisi tertinggi di dalam perusahaan, ia sudah mendaki tangga karir yang terjal, berat, menggoda dan menyakitkan. Setelah dua puluh tahun, baru pemilik tahu kalau dialah berliannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lain halnya dengan bau busuk. Lihat saja mantan menteri yang dibawa ke pengadilan gara-gara korupsi. Hanya butuh waktu bulanan untuk menghancurkan seluruh bangunan karir dan reputasinya yang selama ini amat menjulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari sini, bagi perusahaan maupun bagi pribadi, teramat penting untuk menyadari hakikat mendalam dari berlian dan bau busuk. Kita semua memang tidak menyukai bau busuk dan menyukai berlian. Namun, sebagaimana cerita di atas, untuk menemukannya atau untuk ditemukan orang lain, memerlukan tenggang waktu dan pengorbanan yang amat berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercermin dari sini, setiap kali ada gangguan atau godaan karir, saya belajar untuk menempatkannya dalam kerangka berlian dan bau busuk ini. Demikian juga kalau menghadapi klien tidak sabar dan mau cepat-cepat tahu berliannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana kita berproses secara panjang dan kompleks menjadi manusia dewasa. Berlian dalam bentuk karyawan, maupun diri kita juga sama. Ada kalanya kita memiliki kinerja yang turun drastis. Ada saatnya orang demikian bergairah dalam memacu prestasi. Kalau hanya karena ketidaksabaran, egosime dan sejenisnya kita memfokuskan pada bau busuk – dan lupa potensi berliannya – tidak ada perusahaan yang akan menemukan berlian. Demikian juga dengan Anda yang menyimpan berlian dalam diri masing-masing. Benar ungkapan orang bijak, di manapun berlian tetap berlian. Akan tetapi, agar berlian Anda ditemukan orang, diperlukan banyak usaha dan pengorbanan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-3916925137686774241?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/3916925137686774241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/14-berlian-dan-bau-busuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3916925137686774241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/3916925137686774241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/14-berlian-dan-bau-busuk.html' title='14. Berlian Dan Bau Busuk'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-is30xMkRI/AAAAAAAAAE8/QinSWK6vw3o/s72-c/Berlian.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-7002144976078250290</id><published>2010-05-10T09:20:00.001+07:00</published><updated>2010-05-12T09:24:41.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>13. Manusia Paling Beruntung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-dtJRLyS0I/AAAAAAAAAE0/hBFMcEpRF6s/s1600/beruntung.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-dtJRLyS0I/AAAAAAAAAE0/hBFMcEpRF6s/s320/beruntung.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;berhasil mengatasi baik dan buruk, kalah dan menang, adalah keberuntungan sejati&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sebuah seminar yang diadakan Asosiasi Manajer Indonesia cabang Bandung akhir Januari 1999, seorang peserta bertanya ke saya tentang feng Shui. 'Adakah keyakinan ini benar, atau hanya sugesti belaka ?', demikianlah kira-kira bunyi pertanyaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terus terang, ini memang bukan bidang kajian saya. Namun, setelah mendengar dan membaca sejumlah cerita tentang feng shui, saya menemukan dua jenis penjelasan. Pertama, sebagian teori feng Shui memiliki akar rasionalitas. Contohnya, rumah tidak boleh tusuk sate tentu saja bisa dimaklumi. Sebab, kalau ada mobil yang remnya blong, maka celakalah akibatnya. Kedua, kendati sebagian teori feng Shui kelihatannya tidak masuk akal, namun karena dipercayai dan diyakini banyak orang maka ia menjadi collective beliefs. Apapun yang diyakini - apalagi secara berlebihan - bisa menjadi magnet yang bisa membuat wajah kehidupan persis seperti yang diyakini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Digabung menjadi satu, berguna tidaknya feng shui bagi seseorang, amat tergantung pada kemampuan melihat rasionalitas yang ada di baliknya, serta sudah tentu keyakinan yang menyertainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lepas dari soal feng shui, keberuntungan adalah sebuah bidang kajian yang menarik minat banyak sekali orang. Dari orang terkenal sampai orang biasa ingin mengetahui keberuntungan dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih-lebih di zaman krisis yang super langka akan kemajuan. Bila saja ada orang yang bisa merubah keberuntungan - dengan garansi uang kembali - pasti akan laris manis dicari orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di forum seminar, dalam proses konsultasi, maupun di lapangan golf, saya termasuk orang yang sering ditanya urusan seperti ini. Kendatipun sampai sekarang masih bingung, kenapa mereka bertanya ke saya. Mereka tahu, saya hanya seorang pembicara publik dan konsultan manajemen. Seorang pengusaha yang baru saja kenal beberapa menit, pernah mengajak saya berbisnis, hanya karena bentuk hidung dan telinga - yang menurut dia penuh keberuntungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda boleh percaya, boleh juga tidak. Namun, kalau ada ramalan positif tentang diri saya, saya akan mempercayainya. Sebaliknya, kalau negatif saya akan melupakannya. Sebab, saya tidak mau mensugesti diri dengan hal-hal negatif. Sebagai hasilnya, saya memang bukan orang kaya secara materi, tetapi saya yakin sudah mengucapkan terimakasih ke Tuhan dalam frekuensi yang lebih besar dibandingkan kebanyakan orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memakan makanan apa saja, melihat ikan koi di depan rumah, mendengar suara gemercik air sungai di belakang rumah, melihat mimik putera-puteri saya ketika mengucapkan thanks a lot daddy, mendengar suara isteri di telepon kala di luar kota, luput dari kecelakaan, apa lagi diberi rezeki, lebih dari cukup bagi saya untuk berucap secara otomatis : thanks God !. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat saya Ignas G. Sidik dari Prasetiya Mulya pernah bertutur : 'Tuhan hanya bisa mengangguk !'. Bila Anda bilang uang masih kurang, mobilnya kurang mewah, isteri terlalu cerewet, atau rumah sudah cukup layak, Tuhan-pun mengiyakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibandingkan diiyakan untuk urusan yang bikin susah, saya memilih diiyakan untuk persoalan yang menimbulkan rasa senang. Makanya, ke banyak rekan saya sering berucap : the only certain thing in life is only fun. Dan, kita bisa merekayasa fun tadi dalam kehidupan. Persoalannya hanya satu : di mana kita meletakkan sudut pandang kita. Itu saja, tidak lebih tidak kurang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah bertemu dengan seorang yang berumur 70 tahun lebih. Namun, masih tampak sehat, awet muda dan mukanya sering berseri-seri. Di suatu pagi menjelang sarapan, saya tanya resep hidupnya. Ternyata amat sederhana : katakan cukup pada Tuhan !. 'Lihat saja', demikian tuturnya sambil mengambil makanan, 'setiap pagi saya hanya butuh semangkok bubur dan segelas air putih, menjelang tidur malam makan dua buah pisang serta segelas jus, untuk itu tidak diperlukan uang dalam jumlah yang teramat banyak'. Luar biasa !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kesempatan lain, saya pernah bertemu seorang ibu dengan umur menjelang 70, yang menurut ukuran saya, hidupnya banyak kalah dan dikalahkan suaminya. Ketika saya tanya, kenapa justru suaminya yang lebih banyak ke dokter dan masuk rumah sakit, ia hanya berucap sederhana : 'saat kita memberi, kita justru menerima dalam jumlah yang jauh lebih banyak'. Mengagumkan sekali !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang mau saya ceritakan melalui pengalaman dua tokoh pujaan ini, ditambah dengan cerita awal tentang feng shui, beserta teori Tuhan yang hanya bisa mengangguk, rupanya rekayasa tidak menjadi monopoli kaum insinyur. Pakar-pakar kehidupan seperti Andapun bisa melakukan rekayasa keberuntungan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Feng shui merekayasa keberuntungan melaui peningkatan keyakinan dengan cara penataan rumah. Ignas G. Sidik sahabat saya merekayasa keberuntungannya dengan meyakini Tuhan selalu mengangguk. Bapak Tua tadi merekayasanya dengan mengatakan cukup kepada Tuhan. Ibu berbahagia di atas merekayasanya dengan kegiatan memberi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang rekan secara bercanda pernah menyebutkan bahwa wanita yang memiliki tahi lalat di mukanya pasti beruntung. Ketika saya tanya balik kenapa, ia menjawab sambil tertawa : 'untung tahi lalat, kalau tahi kebo habis mukanya tertutup'. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari semua ini, saya menghormati teori feng shui, keyakinan cukup, Tuhan mengangguk dan teori memberi. Melengkapi perbendaharaan Anda akan ilmu rekayasa keberuntungan hidup, sebuah pepatah Zen pernah mengatakan : 'berhasil mengatasi baik dan buruk, kalah dan menang, adalah keberuntungan sejati'.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-7002144976078250290?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/7002144976078250290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/13-manusia-paling-beruntung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7002144976078250290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7002144976078250290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/13-manusia-paling-beruntung.html' title='13. Manusia Paling Beruntung'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-dtJRLyS0I/AAAAAAAAAE0/hBFMcEpRF6s/s72-c/beruntung.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-11604221336473849</id><published>2010-05-08T09:32:00.000+07:00</published><updated>2010-05-08T09:32:17.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>12. Jatuh Cinta Setiap Hari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-TMwNP2ZvI/AAAAAAAAAEs/YJRjbyMaePc/s1600/jatuh+cinta.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-TMwNP2ZvI/AAAAAAAAAEs/YJRjbyMaePc/s320/jatuh+cinta.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Katherine He Burb, 'love has nothing to do with what you are expecting to get - only with what you are expecting to give - which is everything'. (Cinta berkaitan dengan apa yang kita berikan, dan di sinilah letak kebesaran cinta)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang dewasa yang normal pernah mengalami jatuh cinta. Dalam keadaan terakhir, dunia rasanya hanya milik kita sepasang. Semua hal kelihatan indah dan penuh kenikmatan. Jangankan kelebihan, kekuranganpun amat mudah diterima sebagai sebuah sisi yang mengandung unsur menyenangkan. Setiap tarikan nafas, seperti menghirup bau harum nan segar di pegunungan. Kalau bisa, mesin waktupun mau dibuat berhenti. Sehingga kondisi hidup yang serba menyenangkan bisa bertahan selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang bayangkan sebuah lingkungan kerja yang dihuni hanya oleh manusia-manusia yang pekerjaannya hanya satu : jatuh cinta. Hari ini jatuh cinta pada pekerjaan. Besoknya jatuh cinta pada diri sendiri. Lusa jatuh cinta pada istri. Tiga hari kemudian jatuh cinta pada anak-anak di rumah. Empat hari berikutnya jatuh cinta pada orang tua. Lima hari terakhir jatuh cinta pada mertua. Singkat kata, lima hari kerjanya diisi penuh oleh jadwal jatuh cinta. Siklus kerja mingguan penuh dengan warna dan spirit hidup jatuh cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita mulai dengan jatuh cinta pada pekerjaan. Tidak banyak orang yang bisa hidup 'mewah' dengan mengganti pekerjaan setiap kali tidak suka. Kalaupun ada orang pintar yang mudah diterima di sana-sini, pada suatu titik ada juga batas kebosanan dari kegiatan pindah-pindah kerja. Salah seorang kutu loncat sahabat saya, bahkan bertutur bosan bahwa yang namanya jadi pekerja di manapun cirinya hanya dari itu ke itu saja. Belajar dari sini, bagi mereka yang mengira bahwa tempat kerja di tempat lain lebih baik dibandingkan tempat sekarang, mungkin sudah saatnya melakukan refleksi ulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tempat kerja manapun ada masalah, tantangan, orang yang tidak cocok, konflik, dan deretan hal sejenis. Bahkan setelah jadi pengusahapun, deretan hal tadi akan senantiasa hadir. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau berkaitan dengan kenaikan gaji, promosi jabatan dan hal-hal menyenangkan lainnya, kita tidak memerlukan usaha untuk menerimanya dengan ikhlas. Namun bekaitan dengan hal-hal negatif seperti tidak cocok dengan orang lain, konflik, masalah, diperlukan banyak usaha agar kita bisa jatuh cinta pada pekerjaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jatuh cinta kedua yang amat penting adalah jatuh cinta pada diri sendiri. Orang yang teramat sering jatuh cinta pada dirinya - apa lagi senantiasa awas akan bahaya kesombongan - sebenarnya sudah sampai pada titik lebih tinggi dari sekadar bahagia. Bahagia masih dibayang-bayangi oleh kesedihan. Namun, pencinta diri sendiri secara penuh, tidak lagi dikejar bayangan kesedihan, atau mengejar bayangan kebahagiaan. Bayangan itu sendiri sudah tidak ada dan menyatu dengan sang aku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi saya, tidak ada orang yang lebih beruntung dari orang yang sudah sampai di titik ini. Di tempat manapun, di waktu kapanpun, dan bersama siapapun, ia selalu bercumbu dengan sang aku. Suka-duka, sedih-bahagia, siang-malam, rindu-benci, dan dikotomi hidup sejenis, sudah musnah bersamaan dengan jatuh cinta dia pada sang aku. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada penolakan terhadap sang aku, yang ada hanya penerimaan. Tidak ada keterpaksaan, sikap ikhlas senantiasa mengalir dalam setiap moment. Tidak ada pembandingan, yang ada hanya ketulusan untuk melihat bahwa saya ini adalah saya. Nikmat sekali bukan ? Lebih-lebih ongkos ke arah itu tidak terlalu mahal, ia hanya memerlukan keikhlasan untuk menerima dan kemudian mencintai sang aku. Itu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jatuh cinta berikutnya, adalah jatuh cinta pada keluarga. Istri, anak, orang tua, mertua serta anggota keluarga lainnya, adalah serangkaian manusia yang berkontribusi besar terhadap bangunan hidup kita. Tanpa orang tua dan mertua, mungkin tidak ada kehidupan. Tanpa istri/suami serta anak, rumah akan lebih menyerupai tempat kering, sepi dan sunyi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak tahu bagaimana kehidupan Anda, namun dalam kehidupan saya tempat paling indah di dunia ini adalah rumah. Di mana orang-orang yang saya cintai, orang-orang yang menerima diri saya secara utuh, tinggal dan menunggu kedatangan saya setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memasuki pintu rumah, terutama ketika baru pulang dari tugas luar kota, seperti memasuki gerbang surga. Betapa mewahpun hotel tempat menginap, betapa bersihpun bandar udara yang saya lalui, betapa cantikpun wanita-wanita yang lewat di perjalanan, tetapi tetap tidak bisa menggantikan posisi orang-orang rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bersukur sekali ke Tuhan karena dikaruniai seorang wanita yang bisa membuat saya jatuh cinta setiap hari. Dengan seluruh kesabarannya, kesediaannya untuk menerima, kejujurannya, serta sejumlah kekurangan lainnya, ia berhasil menimbulkan hasrat jatuh cinta setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana sepasang remaja yang lagi jatuh cinta, perasaan serupa juga sering mengunjungi saya bersama karunia Tuhan tadi. Modal yang bisa menimbulkan hasrat jatuh cinta tadi sebenarnya tidak banyak. Perhatian, kesabaran dan kesediaan untuk menerima seutuhnya hanyalah hal murah, sederhana dan dimiliki setiap orang yang bisa menimbulkan hasrat orang lain untuk jatuh cinta pada diri kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana pernah ditulis Deborah Waitley, to love another is to look at the good. (Mencintai berarti melihat aspek baik dari orang lain). Atau mirip dengan apa yang pernah ditulis Katherine He Burb, 'love has nothing to do with what you are expecting to get - only with what you are expecting to give - which is everything'. (Cinta berkaitan dengan apa yang kita berikan, dan di sinilah letak kebesaran cinta).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau demikian, bukankah tidak terlalu sulit membuat orang lain jatuh cinta pada diri kita setiap hari ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-11604221336473849?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/11604221336473849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/12-jatuh-cinta-setiap-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/11604221336473849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/11604221336473849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/12-jatuh-cinta-setiap-hari.html' title='12. Jatuh Cinta Setiap Hari'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-TMwNP2ZvI/AAAAAAAAAEs/YJRjbyMaePc/s72-c/jatuh+cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-696778011535558564</id><published>2010-05-07T08:20:00.000+07:00</published><updated>2010-05-07T08:20:00.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>11. Bergelimang Cinta Setiap Hari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-NqADMLuJI/AAAAAAAAAEk/t4K8JokWG58/s1600/love+flower.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-NqADMLuJI/AAAAAAAAAEk/t4K8JokWG58/s320/love+flower.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;bunga cinta yang indah dan harum, tidak tumbuh di atas bunga yang harum  juga, melainkan tumbuh di atas tai sapi yang kerap berbau amat tidak  sedap.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Karena kecintaan pada keluarga, ada sebagian kegiatan mereka yang harus saya ikuti secara agak intensif. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah ikut menikmati musik-musik mereka. Belakangan, ternyata saya menemukan kesenangan tersendiri. Sebagian lirik-lirik lagu kesenangan ABG ini, ternyata menggugah hati dan kalbu. Salah satunya adalah lagu Boyzone dengan judul Every Day I Love You. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, kegiatan mencintai setiap hari tidak hanya menjadi monopoli anak muda semata. Ia adalah fundamen paling dasar kehidupan setiap orang. Bedanya hanya terletak pada siapa dan apa yang dicintai saja. Anak muda mencintai pacar mereka. Kita yang sudah dewasa memiliki banyak sekali orang maupun hal yang layak untuk dicintai. Lebih-lebih bagi mereka yang hidup dengan the path of heart. Apa saja yang lewat di depan mata layak dan perlu untuk dicintai. Pohon yang rubuh layak untuk ditegakkan. Puntung rokok yang dibuang sembarangan perlu dipindahkan ke tempatnya. Keran air yang lupa dimatikan orang lain di tempat umum, tidak salah kalau dimatikan. Orang tua yang naik bus umum amat sopan kalau diberi kesempatan duduk. Memasuki sebuah pintu di tempat umum, akan lebih terhormat kalau memegangi pintu sambil mempersilahkan orang lain untuk lewat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, dengan sedikit kejernihan, hidup ini sebenarnya menghadirkan samudera dan langit luas tempat mengekspresikan cinta setiap saat. Keliru kalau ada orang beranggapan bahwa hidupnya miskin cinta. Bagaimana bisa menyebut diri miskin cinta kalau setiap detik - sekali lagi setiap detik - hidup dalam samudera dan langit yang dipenuhi dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan lebih detail. Udara yang kita hirup adalah buah cinta. Makanan yang kita makan juga hasil dari cinta tulus ibu pertiwi. Air yang kita minum melalui siklus cinta tanpa pamrih. Rumah yang kita tempati, mobil yang kita kendarai, jalan yang kita lalui semuanya adalah buah cinta. Kita lahir dari Ibu dan Bapak yang sesedikit apapun pasti mengenal cinta. Apa lagi rezeki, ia adalah bukti cinta Tuhan yang paling konkrit. Benang merahnya, hidup dan kehidupan sebenarnya bergelimang cinta di mana-mana. Setiap bentuk unsur pembentuk hidup dan kehidupan sebenarnya mengandung cinta. Demikian juga dengan badan dan jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangannya, karena badan dan jiwa ini kompleks dan terdiri dari banyak sekali unsur, maka ada kalanya cinta menjadi unsur yang memimpin, ada saatnya ia dipimpin oleh kekuatan lain. Dinamika dalam diri, sebenarnya hasil tawar menawar antara cinta dengan unsur lainnya. Sebagaimana tawar menawar lainnya, ada saatnya cinta menang, ada kalanya ia kalah. Sehebat dan semurni apapun kehidupan seseorang, pasti saja pernah ditandai oleh tunduknya cinta pada kebencian misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang, bagaimana agar cinta bisa menjadi kekuatan yang lebih banyak menangnya dibandingkan dengan kalahnya ? Anda boleh berargumen lain, namun bagi saya selama jantung masih berdetak, tubuh dan jiwa ini akan selalu ditandai oleh dinamika antara cinta dan bukan cinta. Tidak akan pernah kita bisa membuat tubuh ini menjadi seratus persen cinta dan nol persen bukan cinta. Keduanya akan senantiasa menjadi penghuni kehidupan selamanya. Namun, sebagaimana pernah diyakini Confusius, kita bisa menempatkan cinta lebih banyak sebagai pemenang melalui kebiasaan-kebiasaan. Sebab, diri ini mirip dengan tanah liat yang kita bentuk melalui kebiasaan-kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari sini, membuat hidup yang bergelimang cinta setiap hari sebagaimana lagu Boyzone sebenarnya bukan tidak mungkin. Ia mungkin dan bisa diwujudkan melalui kebiasaan-kebiasaan. Dan setiap detik kehidupan sebenarnya kesempatan untuk mewujudkan hidup yang bergelimang cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pembaca pernah mengirim e-mail bahwa ia sering membaca tulisan saya di mikrolet, inipun sebuah tempat yang amat layak untuk mengekspresikan cinta. Pembaca yang lain bertutur melalui e-mail bahwa ia membaca tulisan saya bersama suaminya di rumah. Ini apa lagi, pasangan hidup sebenarnya belahan cinta. Yang jelas, peluang untuk memulai dan membiasakan hidup bergelimang cinta ada di mana saja, kapan saja, dan bersama siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya hanya dua, segera memulainya dan lakukan dengan penuh keseriusan. Tantangan dan godaan pasti akan hadir setiap saat dia mau datang. Namun, tempatkan tantangan dan godaan tadi sebagai bagian untuk memperkuat cinta, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tulisan ini saya buat, kami sekeluarga sedang menginap di sebuah hotel berbintang lima di Carita Jawa Barat. Niat menginap yang dilandasi kecintaan pada anak dan istri, rupanya penuh godaan. Baru masuk ke kamar, AC tidak menyala. Setelah dilempar telepon ke sana ke mari, ternyata petugas tidak kunjung datang juga. Malamnya, entah karena apa listrik kamar kami sendiri mati. Sehingga terpaksa paginya harus sabar lagi pergi menghadap manajer yang sedang bertugas. Itupun masih ditambah dengan makan pagi yang seharusnya untuk jatah empat orang, oleh petugas disebut untuk dua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh menyebut kehidupan seperti ini seperti neraka, tetapi saya menyebutnya sebagai benih-benih tumbuhnya cinta. Di mana bunga cinta yang indah dan harum, tidak tumbuh di atas bunga yang harum juga, melainkan tumbuh di atas tai sapi yang kerap berbau amat tidak sedap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-696778011535558564?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/696778011535558564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/11-bergelimang-cinta-setiap-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/696778011535558564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/696778011535558564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/11-bergelimang-cinta-setiap-hari.html' title='11. Bergelimang Cinta Setiap Hari'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-NqADMLuJI/AAAAAAAAAEk/t4K8JokWG58/s72-c/love+flower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1725665031257892458</id><published>2010-05-06T16:17:00.004+07:00</published><updated>2010-05-07T08:07:16.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Complete Online Store</title><content type='html'>&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;Amazon Associates  Provides a variety of your needs from the smallest to the largest,  cheapest to most expensive. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Provided that you have  money you can buy anything you want here. &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Turned  much money you got? &lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;prove in the Amazon  Associates.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=""&gt;Here are some of the  list that might &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span style="background-color: #e6ecf9; color: black;" title=""&gt;want to apply  to your:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B003DRCVVS&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B001PLOTWS&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B000IDSLOG&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B0000VM6V0&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B0031116K8&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B001UO45SI&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B00000ISC5&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B00004SPEU&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=se0784-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B0001WYNP0&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1725665031257892458?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1725665031257892458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/complete-online-store.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1725665031257892458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1725665031257892458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/complete-online-store.html' title='Complete Online Store'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-6556693251782006627</id><published>2010-05-06T15:07:00.002+07:00</published><updated>2010-05-06T15:11:23.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>10. Berlimpah Rezeki Setiap Hari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-J4WyN-D1I/AAAAAAAAAEc/ZOtPoB9mJ9g/s1600/pegunungan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-J4WyN-D1I/AAAAAAAAAEc/ZOtPoB9mJ9g/s200/pegunungan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas &lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Entah itu sungai, gunung, hutan, danau atau pantai. Kita memerlukan  dekapannya. Lebih-lebih kalau kita melakukan proses refleksi di atas -  melalui diam dan tidak menghakimi - dalam dekapan hangat alam.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah pertanyaan yang sering menghadang saya sebagai pembicara publik. Yakni, bagaimana mengenali potensi diri kita yang sejati. Sebenarnya, pertanyaan ini lebih layak kalau ditanyakan ke psikolog, bukan ke orang 'liar' yang tidak mengenal batas-batas disiplin seperti saya. Namun, dasar pembicara publik yang harus menjawab semua pertanyaan yang datang, maka terpaksa keluarlah jawaban-jawaban enteng khas orang 'liar'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam logika yang amat sederhana, potensi sesuatu sebenarnya terkait erat dengan dari apa sesuatu tadi dibuat. Obat yang dibuat dari komposisi A,B,C dan D tentu saja khasiatnya sangat ditentukan oleh bahan dan interaksi antarbahan tadi. Demikian juga dengan kita sebagai manusia. Dengan sedikit kejernihan, badan serta jiwa kita sebenarnya dibentuk semuanya oleh komponen-komponen yang berasal dari alam semesta. Udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, minuman yang kita minum semuanya berasal dari alam, dan memberikan warna yang amat dominan terhadap tubuh ini. Makanya, salah satu penulis buku kesehatan pernah menulis : 'we are what we eat'. Kita ini menjadi seperti apa-apa yang kita makan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu baru badan. Aspek kejiwaan juga dipengaruhi oleh alam (fisik maupun sosial) tempat kita hidup. Ini bisa dilihat dari berbedanya sistim nilai, kepribadian, maupun gaya hidup manusia yang hidup dalam lingkungan yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Digabung menjadi satu, alam memiliki kekuatan yang amat menentukan terhadap potensi diri kita kini maupun nanti. Dengan demikian, untuk mengetahui potensi sejati kita kini, lihatlah unsur-unsur alam pembentuk kita kemaren dan sebelumnya. Dan guna mengetahui potensi sejati kita nanti, lihatlah unsur-unsur alam pembentuk kita kini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan menempatkan persoalan seperti ini, bukan berarti saya sedang menempatkan manusia pada posisi sangat tidak berdaya di depan alam. Manusia memang memiliki pilihan, terutama untuk membentuk dirinya dengan unsur-unsur alam pilihannya. Hanya saja, begitu pilihan dibuat, kita hanya bisa tunduk kepada hukum-hukum alam yang sejati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kapasitas memilih inilah, maka kedalaman refleksi tentang sang aku menjadi amat menentukan. Disamping itu, keselarasan dengan alam akan berpengaruh dengan potensi kita kemudian. Mari kita mulai dengan faktor kedalaman refleksi dulu, kemudian kita akan lanjutkan dengan keselarasan bersama alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak sekali manusia di zaman ini yang amat rajin berkomunikasi dengan orang lain, namun amat jarang - bahkan ada yang tidak pernah - berkomunikasi dengan sang aku. Makanya, ada banyak orang yang asing dalam tubunya sendiri. Semua hal datang dan pergi tanpa bisa dijelaskan sepenuhnya. Siklus mood maupun siklus hidup lainnya bergerak naik turun secara ekstrim tanpa bisa dimengerti, apa lagi dikelola.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itulah, maka kedalaman refleksi menjadi sebuah titik yang menentukan dalam perjalanan menuju medan potensialitas. Ada banyak jalan dan terowongan menuju ke situ. Izinkan saya membawa Anda menuju dua terowongan saja. Pertama, terowongan sepi dan diam. Kedua, terowongan non judgemental life. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sepi dan diam - tanpa ada yang didengar, dibaca, dilihat dan diajak bicara - sebenarnya kita sedang masuk ke dalam sumur sang aku. Di tahap-tahap awal, fikiran dan konsentrasi memang bisa lari kemana-mana tanpa kendali. Akan tetapi, begitu ia menjadi kebiasaan yang berulang dan berulang, ada saatnya kita sudah mulai masuk ke diri kita sendiri. Terasa aneh memang mulanya, namun kalau kita masuki terus terowongan tadi dengan penuh kesabaran, ada semacam kesenangan tersendiri. Lebih-lebih kalau kita sudah mulai menyelami dan merasakan bahan-bahan yang membentuk tubuh ini. Menurut saya, nikmat dan memuaskan sekali. Saya melakukannya antara tiga puluh menit sampai satu jam setiap harinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses memasuki terowongan sepi dan diam tadi, bisa mudah bisa juga susah. Namun, perjalanan ke sana akan lebih mudah kalau kita berhenti hidup menghakimi (non judgemental life). Ini benar, itu salah. Saya hebat, orang lain goblok. Dan masih banyak lagi sikap-sikap menghakimi lainnya. Dengan fikiran kotor seperti ini, terowongan tadi menjadi penuh halangan dan rintangan. Dan sekali fikiran bersih dari kotoran menghakimi, maka perjalanan menuju sumur aku tadi seperti jalan bebas hambatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kedalaman refleksi, saya ingin mengajak Anda ke tahapan harmoni bersama alam. Sebelumnya sudah saya kemukakan bahwa diri kita terbuat dari unsur-unsur alam. Dan karena kita berasal dari sana, potensi akan lebih mudah berkembang kalau kita dekat dengan dunia asal tadi. Mirip dengan kita yang merasa nyaman dalam dekapan ibu, anak sapi yang tenteram di bawah ketiak induknya, kita juga memerlukan dekapan-dekapan nyaman dan menentramkan dari alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah itu sungai, gunung, hutan, danau atau pantai. Kita memerlukan dekapannya. Lebih-lebih kalau kita melakukan proses refleksi di atas - melalui diam dan tidak menghakimi - dalam dekapan hangat alam. Di situlah medan potensialitas sejati itu lebih mudah ditemukan. Limpahan rezeki setiap hari, mudah sekali dialami dalam alam potensialitas seperti ini. Kuantitas rezeki memang urusan Tuhan, namun kualitas rasa syukurnya akan amat berlimpah dalam medan magnet kehidupan seperti ini. Setidaknya, itulah yang saya lakukan dalam kehidupan saya. Dan Anda bebas memilih, untuk mengikutinya atau melupakannya &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-6556693251782006627?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/6556693251782006627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/10-berlimpah-rezeki-setiap-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6556693251782006627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6556693251782006627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/10-berlimpah-rezeki-setiap-hari.html' title='10. Berlimpah Rezeki Setiap Hari'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-J4WyN-D1I/AAAAAAAAAEc/ZOtPoB9mJ9g/s72-c/pegunungan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-6287402663136427546</id><published>2010-05-05T15:48:00.001+07:00</published><updated>2010-05-12T09:26:26.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monetize'/><title type='text'>Tentang Amazon Associates</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-EwqV3L81I/AAAAAAAAAEU/BRBC2Jlqs-g/s1600/Amazon.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-EwqV3L81I/AAAAAAAAAEU/BRBC2Jlqs-g/s320/Amazon.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Awalnya format blog ini adalah bahasa Indonesia, kemudian saya rubah dengan yang berbahasa inggris. Nah, ketika saya rubah ke bahasa Inggris itulah muncul Tab Monetize. Pertamanya sih saya ga tau apa itu monetize ya.. saya acuhka aja. Beberapa hari kemudian, pas lagi bingung mo ngapain lagi di blog ini, ya.. saya coba-coba aja tuk buka tab Monetize tadi, dan ternyata isinya adalah Amazon Associates. Tambah ga mudeng lagi nih.. ya, saya acuhkan lagi.. Beberapa hari kemudian lagi, pas dah mentok ga ada sama sekali yang mau dikerjain saya buka lagi tuh Amazon Associates, saya ikut aja petunjuknya, ngisi form-form yang disodorin ampe abis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pas sudah sampe finish saya disuruh masukin kode html yang diberikan oleh Amazon Associates tersebut kedalam template, ya saya masukin aja. Trus, ada juga disuruhnya untuk menulis posting tentang Amazon Associates dan memasukan link Amazon Associates, ya saya tulis aja. Dan inilah jadinya, saya menulis tentang Amazon Associates dan ini linknya &lt;a href="https://affiliate-program.amazon.com/gp/associates/network/main.html"&gt;Amazon Associates&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-6287402663136427546?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/6287402663136427546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/tentang-amazon-associates.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6287402663136427546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6287402663136427546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/tentang-amazon-associates.html' title='Tentang Amazon Associates'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-EwqV3L81I/AAAAAAAAAEU/BRBC2Jlqs-g/s72-c/Amazon.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-8795966777141219203</id><published>2010-05-05T08:49:00.004+07:00</published><updated>2010-05-12T09:24:10.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>9. Kesederhanaan Pangkal Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-DRiJejOFI/AAAAAAAAADs/QDhQ83WN6Yk/s1600/bahagia.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467600332217595986" src="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-DRiJejOFI/AAAAAAAAADs/QDhQ83WN6Yk/s320/bahagia.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 113px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 116px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;memiliki kekayaan yang terlalu banyak sering mengurangi rasa syukur.  Sebab, penghargaan terhadap rezeki sering menurun sejalan dengan semakin  banyaknya uang yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap bentuk kejadian dalam hidup, saya yakini, selalu menghadirkan makna. Perjalanan hidup sebagai konsultan, kerap membuat saya harus bergaul intensif dengan sejumlah orang kaya dan berada. Berbagai macam pengalaman telah saya lalui bersama mereka. Ada yang menyenangkan seperti bermain golf, jet ski, menginap di hotel berbintang sampai dibelikan barang-barang mewah. Ada juga yang menyengsarakan, seperti dimarahi istri klien tanpa tahu sebab musababnya, digoda ikut masuk ke dalam kehidupan-kehidupan menyimpang, dan masih ada lagi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurnya, sampai sekarang saya masih bisa menjaga jarak secara seimbang terhadap semua ini. Namun, ada satu hal yang menggoda saya untuk diulas di sini. Orang yang kaya materi, tidak sedikit yang menyesali hidupnya. Jarang berkata syukur ke Tuhan. Sejumlah kekayaan yang diwariskan orang tua mereka, kerap malah membuat kehidupan penuh perkelahian, kebencian dan perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit keluarga pewaris saham perusahaan besar, yang selama hidupnya berkelahi tiada hentinya. Ditandai oleh banyaknya segi tiga kebencian. Kecurigaan terhadap setiap anggota keluarga. Digabung menjadi satu, kekayaan yang dikumpulkan secara susah payah oleh generasi pendahulu, tidak membuat hidup lebih mudah, malah sebaliknya membuat semuanya jadi sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada banyak sebab yang bersembunyi di balik fenomena ini. Namun, satu hal pasti, ketidakmampuan untuk hidup dan berfikir sederhana, telah membawa mereka pada lautan kehidupan yang penuh dengan tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mensyukuri sekali kehidupan yang bergerak perlahan dari tataran yang sangat bawah. Ketika masih mengontrak dari satu rumah kecil ke rumah kecil yang lain, rasanya bahagia sekali kalau bisa memiliki rumah BTN. Ketika masih bergelantungan di bus kota, rasanya nikmat sekali jika bisa punya mobil. Tatkala hidup dengan makan sangat pas-pasan, selalu terbayang enaknya makan dengan daging yang memadai. Saat anak masih sekolah di sekolah negeri sederhana di pinggiran Jakarta, ada cita-cita agar mereka bisa masuk di sekolah terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, ketika semua itu sudah berlalu, tidak hanya rasa syukur yang teramat sering saya ucapkan ke Tuhan, tetapi kepala otomatis merunduk ketika menemui orang-orang dengan tingkatan kehidupan di bawah. Ada godaan untuk selalu menolong, bila ada kemampuan untuk melakukannya. Dan yang paling penting, pengalaman meniti tangga kehidupan dari bawah, membuat saya sering ingat akan pentingnya kesederhanaan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pernah ditulis Deana Rick dan rekan di Personal Excellence edisi Mei 1999, 'having too much can actually be a hindrance to an attitude of gratitude because, in reality, you can not appreciate what you have, if you have too much'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, memiliki kekayaan yang terlalu banyak sering mengurangi rasa syukur. Sebab, penghargaan terhadap rezeki sering menurun sejalan dengan semakin banyaknya uang yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kesederhanaan berfikir dan kesederhanaan hidup itu penting dalam konteks ini, karena ia yang bisa menjadi jembatan yang memadai antara rezeki dan keinginan. Rezeki, sebagaimana kita tahu mengenal batas-batas. Sedangkan keinginan di pihak lain seperti langit, tidak ada batasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan bisa menjadi jembatan dalam hal ini, karena bisa menjadi 'manajer' bagi sang diri. Ia yang memilih mana yang betul-betul perlu, dan mana yang hanya pelengkap saja. Ia yang memisahkan keinginan yang diwarnai egoisme, dengan keinginan yang perlu dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita awal tentang orang kaya materi yang hidupnya penuh percekcokan, mereka memang punya uang, tetapi pengalaman hidup yang langsung di atas, membuat kesederhanaan bisa menjadi barang mewah buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan saya yang pernah memakan sayap ayam berbulan-bulan, dan sekarang mudah sekali merasakan enaknya makan, makan Mc. Donald, Kentucky, atau malah restaurant mewah sekalipun bagi orang kaya tadi tidak pernah menimbulkan selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya yang pernah mengontrak sejumlah rumah kecil kumuh dan sederhana, tinggal di rumah dengan tanah ratusan meter sudah sangat memuaskan. Tetapi bagi mereka, ini hanyalah sesuatu yang tidak perlu dihargai dan disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ukuran manusia yang bertahun-tahun bergelantungan di bus kota, naik sedan menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Tetapi bagi anak orang kaya di atas, ia hanyalah keseharian yang biasa dan hambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang pendidikan SD di desa, dan anak pernah sekolah di SD negeri pinggiran Jakarta, bisa menyekolahkan anak di sekolah khusus adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Namun, bagi orang kaya di atas, ini hanyalah sebuah rutinitas tanpa rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh cerita dan ilustrasi ini memperkuat argumen Deana Rick, bahwa greed and materialism block thankfullness. Keserekahan dan materi menghalangi ketulusan untuk bersyukur pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dengan kesederhanaan, rasa syukur, terimakasih, penerimaan bagi sang hidup, mudah sekali muncul. Saya tidak tahu, bagaimana pengalaman Anda. Namun, saya amat bersyukur pada Tuhan yang pernah membawa saya pada kelokan-kelokan kehidupan yang membuat saya sampai pada kesimpulan : 'kesederhanaanlah awal dari kebahagiaan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengisi prinsip ini dengan berjalan-jalan mengelilingi rumah setiap sore sambil mengucapkan terimakasih. Menggendong dan menciumi anak-anak bila ada kesempatan. Merayu istri persis seperti saat kami masih pacaran. Anda, saya kira, bisa melakukannya dengan cara Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-8795966777141219203?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/8795966777141219203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/9-kesederhanaan-pangkal-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8795966777141219203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8795966777141219203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/9-kesederhanaan-pangkal-kebahagiaan.html' title='9. Kesederhanaan Pangkal Kebahagiaan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-DRiJejOFI/AAAAAAAAADs/QDhQ83WN6Yk/s72-c/bahagia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1864502338307594910</id><published>2010-05-04T08:32:00.003+07:00</published><updated>2010-05-04T08:38:05.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>8. Menyalakan Lilin Dalam Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9950cQ9ZwI/AAAAAAAAADk/u28Z6zf086Y/s1600/lilin.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 136px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9950cQ9ZwI/AAAAAAAAADk/u28Z6zf086Y/s320/lilin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467222414498555650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Berjanjilah hanya tentang hal yang bisa dilakukan. Dan lakukan segala  hal yang Anda telah janjikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi presenter di depan sejumlah pemimpin perusahaan minyak, menurut saya sering menantang dan memberi inspirasi. Menantang, karena berhadapan dengan sekumpulan orang brilian yang bisa menjadi sparring partner yang meyakinkan. Memberi inspirasi, sebab dengan tantangan-tantangan yang maha berat, kemudian kepala saya bisa mengeluarkan sesuatu yang tidak terfikirkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hyatt Regency Bandung pada awal Desember 1998 lalu, untuk sekian kalinya saya menemukan pengalaman menantang dan penuh inspirasi ini. Sejumlah insinyur menghujani saya dengan pertanyaan tentang kualifikasi seseorang yang layak menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah saya tulis di lain kesempatan, dalam hubungan antarmanusia, orang lain sebenarnya cermin kita. Bila melihat muka jerawat di cermin, tentu saja yang diobati muka kita, bukan cerminnya. Hal yang sama juga berlaku bagi setiap gangguan dalam hubungan kepemimpinan. Mencari kesalahan di orang lain - kendati kadang berhasil membuahkan perubahan yang temporer - sama saja dengan mengobati jerawat di cermin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di atas keyakinan terakhir, setiap bentuk kualitas hubungan kepemimpinan, sangat diwarnai oleh seberapa terang 'lilin' yang ada di dalam diri sang pemimpin. Begitu lilin tadi menyala, sebagian besar permasalahan hubungan antarmanusia sudah terpecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lady Diana, Mahatma Gandhi, Abraham Lincoln adalah sederetan pemimpin yang lilinnya menyala secara terang benderang. Dan lilin mereka demikian menerangi, karena tabungan perbuatan baiknya sudah menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang masih jauh dari kualitas yang dimiliki tiga pemimpin di atas. Bahkan, masih menyimpan banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, perjalanan saya sebagai konsultan bertutur bahwa ada sejumlah langkah yang layak untuk dicermati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya tidak antiego. Bahkan, banyak kemajuan didorong oleh mesin ego. Tulisan inipun ada karena sebagian didorong oleh ego. Namun, ego yang berlebihan sangat potensial mematikan lilin dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyeimbang paling efektif dari ego adalah kebijakan. Yang terakhir ini bisa berasal dari kedewasaan, belajar dari filsafat, agama atau sumber kebijakan lainnya. Saya belajar kearifan justru dari orang-orang bawah. Tukang taman yang mengurus taman saya di rumah, satpam penjaga komplek, caddy yang mengantar saya di lapangan golf, atau supir jemputan putera-puteri saya adalah sebagian dari guru-guru kebijakan yang saya banggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak membanggakan, mereka memberi saya kearifan, dengan uang demikian sedikit masih bisa bersukur ke Tuhan. Dengan penampilan yang sederhana, masih memiliki percaya diri berkomunikasi dengan orang lain. Dengan kerut muka hitam dan kotor, masih bisa tersenyum ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, karena kehidupan kerap bergerak naik turun seperti roda, saya sering diingatkan secara tidak langsung oleh mereka, bahwa sayapun bisa seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan, sifat takabur, sok dan egoisme lainnya sering diobati secara sangat mujarab oleh 'guru-guru' di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam komunikasi, sering dikemukkan seseorang disebut berhasil bila sampai pada tataran communication with heart. Heart, kalau mau diperinci sebenarnya berasal dari kata hear dan kata art. Alias, seni mendengar. Terus terang, ada banyak sekali yang bisa diperoleh dengan menguasai seni mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan sepasang suami isteri yang mempersiapkan rumah untuk arisan keluarga. Dari mengecat tembok, membersihkan rumah, membeli peralatan dan makanan sampai dengan membeli sejumlah hal yang membanggakan. Tidak sedikit dana dan tenaga yang dikeluarkan untuk itu. Ini hanya sebuah ilustrasi, bahwa banyak manusia yang mau membayar mahal, hanya agar dihargai oleh orang lain. Dengan sedikit ketrampilan mendengar, Anda bisa memperoleh banyak sekali hal dari jutaan manusia yang haus penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, setiap orang memiliki sesuatu yang kecil bagi orang lain, namun besar artinya bagi si pemilik. Nama, putera-puteri, ulang tahun, baju, dasi, jam tangan dan masih banyak lagi yang lain, adalah sebagian dari hal kecil yang bisa memperbaiki kualitas hubungan antarmanusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan bila Anda lupa dengan ulang tahun Anda hari itu, dan tiba-tiba ada kartu datang yang bertuliskan : happy birthday. Atau, bertemu dengan teman lama, dan ia ingat nama putera-puteri Anda. Atau, di tempat yang jarang dikunjungi, tiba-tiba ada orang yang memanggil nama panggilan Anda dengan nada penuh persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, lilin dalam diri kita akan tampak terang bagi orang lain, bila kita memberikan our total body language. Bila berbicara dalam posisi berdiri, jangan lupa mengarahkan ujung kaki, dada dan muka ke lawan berbicara. Jika orang sudah bercerita hal-hal pribadi, tunjukkan empati Anda. Ajukan pertanyaan, yang bisa membuat orang semakin bangga akan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir, ini mungkin sudah klise bagi Anda. Berjanjilah hanya tentang hal yang bisa dilakukan. Dan lakukan segala hal yang Anda telah janjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Goldstein dan Jack Kornfield dalam The Path of Deep Meditation menulis : 'wisdom is not one particular experience, nor a series of ideas or knowledges to be collected. It is an on going process of discovery.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dibandingkan menghafalkan keempat langkah saya di atas, jauh lebih berguna bila Anda mulai menyalakan lilin dalam diri Anda sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1864502338307594910?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1864502338307594910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/8-menyalakan-lilin-dalam-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1864502338307594910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1864502338307594910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/8-menyalakan-lilin-dalam-diri.html' title='8. Menyalakan Lilin Dalam Diri'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9950cQ9ZwI/AAAAAAAAADk/u28Z6zf086Y/s72-c/lilin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-4575045100728510060</id><published>2010-05-03T11:38:00.003+07:00</published><updated>2010-05-03T11:55:37.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>7. Orang Brengsek Guru Sejati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S95W-2aZ-5I/AAAAAAAAADU/OGK__lNqaDg/s1600/guru.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 118px; height: 121px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S95W-2aZ-5I/AAAAAAAAADU/OGK__lNqaDg/s320/guru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466902635432508306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi  orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita  memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang  berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa  tidak enaknya dihina orang lain&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka - seperti keras kepala, menang sendiri, dll - dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-4575045100728510060?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/4575045100728510060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/7-orang-brengsek-guru-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4575045100728510060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4575045100728510060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/7-orang-brengsek-guru-sejati.html' title='7. Orang Brengsek Guru Sejati'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S95W-2aZ-5I/AAAAAAAAADU/OGK__lNqaDg/s72-c/guru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1343064466000987173</id><published>2010-05-01T10:42:00.006+07:00</published><updated>2010-05-03T08:58:51.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>6. Sekantong Tahi Sapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S94tm4uAIzI/AAAAAAAAADM/YLljtIRzZUI/s1600/Tahi+Sapi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 86px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S94tm4uAIzI/AAAAAAAAADM/YLljtIRzZUI/s320/Tahi+Sapi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466857143757972274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Egoisme - sebagaimana tercermin dari banyaknya penggunaan kata saya - memang tidak selalu buruk. Namun, ia kerap membadankan serangkaian nilai, yang membuat badan ini cepat tua, lapuk serta rentan penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan di suatu pagi, ada seorang tetangga yang memberi Anda sekantong tahi sapi. Tanpa basa basi, langsung saja kantong tadi diletakkan di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang sentimen dengan tetangga, mala petakalah akhir dari kejadian ini. Namun, bagi mereka yang menempatkan pemberian sebagai sebuah kemuliaan, maka tahi sapi tadi bisa menjadi awal persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Anda dan saya juga sedang diberi tahi sapi (baca : krisis). Persoalannya, apakah krisis ini akan menjadi awal petaka atau awal kemajuan, sangat ditentukan oleh bagaimana kita menempatkan krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karya terbaik Deepak Chopra adalah Ageless Body, Timeless Mind. Di sini penyembuh ini bertutur tentang bagaimana hidup awet muda. Fundamental dalam tesis Chopra, tubuh ini terbuat dari pengalaman-pengalaman yang didagingkan (dimasukkan ke dalam tubuh).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu bukti dari tesis terakhir, Chopra mengutip pengalaman seorang Ibu yang baru menerima sumbangan jantung dari orang lain. Begitu keluar dari rumah sakit, sang Ibu meminta dua hal yang tidak pernah disukai sebelumnya : bir dan ayam goreng. Setelah diselidik, ternyata donatur jantung yang telah meninggal, memiliki hobi berat meminum bir sambil memakan ayam goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman terakhir mengingatkan saya dengan pendapat Norman Cousin yang pernah menyebut bahwa 'kepercayaan itu menciptakan biologi'. Ini berarti, garis batas antara biologi dan psikologi sebenarnya sangat dan teramat tipis - kalau tidak mau dikatakan tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini berati, cara kita menempatkan krisis, tidak hanya terkait dengan sukses gagal di hari ini. Lebih dari itu, kita sedang mendagingkan serangkaian sistim nilai ke dalam tubuh kita. Untuk kemudian, memberi pengaruh yang amat besar ke dalam rautan wajah dan tubuh kita kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba cermati ciri-ciri manusia awet muda dan panjang umur sebagaimana ditemukan oleh Chopra. Dari meraup kesenangan dari kegiatan sehari-hari, menganggap hidup bermakna, yakin telah mencapai sasaran utama, menganut citra diri positif, sampai dengan optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya menunjukkan upaya membadankan sistim nilai positif. Larry Scherwitz dari Universitas California pernah merekam hasil percakapan dengan 600 pria. Sepertiganya mengidap penyakit jantung, dan sisanya sehat-sehat saja. Scherwitz menemukan, pria yang menggunakan kata ganti 'saya' lebih banyak dari rata-rata orang, mempunyai resiko kena serangan jantung lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya juga menunjukkan hal yang sama. Dari ratusan eksekutif yang pernah dikumpulkan karangannya, mereka yang otoriter, egois dan mau menang sendiri, menggunakan kata ganti 'saya' jauh lebih banyak dibandingkan yang lain. Chopra juga menemukan hal yang mirip, angka kematian karena kanker dan penyakit jantung terbukti lebih tinggi diantara orang yang mengalami jiwa murung, dan lebih rendah diantara orang yang mempunyai maksud yang tegas serta jiwa yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penemuan-penemuan semacam ini, Scherwitz merekomendasikan untuk semakin membuka hati kepada orang lain. Salah seorang responden Scherwitz yang umurnya sudah tua namun memiliki jantung yang amat sehat berargumen : 'seseorang yang terbuka dan penuh cinta akan menua dengan baik'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lebih dari sekadar terbuka terhadap orang lain, kita juga memerlukan keterbukaan dalam memandang kehidupan. Persis seperti kasus tetangga yang memberi sekantong tahi sapi. Keterbukaan dan kesediaan untuk mencintai, membuat semua kejadian kehidupan - dari dapat tahi sapi sampai dengan berlian - menjadi penuh dengan warna keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egoisme - sebagaimana tercermin dari banyaknya penggunaan kata saya - memang tidak selalu buruk. Namun, ia kerap membadankan serangkaian nilai, yang membuat badan ini cepat tua, lapuk serta rentan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam hasil sebuah penemuan di dunia kedokteran, kemanapun perginya fikiran, senantiasa ada bahan kimia yang menyertainya. Atau keadaan-keadaan mental yang murung dirubah menjadi bahan-bahan kimia yang menimbulkan penyakit. Demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari semua ini, dibandingkan dengan mengumpat dan memaki tahi sapi yang bernama krisis, saya mendidik diri untuk menempatkan krisis sebagai 'pupuk'-nya kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa periode lalu, RUPS sebuah perusahaan besar menunjuk saya sebagai direktur SDM. Awalnya, tentu saja ini sebuah berkah yang dirayakan oleh keluarga saya. Sebab, sebelah kaki menjadi manusia bebas (konsultan, penulis dan pembicara publik) namun mengalami siklus keuangan yang naik turun, sebelah kaki jadi eksekutuf puncak dengan siklus keuangan yang pasti dan menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, saya kehilangan dua kemewahan : menjadi raja bagi waktu, dan kemewahan hanya memberi saran tanpa perlu memantau pelaksanaan dan tanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari kehilangan ini, saya sempat mengalami gejala insomnia (susah tidur). Belakangan, setelah membuka-buka lagi khasanah tentang fikiran yang memproduksi bahan kimia dalam tubuh, semua ini saya rombak secara perlahan. Belum sempurna memang ! Yang jelas, ritme tidur saya sudah kembali ke sedia kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita awal tentang sekantong tahi sapi, Anda dan saya setiap hari ada yang membawakan 'tahi sapi'. Mirip dengan tahi sapi, kita tidak bisa merubah kehidupan. Akan tetapi, kita bisa merubah diri bagaimana mesti melihat dan menempatkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan penemuan bahwa keyakinan memproduksi biologi, saya memilih untuk melihat segi positif dari tahi sapi. Terserah Anda !.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1343064466000987173?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1343064466000987173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/6-sekantong-tahi-sapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1343064466000987173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1343064466000987173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/05/6-sekantong-tahi-sapi.html' title='6. Sekantong Tahi Sapi'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S94tm4uAIzI/AAAAAAAAADM/YLljtIRzZUI/s72-c/Tahi+Sapi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-4335852638989077697</id><published>2010-04-30T07:50:00.004+07:00</published><updated>2010-04-30T08:10:03.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>5. Sepasang Burung Dgn Sebelah Sayap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9orxB9RqOI/AAAAAAAAAC8/JXv5d6YCYU4/s1600/sebelah+sayap.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9orxB9RqOI/AAAAAAAAAC8/JXv5d6YCYU4/s320/sebelah+sayap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465729219106547938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuhan memang tidak pernah melahirkan manusia yang sempurna. Kita selalu  lebih di sini dan kurang di situ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman dengan potensi tinggi, mengeluh berat setelah pindah-pindah kerja di lebih dari lima tempat. Tadinya, saya fikir ia mencari penghasilan yang lebih tinggi. Setelah mendengarkan dengan penuh empati, rekan ini rupanya mengalami kesulitan dengan lingkungan kerja. Di semua tempat kerja sebelumnya, dia selalu bertemu dengan orang yang tidak cocok. Di sini tidak cocok dengan atasan, di situ bentrok dengan rekan sejawat, di tempat lain malah diprotes bawahan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau rekan di atas berhobi pindah-pindah kerja, seorang sahabat saya yang lain punya pengalaman yang lain lagi. Setelah berganti istri sejumlah tiga kali, dengan berbagai alasan yang berbau tidak cocok, ia kemudian merasa capek dengan kegiatan berganti-ganti pasangan ini. Seorang pengusaha berhasil punya pengalaman lain lagi. Setiap kali menerima orang baru sebagai pimpinan puncak, ia senantiasa semangat dan penuh optimis. Seolah-olah orang baru yang datang pasti bisa menyelesaikan semua masalah. Akan tetapi, begitu orang baru ini berumur kerja lebih dari satu tahun, maka mulailah kelihatan busuk-busuknya. Dan iapun mulai capek dengan kegiatan berganti-ganti pimpinan puncak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digabung menjadi satu, seluruh cerita ini menunjukkan bahwa kalau motif kita mencari pasangan - entah pasangan hidup maupun pasangan kerja - adalah mencari orang yang cocok di semua bidang, sebaiknya dilupakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari semua inilah, maka sering kali saya ungkapkan di depan lebih dari ratusan forum, bahwa fundamen paling dasar dari manajemen sumber daya manusia adalah manajemen perbedaan. Yang mencakup dua hal mendasar : menerima perbedaan dan mentransformasikan perbedaan sebagai kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kendati idenya sederhana, namun implementasinya memerlukan upaya yang tidak kecil. Ini bisa terjadi, karena tidak sedikit dari kita yang menganggap diri seperti burung yang bersayap lengkap. Bisa terbang (baca : hidup dan bekerja ) sendiri tanpa ketergantungan pada orang lain. Padahal, meminjam apa yang pernah ditulis Luciano de Crescendo, kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah. Dan hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat bersama orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh berpendapat lain, namun pengalaman, pergaulan dan bacaan saya menunjukkan dukungan yang amat kuat terhadap pengandaian burung bersayap sebelah terakhir. Di perusahaan, hampir tidak pernah saya bertemu pemimpin berhasil tanpa kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Di keluarga, tidak pernah saya temukan keluarga bahagia tanpa kesediaan sengaja untuk 'berpelukan' dengan anggota keluarga yang lain. Di tingkat pemimpin negara, orang sehebat Nelson Mandela dan Kim Dae Jung bahkan mau berpelukan bersama orang yang dulu pernah menyiksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih kalau kegiatan berpelukan ini dilakukan dengan penuh cinta. Ia tidak saja merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, mentransformasikan kegagalan menjadi keberhasilan, namun juga membuat semuanya tampak indah dan menyenangkan. Makanya, penulis buku Chicken Soup For The Couple Soul mengemukakan, cinta adalah rahmat Tuhan yang terbesar. Demikian besarnya makna dan dampak cinta, sampai-sampai ia tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Rugi besarlah manusia yang selama hidupnya tidak pernah mengenal cinta. Ia seperti pendaki gunung yang tidak pernah sampai di puncak gunung. Capek, lelah, penuh perjuangan namun sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua, mendidik saya untuk hidup dengan pelukan cinta. Di pagi hari ketika baru bangun dan membuka jendela, saya senantiasa berterimakasih akan pagi yang indah. Dan mencari-cari lambang cinta yang bisa saya peluk. Entah itu pohon bonsai di halaman rumah, ikan koi di kolam, atau suara anak yang rajin menonton film kartun. Begitu keluar dari kamar tidur, akan indah sekali hidup ini rasanya kalau saya mencium anak, atau istri. Melihat burung gereja yang memakan nasi yang sengaja diletakkam di pinggir kali, juga menghasilkan pelukan cinta tersendiri. Demikian juga dengan di kantor, godaan memang ada banyak sekali. Dari marah, stres, frustrasi, egois sampai dengan nafsu untuk memecat orang. Namun, begitu saya ingat karyawan dan karyawati bawah yang bekerja penuh ketulusan, dan menghitung jumlah perut yang tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan, energi pelukan cinta entah datang dari mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pengandaian awal tentang burung dengan sebelah sayap, Tuhan memang tidak pernah melahirkan manusia yang sempurna. Kita selalu lebih di sini dan kurang di situ. Atau sebaliknya. Kesombongan atau keyakinan berlebihan yang menganggap kita bisa sukses sendiri tanpa bantuan orang lain, hanya akan membuat kita bernasib sama dengan burung yang bersayap sebelah, namun memaksa diri untuk terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintar dan sehebat apapun kita, tetap kita hanya akan memiliki sebelah sayap. Mau belajar, berjuang, berdoa, bermeditasi atau sebesar dan sehebat apapun usaha kita, semuanya akan diakhiri dengan jumlah sayap yang hanya sebelah. Oleh karena alasan inilah, saya selalu ingat pesan seorang rekan untuk memulai kehidupan setiap hari dengan pelukan. Entah itu memeluk anak, memeluk istri, memeluk kehidupan, memeluk alam semesta, memeluk Tuhan atau di kantor memulai kerja dengan 'memeluk' orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-4335852638989077697?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/4335852638989077697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/5-sepasang-burung-dgn-sebelah-sayap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4335852638989077697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4335852638989077697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/5-sepasang-burung-dgn-sebelah-sayap.html' title='5. Sepasang Burung Dgn Sebelah Sayap'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9orxB9RqOI/AAAAAAAAAC8/JXv5d6YCYU4/s72-c/sebelah+sayap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-8404144560476342586</id><published>2010-04-29T16:03:00.006+07:00</published><updated>2010-04-29T17:27:00.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik Bloging'/><title type='text'>BANTAHAN TERHADAP MITOS CARA CEPAT MENINGKATKAN  ALEXA RANK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9ldp2NIg1I/AAAAAAAAAC0/zqVB9r-rkiU/s1600/membantah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 116px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9ldp2NIg1I/AAAAAAAAAC0/zqVB9r-rkiU/s320/membantah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465502596297425746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada waktu sebelumnya saya telah membuat postingan tentang cara menaikkan Alexa Rank. semua cara disitu sudah saya coba, tetapi tetap saja Alexa Rank di blog saya ini masih tidak ada data. Karena masih penasaran saya terus mencari dan mencari artikel-artikel yang memuat cara menaikkan rangking alexa, akhirnya saya menemukan sebuah artikel yang mengatakan bahwa tidak ada rahasia untuk menaikan rangking alexa. Setelah saya baca ternyata benar juga... kemudian dia menyarankan untuk membaca langsung di &lt;a href="http://blog.alexa.com/2007/09/how-to-boost-your-alexa-rank.html" title="Alexa’s Blog"&gt;http://blog.alexa.com&lt;/a&gt;. Kira-kira begini isinya yang sudah saya terjemahkan melalui Google  Translate :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana Cara Meningkatkan Rangking Alexa Anda&lt;br /&gt;Aku melihat baris ini dalam blog hampir setiap hari: "Bagaimana Cara Meningkatkan Rangking Alexa Anda." Mereka pasti diisi dengan renungan sesat yang diposting oleh orang-orang bodoh yang tidak dapat diganggu untuk mempelajari fakta-fakta sebelum membicarakan tentang beberapa skema untuk menjadi cepat kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://money.bigbucksblogger.com/skyrocket-alexa-a-fun-experiment/"&gt;Berikut adalah contoh sempurna&lt;/a&gt;. Pada posting blog ini, dia mengatakan, Anda bisa meningkatkan dangan MUDAH peringkat Anda dengan mengikuti langkah-langkah yang sederhana. Itu posting dari 9 Agustus, jadi dia seharusnya berada di atas 100 sekarang, kan? Salah. Bahkan, ia nyaris tidak mencapai Top 100.000. Tapi, Rangkingnya tidak naik ... Apakah skema ini bekerja? Tidak, tentu saja tidak. Hanya saja orang-orang yang memiliki Alexa Toolbar yang melihat posting dan mengunjungi situsnya, itulah yang mendorong peringkatnya naik ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada blog yang meminta anda untuk memasukkan salah satu Alexa Widgets kami di situs Anda. Mereka semua mengklaim bahwa peringkat Anda akan meningkat secara dramatis. Tapi, tentu saja, tidak bekerja. Itu akan konyol, kan? Tapi anda tidak akan tahu itu &lt;a href="http://www.uang.persusi.org/2007/09/04/7-way-to-increased-your-alexa-rank/"&gt;jika&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.directorykit.com/10-free-ways-to-boost-your-alexa-rank/"&gt;Anda&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.businessopportunitiesandideas.com/340/improving-your-alexa-ranking"&gt;membaca&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mommibee.com/?p=117"&gt;blog&lt;/a&gt;&lt;a href="http://mommibee.com/?p=117"&gt;-blog&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.jonespc.com/does-the-alexa-toolbar-and-widgets-help-your-alexa-ranking/2007/07/27/"&gt;ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kita tidak bisa melupakan &lt;a href="http://www.upmyrank.com/"&gt;orang-orang&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.rankbooster.info/"&gt;yang&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.alexabooster.com/"&gt;akan&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.download3000.com/download_17139.html"&gt;minta bayaran&lt;/a&gt; &lt;a href="http://fullycoded.com/?p=59"&gt;Anda&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.visitorboost.com/"&gt;untuk&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.alexarankingboost.com/"&gt;menaikkan&lt;/a&gt; rangking Anda. Aku ingin tahu berapa banyak uang yang telah didapat layanan ini selama bertahun-tahun. Saya dapat memberitahu Anda dengan kepastian yang mutlak, yang mungkin membuat Anda merasa lebih baik membakar uang Anda dalam tumpukan kayu lalu lintas voodoo sementara meneriakkan "Alexa" berulang. Mungkin itu akan bekerja. Tapi yang pastinya program ini tidak demikian dan Anda dapat melihat trafik rank mereka sebagai bukti. Jika itu tidak cukup untuk meyakinkan Anda, bagaimana dengan ini ... bahkan ketika sedang berusaha meningkatkan peringkat Anda melalui cara-cara ini berarti adalah beralih ke penipuan. Itu bukan cara untuk menjalankan bisnis. Dan jiwa-jiwa jahat yang merekomendasikan ping, port scanning atau menjelajahi situs kami untuk meningkatkan peringkat Anda, hentikan itu. MengHacking situs kami itu tidak hanya menyia-nyiakan waktu, tapi juga kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin tahu bagaimana cara peringkat itu benar-benar bekerja, Anda dapat mengunjungi halaman ini &lt;a href="http://www.alexa.com/site/help/traffic_learn_more"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana Anda meningkatkan Alexa Rank Anda? Dapatkan lebih banyak lalu lintas ke situs Anda. Ini adalah yang sederhana. Tulislah itu dalam blog Anda. Mungkin ini tidak  mendapatkan pembaca untuk anda sebanyak pembaca "Menaikkan Peringkat Anda  Dalam 3 Langkah Mudah" tapi paling tidak ini akan menjadi yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Dikirim oleh Geoffrey Mack di 05:30"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, begitulah kira-kira bunyinya.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://blog.alexa.com/2007/09/how-to-boost-your-alexa-rank.html" title="Alexa’s Blog"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-8404144560476342586?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/8404144560476342586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/bantahan-terhadap-mitos-cara-cepat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8404144560476342586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8404144560476342586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/bantahan-terhadap-mitos-cara-cepat.html' title='BANTAHAN TERHADAP MITOS CARA CEPAT MENINGKATKAN  ALEXA RANK'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9ldp2NIg1I/AAAAAAAAAC0/zqVB9r-rkiU/s72-c/membantah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-7930308408826358909</id><published>2010-04-29T09:04:00.003+07:00</published><updated>2010-04-29T09:11:06.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>4. Cinta Membuat Kita Bersayap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9jqVbBzDeI/AAAAAAAAACs/l4cb89DcHqg/s1600/sayap+cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 106px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9jqVbBzDeI/AAAAAAAAACs/l4cb89DcHqg/s320/sayap+cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465375801567546850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Cinta memang bisa demikian memabukkan kalau tidak dibingkai dengan kedewasaan dan kearifan. Namun begitu ia berada dalam bingkai kedewasaan dan kearifan, ia berfungsi persis seperti sayap besar dan tangguh. Dan siap membawa kita kemana saja kita pergi dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah dari mana datangnya kekuatan, setelah belajar jauh ke negeri orang bertahun-tahun, membaca ribuan buku, majalah, koran, mengumpulkan pengetahuan lewat internet, dicerahkan oleh pergaulan yang demikian luas, diperkaya oleh film yang sempat saya tonton, namun bolak-balik saya didamparkan pada puncak ide yang bernama cinta. Mirip dengan guru Aikido yang bernama Morihei Ueshiba, yang menyebut hanya ada satu puncak yaitu cinta, perjalanan ide saya juga demikian. Dari bacaan, pergaulan, maupun tontotan, semuanya berujung pada lorong yang bernama cinta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika saya bersama anak-anak menonton film The Theory of Conspiracy di HBO suatu malam pertangahan Maret 2000. Film inspiratif yang dibintangi Mel Gibson dan Julia Roberts ini, memang dilatarbelakangi oleh dunia intelejen yang penuh teka-teki, menantang dan kadang kejam. Mel Gibson dan Julia Roberts memang bermain mengagumkan. Namun, yang lebih mengagumkan adalah cerita film ini. Untuk tujuan kekuasaan yang penuh kekejaman, kerakusan dan keserakahan, Mel Gibson memorinya diacak-acak dan dihancurkan. Kemudian, diformat ulang agar ia menjadi seorang pembunuh yang berdarah dingin. Yang diharapkan bisa membunuh seorang hakim yang membongkar kasus lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, begitu Mel Gibson siap membunuh sang hakim, ia melihat cinta seorang hakim terhadap puterinya (Julia Roberts) yang menawan. Entah cinta sang hakim pada puterinya, atau cinta seorang pria kepada seorang wanita, yang jelas seluruh energi cinta ini menghentikan energi membunuh Mel Gibson yang penuh dengan format penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa takut dan tidak puas dengan hasil format terhadap Mel Gibson, iapun dikejar dan disiksa. Bahkan sampai mengerahkan seluruh komponen aparat keamanan. Sekali lagi, ia selamat berkat sayap yang bernama cinta. Di akhir cerita, secara amat romantis Mel Gibson bertutur apik : love gives us wing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat apik terakhir ini mengingatkan saya pada sejumlah pengalaman berat. Dalam presentasi di depan petinggi-petinggi Citibank Indonesia – dari country manager sampai dengan semua vice president – saya bertemu dengan banyak sekali orang pintar dengan jam terbang yang mengagumkan. Demikian juga ketika diajak keliling Indonesia oleh Tupper Ware. Saya bertemu dengan banyak manusia yang amat beragam. Hal yang sama juga terjadi, ketika melakoni diri menjadi konsultan yang harus berhadapan dengan pengusaha-pengusaha sukses yang kaya raya. Ada yang sombong, merendahkan, menghina sampai dengan kagum penuh pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dengan modal sayap yang bernama cinta, semua itu lewat tanpa halangan yang menakutkan. Seorang peserta lokakarya yang amat sarkastis di awal, di akhir malah memeluk saya sambil memberikan hadiah sepasang sepatu mahal. Kerap saya ragu dan bingung, tanpa usaha yang terlalu keras, bagaimana orang yang demikian bermusuhan awalnya menjadi demikian bersahabat. Dalam politik perkantoran juga sama. Kepala saya pernah diinjak dan dikencingin orang lain. Bahkan ada yang melakukannya di depan umum. Entah dari mana datangnya kekuatan, orang-orang seperti ini belakangan tidak sedikit yang menaruh hormat yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah mendengar pesan Mel Gibson bahwa love gives us wing, saya baru saja sadar. Bahwa cinta bisa membuat kita bersayap. Untuk kemudian, terbang tinggi-tinggi dalam kehidupan. Tidak hanya tinggi dalam prestasi materi, tetapi juga tinggi dalam prestasi spiritual. Lebih dari itu, sebagaimana burung yang bersayap, tubuh dan jiwa ini juga menikmati kebebasan yang demikian mengagumkan. Imajinasi, inovasi, inspirasi datang demikian mudahnya dalam kehidupan yang bersayapkan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan lirik lagu Boyzone yang berjudul Every Day I Love You, It’s a touch when I feel bad, It’s a smile when I get mad. Cinta memang bisa demikian memabukkan kalau tidak dibingkai dengan kedewasaan dan kearifan. Namun begitu ia berada dalam bingkai kedewasaan dan kearifan, ia berfungsi persis seperti sayap besar dan tangguh. Dan siap membawa kita kemana saja kita pergi dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari filmnya Mel Gibson, pengalaman pribadi saya, maupun lagunya Boyzone, akan banyak gunanya kalau kita membanjiri diri kita dengan cinta. Dan ini sebenarnya tidak sulit. Energi cinta tersedia demikian melimpah di mana-mana. Istri, suami, anak, orang tua, tetangga, alam semesta, Tuhan adalah sumber dan sekaligus tempat penyaluran cinta. Kita bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja baik dengan biaya mahal maupun murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyisakan sebagian kecil makanan di pinggir piring setiap kali makan, meletakkan segenggam nasi di pinggir taman rumah agar dimakan oleh burung-burung gereja yang datang setiap pagi, meletakkan daun talas di kolam ikan agar ikan makan dengan lahap, membagi sebagian kecil rejeki ke orang-orang bawah yang memerlukan, memberi semampu mungkin ke anak, isteri dan orang tua. Anda saya yakin punya cara yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan saya. Mencitai juga lebih hebat dibandingkan dengan saya. Namun, jangan pernah lupa, cinta membuat kita bersayap. Dan kemudian membuat tubuh dan jiwa ini terbang demikian enteng dan ringan. Seperti Mel Gibson yang mengalahkan format teknologi yang demikian mengagumkan namun kejam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-7930308408826358909?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/7930308408826358909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/4-cinta-membuat-kita-bersayap.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7930308408826358909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/7930308408826358909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/4-cinta-membuat-kita-bersayap.html' title='4. Cinta Membuat Kita Bersayap'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9jqVbBzDeI/AAAAAAAAACs/l4cb89DcHqg/s72-c/sayap+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1575835697194873999</id><published>2010-04-28T11:32:00.005+07:00</published><updated>2010-04-28T11:48:34.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>3. Hidup Ini Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9e7K3n8kiI/AAAAAAAAACk/jGaWYhACkck/s1600/Hidup+Indah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 116px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9e7K3n8kiI/AAAAAAAAACk/jGaWYhACkck/s320/Hidup+Indah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465042468241969698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika Robin Williams membintangi film Dead Poet Society yang inspiratif itu, dan juga Tom Hanks membintangi film Forrest Gump yang menarik itu, saya fikir tidak akan ada lagi film inspirasi kehidupan yang seinspiratif ini. Akan tetapi, begitu menyaksikan film dengan judul Life Is Beautiful, lagi-lagi fikiran saya disentak oleh pilosopi kehidupan yang lain dari biasanya. Bagaimana tidak tersentak, hidup yang senantiasa ditandai oleh siklus naik turun, diikuti oleh mood, emosi dan rasa syukur yang juga naik turun, tiba-tiba saja ada orang yang menikmati baik siklus naik maupun turun kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah kira-kira pesan dasar film Life Is Beautiful. Lebih menyentuh lagi, pesan tadi disampaikan lewat tokoh seorang ayah yang mengajak anaknya untuk selalu melihat sisi menyenangkan dari kehidupan. Sebagai ayah yang teramat sibuk meniti karir, tiba-tiba saja saya merasa berutang banyak kepada ketiga anak saya. Sebab, film ini menghadirkan figur seorang ayah yang tidak hanya mencintai anaknya, tetapi senantiasa menyediakan waktu dan tenaga untuk membuat sang anak menikmati dan mensyukuri kehidupan. Hebat bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang masih jauh dari kualitas ayah yang sehebat itu, namun amat dan teramat penting untuk senantiasa menikmati dan mensyukuri kehidupan. Sebab dengan lebih banyak melihat sisi menyenangkan kehidupan, kita tidak saja sedang memproduksi tubuh dan jiwa yang sehat, namun juga menarik kehidupan untuk bergerak ke tempat indah tadi. Persis seperti film Life Is Beautiful, di mana sang ayah selalu bertutur kalau di akhir permainan anaknya menang akan mendapat hadiah tank, ternyata di luar dugaan sang anak betul-betul naik tank di akhir cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam argumen David Weeks dan Jamie James dalam artikelnya yang berjudul Secrets of the Super Young di majalah Reader’s Digest edisi Februari 2000, orang-orang yang amat awet muda dalam hidupnya, umumnya datang dari mereka yang selalu melihat kehidupan dalam aspeknya yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan penemuan Weeks dan James setelah melakukan studi ilmiah yang amat intensif selama sepuluh tahun. Dibandingkan orang kebanyakan, manusia-manusia awet muda memiliki ciri-ciri unik. Dari memiliki hubungan yang lebih romantis dengan pasangan hidup, bersahabat dengan banyak kalangan, tidur cukup, banyak melakukan perjalanan, sampai dengan memiliki tekanan darah rendah hingga normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, fikiran dan cara kita menyimpulkan kehidupan memiliki peran yang tidak kecil dalam hal ini. Sebut saja hubungan romantis dengan pasangan hidup sebagai faktor pertamanya Weeks dan James. Ia tentu amat sangat dipengaruhi oleh seberapa bersyukur kita pada rezeki Tuhan yang satu ini. Orang boleh saja menyebutkan banyak ciri bagi pasangan hidup ideal. Dari harus mampu jadi teman, kekasih, ibu/bapak, pelacur sampai dengan manajer rumah tangga, namun tanpa kesediaan sengaja untuk menerima secara tulus pasangan hidup kita, kemanapun ia dicari di bawah kaki langit ini, tidak akan kita menemukan kehidupan yang romantis. Yang ada hanyalah pencaharian yang berulang-ulang, dan sering ditandai oleh kekecewaan dan frustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja pengalaman banyak artis yang sudah bergelimang uang ketika berumur muda. Atau pengalaman orang yang sudah kaya sejak lahir. Atau juga orang yang hidupnya hanya mencari kenikmatan. Dalam mencari pasangan hidup, mereka menentukan standar setinggi-tingginga. Makanya, jangan heran kalau rasio kegagalan pernikahan paling banyak datang dari segmen masyarakat ini. Demikian juga frustrasi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita awal tentang hidup ini yang indah, saya amat terusik dengan pilosopi hidup seorang ayah dalam film Life Is Beautiful. Yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk melihat aspek menyenangkan dari hidup dan kehidupan. Pertanyaan yang muncul berulang-ulang setelah menonton film ini, bisakah kita hidup stabil menyenangkan dalam siklus hidup yang mengenal gelombang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi memang belum menjawab positif maupun negatif terhadap pertanyaan ini. Namun, bukankah misi hidup adalah mendidik sang aku ? Bukankah ukurannya tidak apa yang kita capai, melainkan seberapa banyak kita berhasil memperbaiki sang aku lewat perjalanan waktu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ini ukurannya, maka saya tidak menyandang iri yang dalam ke film indah di atas. Demikian juga dengan Anda saya kira. Anda dan saya sama-sama menyandang kelemahan dan kekurangan. Namun seberapa negatifpun kekurangan kita, Tuhan masih memberikan kesempatan ke kita untuk mulai belajar melihat aspek menyenangkan dari kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan sekeliling Anda. Sebenarnya ada banyak sekali sumber yang membuat hidup ini indah dan menyenangkan. Ketika tulisan ini saya buat, burung gereja sedang ribut-ributnya memakan nasi yang diletakkan di pinggir kali, gemercik air kali berbunyi tidak henti-hentinya, anak saya yang terkecil yang baru berumur tiga tahun tidak henti-hentinya meminta ikut menekan key board komputer, bunga teratai sedang mengembang secara amat indahnya, demikian juga dengan bunga kamboja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh menyimpulkan lingkungan seperti ini dengan kesimpulan apapun, namun belajar dari film Life is Beautiful saya sedang mendidik diri untuk melihat hidup ini secara menyenangkan. Terserah Anda !.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1575835697194873999?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1575835697194873999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/3-hidup-ini-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1575835697194873999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1575835697194873999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/3-hidup-ini-indah.html' title='3. Hidup Ini Indah'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9e7K3n8kiI/AAAAAAAAACk/jGaWYhACkck/s72-c/Hidup+Indah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-8019958757354667615</id><published>2010-04-27T07:30:00.003+07:00</published><updated>2010-04-27T07:39:16.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>2. Banggalah Ketika Anda Kalah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9YxvWrV_xI/AAAAAAAAACc/p2rfiqUfQA4/s1600/gelombang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 143px; height: 107px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9YxvWrV_xI/AAAAAAAAACc/p2rfiqUfQA4/s320/gelombang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464609887471664914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menganut prinsip hidup seperti air di sungai : mengalir, mengalir dan mengalir. Sering kali saya dihanyutkan oleh kehidupan entah ke mana. Di tahun-tahun terakhir, bahkan air sungai kehidupan saya bergerak lebih kejam dari biasanya. Memimpin orang-orang yang jauh lebih berat dari biasanya. Memiliki pekerjaan yang jauh lebih kompleks dari sebelumnya. Sebagian dari bawahan saya bahkan memiliki kemampuan kerja yang jauh lebih baik dari saya. Politik perkantoran berjalan di mana-mana. Merasa hidup tenteram lebih penting dari apapun, pernah mengusulkan agar bawahan mengganti saya, tetapi karena berbagai faktor lain belum diperbolehkan oleh 'yang maha kuasa'.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibatnya, Anda bisa bayangkan sendiri, saya dihempas gelombang kehidupan yang demikian dahsyat. Masih bisa hidup, apa lagi bisa menulis sebenarnya sudah sangat beruntung. Akan tetapi, belakangan saya amat mensyukuri, ada banyak sekali kearifan dan kedewasaan hidup justru bersembunyi di balik hempasan gelombang kehidupan. Terus terang, saya berutang pada hempasan gelombang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia biasa yang ditunjuk menjadi pemimpin, sayapun dihinggapi 'penyakit' mau menang di depan bawahan. Sayangnya, semakin penyakit tadi muncul, semakin saya dibawa jauh dari jalan keluar. Entah bagaimana pengalaman orang lain. Ternyata badan dan jiwa saya termasuk tipe yang tidak mau diajak ke dalam kehidupan menang-menangan. Semakin diajak ke sana, semakin rusak rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kegundahan hidup semacam ini, seorang rekan dari Amerika mengirimi saya sebuah buku menarik. Buku yang ditulis oleh David Maraniss dengan judul When Pride Still Mattered : A Life of Vince Lombardi, bertutur apik tentang pilosopi hidup seorang pelatih sepak bola legendaris bernama Vince Lombardi. Hidup, memang tidak berbeda jauh dengan permainan sepak bola. Ada pertandingan. Ada pihak yang menang dan kalah. Ada perjuangan. Ada awal dan ada akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi memang membawa vitalitas dalam kehidupan. Membuat kehidupan menjadi lebih bergairah. Bangun pagi jadi bersemangat. Akan tetapi, sebagaimana permainan sepak bola, tidak pernah ada kehidupan yang senantiasa berisi kemenangan. Menang dan kalah adalah dua hal yang senantiasa bergandengan saling melengkapi. Ada yang menang karena ada yang kalah. Untuk itulah, agar supaya stamina hidup tetap terjaga penting sekali kita menguasai diri sendiri sebelum menguasai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan usaha menguasai diri sendiri Maraniss menulis amat apik : 'Be proud and unbending in defeat, yet humble and gentle in victory'. Dengan kata lain, banggalah ketika kalah dan rendah hatilah ketikan Anda menang. Mungkin bagi Anda ini biasa-biasa saja. Namun, bagi saya yang hidup dalam lingkungan kehidupan yang mendewakan kemenangan, petuah terakhir amat menggugah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak menggugah, di tengah suasana hati yang kisruh gara-gara nafsu penuh kemenangan, tiba-tiba ada orang yang mengajak bangga untuk sebuah kekalahan. Dan seperti kejuaraan sepak bola, bukankah kita yang duduk di juara dua, tiga atau yang tidak dapat piala, menjadi 'tangga' yang mengangkat sang juara tinggi-tinggi ?. Dan lebih hebat lagi, sudah menjadi tangga yang diinjak juara, sering juga dicemoohkan orang lain. Bukankah amat mulia, di satu sisi mengangkat orang lain, dan di lain sisi kita direndahkan derajat kita oleh orang lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu keyakinan Anda, namun saya merasa sudah menjadi pemenang setelah memahami prinsip 'banggalah ketika kalah'. Sebab, kemenangan sebenarnya ada di sini : di dalam diri sendiri. Dan ia mesti diperjuangkan terus menerus. Seperti ditulis Maraniss : 'complete victory can never be won, it must be pursued'. Memang, tidak pernah ada kemenangan yang sempurna, ia mesti senantiasa diperjuangkan. Di kesempatan lain, saya menyebutnya dengan logic of discovery bukan logic of perfection. Sebuah logika yang tidak mengkonsentrasikan pada kesempurnaan, namun pada penemuan dan perjalanan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penemuan, ibarat sebuah penyucian yang mencerahkan. Tandanya sederhana, mulut berbentuk bundar sambil mengucapkan 'O', jiwa tercerahkan, dan stamina fisik serta psikologis meningkat. Dan pengalaman saya bertutur, semua ini bersembunyi amat rapi di balik banyak sekali hempasan gelombang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan membaca, kita memang bisa tahu. Akan tetapi, pendalaman dengan pengertian lebih mungkin hadir ke mereka yang pernah lewat dari hempasan gelombang kehidupan yang ganas. Dan inilah yang membuat saya berhutang banyak pada Universitas Kesulitan. Sebuah sekolah yang amat saya banggakan. Melebihi kebanggaan pada sekolah saya di Inggris dan Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda, saya yakin pasti punya pengalaman tersendiri. Sebagaimana sidik jari yang unik, ia tentu saja bermakna unik juga. Hanya saja, pengalaman saya bertutur, Tuhan sebenarnya berkomunikasi dengan kita setiap hari. Sekali lagi, setiap hari. Melalui apa ? Tentu saja melalui kejadian-kejadian yang lewat di depan mata. Cuman, ada orang yang menangkap makna kejadian yang lewat di depan mata melalui seluruh kepekaannya, ada orang yang tuli dan buta dengan semua itu. Dalam bingkai berfikir seperti ini, saya mensyukuri baik kemenangan maupun kekalahan. Keduanya sama-sama menghadirkan kebanggaan. Bahkan dalam kekalahan, kebanggaan bercampur dengan kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-8019958757354667615?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/8019958757354667615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/2-banggalah-ketika-anda-kalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8019958757354667615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/8019958757354667615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/2-banggalah-ketika-anda-kalah.html' title='2. Banggalah Ketika Anda Kalah'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9YxvWrV_xI/AAAAAAAAACc/p2rfiqUfQA4/s72-c/gelombang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-957081650539459680</id><published>2010-04-26T08:42:00.003+07:00</published><updated>2010-04-26T08:49:37.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>1. Taman Manusia Penuh Keindahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9Tw7PCmnGI/AAAAAAAAACU/AYKAErSyFUM/s1600/taman.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 125px; height: 80px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9Tw7PCmnGI/AAAAAAAAACU/AYKAErSyFUM/s320/taman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464257148347653218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari : Gede Prama Ideas&lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah tempat manusia berkumpul yang sangat suka saya kunjungi. Tempat tersebut adalah pusat mainan anak-anak. Alasannya, di tempat ini saya bertemu puluhan manusia dewasa yang semuanya datang ke tempat itu dengan spirit menyayangi. Ada Ibu yang tersenyum bangga melihat puterinya berani naik kuda-kudaan seorang diri. Ada Bapak yang bertepuk tangan gembira menyaksikan puteranya yang bisa mengalahkan monster buatan yang ada dalam games. Ada kakek yang penuh kesabaran menemani cucunya yang nakal dan cerewet. Ada nenek yang bertutur tanpa ditanya tentang cucunya yang baru belajar melafalkan kata nenek.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah environment of loving yang sangat menyejukkan. Semuanya penuh dengan senyum, memberi, menyanyangi, dan mencintai. Kendati Kahlil Gibran, dalam sebuah cerita pendeknya, pernah mengkhawatirkan bahwa semangat seperti ini sudah meninggalkan kota-kota modern, saya masih bersukur, di kota Jakarta yang individualis ini masih menemukan environment of loving. Sebuah lingkungan, yang menyerupai taman manusia penuh keindahan. Betapa tidak indah, tidak ada orang yang berteriak, memaki, menyalahkan, apa lagi membunuh orang sambil mengarak kepalanya, sebagaimana terjadi di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, saya hanya menemukan lingkungan seperti ini di pusat-pusat mainan anak-anak. Begitu sampai di jalan, di lingkungan kantor, lingkungan politik, jalanan yang penuh demonstrasi, membaca media tentang apa yang terjadi di tempat lain, saya sepertinya menemukan dunia yang amat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan, ada orang yang saling serobot. Bila mana perlu sambil menyerempet. Di kantor, suasana penuh dengan sikut-sikutan atas nama prestasi. Di lingkungan politik penuh dengan orang yang haus kekuasaan. Dengan topeng demokrasi, kepentingan rakyat, pembangunan ekonomi dan gombalan sejenis, banyak politisi berani mengorbankan nyawa orang sekalipun. Di halaman-halaman media, ada ribuan laporan yang menyebar isu, kebencian, dan kedengkian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digabung menjadi satu, masyarakat kita memang masih jauh dari taman manusia yang penuh keindahan. Bagaimana bisa disebut indah, kalau ke kantor diselimuti was-was dicopet, dirampok atau diperkosa orang. Di mana letaknya keasrian, jika setiap hari kita membaca berita pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang seorang pemimpi sebagaimana John Lennon dengan lagu imagine-nya. Demikian tingginya mimpi-mimpi saya, sampai-sampai ada rekan menyebut saya hidup di langit, tidak di bumi. Pasalnya, setiap kali datang ke negeri orang, dan ada yang bertanya kewarganegaraan, saya menjawabnya dengan 'Iam a citizen of humanity'. Bila ada yang bertanya agama, saya menjawabnya dengan a religion of humanity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realistis atau tidak, saya menikmatinya. Akan tetapi, banyak rekan dan relasi yang mengerutkan dahi dengan gaya hidup aneh terakhir. Salah satu contoh, di voice mail yang merekam pesan-pesan telepon genggam, biasanya orang memasukkan kalimat seperti : 'maaf saya lagi tidak bisa dihubungi, silahkan tinggalkan pesan, dst,dst'. Namun, begitu memasuki voice mail saya ada puluhan ibu-ibu dan wanita yang terkejut dan lantas protes penuh tanda tanya. Biangnya, saya meninggalkan kalimat 'I love you' saja sebagai tanda tidak bisa dihubungi. Banyak yang lantas tersinggung dan tidak mau meninggalkan pesan. Sebagian masih menyempatkan diri bertanya : 'kenapa ?'. Sebagian lagi menyebut saya aneh, keliru, gila dan sebutan sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Anda tahu, kata love memang berdimensi amat luas. Dan saya menempatkannya di voice mail, karena mau mengajak orang lain membuat taman manusia penuh keindahan. Siapapun Anda, di manapun Anda lahir, apapun jenis kelamin Anda, setinggi apapun pendidikan Anda, apapun agama Anda, saya kira saya tidak sedang membuat dosa dengan menyebut I love you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dengan seluruh pengalaman di atas, saya tidak berani menyebut saya benar dan orang lain tidak tahu. Apa lagi menyebut orang lain gila. Bagi saya, keyakinan saya, argumen saya, saya coba tempatkan pada tingkatan yang sama tingginya dengan keyakinan dan argumen orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, sebagaimana taman yang sebenarnya, yang lebih indah bila berwarna-warni, taman manusia juga sama saja. Keindahan, paling tidak dalam keyakinan saya, akan lahir di atas terpelihara apiknya perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu senja yang mulai gelap, seorang anak tetangga mencari-cari kucing kesayangannya. Anak bule yang beribukan wanita Jawa ini, memanggil-manggil kucingnya penuh kasih sayang. Karena masuk ke halaman rumah saya, saya mencoba membantunya. Kendati dicari sampai ke pinggir kali, toh sang kucing tidak juga muncul-muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah malam agak larut, di balik semak-semak kecil saya melihat seekor binatang bergerak-gerak. Setelah dihampiri, ternyata ia memang seekor kucing yang kecil, kurus dan kotor. Saya coba hampiri dan bawa ke rumah sang anak tadi. Dan menanyakan kalau kucing itu yang ia cari. Eh ternyata, betul itu kucing kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar ucapan terimakasih dari sang anak manis ini, saya kembali ke rumah. Dan malam itu, tidur saya indah sekali. Sebabnya, hari itu saya sudah membuat taman manusia penuh keindahan, hanya dengan mengangkat seekor kucing ke rumah tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indah dan produktifnya kumpulan dua ratus juta lebih manusia, bila sebagian hidup dalam taman-taman manusia penuh keindahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-957081650539459680?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/957081650539459680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/1-taman-manusia-penuh-keindahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/957081650539459680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/957081650539459680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/1-taman-manusia-penuh-keindahan.html' title='1. Taman Manusia Penuh Keindahan'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9Tw7PCmnGI/AAAAAAAAACU/AYKAErSyFUM/s72-c/taman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-1537945277801175682</id><published>2010-04-23T16:46:00.014+07:00</published><updated>2010-04-24T12:00:45.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik Bloging'/><title type='text'>Cara Membuat Read More Pada Posting Blog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J68Z2N8QI/AAAAAAAAAB8/w83VEO0fAnY/s1600/readmore.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 146px; height: 65px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J68Z2N8QI/AAAAAAAAAB8/w83VEO0fAnY/s320/readmore.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463564476102865154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karena saya mau punya blog yang postingnya ada Read More nya maka saya berselancar di dunia maya untuk mencari artikel yang sesuai dengan keinginan saya tersebut. Nah, ketemu deh yang ini… Berikut cara buat read morenya :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Sebaiknya backup dulu template anda, masuk ke layout/tata letak kemudian download full template”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buka menu Layout kemudian pilih Edit HTML.&lt;br /&gt;2. Kasih tanda cek (centang) pada cekbox "expand widget template"&lt;br /&gt;3. Cari kode berikut di Template blog kamu (tekan aja ctrl+f, trus masukin kode dibawah ke kolom find, trus next deh..) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;p&gt;&amp;lt;data:post.body/&gt;&amp;lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kalau sudah ketemu, Ganti kode kode tersebut sehingga menjadi seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;b:if cond="'data:blog.pageType"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&amp;lt;/style&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;p&gt;&amp;lt;data:post.body/&gt;&amp;lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;b:else/&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;style&gt;.fullpost{display:none;}&amp;lt;/style&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;p&gt;&amp;lt;data:post.body/&gt;&amp;lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;a href="'data:post.url'"&gt;Read More......&amp;lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;/b:if&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Read More.....&lt;/span&gt;" itu bisa kamu rubah, misalnya jadi "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca Selengkapnya&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Simpan hasil pengeditan.&lt;br /&gt;6. Kemudian pilih menu Setting lalu pilih Formatting&lt;br /&gt;7. Pada kotak Post Template isikan kode berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kemudian Simpan.&lt;br /&gt;9. Ketika memposting, kan disana ada 2 tab pilihan tuh, yang "Compose" dan "Edit Html", Nha km pilih Yang "Edit HTML", Maka secara otomatis akan tampak kode seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Letakkan abstraksi posting atau artikel yang akan ditampilkan dihalaman utama (sebelum tulisan "Readmore") di atas kode ini : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; sementara sisanya yaitu keseluruhan posting letakkan di antara kode &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat…&lt;br /&gt;Copy-Paste with Litlle Edit From : http://trik-tips.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-1537945277801175682?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/1537945277801175682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/cara-membuat-read-more-pada-posting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1537945277801175682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/1537945277801175682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/cara-membuat-read-more-pada-posting.html' title='Cara Membuat Read More Pada Posting Blog'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J68Z2N8QI/AAAAAAAAAB8/w83VEO0fAnY/s72-c/readmore.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-6244418724079249136</id><published>2010-04-23T15:07:00.011+07:00</published><updated>2010-04-24T11:58:57.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik Bloging'/><title type='text'>Tutorial 19 Cara Menaikkan Alexa Rank Dengan Cepat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J6eAr5PwI/AAAAAAAAAB0/Zh04gOy9EaM/s1600/alexa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 136px; height: 102px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J6eAr5PwI/AAAAAAAAAB0/Zh04gOy9EaM/s320/alexa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463563953952603906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berhubung karena saya masih newbie di dunia blog dan ingin cepat menaikkan Alexa Rangking saya, maka saya gencar banget tuk nyari artikel yang berhubungan cara cepat menaikkan Rangking di Alexa. Nah, ketemu deh tutorial ini. Ok, berikut tipsnya..&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Ubah home page di Mozilla atau IE atau Google chrome anda&lt;br /&gt;2. Pasang Alexa toolbar di mozila anda selakan download di sini&lt;br /&gt;3. Pasang Alexa Widget : Alexa lebih suka dengan blog atau web yang di dalamnya memasang alexa widget. karena dengan begitu blog anda akan terpantau selama 24 jam tanpa henti dengan begitu Alexa rank anda akan melaju dengan lebih cepat.Anda dan pengunjung dapat memantau pergerakan Alexa Rank sitiap saat, apabila Alexa rank kita tinggi maka para pemasang iklan akan berlomba-lomba untuk memasang iklannya di blog anda&lt;br /&gt;4. Tulis/blog tentang Alexa di blogmu. Webmaster dan Blogger suka cara-cara untuk meningkatkan ranking Alexa. Ya… mungkin seperti yang anda dibaca sekarang.&lt;br /&gt;5. Ada mitos di kalangan blogger dan saya pun termasuk orang yang mempercayainya. bila kita mengklik Alexa widget di blog max 1x sehari di komputer yang sama, maka secara automatis kita mendapat 1 point dari alexa rank.&lt;br /&gt;6. Sering Luangkan waktu anda 5-10 menit untuk melakukan Blogwalking dan jangan lupa meninggalkan komentar yang berkualitas di blog atau web yang anda kunjungi. saya sarankan usahakan minimal sehari 15x berkunjung ke blog-blog lain. tapi ingat buatlah komentar yang berkualitas! jangan membuat komentar yang mengemis untuk minta di kunjungi!&lt;br /&gt;7. Seringlah menambahkan artikel blog anda. Alexa rank lebih menyukai blog yang konsisten menghasilkan karya (artikel baru) dari pada blog yang musim-musiman, kalau lagi rajin, rajin banget, kalau lagi malas amit-amit... jadi jika anda ingin blog anda baik di mata alexa rank dan om google anda harus teratur dalam menuliskan posting baru di blog anda idealnya 2 hari 1x&lt;br /&gt;8. Belajar Ilmu SEO. banyak sekali tutorial yang membahas SEO anda dapat mencarinya di om google dengan kata SEO pemula,. ribuan blog muncul mengisi deretan daftar tunggu, mulai bulan april tahun 2010 blog ini pun akan mengulas SEO dengan praktis dan informatif.&lt;br /&gt;9. SEO Defalut mu apakah itu ? ya SEO ala kadarnya saja. Cuman berbekal Blogwalking, Comment, dan terus update blog anda selama 1 minggu 7 kali saja dijamin tidak lama lagi anda akan menyandang seleb blog. Siapa contohnya ? banyak banget kali. Bahkan Blog para master pun bisa kalah tersaingi oleh Blog macam begini. Tanpa harus tau “ILMU SEO” ? secara detail dan ilmu SEO yang tinggi, SEO Defalut tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun dan dimana pun. Mungkin SEO Defalut lebih optimal jika digunkan dalam optimisasi BLOG PRIBADI&lt;br /&gt;10. Tebak-tebak kata kunci yang sedang populer (boming) di jamin blog anda akan di banjiri pengunjung baru tiap harinya. biar update terus dan gaul sering-sering liat berita di liputan6 atau teknologi di metro tv ya hehehe&lt;br /&gt;11. Pasang Iklan atau link yang Alexa rank dan Page rank nya lebih tinggi dari kita. keutungannya. nilai blog anda akan lebih dihargai di om google dan tante Alexa&lt;br /&gt;12. Cari pengunjung sebanyak mungkin, optimalkan forum-forum, milis-milis, jejaring sosial seperti friendster, yuwie, hi5, facebook, dan lain-lain sebagai ajang untuk promosi, namun jangan terlalu gencar karena bisa di anggap spam.&lt;br /&gt;13. Usahakan IP pengunjung harus berasa dari luar negeri, lebih baik lagi bila IP nya bervariasi dari berbagai belahan negara di dunia, di jamin makin kenceng aja Alexa rank blog sobat&lt;br /&gt;14. Jangan lupa bila meng copy tulisan orang lain, tuliskan alamat blog pemiliknya. jangan merasa rugi atau malu, justru sebalinya blog anda terlihat lebih profesional.&lt;br /&gt;15. Daftarkan blog anda ke berbagai agregat atau social bookmarking. Untuk blog berbahasa inggris coba submit ke digg, stumbleupon, ma.gnolia, delicious, furl, technorati, simpy, spurl, reddit, mybloglog, blogcatalog, dan lain-lain. Untuk blog bahasa indonesia, coba daftarkan ke blog-indonesia, lintas berita, info gue, dal lain-lain.&lt;br /&gt;16. Manfaatkan kekuatan jejaring sosial yang anda miliki seperti facebook, twiter, bergaul dll&lt;br /&gt;17. Pasang iklan di situs iklan baris gratis seperti : iklanbaris.co.id, iklanads.com, webiklan.com, kolom-banner.blogspot.com dan lain-lain&lt;br /&gt;18. Jika punya modal lebih, coba pasang iklan bayar per klik seperti : kliksaya, kumpulblogger, adsensecamp, dan lain-lain. Jika ingin yang lebih dahsyat coba deh dengan google adword.&lt;br /&gt;19. Saran terakhir lakukan Fungsi Manajemen di blog. POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. jangan lupa di shere ya hehehe...&lt;br /&gt;Copy-Paste From : http://asksalman19.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-6244418724079249136?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/6244418724079249136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/tutorial-19-cara-menaikkan-alexa-rank.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6244418724079249136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/6244418724079249136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/tutorial-19-cara-menaikkan-alexa-rank.html' title='Tutorial 19 Cara Menaikkan Alexa Rank Dengan Cepat'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J6eAr5PwI/AAAAAAAAAB0/Zh04gOy9EaM/s72-c/alexa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-724719054762610409</id><published>2010-04-21T09:30:00.009+07:00</published><updated>2010-04-24T12:05:49.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lobster Air Tawar'/><title type='text'>PERSIAPAN BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR (LAT) ALA SATRIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J79jxKGXI/AAAAAAAAACE/uozA1GLPxHw/s1600/Start.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 98px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J79jxKGXI/AAAAAAAAACE/uozA1GLPxHw/s320/Start.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463565595457493362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berdasarkan pengalaman yang telah saya ceritakan pada postingan saya sebelumnya, maka saya dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Yang paling pertama dan utama untuk memulai budidaya LAT adalah: HARUS SIAP!!! Siap dalam artian siap segalanya, baik itu mental, spiritual, materi, rohani dan jasmani. (Belagu banget ni penulis, baru 1 minggu melihara LAT).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penting ga sih..? ya penting lah, siap mental jikalau terjadi kegagalan dalam budidaya LAT. Mental harus kuat supaya tidak stres, juga harus dibarengi dengan spiritual yang mantap agar selalu ingat kepada Nya. Apapun yang terjadi adalah kehendaknya, kita hanya berusaha tapi Dia yang menentukan (ciye..ciye..ciye..). Kesiapan materi juga harus mantap, karena dalam usaha budidaya LAT ini walau dengan skala yang paling kecil sekalipun kita harus merogoh kocek ratusan ribu rupiah (detailnya akan saya paparkan.red). Begitu pula dengan jasmani dan rohani tentunya harus sehat wal afiat dunk..(kalo sakit, diajak makan aja malas apalagi kerja. Mr.Deandi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah saya janjikan pada paragraf ke 3 diatas, akan saya paparkan detail materi yang harus dikeluarkan untuk memulai budidaya LAT ini. Rinciannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengadaan LAT&lt;br /&gt;1. Indukan LAT ukuran 4in 1 set (3 Jantan, 5 Betina) = 200 rb&lt;br /&gt;2. Ongkos Kirim (dari banjarmasin) = 30 rb&lt;br /&gt;3. Box styrofam = 30 rb&lt;br /&gt;4. Pakan (pelet khusus udang) 2kg = 20 rb&lt;br /&gt;Jumlah = 280 rb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengadaan Alat&lt;br /&gt;1. Wadah penampungan (bikin sendiri) = 30 rb&lt;br /&gt;2. Aerator = 25 rb&lt;br /&gt;3. Pompa + Filter = 75 rb&lt;br /&gt;4. Bata roaster 2 buah = 14 rb&lt;br /&gt;5. Paranet = 17 rb&lt;br /&gt;Jumlah = 161 rb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, total biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar 441 rb rupiah, itu hanya untuk persiapan awal, setidaknya sampai ada indukan yang bertelur kira-kira 2 minggu setelah dikawinkan. Untuk selanjutnya belum terfikirkan. Rencananya sih kalo sudah ada yang bertelur baru saya mau buat 1 wadah penampungan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb : Data tersebut berlaku hanya di wilayah Palangka Raya dan sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu (berdasarkan pengalaman saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-724719054762610409?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/724719054762610409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/persiapan-budidaya-lobster-air-tawar_21.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/724719054762610409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/724719054762610409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/persiapan-budidaya-lobster-air-tawar_21.html' title='PERSIAPAN BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR (LAT) ALA SATRIA'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J79jxKGXI/AAAAAAAAACE/uozA1GLPxHw/s72-c/Start.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4399804845573359009.post-4720459988869214014</id><published>2010-04-16T11:03:00.006+07:00</published><updated>2010-04-24T12:10:50.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lobster Air Tawar'/><title type='text'>Pengalaman Baru dengan Lobster Air Tawar (LAT)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J872GjOkI/AAAAAAAAACM/Z4CkugXxMX4/s1600/LAT+Red+Claw.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 224px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J872GjOkI/AAAAAAAAACM/Z4CkugXxMX4/s320/LAT+Red+Claw.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463566665530948162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1 bulan yang lalu saya telah mencoba hoby baru memelihara Lobster Air Tawar (LAT) khususnya Red Claw. Ya tentu saja saya berharap hoby baru saya ini akan berkembang menjadi sebuah usaha yang mungkin saja dapat mengangkat kondisi perekonomian saya, Namun yang terjadi adalah KEGAGALAN TOTAL.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah LAT yang saya pesan dari salah seorang pengusaha LAT di Banjarmasin tiba di kediaman saya yaitu kota cantik Palangka Raya semuanya langsung mati ketika saya pindahkan kedalam aquarium milik saya, padahal harga Indukan 1 Set LAT (3 Jantan, 5 Betina) ukuran 4in adalah 200rb + Ongkos kirim 30 rb + Wadah Pengiriman berupa Sterofoam 30rb jadi total biaya = 260 rb Rupiah. So, dalam beberapa jam saya sudah membuang uang sebanyak itu (setidaknya itu menurut saya) karena pada saat itu hanya itu uang yang saya punya. Setelah saya tanyakan kepada penjualnya, ternyata kematian massal yang terjadi pada LAT saya adalah karena media penampungan (aquarium) saya yang bermasalah. Bagaimana tidak, Aquarium yang saya miliki berukuran 60cmx30cmx30cm (pxlxt) dan ditambah lagi dengan banyak ikan di dalamnya. Walaupun sudah dilengkapi dengan Aerator dan Filter tetap saja oksigen yang dibutuhkan oleh LAT saya masih kurang, dan karena kepadatan itu LAT menjadi Stres... Tewaslah dia.... Masih dirundung kesedihan yang lumayan mengganjal hati, saya bertekad untuk mencoba lagi walaupun harus menunggu sampai bulan depan (nunggu gajian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari ke 5 saya memulai memelihara LAT lagi dan tentunya dengan media yang berbeda. Saya membuat sendiri medianya dengan ukuran yang lebih besar dan juga dari bahan yang alakadarnya (hanya terbuat dari kayu reeng 2x3 yang dibuat kubus ukuran 100cm x 80 cm x 60 cm (p x l x t) kemudian di beri flywood/triplek sebagai dinding dan lantai yang dilapisi terpal untuk menahan airnya) dan Alhamdulillah indukan LAT sampai saat ini terlihat sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun baru 5 hari saya jalankan, saya optimis akan keberlanjutan hoby saya ini ketahap yang lebih menguntungkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4399804845573359009-4720459988869214014?l=satria-lobsterairtawar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/feeds/4720459988869214014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/pengalaman-baru-dengan-lobster-air-tawr.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4720459988869214014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4399804845573359009/posts/default/4720459988869214014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satria-lobsterairtawar.blogspot.com/2010/04/pengalaman-baru-dengan-lobster-air-tawr.html' title='Pengalaman Baru dengan Lobster Air Tawar (LAT)'/><author><name>Satria Lobster Air Tawar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04510218291646599819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S-Do_M-BeYI/AAAAAAAAAD0/HdoFDNRyCT4/S220/guwe.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UbZGaS4Q1Gw/S9J872GjOkI/AAAAAAAAACM/Z4CkugXxMX4/s72-c/LAT+Red+Claw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry></feed>
